Modul Ajar & RPP Prakarya Kelas IX
Kerajinan bahan keras buatan
Modul ajar (RPP) Prakarya SMP kelas IX materi Kerajinan bahan keras buatan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Kerajinan bahan keras buatan yang Anda cari? Materi Prakarya Kelas IX lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Prakarya |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Kerajinan bahan keras buatan |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (9 JP: 3 JP × 40 menit = 120 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar kerajinan bahan keras alami dan memiliki pengalaman membuat karya sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kreativitas, kolaborasi, kemandirian.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Kerajinan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menciptakan karya kerajinan berbasis bahan dan teknik tertentu dengan mempertimbangkan potensi lingkungan dan nilai ekonomi, serta melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil karyanya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kerajinan bahan keras buatan meliputi berbagai produk seperti kerajinan dari logam, kaca, dan plastik yang banyak ditemukan di sekitar kita. |
| Konseptual | Prinsip dasar kerajinan bahan keras buatan melibatkan pengolahan material sintetis atau hasil modifikasi yang memiliki sifat kuat dan tahan lama, dengan memperhatikan fungsi, estetika, dan keberlanjutan. |
| Prosedural | Proses pembuatan kerajinan bahan keras buatan mencakup tahapan perancangan, pemilihan bahan, teknik pembentukan, penghalusan, dan finishing. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya perencanaan yang matang dan adaptasi terhadap karakteristik bahan dalam menciptakan karya kerajinan yang inovatif dan bernilai. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jenis dan karakteristik bahan keras buatan yang dapat digunakan untuk kerajinan.
- Menjelaskan berbagai teknik dasar pengolahan bahan keras buatan dalam pembuatan kerajinan.
- Merancang ide kerajinan bahan keras buatan dengan mempertimbangkan fungsi, estetika, dan keberlanjutan.
- Membuat produk kerajinan bahan keras buatan menggunakan teknik yang sesuai dengan perencanaan.
- Mengevaluasi hasil karya kerajinan bahan keras buatan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Pemahaman bermakna: Memahami karakteristik bahan keras buatan dan teknik pengolahannya memungkinkan kita untuk berkreasi menghasilkan produk kerajinan yang fungsional, estetis, dan memiliki nilai jual, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan problem solving.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa mengubah sampah plastik atau logam bekas menjadi sebuah karya kerajinan yang indah dan bermanfaat?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami prinsip-prinsip desain, estetika, dan komposisi dalam menciptakan karya kerajinan. Ilmu Pengetahuan Alam: Mengidentifikasi sifat-sifat fisik bahan keras buatan (misalnya plastik, logam, kaca) dan pengaruhnya terhadap proses pengolahan. Matematika: Mengaplikasikan konsep pengukuran, proporsi, dan geometri dalam perancangan dan pembuatan kerajinan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak berbagi pengalaman dalam membuat kerajinan atau menyediakan bahan bekas yang dapat dimanfaatkan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar aman dan nyaman untuk praktik kerajinan, dengan area kerja yang cukup dan ventilasi baik, serta memanfaatkan sudut-sudut sekolah untuk pameran mini karya. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan internet untuk mencari inspirasi desain, tutorial teknik, dan contoh kerajinan dari bahan keras buatan, serta mendokumentasikan proses pembuatan karya mereka melalui foto atau video pendek. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis dan karakteristik bahan keras buatan yang dapat digunakan untuk kerajinan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik menyambut salam guru, berdoa bersama, dan mengisi presensi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu tentang kerajinan bahan keras buatan, memastikan peserta didik memahami apa yang akan mereka pelajari dan mengapa itu penting. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati berbagai contoh kerajinan dari bahan keras buatan (misalnya dari botol plastik, kaleng bekas, kawat) yang dibawa guru atau dicari dari sumber digital, lalu mendiskusikan jenis bahan, karakteristik, dan kemungkinan teknik pembuatannya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok membuat daftar jenis bahan keras buatan yang ditemukan, mencatat karakteristiknya (misalnya, mudah dibentuk, tahan air, ringan, kuat), dan potensi penggunaannya dalam kerajinan, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Guru memberikan umpan balik atas presentasi kelompok, menguatkan pemahaman tentang jenis dan karakteristik bahan keras buatan, serta mendorong peserta didik untuk menghubungkan materi dengan pengalaman pribadi mereka dalam melihat atau membuat kerajinan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pertemuan, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan gambaran kegiatan untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup dilakukan untuk mengakhiri pembelajaran dengan semangat positif dan rasa syukur. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan berbagai teknik dasar pengolahan bahan keras buatan dalam pembuatan kerajinan dan merancang ide kerajinan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik menyambut salam, berdoa, dan presensi. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan kegiatan hari ini, yaitu merancang proyek kerajinan. Guru menjelaskan tujuan pertemuan ini dan memotivasi peserta didik untuk berkreasi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang berbagai teknik pengolahan bahan keras buatan (misalnya memotong, menyambung, melipat, mengukir, mengecat) disertai contoh visual. Mereka juga diajak berdiskusi tentang potensi bahan bekas di lingkungan sekitar yang bisa diolah. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Dalam kelompok, peserta didik mulai merancang ide kerajinan bahan keras buatan (misalnya hiasan dinding dari sedotan plastik, tempat pensil dari kaleng bekas) dengan membuat sketsa, menentukan bahan dan alat yang diperlukan, serta teknik yang akan digunakan. Mereka berdiskusi tentang fungsi, estetika, dan keberlanjutan produk mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan rancangan proyeknya, menjelaskan konsep, bahan, alat, dan teknik yang dipilih. Guru dan kelompok lain memberikan masukan konstruktif untuk menyempurnakan rancangan, mendorong peserta didik untuk berpikir kritis tentang kelayakan dan inovasi ide mereka. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting dalam perancangan, memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif, dan mengingatkan untuk mempersiapkan bahan dan alat untuk praktik di pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa dan harapan untuk keberhasilan proyek. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Membuat produk kerajinan bahan keras buatan menggunakan teknik yang sesuai dengan perencanaan dan mengevaluasi hasil karya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik menyambut salam, berdoa, dan presensi. Guru mengapresiasi persiapan yang telah dilakukan dan menguatkan semangat untuk memulai praktik pembuatan kerajinan. Tujuan utama pertemuan ini adalah mewujudkan ide menjadi karya nyata dan mengevaluasinya. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Guru memberikan panduan singkat tentang keselamatan kerja dan penggunaan alat yang benar. Peserta didik secara mandiri atau berkelompok mulai mengerjakan proyek kerajinan mereka sesuai dengan rancangan yang telah dibuat, dengan bimbingan dan pengawasan guru. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik fokus pada proses pembuatan kerajinan, mulai dari memotong, membentuk, menyambung, hingga finishing. Mereka saling berkolaborasi dalam kelompok, membantu memecahkan masalah yang mungkin timbul selama proses produksi, dan mendokumentasikan tahapan kerja. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setelah karya selesai, setiap kelompok memamerkan dan mempresentasikan hasil karyanya, menjelaskan proses, tantangan, dan solusi yang ditemukan. Mereka juga melakukan evaluasi diri dan saling memberikan umpan balik berdasarkan kriteria yang telah disepakati (misalnya kerapian, fungsi, estetika, keunikan). |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru memberikan penguatan terhadap hasil karya dan proses belajar peserta didik, memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja keras. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan pembelajaran dari awal hingga akhir proyek, menumbuhkan rasa bangga dan motivasi. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membimbing peserta didik dalam merancang dan membuat kerajinan dari bahan keras buatan secara sistematis.
Alat & bahan: Kertas gambar, pensil, penghapus, penggaris, gunting, lem, bahan keras buatan (misalnya botol plastik bekas, kaleng bekas, kawat), cat, kuas.
Langkah kerja:
- Identifikasi bahan keras buatan yang akan digunakan dan tuliskan karakteristiknya.
- Buatlah sketsa desain kerajinan yang ingin dibuat, sertakan ukuran dan detail.
- Tentukan teknik-teknik yang akan digunakan dalam proses pembuatan.
- Siapkan alat dan bahan sesuai daftar yang telah dibuat.
- Laksanakan proses pembuatan kerajinan sesuai sketsa dan teknik yang direncanakan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 contoh kerajinan dari bahan keras buatan yang kamu ketahui!
- Menurutmu, apa perbedaan utama bahan keras alami dan buatan?
- Pernahkah kamu mencoba membuat kerajinan dari bahan bekas? Jika ya, bahan apa yang kamu gunakan?
- Apa saja alat yang biasa digunakan untuk mengolah bahan keras?
Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi aktif, kreativitas dalam merancang, dan keterampilan teknis selama proses pembuatan kerajinan.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil karya kerajinan bahan keras buatan berdasarkan kriteria fungsi, estetika, kerapian, dan inovasi, serta presentasi dan refleksi peserta didik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis dan karakteristik bahan keras buatan. | Jenis dan karakteristik bahan keras buatan. | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan teknik pengolahan dan merancang ide kerajinan. | Teknik pengolahan bahan keras buatan dan perancangan produk. | 3 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
| 3 | Membuat produk kerajinan dan mengevaluasi hasil karya. | Praktik pembuatan dan evaluasi kerajinan bahan keras buatan. | 3 JP | Kemandirian, Kreativitas |
Kerajinan bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang kreativitas dan pemanfaatan. Di era modern ini, kita dihadapkan pada berbagai jenis bahan, termasuk bahan keras buatan yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Modul ini akan membimbingmu untuk memahami, merancang, dan menciptakan karya kerajinan yang unik dan bernilai dari bahan-bahan tersebut.
1. Mengenal Bahan Keras Buatan
Bahan keras buatan adalah bahan yang telah melalui proses pengolahan oleh manusia, memiliki sifat keras, kuat, dan tidak mudah berubah bentuk. Contoh bahan keras buatan yang sering digunakan dalam kerajinan antara lain plastik (botol bekas, sedotan), logam (kaleng bekas, kawat), kaca (botol kaca bekas), dan akrilik. Masing-masing bahan ini memiliki karakteristik unik seperti kelenturan, ketahanan terhadap panas, atau kemampuan untuk diwarnai, yang memengaruhi teknik pengolahannya. Memahami karakteristik ini sangat penting untuk memilih bahan yang tepat dan menghindari kesalahan saat membuat kerajinan.
2. Jenis-Jenis Bahan Keras Buatan untuk Kerajinan
Plastik merupakan bahan keras buatan yang sangat populer karena mudah didapatkan dan bervariasi jenisnya, seperti PET (botol minuman), HDPE (botol deterjen), atau PVC (pipa). Logam seperti aluminium (kaleng minuman) dan besi (kawat) juga sering dimanfaatkan karena kuat dan bisa dibentuk dengan teknik tertentu. Kaca, meskipun rapuh, dapat diolah menjadi kerajinan yang indah melalui teknik pemotongan atau peleburan. Akrilik, sebagai alternatif kaca, lebih ringan dan tidak mudah pecah, cocok untuk berbagai desain modern. Pemilihan jenis bahan akan sangat menentukan hasil akhir kerajinan yang dibuat.
3. Teknik Pengolahan Bahan Keras Buatan
Berbagai teknik dapat diterapkan untuk mengolah bahan keras buatan. Teknik memotong dan menyambung adalah dasar untuk hampir semua jenis kerajinan. Misalnya, plastik bisa dipotong dengan gunting atau cutter lalu disambung dengan lem atau dilelehkan. Logam dapat dipotong dengan gerinda atau gunting khusus, lalu disambung dengan las atau diikat kawat. Teknik membentuk seperti melipat (pada plastik atau logam tipis), mengukir (pada akrilik), atau memanaskan (pada plastik) juga umum digunakan. Finishing seperti pengecatan, pengamplasan, atau pelapisan juga penting untuk memperindah dan melindungi hasil karya.
4. Perencanaan dan Perancangan Kerajinan
Sebelum membuat kerajinan, perencanaan dan perancangan yang matang sangat diperlukan. Tahap ini meliputi identifikasi ide, penentuan fungsi (apakah sebagai hiasan, wadah, atau benda pakai lainnya), pemilihan bahan dan alat yang sesuai, serta pembuatan sketsa desain. Pertimbangkan juga aspek estetika (keindahan bentuk, warna, tekstur) dan keberlanjutan (pemanfaatan limbah, dampak lingkungan). Sketsa berfungsi sebagai panduan visual yang membantu dalam mewujudkan ide menjadi bentuk nyata dan meminimalkan kesalahan selama proses produksi. Perencanaan yang baik akan menghasilkan karya yang berkualitas.
5. Proses Pembuatan dan Evaluasi Karya
Setelah perencanaan selesai, tahap selanjutnya adalah proses pembuatan kerajinan. Ikuti langkah-langkah yang telah dirancang dengan cermat, perhatikan keselamatan kerja, dan manfaatkan alat sesuai fungsinya. Selama proses, mungkin akan ada tantangan yang muncul, namun ini adalah kesempatan untuk melatih kemampuan problem-solving. Setelah karya selesai, lakukan evaluasi. Kriteria evaluasi bisa meliputi kerapian, kesesuaian dengan desain, fungsi, estetika, dan inovasi. Evaluasi membantu kita untuk melihat kekuatan dan kelemahan karya, serta menjadi pembelajaran untuk perbaikan di masa mendatang.
Rangkuman: Kerajinan bahan keras buatan memanfaatkan material sintetis atau hasil olahan manusia seperti plastik, logam, dan kaca. Pembuatan kerajinan ini melibatkan pemahaman karakteristik bahan, penerapan berbagai teknik pengolahan, serta perencanaan desain yang matang. Melalui proses perancangan, pembuatan, dan evaluasi, kita dapat menghasilkan karya yang fungsional, estetis, dan bernilai jual, sekaligus turut berkontribusi dalam mengurangi limbah dan melatih kreativitas.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Akrilik | Polimer termoplastik transparan yang sering digunakan sebagai pengganti kaca karena lebih ringan dan tahan pecah. |
| Estetika | Cabang filsafat yang membahas tentang keindahan, khususnya dalam seni. |
| Finishing | Tahap akhir dalam proses pembuatan produk untuk memperindah tampilan dan meningkatkan ketahanan. |
| Inovasi | Penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. |
| Karakteristik | Sifat khas atau ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh suatu benda atau bahan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajinan bahan keras buatan" mata pelajaran Prakarya Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Prakarya Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi PakaiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKerajinan Media CampuranModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBudi Daya Ikan Hias dan UnggasBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengolahan Hasil Peternakan dan PerikananBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Rekayasa Elektronika DasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisRancangan dan Biaya ProduksiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemasaran ProdukBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Prakarya di kelas lain
Kerajinan Bahan BuatanPrakarya Kelas IX SMPKerajinan Bahan Limbah Lunak dan KerasPrakarya Kelas IX SMPKerajinan tekstil bahan alamPrakarya Kelas IX SMPKerajinan Bahan AlamPrakarya Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Prakarya Kelas IX →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Prakarya Kerajinan bahan keras buatan ini gratis?
Ya. Modul Kerajinan bahan keras buatan untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Prakarya kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kerajinan bahan keras buatan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajinan bahan keras buatan untuk Prakarya kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kerajinan bahan keras buatan ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Prakarya kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Prakarya kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajinan bahan keras buatan pada Prakarya SMP, Fase D, elemen Kerajinan.
Bisakah modul Kerajinan bahan keras buatan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajinan bahan keras buatan dapat Anda sesuaikan dengan murid Prakarya kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.