Modul Ajar & RPP IPA Kelas VIII
Sistem Gerak Manusia — Tunarungu
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Sistem Gerak Manusia — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan Praktik Visual |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami bagian-bagian tubuh manusia secara umum dan fungsi dasarnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kesehatan — menjaga kesehatan fisik dan mental serta kebugaran
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Pemahaman Sains |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mengidentifikasi struktur dan fungsi organ tubuh manusia serta berbagai gangguannya, dan menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan tubuh. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Tulang-tulang seperti tulang paha, tulang lengan, dan otot-otot seperti bisep serta trisep adalah contoh nyata komponen sistem gerak. |
| Konseptual | Sistem gerak manusia terdiri dari tulang, sendi, dan otot yang bekerja sama memungkinkan tubuh bergerak. |
| Prosedural | Mempelajari cara mengidentifikasi jenis-jenis tulang, sendi, dan otot serta memahami fungsinya melalui pengamatan model atau gambar. |
| Metakognitif | Menyadari bagaimana tubuh bergerak dan pentingnya menjaga kesehatan sistem gerak untuk aktivitas sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem gerak manusia (tulang, sendi, otot) melalui model atau gambar.
- Menjelaskan fungsi tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif dengan bantuan visual.
- Mengklasifikasikan jenis-jenis tulang berdasarkan bentuknya (pipa, pipih, pendek, tak beraturan) dan letaknya pada rangka.
- Menjelaskan jenis-jenis sendi berdasarkan gerakannya (sendi mati, sendi kaku, sendi gerak) dengan contoh.
- Menjelaskan cara kerja otot sebagai antagonis (fleksi-ekstensi, abduksi-adduksi, pronasi-supinasi) melalui simulasi sederhana.
- Menganalisis beberapa contoh gangguan atau penyakit pada sistem gerak dan cara pencegahannya.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa sistem gerak adalah anugerah Tuhan yang kompleks dan penting untuk melakukan berbagai aktivitas, sehingga perlu dijaga kesehatannya.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian bertanya, bagaimana kita bisa berjalan, melompat, atau mengambil sesuatu?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan Praktik Visual |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Memahami pentingnya olahraga dan aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan tulang dan otot serta mencegah cedera. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan membaca dan menulis label, membuat kalimat deskriptif sederhana, serta presentasi lisan dan isyarat. Seni Budaya: Membuat poster edukasi dengan gambar dan tulisan yang menarik untuk menyampaikan informasi kesehatan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung peserta didik mengamati gerakan anggota keluarga di rumah dan membantu membuat daftar makanan sehat untuk tulang/otot. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar ada ruang gerak yang cukup untuk simulasi dan demonstrasi, dengan meja dan kursi yang ergonomis serta poster-poster sistem gerak yang mudah diakses. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan tablet atau komputer untuk menampilkan video edukasi bersubtitle tentang sistem gerak, gambar interaktif, dan aplikasi sederhana untuk identifikasi tulang/otot. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning dengan Demonstrasi Visual |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem gerak manusia (tulang, sendi, otot) melalui model atau gambar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dengan bahasa isyarat dan lisan, berdoa bersama, mengecek kehadiran peserta didik dengan kartu nama bergambar. Guru menunjukkan model rangka manusia dan bertanya (dengan isyarat dan tulisan) 'Apa ini? Untuk apa?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Kita akan belajar tentang sistem gerak tubuh kita!' (dengan visualisasi gambar orang bergerak). |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati model rangka manusia dan gambar-gambar besar organ sistem gerak (tulang, sendi, otot). Guru menunjuk dan menyebutkan nama bagian-bagian tersebut dengan isyarat dan tulisan. Peserta didik mencocokkan kartu nama bagian tubuh dengan gambar yang sesuai. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengisi LKPD berupa gambar rangka manusia kosong untuk diberi label bagian-bagian tulang, sendi, dan otot yang telah mereka amati. Guru membimbing dengan visual dan isyarat, memastikan setiap peserta didik memahami dan dapat menempelkan nama bagian dengan benar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil penempelan label pada LKPD mereka di depan kelas dengan menunjuk bagian dan menyebutkan namanya (isyarat dan lisan). Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman dengan menunjukkan kembali model rangka dan bagian-bagiannya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik membuat rangkuman sederhana tentang bagian-bagian sistem gerak yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi (jempol, senyum lebar) dan memberikan pesan untuk menjaga kesehatan tubuh. Doa penutup dengan isyarat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning dengan Eksplorasi Interaktif |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan fungsi tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif dengan bantuan visual. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru menampilkan video singkat tanpa suara (dengan subtitle) tentang aktivitas sehari-hari seperti berjalan, mengangkat barang. Guru bertanya (isyarat dan tulisan): 'Mengapa kita bisa bergerak? Apa yang membantu kita bergerak?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan mencari tahu apa peran tulang dan otot dalam gerakan kita!' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru membagikan kartu informasi bergambar tentang fungsi tulang (penopang, pelindung, tempat melekat otot) dan otot (penggerak). Peserta didik dalam kelompok membaca kartu informasi (didampingi guru yang menjelaskan dengan isyarat) dan mendiskusikan apa yang mereka pahami. Guru juga mendemonstrasikan bagaimana otot berkontraksi dan relaksasi menggunakan lengan guru sendiri atau model sederhana. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik melakukan simulasi sederhana gerakan tubuh (misalnya, menekuk lengan, mengangkat kaki) dan merasakan peran tulang dan otot. Mereka mencatat (dengan bantuan gambar atau kata kunci) pada LKPD tentang peran tulang dan otot dalam setiap gerakan. Untuk peserta didik tanpa hambatan intelektual, mereka bisa membuat mind map fungsi tulang dan otot. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan simulasi mereka, menjelaskan (dengan isyarat dan lisan) bagaimana tulang dan otot bekerja sama. Guru memberikan penguatan dan menjelaskan konsep 'alat gerak pasif' (tulang) dan 'aktif' (otot) dengan visualisasi yang jelas. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan kembali fungsi tulang dan otot. Guru mengajak peserta didik untuk bertepuk tangan sebagai apresiasi. Guru memberikan tugas rumah sederhana: mengamati gerakan pada hewan peliharaan mereka. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Mengidentifikasi dan menjelaskan bagian-bagian serta fungsi sistem gerak manusia.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Tubuh kita dapat bergerak karena adanya sistem gerak. Sistem gerak manusia terdiri dari tulang, sendi, dan otot.
Alat & bahan: Gambar rangka manusia, kartu nama tulang/otot/sendi, lem, spidol warna, kertas HVS
Langkah kerja:
- Amati model rangka manusia dan kartu gambar yang tersedia.
- Tempelkan nama-nama tulang dan otot pada gambar rangka manusia yang kosong.
- Tuliskan satu kalimat singkat tentang fungsi utama setiap bagian yang ditempel.
- Diskusikan hasil penempelan dan tulisan dengan teman kelompokmu.
- Siapkan diri untuk mempresentasikan hasil kerjamu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Coba tunjuk mana tanganmu? Kaki? Kepala?
- Apa yang kamu gunakan untuk berjalan?
- Apa yang kamu gunakan untuk memegang pensil?
- Menurutmu, apa yang ada di dalam tanganmu sehingga kamu bisa menggerakkannya?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan identifikasi pada LKPD, dan kemampuan presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian poster edukasi tentang gangguan dan pencegahan sistem gerak, serta tes tertulis/lisan/isyarat singkat.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem gerak manusia | Pengenalan tulang, sendi, dan otot | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan fungsi tulang dan otot | Fungsi tulang sebagai gerak pasif, otot sebagai gerak aktif | 2 JP | Kesehatan |
| 3 | Menganalisis gangguan dan pencegahan sistem gerak | Penyakit sistem gerak dan pola hidup sehat | 2 JP | Kolaborasi |
Tubuh kita dapat bergerak karena adanya sistem gerak. Sistem gerak manusia terdiri dari tulang, sendi, dan otot. Ketiga bagian ini bekerja sama secara harmonis untuk memungkinkan kita melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berjalan, berlari, menulis, hingga makan. Mari kita pelajari lebih dalam tentang keajaiban sistem gerak dalam tubuh kita.
1. Rangka Manusia: Penopang Tubuh
Rangka manusia adalah kumpulan tulang yang membentuk struktur tubuh kita. Rangka memiliki beberapa fungsi penting, yaitu sebagai penopang tubuh, pemberi bentuk tubuh, pelindung organ dalam yang penting (seperti otak, jantung, paru-paru), tempat melekatnya otot, dan tempat pembentukan sel darah. Tanpa rangka, tubuh kita akan seperti agar-agar yang tidak memiliki bentuk. Rangka dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk, tulang dada) dan rangka apendikular (tulang anggota gerak atas dan bawah).
2. Tulang: Alat Gerak Pasif
Tulang adalah alat gerak pasif karena tulang tidak bisa bergerak sendiri. Tulang baru bisa bergerak jika digerakkan oleh otot. Tulang memiliki berbagai bentuk: tulang pipa (contoh: tulang paha, tulang lengan), tulang pipih (contoh: tulang tengkorak, tulang belikat), tulang pendek (contoh: tulang pergelangan tangan), dan tulang tak beraturan (contoh: tulang belakang). Setiap jenis tulang memiliki peran spesifik dalam mendukung fungsi gerak dan struktur tubuh.
3. Sendi: Penghubung Antar Tulang
Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih, yang memungkinkan terjadinya gerakan. Ada beberapa jenis sendi berdasarkan kemampuannya bergerak. Sendi mati (sinartrosis) adalah sendi yang tidak dapat bergerak sama sekali, contohnya sendi pada tulang tengkorak. Sendi kaku (amfiartrosis) memungkinkan sedikit gerakan, contohnya sendi antarruas tulang belakang. Sendi gerak (diartrosis) memungkinkan banyak gerakan, contohnya sendi engsel (siku, lutut), sendi peluru (bahu, panggul), sendi putar (leher), dan sendi pelana (jempol).
4. Otot: Alat Gerak Aktif
Otot adalah alat gerak aktif karena otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi (memendek) dan berelaksasi (memanjang). Saat otot berkontraksi, ia menarik tulang sehingga terjadi gerakan. Ada tiga jenis otot: otot lurik (melekat pada rangka, bekerja secara sadar), otot polos (pada organ dalam, bekerja tidak sadar), dan otot jantung (hanya di jantung, bekerja tidak sadar). Untuk sistem gerak, otot lurik adalah yang paling berperan.
5. Kerja Sama Otot (Antagonis)
Gerakan tubuh seringkali melibatkan kerja sama dua otot atau lebih yang berlawanan, disebut kerja otot antagonis. Contohnya adalah otot bisep dan trisep pada lengan. Ketika bisep berkontraksi (memendek), trisep berelaksasi (memanjang), menyebabkan lengan menekuk (fleksi). Sebaliknya, ketika trisep berkontraksi, bisep berelaksasi, menyebabkan lengan melurus (ekstensi). Contoh lain adalah gerakan abduksi-adduksi (menjauh-mendekati tubuh), pronasi-supinasi (menelungkup-menengadah).
6. Gangguan dan Penyakit Sistem Gerak
Sistem gerak dapat mengalami gangguan atau penyakit. Contohnya: fraktura (patah tulang), osteoporosis (tulang rapuh karena kekurangan kalsium), rakitis (tulang lunak karena kekurangan vitamin D), skoliosis/kifosis/lordosis (kelainan bentuk tulang belakang), dan kram otot (kontraksi otot yang tidak terkontrol). Beberapa gangguan ini dapat disebabkan oleh kecelakaan, kekurangan gizi, atau posisi tubuh yang salah. Penting untuk mengetahui cara mencegahnya.
7. Menjaga Kesehatan Sistem Gerak
Untuk menjaga sistem gerak tetap sehat, kita perlu menerapkan pola hidup sehat. Ini meliputi mengonsumsi makanan bergizi yang kaya kalsium (susu, ikan, sayuran hijau) dan vitamin D (sinar matahari pagi, telur). Selain itu, rajin berolahraga secara teratur untuk melatih kekuatan dan kelenturan otot serta tulang. Menjaga posisi tubuh yang benar saat duduk, berdiri, dan tidur juga sangat penting untuk mencegah kelainan tulang belakang. Hindari mengangkat beban terlalu berat.
Rangkuman: Sistem gerak manusia terdiri dari tulang (alat gerak pasif), sendi (penghubung tulang), dan otot (alat gerak aktif). Tulang memberi bentuk dan menopang tubuh, sedangkan otot berkontraksi untuk menggerakkan tulang. Kerja sama otot bersifat antagonis. Penting untuk menjaga kesehatan sistem gerak dengan gizi seimbang, olahraga teratur, dan posisi tubuh yang benar agar dapat beraktivitas dengan baik setiap hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Rangka | Kumpulan tulang yang membentuk struktur tubuh. |
| Tulang | Alat gerak pasif, tidak bisa bergerak sendiri. |
| Otot | Alat gerak aktif, dapat berkontraksi dan relaksasi. |
| Sendi | Penghubung antar tulang yang memungkinkan gerakan. |
| Antagonis | Kerja otot yang berlawanan, misalnya menekuk dan meluruskan. |
| Fraktura | Patah tulang. |
| Osteoporosis | Penyakit tulang rapuh. |
| Kalsium | Mineral penting untuk kekuatan tulang. |
| Vitamin D | Vitamin yang membantu penyerapan kalsium. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sistem Gerak Manusia — Tunarungu" mata pelajaran IPA Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Sistem Gerak Manusia — Tunarungu yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPA Kelas VIII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup (Bagian I): Sistem Pencernaan dan Peredaran DarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisStruktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup (Bagian II): Sistem Pernapasan dan EkskresiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMemanfaatkan Usaha, Energi, dan Pesawat SederhanaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTeknologi Penerapan Tekanan pada ZatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Manfaat Gelombang dan Cahaya bagi ManusiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemisahan Campuran di Sekitar KitaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTanah bagi Kehidupan BerkelanjutanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul IPA lain yang sudah tersedia
Sistem Gerak ManusiaIPA Kelas VIII SMPLBSistem Gerak Manusia — TunagrahitaIPA Kelas VIII SMPLBManfaat Gelombang dan Cahaya bagi Manusia — TunanetraIPA Kelas VIII SMPLBSistem Pencernaan — TunagrahitaIPA Kelas VIII SMPLBLihat semua Modul Ajar IPA Kelas VIII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPA kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sistem Gerak Manusia — Tunarungu pada IPA SMPLB, Fase D, elemen Pemahaman Sains.
Modul Sistem Gerak Manusia — Tunarungu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Sistem Gerak Manusia — Tunarungu untuk IPA kelas VIII.
Apakah modul ajar IPA materi Sistem Gerak Manusia — Tunarungu ini gratis?
Ya. Modul Sistem Gerak Manusia — Tunarungu untuk kelas VIII SMPLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Sistem Gerak Manusia — Tunarungu ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Sistem Gerak Manusia — Tunarungu ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sistem Gerak Manusia — Tunarungu dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPA kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sistem Gerak Manusia — Tunarungu ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase D untuk kelas VIII SMPLB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sistem Gerak Manusia — Tunarungu tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sistem Gerak Manusia — Tunarungu untuk IPA kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Sistem Gerak Manusia — Tunarungu ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas VIII SMPLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sistem Gerak Manusia — Tunarungu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPA ini cocok untuk SMPLB negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMPLB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Sistem Gerak Manusia — Tunarungu disusun untuk SMPLB dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.