Modul Ajar & RPP IPA Kelas IX
Kemagnetan
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Kemagnetan |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang gaya dan interaksi antar benda.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis data hasil percobaan kemagnetan dan menyimpulkan prinsip-prinsip kemagnetan secara logis dan akurat. - Kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik merancang dan membuat produk sederhana yang memanfaatkan prinsip kemagnetan, menunjukkan ide-ide baru yang inovatif. - Kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek pembuatan produk magnetik, saling mendukung dan berbagi peran secara efektif.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Sains |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menjelaskan konsep kemagnetan, sifat-sifat magnet, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi, melalui percobaan dan analisis data. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Besi dapat ditarik oleh magnet, sedangkan plastik tidak dapat ditarik oleh magnet. |
| Konseptual | Kemagnetan adalah fenomena fisika yang melibatkan gaya tarik atau tolak antara benda-benda yang memiliki sifat magnetik. |
| Prosedural | Peserta didik akan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat magnet dan cara membuat magnet. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya pengamatan cermat dan analisis data untuk memahami fenomena alam seperti kemagnetan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui demonstrasi dan diskusi, peserta didik dapat menjelaskan konsep kemagnetan dan sifat-sifat magnet dengan tepat.
- Setelah melakukan percobaan, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bahan magnetik dan non-magnetik dengan benar.
- Dengan melakukan praktik mandiri, peserta didik dapat membuat magnet dengan berbagai cara (induksi, menggosok, elektromagnetik) secara prosedural.
- Melalui analisis data percobaan, peserta didik dapat menyimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan elektromagnet dengan akurat.
- Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi penerapan kemagnetan dalam teknologi sehari-hari dengan minimal tiga contoh.
Pemahaman bermakna: Kemagnetan bukan hanya sekadar gaya tarik menarik, tetapi juga prinsip dasar yang diaplikasikan dalam berbagai teknologi modern, mulai dari kompas hingga pembangkit listrik.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah kompas bisa selalu menunjuk arah utara, meskipun kita berada di mana pun?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Fisika: Konsep gaya, medan, dan energi yang terkait dengan kemagnetan. Teknologi: Aplikasi kemagnetan dalam pembuatan motor listrik, generator, dan alat elektronik lainnya. Sejarah: Penemuan magnet dan perkembangannya dari zaman kuno hingga modern. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat membantu peserta didik mencari contoh benda-benda magnetik di rumah atau membantu menyiapkan alat dan bahan sederhana untuk proyek. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilakukan di laboratorium IPA yang dilengkapi meja praktikum, akses listrik, dan ruang yang cukup untuk kerja kelompok, serta memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah untuk identifikasi benda magnetik. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video demonstrasi dari YouTube atau simulasi interaktif tentang medan magnet untuk memvisualisasikan konsep abstrak. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui demonstrasi dan diskusi, peserta didik dapat menjelaskan konsep kemagnetan dan sifat-sifat magnet dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Magnet: Guru memberikan petunjuk ciri-ciri benda magnetik/non-magnetik, peserta didik menebak bendanya. Contoh: 'Bisa ditarik magnet, warnanya abu-abu.' (Besi)
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah melakukan percobaan, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bahan magnetik dan non-magnetik dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tukar Kartu Sifat: Setiap peserta didik mendapat kartu berisi satu sifat magnet (misal: 'menarik besi', 'kutub senama tolak-menolak'). Mereka mencari teman yang memiliki sifat yang berhubungan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi penerapan kemagnetan dalam teknologi sehari-hari dengan minimal tiga contoh. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Klip Kertas: Setiap peserta didik memegang klip kertas, lalu mereka mencoba membuat rantai klip kertas tanpa menggunakan magnet, hanya dengan gaya tarik magnetik yang diinduksi dari klip sebelumnya. Siapa yang bisa membuat rantai terpanjang?
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi sifat-sifat magnet dan membuat magnet dengan berbagai cara.
Alat & bahan: Magnet batang, paku besi kecil, klip kertas, kertas, pensil, penggaris, kawat tembaga, baterai 1,5V, sakelar
Langkah kerja:
- Amati gambar magnet dan benda-benda di bawah ini.
Gambar 1. Magnet - Dekatkan magnet batang pada masing-masing benda yang tersedia (paku, klip kertas, kertas, pensil, penggaris). Catat hasil pengamatanmu.
- Gosokkan ujung magnet batang pada sebuah paku besi besar searah sebanyak 30 kali. Dekatkan paku tersebut pada klip kertas. Amati apa yang terjadi dan catat hasilnya.
- Lilitkan kawat tembaga pada paku besi sebanyak 20 lilitan. Sambungkan kedua ujung kawat pada kutub-kutub baterai 1,5V melalui sakelar. Dekatkan paku pada klip kertas saat sakelar dihidupkan.
- Bandingkan hasil dari ketiga cara pembuatan magnet. Manakah yang menghasilkan magnet paling kuat?
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang magnet?
- Benda apa saja di sekitarmu yang bisa ditarik magnet?
- Pernahkah kamu melihat kompas? Bagaimana cara kerjanya?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat melakukan percobaan dan diskusi, serta penilaian kelengkapan dan keakuratan LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan konsep kemagnetan dan sifat-sifat magnet | Konsep kemagnetan, kutub magnet, interaksi magnet | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi jenis-jenis bahan magnetik dan non-magnetik | Bahan feromagnetik, paramagnetik, diamagnetik | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Membuat magnet dengan berbagai cara (induksi, menggosok, elektromagnetik) | Cara pembuatan magnet, faktor yang mempengaruhi kekuatan magnet | 2 JP | Kreativitas |
| 4 | Mengidentifikasi penerapan kemagnetan dalam teknologi | Aplikasi magnet dalam teknologi (kompas, bel listrik, motor listrik) | 2 JP | Kolaborasi |
Kemagnetan adalah salah satu fenomena alam yang menarik dan memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan kita. Dari alat sederhana seperti kompas hingga teknologi canggih seperti kereta maglev, prinsip kemagnetan memainkan peran penting. Modul ini akan membimbing Anda untuk memahami apa itu magnet, bagaimana sifat-sifatnya, dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya.
1. Pengertian Kemagnetan dan Magnet
Kemagnetan adalah sifat suatu benda yang mampu menarik benda lain yang mengandung unsur logam tertentu. Benda yang memiliki sifat kemagnetan disebut magnet. Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Kutub-kutub ini selalu berpasangan dan tidak dapat dipisahkan. Jika magnet dipotong, setiap potongan akan tetap memiliki kutub utara dan selatan. Fenomena ini telah dikenal sejak zaman kuno, pertama kali ditemukan pada batuan alam yang disebut magnetit.
2. Sifat-sifat Magnet
Magnet memiliki beberapa sifat penting. Pertama, magnet selalu memiliki dua kutub, utara dan selatan. Kedua, kutub senama akan tolak-menolak (U dengan U, S dengan S), sedangkan kutub tak senama akan tarik-menarik (U dengan S). Ketiga, magnet dapat menarik benda-benda tertentu, terutama yang mengandung besi, nikel, dan kobalt. Keempat, gaya tarik magnet paling kuat berada di kedua kutubnya. Kelima, medan magnet tidak dapat dilihat, tetapi efeknya dapat dirasakan, dan dapat digambarkan dengan garis-garis gaya magnet.
3. Jenis Bahan Magnetik
Berdasarkan responsnya terhadap medan magnet, bahan dibagi menjadi tiga jenis. Bahan feromagnetik adalah bahan yang sangat kuat ditarik magnet dan dapat dibuat magnet (contoh: besi, baja, nikel, kobalt). Bahan paramagnetik adalah bahan yang sedikit ditarik magnet, tetapi tidak dapat dibuat magnet secara permanen (contoh: aluminium, platina). Bahan diamagnetik adalah bahan yang tidak ditarik magnet, bahkan sedikit ditolak oleh magnet (contoh: bismut, tembaga, emas, air).
4. Cara Membuat Magnet
Ada tiga cara utama untuk membuat magnet. Pertama, dengan menggosokkan magnet permanen pada benda feromagnetik (misalnya, paku) secara searah. Arah gosokan penting agar domain magnetik tersusun rapi. Kedua, dengan induksi, yaitu mendekatkan benda feromagnetik pada magnet permanen tanpa menyentuh. Benda tersebut akan menjadi magnet sementara. Ketiga, dengan elektromagnetik, yaitu melilitkan kawat berarus listrik pada benda feromagnetik (misalnya, paku). Kekuatan magnet yang dihasilkan dipengaruhi oleh jumlah lilitan, kuat arus, dan jenis inti besi.
5. Penerapan Kemagnetan dalam Teknologi
Prinsip kemagnetan banyak dimanfaatkan dalam teknologi modern. Contohnya adalah kompas yang menggunakan jarum magnet untuk menunjuk arah utara-selatan Bumi. Bel listrik menggunakan elektromagnet untuk menggerakkan pemukul. Motor listrik mengubah energi listrik menjadi energi gerak dengan memanfaatkan interaksi medan magnet. Generator listrik, sebaliknya, mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Selain itu, ada juga kereta maglev yang bergerak melayang di atas rel karena gaya tolak magnetik, dan alat-alat medis seperti MRI.
Rangkuman: Kemagnetan adalah sifat benda yang menarik logam tertentu, memiliki kutub utara dan selatan, serta interaksi tarik-menolak. Bahan dibagi menjadi feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. Magnet dapat dibuat dengan menggosok, induksi, atau elektromagnetik. Penerapan kemagnetan sangat luas, mulai dari kompas, bel listrik, motor listrik, hingga teknologi canggih seperti MRI dan kereta maglev.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Magnet | Benda yang memiliki sifat kemagnetan, dapat menarik benda feromagnetik. |
| Kutub Magnet | Ujung-ujung magnet yang memiliki gaya tarik atau tolak paling kuat. |
| Medan Magnet | Daerah di sekitar magnet yang masih dipengaruhi oleh gaya magnet. |
| Feromagnetik | Bahan yang sangat kuat ditarik magnet dan dapat dibuat magnet. |
| Elektromagnet | Magnet yang dibuat dengan melilitkan kawat berarus listrik pada inti besi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kemagnetan" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kemagnetan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPA Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Sistem ReproduksiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPewarisan SifatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopListrik StatisModul siap unduh · Word + PDF ber-kopListrik DinamisModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
BioteknologiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBERIKUTNYATanah dan Keberlangsungan KehidupanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul IPA lain yang sudah tersedia
KELISTRIKAN DAN KEMAGNETANIPA Kelas IX SMPEkologi dan pelestarian lingkunganIPA Kelas IX SMPHormon ManusiaIPA Kelas IX SMPKelistrikanIPA Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar IPA Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPA kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kemagnetan pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman Sains.
Modul Kemagnetan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi IPA kelas IX SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar IPA materi Kemagnetan ini gratis?
Ya. Modul Kemagnetan untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kemagnetan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kemagnetan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kemagnetan dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPA kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kemagnetan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kemagnetan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kemagnetan untuk IPA kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kemagnetan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kemagnetan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul IPA ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Kemagnetan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.