Modul Ajar & RPP IPA Kelas IX
Sistem Koordinasi dan Homeostasis
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Sistem Koordinasi dan Homeostasis |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (8 JP: Pertemuan 1 3 JP · Pertemuan 2 2 JP · Pertemuan 3 3 JP) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami struktur dan fungsi dasar sel, jaringan, dan organ pada makhluk hidup secara umum.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis informasi dari berbagai sumber tentang sistem koordinasi dan homeostasis untuk menyimpulkan hubungan antar-organ. - kesehatan — elemen: Membangun dan menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritual
Peserta didik mengidentifikasi cara menjaga kesehatan sistem koordinasi dan homeostasis melalui pola hidup sehat serta dampak dari gangguan yang mungkin terjadi. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik berinteraksi secara aktif dalam kelompok untuk memecahkan masalah terkait sistem koordinasi dan homeostasis dan menyajikan hasilnya.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman IPA |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menjelaskan dan menganalisis sistem organ pada tubuh manusia, serta memahami bagaimana sistem-sistem tersebut bekerja sama untuk menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Contoh nyata materi ini adalah bagaimana tubuh kita secara otomatis menarik tangan saat menyentuh benda panas atau menjaga suhu tubuh tetap stabil. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah sistem koordinasi (saraf dan hormon) bekerja sama dengan sistem lain untuk menjaga homeostasis atau keseimbangan internal tubuh. |
| Prosedural | Cara yang dipelajari meliputi langkah-langkah mengidentifikasi bagian-bagian sistem koordinasi dan menganalisis mekanisme respons tubuh terhadap rangsangan. |
| Metakognitif | Kesadaran belajar yang ditumbuhkan adalah pentingnya memahami bagaimana tubuh berfungsi untuk mengambil keputusan menjaga kesehatan diri. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur dan fungsi sistem saraf pusat dan tepi dengan tepat.
- Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat menjelaskan mekanisme kerja refleks dan gerak sadar dengan benar.
- Melalui analisis informasi, peserta didik dapat mengidentifikasi kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkannya serta perannya dalam tubuh dengan cermat.
- Setelah mengamati video, peserta didik dapat menganalisis hubungan antara sistem saraf dan sistem endokrin dalam menjaga homeostasis tubuh dengan runtut.
- Dengan presentasi kelompok, peserta didik dapat merancang upaya menjaga kesehatan sistem koordinasi dan homeostasis berdasarkan informasi yang diperoleh dengan kreatif.
Pemahaman bermakna: Memahami sistem koordinasi dan homeostasis membantu peserta didik menyadari kompleksitas tubuhnya serta pentingnya menjaga kesehatan untuk fungsi optimal.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita bisa merasakan sakit, melihat, mendengar, dan bahkan berpikir, lalu bagaimana tubuh kita menjaga agar semua fungsi itu berjalan seimbang setiap saat?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Biologi: Memahami struktur dan fungsi sel, jaringan, dan organ secara lebih mendalam sebagai dasar sistem koordinasi. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Menganalisis dampak aktivitas fisik dan pola makan terhadap kesehatan sistem saraf dan hormon. Kimia: Memahami struktur kimia hormon dan neurotransmitter serta mekanisme kerjanya di tingkat molekuler. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendukung peserta didik dalam menerapkan pola hidup sehat di rumah yang mendukung kesehatan sistem koordinasi dan homeostasis. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas yang kondusif, nyaman, dan bebas gangguan mendukung konsentrasi peserta didik dalam memahami materi yang kompleks. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi dari platform terpercaya, simulasi interaktif tentang sistem saraf, dan aplikasi pencarian informasi ilmiah di smartphone dapat memperkaya pemahaman peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur dan fungsi sistem saraf pusat dan tepi dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tepuk Fokus: Guru memimpin tepuk tangan dengan pola berbeda (1, 2, 3) yang harus diikuti peserta didik. Jika guru salah, peserta didik berteriak 'Fokus!'
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat menjelaskan mekanisme kerja refleks dan gerak sadar dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Gerak Cepat Tepat: Guru menyebutkan instruksi (misal: 'angkat tangan kanan!'), peserta didik harus merespons secepatnya. Jika salah atau lambat, harus mengulang.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Setelah mengamati video, peserta didik dapat menganalisis hubungan antara sistem saraf dan sistem endokrin dalam menjaga homeostasis tubuh dengan runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Rantai Kata Organ: Guru menyebutkan satu organ tubuh, peserta didik berikutnya menyebutkan organ lain yang terkait. Contoh: 'Otak' -> 'Saraf' -> 'Hormon' -> 'Ginjal'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi struktur dan fungsi sistem saraf pusat dan tepi melalui studi kasus.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, buku IPA kelas IX, smartphone/tablet (opsional)
Langkah kerja:
- Lengkapi urutan jalannya impuls pada gerak refleks berikut, lalu berikan satu contoh gerak refleks.
Gambar 1. Alur - Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan diagram sederhana sistem saraf manusia.
- Bacalah studi kasus 'Gangguan Respons Cepat' berikut: Seorang anak tiba-tiba tidak bisa merasakan sentuhan pada tangan kanannya dan sulit menggerakkan jari-jarinya. Dokter menduga ada gangguan pada sistem sarafnya.
- Diskusikan dalam kelompok, bagian sistem saraf mana (pusat atau tepi, dan organ spesifiknya) yang kemungkinan besar terganggu pada kasus tersebut.
- Lengkapilah tabel di bawah ini dengan struktur sistem saraf dan fungsinya yang relevan dengan kasus tersebut.
- Sajikan hasil diskusi kelompok kalian di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang sistem saraf?
- Menurutmu, bagaimana tubuh kita bisa merasakan sakit?
- Apa perbedaan antara gerak refleks dan gerak sadar?
- Mengapa menjaga keseimbangan tubuh itu penting?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis pilihan ganda dan esai tentang struktur, fungsi, dan hubungan sistem koordinasi dan homeostasis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi struktur dan fungsi sistem saraf pusat dan tepi. | Sistem Saraf: Struktur dan Fungsi | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan mekanisme kerja gerak refleks dan gerak sadar. | Mekanisme Gerak Refleks dan Sadar | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Mengidentifikasi kelenjar endokrin dan hormon serta perannya. | Sistem Endokrin dan Hormon | 3 JP | Kesehatan |
| 4 | Menganalisis hubungan sistem saraf dan endokrin dalam homeostasis. | Homeostasis dan Interaksi Sistem | 3 JP | Kolaborasi |
Tubuh kita adalah mesin yang luar biasa kompleks, mampu merasakan, bergerak, berpikir, dan beradaptasi dengan lingkungan. Semua kemampuan ini tidak lepas dari peran sistem koordinasi dan mekanisme homeostasis yang menjaga keseimbangan internal tubuh. Modul ini akan membawa kita menyelami rahasia di balik kendali tubuh kita.
1. Sistem Saraf: Pusat Kendali Tubuh
Sistem saraf adalah jaringan kompleks yang terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, dan saraf-saraf. Sistem ini bertanggung jawab menerima informasi (rangsangan) dari lingkungan, memprosesnya, dan mengirimkan perintah ke seluruh tubuh. Sistem saraf dibagi menjadi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) yang mengendalikan fungsi vital dan kognitif, serta sistem saraf tepi yang menghubungkan saraf pusat ke organ dan anggota tubuh. Neuron adalah unit dasar sistem saraf yang berfungsi menghantarkan impuls listrik. Gangguan pada sistem saraf dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari kesulitan bergerak hingga gangguan memori.
2. Mekanisme Gerak Refleks dan Gerak Sadar
Gerak refleks adalah respons otomatis dan cepat terhadap rangsangan tanpa melibatkan kesadaran, seperti menarik tangan dari benda panas. Jalur refleks melibatkan reseptor, saraf sensorik, sumsum tulang belakang (sebagai pusat refleks), saraf motorik, dan efektor (otot). Sementara itu, gerak sadar adalah gerakan yang disengaja dan melibatkan kesadaran, seperti menulis atau berbicara. Jalur gerak sadar lebih kompleks, melibatkan reseptor, saraf sensorik, otak (sebagai pusat), saraf motorik, dan efektor. Perbedaan utama terletak pada keterlibatan otak dalam proses pengambilan keputusan.
3. Sistem Endokrin: Kendali Hormonal
Sistem endokrin adalah jaringan kelenjar yang menghasilkan dan melepaskan hormon ke dalam aliran darah. Hormon adalah zat kimia pembawa pesan yang mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk pertumbuhan, metabolisme, reproduksi, dan respons terhadap stres. Kelenjar endokrin utama meliputi hipofisis, tiroid, paratiroid, adrenal, pankreas, ovarium (pada wanita), dan testis (pada pria). Setiap kelenjar menghasilkan hormon spesifik dengan fungsi tertentu. Misalnya, pankreas menghasilkan insulin untuk mengatur kadar gula darah, dan tiroid menghasilkan tiroksin untuk metabolisme.
4. Homeostasis: Keseimbangan Internal Tubuh
Homeostasis adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi internal yang stabil dan relatif konstan, meskipun terjadi perubahan di lingkungan eksternal. Ini adalah proses dinamis yang melibatkan berbagai sistem organ bekerja sama. Contoh homeostasis meliputi pengaturan suhu tubuh, kadar gula darah, tekanan darah, dan keseimbangan cairan. Ketika ada perubahan (stimulus) yang mengganggu homeostasis, tubuh akan mengaktifkan mekanisme umpan balik negatif untuk mengembalikan kondisi normal. Misalnya, saat suhu tubuh naik, kelenjar keringat akan aktif untuk mendinginkan tubuh.
5. Interaksi Sistem Saraf dan Endokrin dalam Homeostasis
Sistem saraf dan sistem endokrin bekerja sama secara erat untuk menjaga homeostasis. Sistem saraf memberikan respons cepat terhadap perubahan, sedangkan sistem endokrin memberikan respons yang lebih lambat namun berlangsung lebih lama. Hipotalamus di otak berperan sebagai penghubung utama antara kedua sistem ini, mengendalikan kelenjar hipofisis yang merupakan 'master gland' dari sistem endokrin. Contoh interaksi adalah respons 'lawan atau lari' (fight or flight) saat menghadapi bahaya, di mana sistem saraf simpatik memicu kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon adrenalin, meningkatkan detak jantung dan energi tubuh.
6. Gangguan Sistem Koordinasi dan Homeostasis
Berbagai faktor dapat menyebabkan gangguan pada sistem koordinasi dan homeostasis, seperti gaya hidup tidak sehat, stres, genetik, infeksi, atau cedera. Contoh gangguan meliputi stroke (kerusakan otak akibat gangguan aliran darah), Parkinson (gangguan saraf yang memengaruhi gerakan), diabetes (gangguan regulasi gula darah akibat masalah insulin), dan hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid). Memahami gangguan ini penting untuk pencegahan dan penanganan yang tepat, serta menyadari pentingnya menjaga kesehatan secara holistik.
7. Menjaga Kesehatan Sistem Koordinasi dan Homeostasis
Menjaga kesehatan sistem koordinasi dan homeostasis sangat penting untuk kualitas hidup. Upaya yang dapat dilakukan meliputi pola makan seimbang (kaya nutrisi, rendah gula dan lemak jenuh), olahraga teratur untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi stres, tidur cukup untuk pemulihan sel saraf, mengelola stres dengan baik (misalnya meditasi atau hobi), menghindari rokok dan alkohol yang merusak saraf, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Edukasi tentang gaya hidup sehat adalah kunci untuk mencegah berbagai gangguan.
Rangkuman: Sistem koordinasi (saraf dan endokrin) adalah pengatur utama tubuh, bekerja sama menjaga homeostasis atau keseimbangan internal. Sistem saraf memberikan respons cepat melalui impuls listrik, sedangkan sistem endokrin memberikan respons lambat melalui hormon. Keduanya berinteraksi erat untuk mengendalikan fungsi vital. Memahami cara kerja sistem ini penting untuk menjaga kesehatan melalui pola hidup seimbang, olahraga, dan manajemen stres, guna mencegah gangguan yang dapat memengaruhi kualitas hidup.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Neuron | Sel saraf yang menghantarkan impuls listrik. |
| Hormon | Zat kimia pembawa pesan dalam sistem endokrin. |
| Homeostasis | Keseimbangan internal tubuh yang stabil. |
| Refleks | Respons otomatis tubuh tanpa kesadaran. |
| Endokrin | Sistem kelenjar penghasil hormon. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sistem Koordinasi dan Homeostasis" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Sistem Koordinasi dan Homeostasis yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPA Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Sistem ReproduksiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPewarisan SifatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopListrik StatisModul siap unduh · Word + PDF ber-kopListrik DinamisModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKemagnetanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
BioteknologiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTanah dan Keberlangsungan KehidupanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKemagnetan dan Induksi ElektromagnetikBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPartikel Penyusun MateriBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul IPA lain yang sudah tersedia
Sistem koordinasiIPA Kelas IX SMPEkologi dan pelestarian lingkunganIPA Kelas IX SMPHormon ManusiaIPA Kelas IX SMPKelistrikanIPA Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar IPA Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPA kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman IPA.
Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis untuk IPA kelas IX.
Apakah modul ajar IPA materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini gratis?
Ya. Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sistem Koordinasi dan Homeostasis dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPA kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sistem Koordinasi dan Homeostasis untuk IPA kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sistem Koordinasi dan Homeostasis beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul IPA ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.