MAKelas XFase ESemester 1

Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas X
Membangun Budaya Taat Hukum

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Membangun budaya taat hukum adalah fondasi masyarakat yang adil dan harmonis. Ini melibatkan pemahaman tentang jenis dan hierarki hukum, identifikasi faktor penyebab pelanggaran, serta komitmen untuk menerapkan perilaku taat hukum. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif setiap warga negara, kita dapat menciptakan lingkungan yang tertib dan damai sesuai nilai-nilai Pancasila.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Membangun Budaya Taat Hukum
Pendidikan Pancasila · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Membangun Budaya Taat Hukum
Pendidikan Pancasila · Fase E · Kelas X · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasE / X
Materi PokokMembangun Budaya Taat Hukum
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memahami pentingnya aturan dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki pengetahuan dasar tentang hukum di Indonesia.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
  2. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPancasila
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk kesadaran hukum dan perilaku taat hukum, sebagai wujud nyata komitmen terhadap ideologi negara.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBanyak kasus pelanggaran lalu lintas dan korupsi yang terjadi di masyarakat menunjukkan rendahnya budaya taat hukum.
KonseptualMembangun budaya taat hukum melibatkan pemahaman tentang hak dan kewajiban warga negara, serta pentingnya penegakan hukum.
ProseduralPeserta didik akan belajar mengidentifikasi jenis-jenis hukum, menganalisis kasus pelanggaran hukum, dan merancang upaya membangun budaya taat hukum.
MetakognitifPeserta didik akan merefleksikan bagaimana pemahaman dan praktik taat hukum mempengaruhi kualitas diri dan masyarakat.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenyadari bahwa ketaatan pada hukum adalah bagian dari ketaatan kepada ajaran agama yang memerintahkan keadilan dan ketertiban sosial.
2. Cinta IlmuMencari dan mempelajari berbagai sumber hukum dan peraturan perundang-undangan untuk memperluas wawasan dan pemahaman akan sistem hukum negara.
3. Cinta LingkunganMematuhi peraturan yang berkaitan dengan kebersihan dan kelestarian lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga fasilitas umum.
4. Cinta Diri dan SesamaMenghargai hak-hak orang lain dan memenuhi kewajiban sebagai warga negara, serta berempati terhadap dampak pelanggaran hukum pada sesama.
5. Cinta Tanah AirBerpartisipasi aktif dalam membangun kesadaran hukum di masyarakat dan mendukung penegakan hukum demi kemajuan dan keadilan bangsa Indonesia.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui diskusi kelompok tentang kasus pelanggaran hukum, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis hukum dan peraturan perundang-undangan dengan tepat.
  2. Setelah menganalisis studi kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban, peserta didik dapat menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya pelanggaran hukum secara runtut.
  3. Dengan menyusun rencana aksi sederhana, peserta didik dapat merumuskan upaya-upaya konkret untuk membangun budaya taat hukum di lingkungan sekolah dan masyarakat.
  4. Melalui simulasi peran, peserta didik dapat menunjukkan perilaku taat hukum dalam situasi sehari-hari dengan penuh tanggung jawab.
Halaman 2 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Membangun budaya taat hukum adalah fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang tertib, adil, dan harmonis, dimulai dari kesadaran individu akan hak dan kewajiban.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa meskipun ada banyak aturan dan sanksi, masih banyak orang yang melanggar hukum di sekitar kita?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSosiologi: Memahami faktor-faktor sosial dan budaya yang memengaruhi kepatuhan atau pelanggaran hukum di masyarakat.
Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyusun argumen dan presentasi yang persuasif dalam kampanye kesadaran hukum.
Sejarah: Menganalisis perkembangan sistem hukum di Indonesia dari masa ke masa dan dampaknya terhadap masyarakat.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berpartisipasi dengan mendiskusikan kasus-kasus hukum sederhana yang terjadi di lingkungan sekitar dan bagaimana mereka menyikapinya.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur dengan nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan akses internet dan proyektor untuk menampilkan materi visual, serta dinding untuk menempelkan hasil karya.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik menggunakan mesin pencari untuk riset peraturan perundang-undangan dan aplikasi desain grafis sederhana untuk membuat poster atau infografis kampanye.
Halaman 3 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui diskusi kelompok tentang kasus pelanggaran hukum, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis hukum dan peraturan perundang-undangan dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan melakukan presensi untuk memastikan kesiapan belajar.
  2. Guru menayangkan video singkat tentang kasus pelanggaran lalu lintas dan bertanya: 'Apa yang kalian rasakan saat melihat tayangan ini? Mengapa hal itu bisa terjadi?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu mengidentifikasi jenis hukum dan peraturan perundang-undangan, serta menjelaskan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa memahami dan menerapkan hukum di Indonesia?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan gambar diagram lingkaran tentang jenis-jenis pelanggaran hukum yang sering terjadi di Indonesia, lalu meminta peserta didik mengamati dan merumuskan pertanyaan terkait gambar tersebut.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan diberikan lembar kerja berisi studi kasus pelanggaran hukum yang berbeda-beda.
  3. Membimbing penyelidikan: Masing-masing kelompok menganalisis studi kasus, mencari informasi tentang jenis hukum yang dilanggar, serta peraturan perundang-undangan yang relevan melalui buku teks atau sumber digital.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok membuat peta pikiran atau poster infografis yang berisi identifikasi jenis hukum, peraturan yang dilanggar, dan dampak dari pelanggaran tersebut.
  2. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, menjelaskan temuan dan analisis mereka.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memfasilitasi sesi tanya jawab dan diskusi antar kelompok untuk membandingkan hasil analisis dan memberikan umpan balik konstruktif.
  2. Guru memberikan penguatan terhadap konsep jenis-jenis hukum (pidana, perdata, tata negara) dan hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya memahami jenis hukum dan peraturan untuk menciptakan ketertiban.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan meminta mereka menuliskan satu hal baru yang dipelajari hari ini di kertas kecil.
  3. Guru memberikan tugas membaca materi tentang faktor penyebab pelanggaran hukum untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Setelah menganalisis studi kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban, peserta didik dapat menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya pelanggaran hukum secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya tentang jenis hukum dan peraturan perundang-undangan.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu menjelaskan faktor penyebab pelanggaran hukum dan merumuskan upaya membangun budaya taat hukum, serta pertanyaan pemantik: 'Apa yang menyebabkan seseorang melanggar hukum, padahal mereka tahu konsekuensinya?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video pendek tentang kasus pengingkaran kewajiban warga negara (misalnya tidak membayar pajak atau membuang sampah sembarangan) dan meminta peserta didik mengidentifikasi masalah yang muncul.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik kembali ke kelompok yang sama dan diberikan lembar kasus baru yang berfokus pada pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban.
  3. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis kasus, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pelanggaran hukum (internal dan eksternal), serta mendiskusikan dampaknya bagi diri sendiri dan masyarakat.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok merancang sebuah kampanye mini atau poster digital yang berisi analisis faktor penyebab pelanggaran hukum dan usulan solusi untuk membangun budaya taat hukum di lingkungan sekolah atau masyarakat.
  2. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil rancangan kampanye mereka, menjelaskan argumen dan kreativitas yang digunakan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memfasilitasi diskusi kritis tentang berbagai faktor penyebab pelanggaran hukum dan efektivitas solusi yang diusulkan oleh setiap kelompok.
  2. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya kesadaran hukum, penegakan hukum yang adil, dan peran serta masyarakat dalam menciptakan budaya taat hukum.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa membangun budaya taat hukum adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari kesadaran diri.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan ide-ide inovatif mereka, serta mendorong mereka untuk mengimplementasikan perilaku taat hukum dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru menutup pelajaran dengan doa dan harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKDetektif Hukum: Kasus & SolusiNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis hukum, faktor penyebab pelanggaran, dan merumuskan solusi taat hukum.

Alat & bahan: Kertas karton, spidol warna, gunting, lem, akses internet

Langkah kerja:

  1. Amati gambar tabel statistik pelanggaran hukum di Indonesia dan diskusikan di kelompokmu, apa jenis pelanggaran yang paling sering terjadi.
    Jenis PelanggaranJumlah KasusLalu Lintas1200Korupsi50Narkoba300Pencurian800
    Gambar 1. Tabel
  2. Pilih satu kasus pelanggaran hukum yang menarik perhatian kelompokmu dari berita atau pengalaman nyata, lalu catat detail kasusnya.
  3. Identifikasi jenis hukum yang dilanggar (misalnya: pidana, perdata, administrasi) dan peraturan perundang-undangan yang relevan.
  4. Analisis faktor-faktor penyebab pelanggaran hukum tersebut (misalnya: kurangnya kesadaran, ekonomi, penegakan hukum yang lemah).
  5. Rancanglah sebuah kampanye mini atau poster yang berisi ajakan untuk taat hukum, sertakan solusi konkret untuk mencegah pelanggaran serupa.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kalian ketahui tentang aturan atau hukum?
  2. Mengapa penting bagi kita untuk mematuhi aturan?
  3. Berikan satu contoh pelanggaran hukum yang pernah kalian lihat atau dengar!

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi hasil analisis studi kasus.

Sumatif (akhir): Penilaian poster/kampanye mini yang berisi identifikasi masalah, analisis faktor, dan solusi untuk membangun budaya taat hukum.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis-jenis hukum dan peraturan perundang-undanganJenis-jenis hukum, hierarki peraturan perundang-undangan2 JPPenalaran Kritis
2Menjelaskan faktor-faktor penyebab pelanggaran hukumFaktor internal dan eksternal pelanggaran hukum2 JPPenalaran Kritis
3Merumuskan upaya-upaya konkret untuk membangun budaya taat hukumPeran individu dan masyarakat dalam taat hukum2 JPKolaborasi, Kewargaan
Halaman 8 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Hukum adalah pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Membangun budaya taat hukum berarti menciptakan masyarakat yang tertib, adil, dan harmonis. Hal ini dimulai dari kesadaran setiap individu untuk memahami dan melaksanakan hak serta kewajibannya, demi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan bersama.

1. Membangun Kesadaran Hukum
Kesadaran hukum adalah sikap dan perilaku individu yang memahami dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini mencakup pengetahuan tentang hukum, pemahaman akan pentingnya hukum, serta rasa tanggung jawab untuk melaksanakannya. Kesadaran hukum yang tinggi akan mendorong terciptanya ketertiban sosial dan keadilan. Pendidikan Pancasila berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai ini.

2. Jenis dan Hierarki Hukum di Indonesia
Hukum di Indonesia terbagi menjadi beberapa jenis, seperti hukum pidana (mengatur kejahatan), hukum perdata (mengatur hubungan antar individu), dan hukum tata negara (mengatur struktur pemerintahan). Peraturan perundang-undangan memiliki hierarki, mulai dari UUD 1945 sebagai hukum tertinggi, diikuti oleh TAP MPR, Undang-Undang/Perppu, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, hingga Peraturan Daerah. Pemahaman ini krusial untuk taat hukum.

3. Faktor Penyebab Pelanggaran Hukum
Pelanggaran hukum dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi kurangnya kesadaran hukum, egoisme, atau kurangnya pendidikan. Faktor eksternal bisa berupa lingkungan yang tidak mendukung, penegakan hukum yang lemah, atau tekanan ekonomi. Memahami faktor-faktor ini membantu kita merancang solusi yang efektif.

4. Menerapkan Perilaku Taat Hukum
Perilaku taat hukum adalah wujud nyata dari kesadaran hukum. Ini berarti setiap warga negara melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Contohnya adalah mematuhi rambu lalu lintas, membayar pajak tepat waktu, tidak melakukan korupsi, dan menghormati hak orang lain. Penerapan ini menciptakan masyarakat yang beradab dan sejahtera.

5. Upaya Membangun Budaya Taat Hukum
Membangun budaya taat hukum membutuhkan upaya kolektif. Ini meliputi sosialisasi hukum secara masif, peningkatan kualitas penegakan hukum yang adil dan transparan, serta pendidikan karakter sejak dini. Partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi dan melaporkan pelanggaran juga sangat penting. Dengan demikian, hukum tidak hanya dipatuhi karena takut sanksi, tetapi karena kesadaran.

Rangkuman: Membangun budaya taat hukum adalah fondasi masyarakat yang adil dan harmonis. Ini melibatkan pemahaman tentang jenis dan hierarki hukum, identifikasi faktor penyebab pelanggaran, serta komitmen untuk menerapkan perilaku taat hukum. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif setiap warga negara, kita dapat menciptakan lingkungan yang tertib dan damai sesuai nilai-nilai Pancasila.

Halaman 9 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Hukum PidanaAturan yang mengatur tentang tindak kejahatan dan pelanggarannya.
Hukum PerdataAturan yang mengatur hubungan antarindividu, seperti perkawinan atau warisan.
Hierarki HukumUrutan tingkatan peraturan perundang-undangan dari yang tertinggi sampai terendah.
Kesadaran HukumSikap dan perilaku individu yang memahami dan mematuhi hukum.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Membangun Budaya Taat Hukum" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 11 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Membangun Budaya Taat Hukum ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XPeta Konsep
Membangun Budaya Taat HukumMembangun Kesadaran HukumJenis dan Hierarki Hukum di IndonesiaFaktor Penyebab Pelanggaran HukumMenerapkan Perilaku Taat HukumUpaya Membangun Budaya Taat Hukum
Dari sub-bab Membangun Budaya Taat HukumHalaman 12
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XProfil Lulusan
KewargaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Membangun Budaya Taat Hukum yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Peta Materi Pendidikan Pancasila Kelas X Setahun

Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.

Semester 1 / Ganjil2 dari 2 siap unduh

Pancasila sebagai Pemersatu BangsaModul siap unduh · Word + PDF ber-kop
Membangun Budaya Taat HukumHalaman yang sedang Anda buka

Materi Pendidikan Pancasila di kelas lain

Kesadaran Warga Negara Menghadapi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran KewajibanPendidikan Pancasila Kelas XII MALihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas X →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Membangun Budaya Taat Hukum pada Pendidikan Pancasila MA, Fase E, elemen Pancasila.

Modul Membangun Budaya Taat Hukum ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Pancasila kelas X MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Membangun Budaya Taat Hukum ini gratis?

Ya. Modul Membangun Budaya Taat Hukum untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Membangun Budaya Taat Hukum ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Membangun Budaya Taat Hukum ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Membangun Budaya Taat Hukum dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Membangun Budaya Taat Hukum ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Membangun Budaya Taat Hukum tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Membangun Budaya Taat Hukum untuk Pendidikan Pancasila kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Membangun Budaya Taat Hukum ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Membangun Budaya Taat Hukum beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?

Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Membangun Budaya Taat Hukum yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Pancasila SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila MASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.