Modul Ajar & RPP IPA Kelas IX
Sistem koordinasi
Modul ajar (RPP) IPA SMP kelas IX materi Sistem koordinasi, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Sistem koordinasi yang Anda cari? Materi IPA Kelas IX lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Sistem koordinasi |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (8 JP: Pertemuan 1 3 JP · Pertemuan 2 2 JP · Pertemuan 3 3 JP) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami struktur dan fungsi sel, jaringan, serta organ penyusun tubuh manusia secara umum.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik mengidentifikasi, mengolah, dan menganalisis informasi tentang bagian dan fungsi sistem koordinasi manusia. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama
Peserta didik berinteraksi dan bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas dan memecahkan masalah terkait sistem koordinasi. - kesehatan — elemen: Membangun dan menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial
Peserta didik mengidentifikasi cara menjaga kesehatan sistem koordinasi dan menghindari gangguan yang merugikan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman IPA |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis sistem koordinasi pada manusia, mengidentifikasi gangguan yang mungkin terjadi, serta menerapkan upaya menjaga kesehatan sistem tersebut dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Sistem koordinasi terdiri dari sistem saraf, sistem hormon (endokrin), dan indra yang bekerja sama mengatur respons tubuh terhadap stimulus. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah bagaimana tubuh manusia mengintegrasikan informasi dari lingkungan dan internal untuk menghasilkan respons yang terkoordinasi melalui impuls saraf dan hormon. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari prosedur pengamatan bagian-bagian indra, cara kerja refleks, dan identifikasi gangguan sistem koordinasi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya menjaga kesehatan sistem koordinasi dan dampak gaya hidup terhadap fungsinya. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati video tentang sistem saraf, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem saraf (pusat dan tepi) beserta fungsinya dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok dan studi kasus, peserta didik dapat menganalisis mekanisme kerja sistem saraf dalam menghantarkan impuls dengan benar.
- Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat menjelaskan fungsi indra sebagai reseptor stimulus dan mengaitkannya dengan sistem saraf secara akurat.
- Melalui demonstrasi dan analisis gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi kelenjar-kelenjar endokrin utama dan hormon yang dihasilkannya dengan cermat.
- Setelah membaca artikel tentang gangguan sistem koordinasi, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga jenis gangguan serta upaya pencegahannya dengan mandiri.
Pemahaman bermakna: Sistem koordinasi adalah jaringan kompleks yang memungkinkan tubuh merespons perubahan lingkungan dan menjaga keseimbangan internal, sangat penting untuk kelangsungan hidup dan kualitas hidup manusia.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana tubuh kita bisa bergerak, merasakan, berpikir, dan merespons bahaya secara cepat dan teratur?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Biologi: Kaitan dengan struktur sel dan jaringan saraf serta kelenjar endokrin. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Pentingnya aktivitas fisik dan nutrisi untuk menjaga kesehatan sistem saraf dan hormon. Bahasa Indonesia: Keterampilan membaca dan menganalisis artikel kesehatan serta menyajikan informasi secara lisan dan tertulis. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung peserta didik dalam menerapkan gaya hidup sehat di rumah, seperti waktu tidur cukup dan pola makan bergizi, yang berdampak pada kesehatan sistem koordinasi. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, tersedia akses internet untuk riset, dan ruang praktik yang aman untuk percobaan indra. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi tentang anatomi sistem koordinasi, artikel kesehatan online, dan aplikasi interaktif untuk simulasi kerja saraf atau hormon. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati video tentang sistem saraf, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem saraf (pusat dan tepi) beserta fungsinya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tepuk Fokus: Guru memandu peserta didik melakukan tepuk dengan pola tertentu (tepuk 1x, 2x, 3x) lalu 'Fokus!' untuk menyegarkan pikiran dan melatih konsentrasi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat menjelaskan fungsi indra sebagai reseptor stimulus dan mengaitkannya dengan sistem saraf secara akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gerakan: Guru melakukan gerakan sederhana (misal, mengedipkan mata, mengangkat tangan) dan peserta didik menirukan. Lalu guru bertanya 'Bagaimana kita bisa langsung meniru gerakan ini?'
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Setelah membaca artikel tentang gangguan sistem koordinasi, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga jenis gangguan serta upaya pencegahannya dengan mandiri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tangan Refleks: Guru meminta peserta didik menaruh tangan di meja, lalu guru menjatuhkan penggaris. Peserta didik harus menangkap penggaris secepat mungkin. Guru bertanya 'Mengapa kita bisa merespons secepat itu?'
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi bagian dan fungsi sistem saraf serta menjelaskan cara kerja indra.
Alat & bahan: Kapas, gula, garam, cuka, air, penggaris, stopwatch, alat tulis
Langkah kerja:
- Lengkapi urutan jalannya impuls pada gerak refleks berikut, lalu berikan satu contoh gerak refleks.
- Amati gambar sistem saraf manusia berikut. Beri label pada bagian-bagian yang ditunjuk dan tuliskan fungsinya di tabel.
- Lakukan uji kepekaan kulit. Dengan mata tertutup, minta teman menyentuh berbagai area kulit Anda dengan kapas. Catat area mana yang paling peka.
- Lakukan uji rasa. Dengan mata tertutup, cicipi larutan gula, garam, dan cuka. Tuliskan area lidah yang paling peka terhadap masing-masing rasa.
- Diskusikan hasil pengamatan dan percobaan dalam kelompok. Bandingkan temuan Anda dengan kelompok lain.
- Buatlah kesimpulan tentang bagaimana sistem saraf dan indra bekerja sama dalam merespons rangsangan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang otak?
- Bagaimana tubuhmu bisa merasakan panas atau dingin?
- Menurutmu, apa fungsi utama saraf dalam tubuh kita?
- Apakah kamu tahu apa itu hormon?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok dalam diskusi dan praktikum, serta penilaian kelengkapan dan ketepatan LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis (pilihan ganda dan esai) untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem saraf (pusat dan tepi) beserta fungsinya. | Sistem Saraf Pusat dan Tepi | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan fungsi indra sebagai reseptor stimulus dan mengaitkannya dengan sistem saraf. | Panca Indra dan Mekanisme Kerjanya | 2 JP | Kolaborasi |
| 3 | Mengidentifikasi kelenjar-kelenjar endokrin utama dan hormon yang dihasilkannya. | Sistem Hormon (Endokrin) | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 4 | Mengidentifikasi jenis gangguan sistem koordinasi serta upaya pencegahannya. | Gangguan Sistem Koordinasi dan Pencegahannya | 3 JP | Kesehatan |
Sistem koordinasi adalah sistem yang mengatur dan mengendalikan semua aktivitas tubuh, termasuk gerakan, pikiran, dan respons terhadap lingkungan. Sistem ini terdiri dari sistem saraf, sistem hormon, dan alat indra yang bekerja sama secara harmonis untuk menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup organisme. Memahami sistem ini membantu kita menghargai kompleksitas tubuh dan pentingnya menjaga kesehatan.
1. Sistem Saraf: Pusat Kendali Tubuh
Sistem saraf adalah jaringan komunikasi kompleks yang mengirimkan sinyal listrik ke seluruh tubuh. Sistem ini terbagi menjadi sistem saraf pusat (SSP) yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, dan sistem saraf tepi (SST) yang menghubungkan SSP ke seluruh organ dan anggota tubuh. Otak adalah pusat pemrosesan informasi, memori, emosi, dan pengambilan keputusan. Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai jalur transmisi sinyal dan pusat refleks. Saraf tepi terdiri dari saraf sensorik yang membawa informasi dari indra ke SSP, dan saraf motorik yang membawa perintah dari SSP ke otot dan kelenjar. Sel saraf atau neuron adalah unit dasar sistem saraf yang menghantarkan impuls.
2. Mekanisme Penghantaran Impuls Saraf
Impuls saraf adalah sinyal listrik yang merambat melalui neuron. Penghantaran impuls dapat terjadi melalui dua cara: melalui neuron itu sendiri dan melalui sinapsis (celah antar neuron). Pada neuron, impuls dihantarkan melalui perubahan potensial listrik di membran sel. Ketika impuls mencapai ujung neuron, ia memicu pelepasan neurotransmitter ke celah sinapsis. Neurotransmitter ini kemudian berikatan dengan reseptor pada neuron berikutnya, memicu impuls baru. Proses ini sangat cepat dan memungkinkan komunikasi antar sel saraf yang efisien. Kecepatan penghantaran impuls dipengaruhi oleh adanya selubung mielin pada akson neuron.
3. Sistem Indra: Jendela Dunia
Alat indra adalah reseptor khusus yang berfungsi menerima stimulus dari lingkungan, kemudian mengubahnya menjadi impuls saraf untuk diteruskan ke otak. Manusia memiliki lima indra utama: mata (penglihatan), telinga (pendengaran dan keseimbangan), hidung (penciuman), lidah (pengecap), dan kulit (peraba, tekanan, suhu, nyeri). Setiap indra memiliki struktur khusus yang peka terhadap jenis stimulus tertentu. Misalnya, mata memiliki sel fotoreseptor yang peka cahaya, sedangkan telinga memiliki sel rambut yang peka terhadap getaran suara. Informasi yang diterima indra diinterpretasikan oleh otak, memungkinkan kita merasakan dan memahami lingkungan sekitar.
4. Sistem Hormon (Endokrin): Pengatur Kimiawi
Sistem hormon atau sistem endokrin adalah jaringan kelenjar yang menghasilkan dan melepaskan hormon ke dalam aliran darah. Hormon adalah zat kimia yang bertindak sebagai pembawa pesan, mengatur berbagai fungsi tubuh secara lambat dan jangka panjang. Kelenjar endokrin utama meliputi hipofisis (mengatur kelenjar lain), tiroid (metabolisme), paratiroid (kalsium), adrenal (respons stres), pankreas (gula darah), ovarium (reproduksi wanita), dan testis (reproduksi pria). Setiap hormon memiliki target sel atau organ tertentu dan berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, dan reproduksi.
5. Gangguan pada Sistem Koordinasi
Berbagai faktor dapat menyebabkan gangguan pada sistem koordinasi, baik saraf maupun hormon. Contoh gangguan sistem saraf meliputi stroke (kerusakan otak akibat gangguan aliran darah), Parkinson (gangguan gerakan akibat degenerasi sel saraf), Alzheimer (gangguan memori dan kognitif), dan epilepsi (aktivitas listrik otak abnormal). Gangguan pada sistem hormon antara lain diabetes melitus (kekurangan insulin atau resistensi insulin), hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid), dan akromegali (kelebihan hormon pertumbuhan). Gangguan indra juga umum terjadi, seperti rabun jauh/dekat pada mata atau tuli pada telinga. Pencegahan dan deteksi dini sangat penting untuk menjaga fungsi sistem koordinasi.
6. Menjaga Kesehatan Sistem Koordinasi
Menjaga kesehatan sistem koordinasi sangat penting untuk kualitas hidup. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain: 1) Pola makan sehat dan gizi seimbang, terutama makanan kaya antioksidan dan omega-3 untuk otak. 2) Olahraga teratur untuk meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga kebugaran saraf. 3) Tidur yang cukup untuk regenerasi sel saraf dan memori. 4) Mengelola stres dengan baik, karena stres kronis dapat merusak sel saraf. 5) Menghindari paparan zat berbahaya seperti alkohol, narkoba, dan rokok. 6) Melindungi kepala dari benturan dan mata dari paparan sinar UV berlebih. 7) Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk deteksi dini gangguan hormon atau saraf.
Rangkuman: Sistem koordinasi manusia terdiri dari sistem saraf, sistem hormon, dan indra yang bekerja sama mengatur seluruh aktivitas tubuh. Sistem saraf menghantarkan impuls listrik, sistem hormon mengatur melalui zat kimia, dan indra berfungsi sebagai reseptor stimulus. Gangguan pada sistem ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, sehingga penting untuk menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, nutrisi yang baik, olahraga teratur, dan pengelolaan stres.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Neuron | Sel saraf, unit dasar sistem saraf. |
| Impuls | Sinyal listrik yang dihantarkan oleh neuron. |
| Sinapsis | Celah antar neuron tempat transmisi impuls. |
| Neurotransmitter | Zat kimia pembawa pesan di sinapsis. |
| Hormon | Zat kimia yang dihasilkan kelenjar endokrin, pengatur fungsi tubuh. |
| Reseptor | Struktur khusus pada indra yang peka terhadap stimulus. |
| Refleks | Gerakan tak sadar yang cepat sebagai respons terhadap stimulus. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sistem koordinasi" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi IPA Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 5 siap unduh
Sistem ReproduksiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPewarisan SifatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopListrik StatisModul siap unduh · Word + PDF ber-kopListrik DinamisModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKemagnetanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
BioteknologiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTanah dan Keberlangsungan KehidupanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKemagnetan dan Induksi ElektromagnetikBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPartikel Penyusun MateriBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul IPA lain yang sudah tersedia
Ekologi dan pelestarian lingkunganIPA Kelas IX SMPHormon ManusiaIPA Kelas IX SMPKelistrikanIPA Kelas IX SMPKELISTRIKAN DAN KEMAGNETANIPA Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar IPA Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPA kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sistem koordinasi pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman IPA.
Modul Sistem koordinasi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Sistem koordinasi untuk IPA kelas IX.
Apakah modul ajar IPA materi Sistem koordinasi ini gratis?
Ya. Modul Sistem koordinasi untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Sistem koordinasi ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Sistem koordinasi ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sistem koordinasi dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPA kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sistem koordinasi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sistem koordinasi tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sistem koordinasi untuk IPA kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Sistem koordinasi ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sistem koordinasi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul IPA ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Sistem koordinasi yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.