SMPKelas IXFase DSemester 1

Modul Ajar & RPP IPA Kelas IX
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Sistem koordinasi (saraf dan hormon) bekerja sama mengatur seluruh fungsi tubuh. Sistem saraf mengendalikan respons cepat, sementara hormon mengatur proses jangka panjang. Indra menerima rangsangan dari lingkungan. Homeostasis adalah kemampuan tubuh menjaga kondisi internal stabil, seperti suhu dan kadar gula darah, melalui mekanisme umpan balik. Menjaga pola hidup sehat sangat penting untuk mendukung fungsi optimal sistem koordinasi dan homeostasis tubuh.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia
IPA · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia
IPA · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranIPA
Fase / KelasD / IX
Materi PokokSistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memahami konsep dasar sel, jaringan, organ, dan sistem organ pada tubuh manusia.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kesehatan — menjaga kesehatan fisik dan mental serta kebugaran
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPemahaman Sains
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis interaksi antarberbagai sistem dalam tubuh manusia, termasuk sistem koordinasi dan homeostasis, serta menerapkan pemahamannya untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualTubuh manusia dapat merespons rangsangan dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.
KonseptualSistem koordinasi melibatkan sistem saraf dan hormon untuk mengatur dan mengendalikan seluruh aktivitas tubuh, sementara homeostasis adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi internal yang stabil.
ProseduralPeserta didik akan melakukan percobaan sederhana untuk mengamati respons tubuh terhadap rangsangan dan menganalisis data perubahan kondisi tubuh.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya memahami cara kerja tubuh untuk menjaga kesehatan dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait gaya hidup sehat.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan struktur dan fungsi sistem saraf pusat dan tepi dengan tepat.
  2. Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis reseptor pada indra peraba dan fungsinya dalam merespons rangsangan dengan benar.
  3. Melalui analisis infografis, peserta didik dapat menguraikan peran hormon dalam sistem koordinasi dan regulasi tubuh secara runtut.
  4. Setelah mengamati video simulasi, peserta didik dapat menganalisis mekanisme homeostasis dalam menjaga suhu tubuh dan kadar gula darah dengan tepat.
  5. Melalui proyek pembuatan poster, peserta didik dapat menyajikan upaya menjaga kesehatan sistem koordinasi dan homeostasis dengan kreatif dan informatif.
Halaman 2 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami sistem koordinasi dan homeostasis membantu peserta didik menyadari kompleksitas tubuhnya, sehingga dapat menghargai pentingnya menjaga kesehatan dan merespons lingkungan secara adaptif.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana tubuh kita bisa langsung menarik tangan saat tidak sengaja menyentuh benda panas, dan mengapa kita bisa berkeringat saat kepanasan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBiologi: Memperdalam pemahaman tentang struktur dan fungsi organ tubuh serta interaksi antar sistem.
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan: Menerapkan pengetahuan tentang sistem koordinasi dan homeostasis dalam konteks menjaga kebugaran fisik dan mencegah penyakit.
Matematika: Menganalisis data hasil percobaan dan membuat grafik perubahan kondisi tubuh.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berpartisipasi dengan mendorong anak untuk menerapkan pola hidup sehat di rumah, seperti pola makan teratur dan istirahat cukup, serta mendiskusikan pentingnya menjaga kesehatan tubuh.
Lingkungan PembelajaranPembelajaran dilakukan di ruang kelas yang bersih dan nyaman, dengan akses ke perpustakaan sekolah dan jaringan internet untuk mencari informasi tambahan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video simulasi tentang mekanisme tubuh, infografis interaktif tentang sistem hormon, dan aplikasi pencatatan data percobaan sederhana akan meningkatkan pengalaman belajar peserta didik.
Halaman 3 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis reseptor pada indra peraba dan fungsinya dalam merespons rangsangan dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik saat tidak sengaja menyentuh benda panas atau merasakan dingin, mengaitkan dengan respons tubuh.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi reseptor indra peraba dan funginya, serta pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kulit kita bisa merasakan berbagai sensasi seperti panas, dingin, atau sentuhan?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan gambar struktur kulit manusia dan menunjuk bagian-bagiannya, lalu bertanya: 'Bagian mana dari kulit yang menurut kalian berfungsi sebagai penerima rangsangan?'
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan berbagai jenis rangsangan yang dapat diterima kulit dan bagaimana kulit meresponsnya, menuliskan hipotesis awal mereka.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik melakukan percobaan sederhana menggunakan es batu, air hangat, dan ujung pensil untuk mengamati respons kulit di berbagai area tubuh (ujung jari, punggung tangan, lengan).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Peserta didik mencatat hasil pengamatan mereka pada LKPD, membandingkan kepekaan setiap area kulit terhadap rangsangan yang berbeda.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok menganalisis data yang terkumpul untuk menguji hipotesis awal mereka, mengidentifikasi area kulit yang paling peka terhadap suhu dan sentuhan.
  3. Peserta didik mencari informasi tambahan dari buku teks atau sumber digital tentang jenis-jenis reseptor pada kulit dan fungsinya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan kesimpulan mereka tentang jenis reseptor dan kepekaan kulit di berbagai area tubuh.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan hasil percobaan peserta didik, mengoreksi miskonsepsi yang mungkin ada.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang peran reseptor pada indra peraba dalam merasakan berbagai sensasi dan pentingnya menjaga kesehatan kulit.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan kembali pembelajaran tentang indra peraba dan fungsinya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka untuk merefleksikan pengalaman belajar yang menyenangkan hari ini.
  3. Guru memberikan tugas tindak lanjut berupa mencari contoh lain respons tubuh terhadap rangsangan dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Setelah mengamati video simulasi, peserta didik dapat menganalisis mekanisme homeostasis dalam menjaga suhu tubuh dan kadar gula darah dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan kembali mengapa tubuh berkeringat saat kepanasan atau menggigil saat kedinginan, mengaitkan dengan konsep homeostasis.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis mekanisme homeostasis, serta pertanyaan pemantik: 'Bagaimana tubuh kita bisa menjaga suhu tetap stabil meskipun suhu lingkungan berubah-ubah?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang seseorang yang berolahraga berat hingga berkeringat banyak dan seseorang yang kedinginan di pegunungan, lalu bertanya: 'Apa yang terjadi pada tubuh mereka dan bagaimana tubuh berusaha mengatasinya?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan studi kasus yang berbeda terkait homeostasis (misalnya, mekanisme pengaturan suhu tubuh, atau pengaturan kadar gula darah).
  3. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis studi kasus, mencari informasi dari buku teks dan sumber digital tentang mekanisme homeostasis yang relevan dengan kasus mereka, serta mengidentifikasi peran sistem koordinasi di dalamnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok membuat diagram alur atau mind map yang menjelaskan mekanisme homeostasis pada studi kasus mereka, termasuk organ dan hormon yang terlibat.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka dan diagram yang telah dibuat di depan kelas.
  3. Kelompok lain memberikan pertanyaan dan masukan, serta guru memfasilitasi diskusi untuk memperdalam pemahaman.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi dan diagram yang telah dibuat, mengoreksi jika ada kekeliruan konsep atau penjelasan.
  2. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya homeostasis bagi kelangsungan hidup dan bagaimana sistem koordinasi berperan dalam menjaganya.
  3. Peserta didik secara individu menuliskan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini dan bagaimana mereka dapat menerapkan pemahaman ini dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran tentang homeostasis dan sistem koordinasi yang terlibat.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan diskusi yang aktif dari peserta didik, menciptakan suasana belajar yang positif dan menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas untuk membuat poster edukasi tentang cara menjaga homeostasis tubuh dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKEksplorasi Indra Peraba Kita!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi kepekaan indra peraba terhadap berbagai rangsangan.

Alat & bahan: Es batu, air hangat (dalam wadah), ujung pensil tumpul, penggaris

Langkah kerja:

  1. Lengkapi urutan jalannya impuls pada gerak refleks berikut, lalu berikan satu contoh gerak refleks.
    Reseptor123Saraf motorik4Efektor5
    Gambar 1. Alur
  2. Siapkan alat dan bahan di meja kelompok Anda.
  3. Ambil es batu dan tempelkan perlahan pada ujung jari, punggung tangan, dan lengan. Catat sensasi yang dirasakan pada tabel pengamatan.
  4. Lakukan hal yang sama dengan air hangat (pastikan tidak terlalu panas). Catat sensasi yang dirasakan.
  5. Gunakan ujung pensil tumpul untuk menekan lembut area yang sama (ujung jari, punggung tangan, lengan). Catat tingkat kepekaan yang dirasakan.
  6. Diskusikan hasil pengamatan dengan kelompok dan buatlah kesimpulan.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa saja organ yang termasuk dalam sistem saraf?
  2. Bagaimana tubuh kita merasakan sakit?
  3. Mengapa penting bagi tubuh untuk menjaga suhu tetap stabil?
  4. Sebutkan contoh respons tubuh terhadap perubahan lingkungan!

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi hasil percobaan, dan pembuatan diagram alur.

Sumatif (akhir): Penyelesaian proyek poster edukasi tentang menjaga sistem koordinasi dan homeostasis, serta tes tertulis pilihan ganda dan esai.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan struktur dan fungsi sistem saraf pusat dan tepiSistem Saraf2 JPPenalaran Kritis
2Mengidentifikasi jenis-jenis reseptor pada indra perabaSistem Indra2 JPKesehatan
3Menganalisis mekanisme homeostasisHomeostasis2 JPPenalaran Kritis
4Menyajikan upaya menjaga kesehatan sistem koordinasi dan homeostasisKesehatan Sistem Tubuh2 JPKolaborasi
Halaman 8 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Sistem koordinasi dan homeostasis adalah dua konsep fundamental dalam biologi yang menjelaskan bagaimana tubuh kita berfungsi dengan teratur dan beradaptasi dengan lingkungan. Sistem koordinasi, yang meliputi sistem saraf dan sistem hormon, bertindak sebagai pusat kendali untuk semua aktivitas tubuh, memastikan setiap organ bekerja selaras. Sementara itu, homeostasis adalah kemampuan tubuh untuk menjaga kondisi internalnya tetap stabil, meskipun ada perubahan di luar.

1. Sistem Saraf Manusia
Sistem saraf adalah jaringan kompleks yang berfungsi sebagai pusat komunikasi tubuh. Terbagi menjadi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi (saraf kranial dan spinal). Otak menginterpretasikan informasi, membuat keputusan, dan mengendalikan gerakan, emosi, serta pikiran. Sumsum tulang belakang menjadi jalur utama transmisi sinyal antara otak dan bagian tubuh lainnya, serta mengontrol refleks. Saraf tepi menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ, otot, dan indra, memungkinkan tubuh merasakan dan merespons lingkungan.

2. Sistem Hormon (Endokrin)
Sistem hormon atau endokrin bekerja berdampingan dengan sistem saraf untuk mengatur fungsi tubuh melalui zat kimia yang disebut hormon. Hormon diproduksi oleh kelenjar endokrin (misalnya tiroid, pankreas, adrenal) dan dilepaskan ke aliran darah untuk mencapai sel target di seluruh tubuh. Hormon mengatur berbagai proses vital seperti pertumbuhan, metabolisme, reproduksi, dan respons terhadap stres. Interaksi antara sistem saraf dan hormon sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan fungsi tubuh yang optimal.

3. Sistem Indra Manusia
Sistem indra adalah pintu gerbang tubuh untuk menerima informasi dari lingkungan. Terdiri dari lima indra utama: penglihatan (mata), pendengaran (telinga), penciuman (hidung), pengecap (lidah), dan peraba (kulit). Setiap indra memiliki reseptor khusus yang peka terhadap jenis rangsangan tertentu. Misalnya, fotoreseptor di mata mendeteksi cahaya, kemoreseptor di hidung dan lidah mendeteksi zat kimia, serta mekanoreseptor dan termoreseptor di kulit mendeteksi sentuhan, tekanan, suhu, dan nyeri. Informasi dari indra ini kemudian dikirim ke otak untuk diinterpretasikan.

4. Homeostasis Tubuh
Homeostasis adalah proses penting di mana tubuh mempertahankan lingkungan internal yang stabil dan relatif konstan. Ini termasuk pengaturan suhu tubuh, kadar gula darah, tekanan darah, dan keseimbangan cairan. Ketika ada perubahan (stimulus) dari lingkungan internal atau eksternal, tubuh akan merespons melalui mekanisme umpan balik negatif untuk mengembalikan kondisi ke titik setelannya. Misalnya, saat suhu tubuh meningkat, kelenjar keringat akan aktif untuk mendinginkan tubuh, atau saat kadar gula darah naik, pankreas melepaskan insulin untuk menurunkannya.

5. Menjaga Kesehatan Sistem Koordinasi dan Homeostasis
Menjaga kesehatan sistem koordinasi dan homeostasis sangat penting untuk kualitas hidup. Ini dapat dilakukan melalui pola makan seimbang yang kaya nutrisi, istirahat yang cukup untuk pemulihan sel saraf, olahraga teratur untuk meningkatkan sirkulasi dan fungsi hormon, serta mengelola stres dengan baik. Menghindari paparan zat berbahaya seperti rokok dan alkohol juga krusial karena dapat merusak sistem saraf dan mengganggu keseimbangan hormon. Pemeriksaan kesehatan rutin membantu mendeteksi masalah lebih awal.

Rangkuman: Sistem koordinasi (saraf dan hormon) bekerja sama mengatur seluruh fungsi tubuh. Sistem saraf mengendalikan respons cepat, sementara hormon mengatur proses jangka panjang. Indra menerima rangsangan dari lingkungan. Homeostasis adalah kemampuan tubuh menjaga kondisi internal stabil, seperti suhu dan kadar gula darah, melalui mekanisme umpan balik. Menjaga pola hidup sehat sangat penting untuk mendukung fungsi optimal sistem koordinasi dan homeostasis tubuh.

Halaman 9 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Sistem SarafJaringan sel yang mengirimkan sinyal informasi ke seluruh tubuh.
HormonZat kimia yang diproduksi kelenjar endokrin, mengatur fungsi tubuh.
ReseptorSel atau organ yang peka terhadap rangsangan tertentu.
HomeostasisKemampuan tubuh menjaga kondisi internal tetap stabil.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXPeta Konsep
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaSistem Saraf ManusiaSistem Hormon (Endokrin)Sistem Indra ManusiaHomeostasis TubuhMenjaga Kesehatan Sistem Koordinasi dan Homeostasis
Dari sub-bab Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaHalaman 12
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXProfil Lulusan
Penalaran KritisKesehatanKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar IPA kelas 9 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman Sains.

Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi IPA kelas IX SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar IPA materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia ini gratis?

Ya. Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar IPA kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia untuk IPA kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul IPA ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?

Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar IPA SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.