SMPKelas IXFase DSemester 1

Modul Ajar & RPP IPA Kelas IX
Kemagnetan

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Kemagnetan adalah sifat benda yang menarik logam tertentu, memiliki kutub utara dan selatan, serta interaksi tarik-menolak. Bahan dibagi menjadi feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. Magnet dapat dibuat dengan menggosok, induksi, atau elektromagnetik. Penerapan kemagnetan sangat luas, mulai dari kompas, bel listrik, motor listrik, hingga teknologi canggih seperti MRI dan kereta maglev.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Kemagnetan
IPA · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Kemagnetan
IPA · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranIPA
Fase / KelasD / IX
Materi PokokKemagnetan
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang gaya dan interaksi antar benda.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik menganalisis data hasil percobaan kemagnetan dan menyimpulkan prinsip-prinsip kemagnetan secara logis dan akurat.
  2. Kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
    Peserta didik merancang dan membuat produk sederhana yang memanfaatkan prinsip kemagnetan, menunjukkan ide-ide baru yang inovatif.
  3. Kolaborasi — elemen: Kerja sama
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek pembuatan produk magnetik, saling mendukung dan berbagi peran secara efektif.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPemahaman Sains
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menjelaskan konsep kemagnetan, sifat-sifat magnet, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi, melalui percobaan dan analisis data.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBesi dapat ditarik oleh magnet, sedangkan plastik tidak dapat ditarik oleh magnet.
KonseptualKemagnetan adalah fenomena fisika yang melibatkan gaya tarik atau tolak antara benda-benda yang memiliki sifat magnetik.
ProseduralPeserta didik akan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat magnet dan cara membuat magnet.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya pengamatan cermat dan analisis data untuk memahami fenomena alam seperti kemagnetan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui demonstrasi dan diskusi, peserta didik dapat menjelaskan konsep kemagnetan dan sifat-sifat magnet dengan tepat.
  2. Setelah melakukan percobaan, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bahan magnetik dan non-magnetik dengan benar.
  3. Dengan melakukan praktik mandiri, peserta didik dapat membuat magnet dengan berbagai cara (induksi, menggosok, elektromagnetik) secara prosedural.
  4. Melalui analisis data percobaan, peserta didik dapat menyimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan elektromagnet dengan akurat.
  5. Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi penerapan kemagnetan dalam teknologi sehari-hari dengan minimal tiga contoh.
Halaman 2 · Kemagnetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Kemagnetan bukan hanya sekadar gaya tarik menarik, tetapi juga prinsip dasar yang diaplikasikan dalam berbagai teknologi modern, mulai dari kompas hingga pembangkit listrik.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah kompas bisa selalu menunjuk arah utara, meskipun kita berada di mana pun?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuFisika: Konsep gaya, medan, dan energi yang terkait dengan kemagnetan.
Teknologi: Aplikasi kemagnetan dalam pembuatan motor listrik, generator, dan alat elektronik lainnya.
Sejarah: Penemuan magnet dan perkembangannya dari zaman kuno hingga modern.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat membantu peserta didik mencari contoh benda-benda magnetik di rumah atau membantu menyiapkan alat dan bahan sederhana untuk proyek.
Lingkungan PembelajaranPembelajaran dilakukan di laboratorium IPA yang dilengkapi meja praktikum, akses listrik, dan ruang yang cukup untuk kerja kelompok, serta memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah untuk identifikasi benda magnetik.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video demonstrasi dari YouTube atau simulasi interaktif tentang medan magnet untuk memvisualisasikan konsep abstrak.
Halaman 3 · Kemagnetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui demonstrasi dan diskusi, peserta didik dapat menjelaskan konsep kemagnetan dan sifat-sifat magnet dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Magnet: Guru memberikan petunjuk ciri-ciri benda magnetik/non-magnetik, peserta didik menebak bendanya. Contoh: 'Bisa ditarik magnet, warnanya abu-abu.' (Besi)
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Apersepsi: Guru menanyakan pengalaman peserta didik tentang magnet dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, magnet kulkas, mainan magnet).
  3. Penyampaian tujuan & pertanyaan pemantik: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengulang pertanyaan pemantik: 'Bagaimana sebuah kompas bisa selalu menunjuk arah utara?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan video singkat tentang fenomena kemagnetan di alam dan demonstrasi interaksi antar magnet.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik mencatat pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari tayangan video dan demonstrasi, seperti 'Mengapa ada benda yang ditarik magnet, ada yang tidak?'
  3. Pengumpulan data: Peserta didik secara berkelompok mengamati berbagai benda (paku, kertas, pensil, klip kertas) dan mencoba menariknya dengan magnet batang yang disediakan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Peserta didik mencatat hasil pengamatan mereka pada LKPD, mengelompokkan benda-benda berdasarkan kemampuan ditarik magnet, dan mendiskusikan sifat-sifat magnet.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan pengelompokan benda-benda, serta menjelaskan sifat-sifat magnet yang mereka temukan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Peserta didik bersama guru menyimpulkan konsep kemagnetan, kutub-kutub magnet, dan interaksi antar kutub magnet.
  2. Umpan balik: Guru memberikan penguatan dan klarifikasi terhadap kesimpulan peserta didik, serta menjawab pertanyaan yang masih belum terjawab.
  3. Penguatan: Guru menayangkan infografis tentang sejarah penemuan magnet dan manfaatnya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Simpulan bersama: Peserta didik dan guru merangkum poin-poin penting pembelajaran hari ini tentang kemagnetan.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru meminta peserta didik menuliskan satu hal baru yang dipelajari dan satu hal yang paling menarik, lalu memberikan apresiasi atas partisipasi aktif.
  3. Tindak lanjut & doa: Guru memberikan tugas membaca materi selanjutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Kemagnetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Setelah melakukan percobaan, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bahan magnetik dan non-magnetik dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tukar Kartu Sifat: Setiap peserta didik mendapat kartu berisi satu sifat magnet (misal: 'menarik besi', 'kutub senama tolak-menolak'). Mereka mencari teman yang memiliki sifat yang berhubungan.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Apersepsi: Guru mengulas kembali materi tentang sifat magnet dan kutub-kutubnya, serta bertanya 'Mengapa beberapa benda bisa dibuat magnet, tapi yang lain tidak?'
  3. Penyampaian tujuan & pertanyaan pemantik: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengarahkan pada masalah 'Bagaimana cara membuat magnet dari benda yang bukan magnet?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video tentang proses pembuatan magnet secara sederhana (menggosok, induksi, elektromagnetik) dan menanyakan 'Mengapa ketiga cara ini bisa membuat benda menjadi magnet?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan menerima LKPD yang berisi panduan percobaan pembuatan magnet.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok melakukan percobaan membuat magnet dengan cara menggosok (menggunakan paku dan magnet), induksi (mendekatkan paku pada magnet permanen), dan elektromagnetik (melilitkan kawat pada paku dan menghubungkannya dengan baterai).
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Peserta didik mencatat hasil percobaan di LKPD, membandingkan kekuatan magnet yang dihasilkan dari setiap cara, dan menyiapkan presentasi hasil mereka.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan analisis mereka tentang efektivitas masing-masing cara pembuatan magnet. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan.
  2. Umpan balik: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan hasil percobaan peserta didik, mengklarifikasi konsep-konsep yang masih kurang tepat.
  3. Penguatan: Guru menjelaskan lebih lanjut prinsip-prinsip di balik setiap cara pembuatan magnet dan konsep domain magnetik.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Simpulan bersama: Peserta didik dan guru menyimpulkan cara-cara membuat magnet dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru meminta peserta didik menuliskan satu tantangan yang mereka hadapi dalam percobaan dan bagaimana mereka mengatasinya, lalu memberikan apresiasi atas kerja keras kelompok.
  3. Tindak lanjut & doa: Guru memberikan tugas untuk mencari tahu aplikasi elektromagnet dalam kehidupan sehari-hari dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Kemagnetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi penerapan kemagnetan dalam teknologi sehari-hari dengan minimal tiga contoh.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Klip Kertas: Setiap peserta didik memegang klip kertas, lalu mereka mencoba membuat rantai klip kertas tanpa menggunakan magnet, hanya dengan gaya tarik magnetik yang diinduksi dari klip sebelumnya. Siapa yang bisa membuat rantai terpanjang?
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Apersepsi: Guru menanyakan kembali aplikasi magnet yang ditemukan peserta didik dari tugas sebelumnya.
  3. Penyampaian tujuan & pertanyaan pemantik: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memantik 'Bagaimana kita bisa memanfaatkan prinsip kemagnetan untuk membuat sesuatu yang berguna?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru memberikan tantangan kepada peserta didik: 'Buatlah produk sederhana yang memanfaatkan prinsip kemagnetan untuk membantu aktivitas sehari-hari.'
  2. Mendesain perencanaan proyek: Dalam kelompok, peserta didik merancang ide produk (misalnya, bel listrik mini, pengait magnetik, pemilah sampah magnetik), membuat sketsa, dan daftar alat/bahan yang dibutuhkan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Menyusun jadwal: Setiap kelompok membuat jadwal pengerjaan proyek, termasuk pembagian tugas dan target waktu penyelesaian.
  2. Memonitor kemajuan proyek: Guru berkeliling memonitor kemajuan setiap kelompok, memberikan bimbingan, dan memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Peserta didik mulai membuat produk mereka.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok menguji fungsi produk yang telah mereka buat di depan kelas dan menjelaskan prinsip kerja kemagnetan yang diterapkan.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Peserta didik dari kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan tentang produk yang disajikan. Guru memimpin diskusi tentang kelebihan dan kekurangan setiap produk.
  3. Evaluasi pengalaman: Peserta didik secara individu menuliskan refleksi tentang pengalaman mereka dalam mengerjakan proyek, termasuk kesulitan yang dihadapi dan pelajaran yang didapat.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Simpulan bersama: Guru dan peserta didik menyimpulkan berbagai aplikasi kemagnetan dalam teknologi dan pentingnya kreativitas dalam memecahkan masalah.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru memberikan apresiasi tinggi kepada semua kelompok atas kerja keras dan produk inovatif mereka, serta menumbuhkan semangat untuk terus berinovasi.
  3. Tindak lanjut & doa: Guru memberikan tugas pengayaan untuk mencari tahu lebih banyak tentang teknologi magnetik canggih dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Kemagnetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKEksplorasi Sifat dan Pembuatan MagnetNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi sifat-sifat magnet dan membuat magnet dengan berbagai cara.

Alat & bahan: Magnet batang, paku besi kecil, klip kertas, kertas, pensil, penggaris, kawat tembaga, baterai 1,5V, sakelar

Langkah kerja:

  1. Amati gambar magnet dan benda-benda di bawah ini.
    USSU
    Gambar 1. Magnet
  2. Dekatkan magnet batang pada masing-masing benda yang tersedia (paku, klip kertas, kertas, pensil, penggaris). Catat hasil pengamatanmu.
  3. Gosokkan ujung magnet batang pada sebuah paku besi besar searah sebanyak 30 kali. Dekatkan paku tersebut pada klip kertas. Amati apa yang terjadi dan catat hasilnya.
  4. Lilitkan kawat tembaga pada paku besi sebanyak 20 lilitan. Sambungkan kedua ujung kawat pada kutub-kutub baterai 1,5V melalui sakelar. Dekatkan paku pada klip kertas saat sakelar dihidupkan.
  5. Bandingkan hasil dari ketiga cara pembuatan magnet. Manakah yang menghasilkan magnet paling kuat?
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Kemagnetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang magnet?
  2. Benda apa saja di sekitarmu yang bisa ditarik magnet?
  3. Pernahkah kamu melihat kompas? Bagaimana cara kerjanya?

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat melakukan percobaan dan diskusi, serta penilaian kelengkapan dan keakuratan LKPD.

Sumatif (akhir): Tes tertulis pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Kemagnetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan konsep kemagnetan dan sifat-sifat magnetKonsep kemagnetan, kutub magnet, interaksi magnet2 JPPenalaran Kritis
2Mengidentifikasi jenis-jenis bahan magnetik dan non-magnetikBahan feromagnetik, paramagnetik, diamagnetik2 JPPenalaran Kritis
3Membuat magnet dengan berbagai cara (induksi, menggosok, elektromagnetik)Cara pembuatan magnet, faktor yang mempengaruhi kekuatan magnet2 JPKreativitas
4Mengidentifikasi penerapan kemagnetan dalam teknologiAplikasi magnet dalam teknologi (kompas, bel listrik, motor listrik)2 JPKolaborasi
Halaman 9 · Kemagnetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Kemagnetan adalah salah satu fenomena alam yang menarik dan memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan kita. Dari alat sederhana seperti kompas hingga teknologi canggih seperti kereta maglev, prinsip kemagnetan memainkan peran penting. Modul ini akan membimbing Anda untuk memahami apa itu magnet, bagaimana sifat-sifatnya, dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya.

1. Pengertian Kemagnetan dan Magnet
Kemagnetan adalah sifat suatu benda yang mampu menarik benda lain yang mengandung unsur logam tertentu. Benda yang memiliki sifat kemagnetan disebut magnet. Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Kutub-kutub ini selalu berpasangan dan tidak dapat dipisahkan. Jika magnet dipotong, setiap potongan akan tetap memiliki kutub utara dan selatan. Fenomena ini telah dikenal sejak zaman kuno, pertama kali ditemukan pada batuan alam yang disebut magnetit.

2. Sifat-sifat Magnet
Magnet memiliki beberapa sifat penting. Pertama, magnet selalu memiliki dua kutub, utara dan selatan. Kedua, kutub senama akan tolak-menolak (U dengan U, S dengan S), sedangkan kutub tak senama akan tarik-menarik (U dengan S). Ketiga, magnet dapat menarik benda-benda tertentu, terutama yang mengandung besi, nikel, dan kobalt. Keempat, gaya tarik magnet paling kuat berada di kedua kutubnya. Kelima, medan magnet tidak dapat dilihat, tetapi efeknya dapat dirasakan, dan dapat digambarkan dengan garis-garis gaya magnet.

3. Jenis Bahan Magnetik
Berdasarkan responsnya terhadap medan magnet, bahan dibagi menjadi tiga jenis. Bahan feromagnetik adalah bahan yang sangat kuat ditarik magnet dan dapat dibuat magnet (contoh: besi, baja, nikel, kobalt). Bahan paramagnetik adalah bahan yang sedikit ditarik magnet, tetapi tidak dapat dibuat magnet secara permanen (contoh: aluminium, platina). Bahan diamagnetik adalah bahan yang tidak ditarik magnet, bahkan sedikit ditolak oleh magnet (contoh: bismut, tembaga, emas, air).

4. Cara Membuat Magnet
Ada tiga cara utama untuk membuat magnet. Pertama, dengan menggosokkan magnet permanen pada benda feromagnetik (misalnya, paku) secara searah. Arah gosokan penting agar domain magnetik tersusun rapi. Kedua, dengan induksi, yaitu mendekatkan benda feromagnetik pada magnet permanen tanpa menyentuh. Benda tersebut akan menjadi magnet sementara. Ketiga, dengan elektromagnetik, yaitu melilitkan kawat berarus listrik pada benda feromagnetik (misalnya, paku). Kekuatan magnet yang dihasilkan dipengaruhi oleh jumlah lilitan, kuat arus, dan jenis inti besi.

5. Penerapan Kemagnetan dalam Teknologi
Prinsip kemagnetan banyak dimanfaatkan dalam teknologi modern. Contohnya adalah kompas yang menggunakan jarum magnet untuk menunjuk arah utara-selatan Bumi. Bel listrik menggunakan elektromagnet untuk menggerakkan pemukul. Motor listrik mengubah energi listrik menjadi energi gerak dengan memanfaatkan interaksi medan magnet. Generator listrik, sebaliknya, mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Selain itu, ada juga kereta maglev yang bergerak melayang di atas rel karena gaya tolak magnetik, dan alat-alat medis seperti MRI.

Rangkuman: Kemagnetan adalah sifat benda yang menarik logam tertentu, memiliki kutub utara dan selatan, serta interaksi tarik-menolak. Bahan dibagi menjadi feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. Magnet dapat dibuat dengan menggosok, induksi, atau elektromagnetik. Penerapan kemagnetan sangat luas, mulai dari kompas, bel listrik, motor listrik, hingga teknologi canggih seperti MRI dan kereta maglev.

Halaman 10 · Kemagnetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
MagnetBenda yang memiliki sifat kemagnetan, dapat menarik benda feromagnetik.
Kutub MagnetUjung-ujung magnet yang memiliki gaya tarik atau tolak paling kuat.
Medan MagnetDaerah di sekitar magnet yang masih dipengaruhi oleh gaya magnet.
FeromagnetikBahan yang sangat kuat ditarik magnet dan dapat dibuat magnet.
ElektromagnetMagnet yang dibuat dengan melilitkan kawat berarus listrik pada inti besi.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Kemagnetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Kemagnetan" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Kemagnetan — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Kemagnetan ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXPeta Konsep
KemagnetanPengertian Kemagnetan dan MagnetSifat-sifat MagnetJenis Bahan MagnetikCara Membuat MagnetPenerapan Kemagnetan dalam Teknologi
Dari sub-bab KemagnetanHalaman 13
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXProfil Lulusan
Penalaran KritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Kemagnetan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar IPA kelas 9 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kemagnetan pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman Sains.

Modul Kemagnetan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi IPA kelas IX SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar IPA materi Kemagnetan ini gratis?

Ya. Modul Kemagnetan untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Kemagnetan ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Kemagnetan ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kemagnetan dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar IPA kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Kemagnetan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kemagnetan tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kemagnetan untuk IPA kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Kemagnetan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kemagnetan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul IPA ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?

Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Kemagnetan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar IPA SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.