Modul Ajar & RPP Aswaja / Ke-NU-an Kelas II
Berdirinya Nahdlatul Ulama
Modul ajar (RPP) Aswaja / Ke-NU-an MI kelas II materi Berdirinya Nahdlatul Ulama, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Aswaja/Ke-NU-an Madrasah.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Berdirinya Nahdlatul Ulama yang Anda cari?
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Aswaja / Ke-NU-an |
| Fase / Kelas | A / II |
| Materi Pokok | Berdirinya Nahdlatul Ulama |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal nama Nahdlatul Ulama dan K.H. Hasyim Asy'ari sebagai tokoh ulama.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Aswaja/Ke-NU-an Madrasah |
| Elemen / Domain | Sejarah Nahdlatul Ulama |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengenal dan memahami peristiwa penting dalam sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Nahdlatul Ulama didirikan oleh para ulama pada tanggal 31 Januari 1926 di Surabaya. |
| Konseptual | Berdirinya NU merupakan upaya para ulama untuk menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah dan kemerdekaan bangsa Indonesia. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi tokoh dan alasan utama berdirinya Nahdlatul Ulama. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya belajar sejarah untuk memahami identitas dan peran organisasi keagamaan dalam masyarakat. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati gambar tokoh ulama, peserta didik dapat menyebutkan minimal tiga nama pendiri Nahdlatul Ulama dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan dua alasan utama berdirinya Nahdlatul Ulama secara sederhana.
- Dengan menyimak cerita guru, peserta didik dapat mengidentifikasi waktu dan tempat berdirinya Nahdlatul Ulama dengan benar.
- Setelah mengerjakan lembar kerja, peserta didik dapat menyusun urutan peristiwa penting berdirinya Nahdlatul Ulama dengan runtut.
- Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat menunjukkan sikap menghargai perjuangan para ulama pendiri NU dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman bermakna: Memahami sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghargai perjuangan para ulama dalam menjaga agama serta bangsa.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa para ulama zaman dahulu bergotong royong mendirikan Nahdlatul Ulama?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan melalui perjuangan ulama. Bahasa Indonesia: Melatih kemampuan menyimak cerita dan menceritakan kembali peristiwa sejarah secara sederhana. Seni Budaya: Membuat gambar atau poster sederhana tentang tokoh dan peristiwa berdirinya NU. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk bercerita tentang pengalaman mereka dengan kegiatan Nahdlatul Ulama di lingkungan sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas dihias dengan poster sederhana berisi gambar tokoh pendiri NU dan peta Indonesia untuk menunjukkan tempat berdirinya. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek atau gambar digital tentang sejarah NU yang sesuai usia untuk memperkaya pemahaman visual peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati gambar tokoh ulama, peserta didik dapat menyebutkan minimal tiga nama pendiri Nahdlatul Ulama dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan dua alasan utama berdirinya Nahdlatul Ulama secara sederhana. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Dengan menyimak cerita guru, peserta didik dapat mengidentifikasi waktu dan tempat berdirinya Nahdlatul Ulama dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh, waktu, dan tempat berdirinya Nahdlatul Ulama.
Alat & bahan: Pensil, krayon, gunting, lem, gambar tokoh ulama, peta sederhana Surabaya
Langkah kerja:
- Amati gambar tokoh ulama yang diberikan oleh gurumu. Tuliskan nama-nama ulama tersebut di bawah gambar.
- Gunting gambar peta Surabaya dan tempelkan di kolom 'Tempat Berdiri NU'.
- Tuliskan tanggal berdirinya Nahdlatul Ulama pada kolom 'Waktu Berdiri NU'.
- Warnai gambar dengan rapi dan ceritakan hasilnya kepada teman-temanmu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa yang tahu nama organisasi Nahdlatul Ulama?
- Siapa nama kiai besar yang mendirikan NU?
- Apakah kalian tahu kapan NU didirikan?
- Di kota mana NU pertama kali didirikan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi hasil lembar kerja.
Sumatif (akhir): Tes tertulis untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang tokoh, waktu, dan tempat berdirinya NU.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Setelah mengamati gambar tokoh ulama, peserta didik dapat menyebutkan minimal tiga nama pendiri Nahdlatul Ulama dengan tepat. | Tokoh pendiri NU | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi |
| 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan dua alasan utama berdirinya Nahdlatul Ulama secara sederhana. | Alasan berdirinya NU | 2 JP | kewargaan, penalaran kritis |
| 3 | Dengan menyimak cerita guru, peserta didik dapat mengidentifikasi waktu dan tempat berdirinya Nahdlatul Ulama dengan benar. | Waktu dan tempat berdirinya NU | 2 JP | kewargaan, keimanan dan ketakwaan |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menghayati perjuangan para ulama pendiri NU yang dilandasi kecintaan mendalam kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, serta berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah. |
| 2. Cinta Ilmu | Membangun semangat untuk terus belajar dan mencari ilmu pengetahuan, terutama ilmu agama, meneladani para ulama yang gigih dalam menuntut dan menyebarkan ilmu. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menghargai lingkungan sekitar dengan menjaga kebersihan dan ketertiban, meneladani para ulama yang selalu mengajarkan kebaikan dan kedamaian di tengah masyarakat. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menumbuhkan rasa persaudaraan dan saling tolong-menolong antar sesama, mengamalkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah yang diajarkan oleh Nahdlatul Ulama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Memupuk rasa cinta dan bangga terhadap tanah air Indonesia, dengan memahami bahwa berdirinya NU adalah bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa. |
Adik-adik, tahukah kalian bahwa di Indonesia ada sebuah organisasi Islam besar bernama Nahdlatul Ulama? NU didirikan oleh para ulama hebat yang ingin menjaga ajaran Islam yang benar dan ikut berjuang untuk kemerdekaan bangsa kita. Yuk, kita belajar bersama tentang kisah berdirinya organisasi mulia ini!
1. Siapa Pendiri Nahdlatul Ulama?
Nahdlatul Ulama didirikan oleh banyak ulama besar Indonesia. Tokoh utama yang menjadi Rais Akbar atau pemimpin tertinggi pertama adalah Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy'ari. Beliau adalah seorang ulama yang sangat alim dan bijaksana. Selain itu, ada juga K.H. Wahab Chasbullah yang berperan penting dalam menggerakkan para ulama, serta K.H. Bisri Syansuri, K.H. As'ad Syamsul Arifin, dan banyak ulama lainnya yang berjuang bersama. Mereka semua adalah pahlawan agama dan bangsa kita.
2. Mengapa Nahdlatul Ulama Didirikan?
Ada dua alasan utama mengapa para ulama mendirikan Nahdlatul Ulama. Pertama, mereka ingin menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah agar tidak tercampur dengan pemahaman yang kurang tepat. Kedua, pada masa itu banyak penjajah yang ingin menguasai Indonesia. Para ulama ingin bersatu dan berjuang bersama rakyat untuk meraih kemerdekaan dan menjaga agama dari campur tangan pihak luar. Mereka juga ingin membantu umat Islam dalam berbagai bidang kehidupan.
3. Kapan dan Dimana NU Berdiri?
Nahdlatul Ulama didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 Hijriah, yang bertepatan dengan tanggal 31 Januari 1926 Masehi. Pertemuan penting para ulama ini dilaksanakan di Kota Surabaya, Jawa Timur. Di sanalah para ulama berkumpul, berdiskusi, dan akhirnya sepakat untuk membentuk sebuah organisasi yang akan menjadi wadah perjuangan mereka. Tempat ini menjadi saksi sejarah lahirnya sebuah organisasi yang besar dan bermanfaat bagi umat.
4. Qanun Asasi: Pedoman NU
Ketika Nahdlatul Ulama didirikan, para ulama menyusun sebuah pedoman penting yang disebut Qanun Asasi. Qanun Asasi ini adalah semacam undang-undang dasar atau aturan utama bagi NU. Di dalamnya tertulis tujuan, dasar-dasar, dan cara kerja organisasi. Dengan adanya Qanun Asasi, NU memiliki arah yang jelas dalam menjalankan perjuangan agama dan bangsa. Ini menunjukkan bahwa para ulama sangat serius dan terencana dalam mendirikan organisasi ini.
Rangkuman: Nahdlatul Ulama didirikan oleh para ulama besar seperti K.H. Hasyim Asy'ari pada 31 Januari 1926 di Surabaya. Mereka ingin menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah dan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Qanun Asasi menjadi pedoman utama organisasi ini. Berdirinya NU adalah bukti semangat persatuan dan perjuangan ulama dalam membela agama dan tanah air.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Ahlussunnah wal Jama'ah | Golongan yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. |
| Qanun Asasi | Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama yang disusun oleh K.H. Hasyim Asy'ari. |
| Rais Akbar | Pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama pertama, yaitu K.H. Hasyim Asy'ari. |
| Ulama | Orang yang ahli dalam ilmu agama Islam. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Berdirinya Nahdlatul Ulama" mata pelajaran Aswaja / Ke-NU-an Kelas II ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Peta Materi Aswaja / Ke-NU-an Kelas II Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Tradisi Maulid NabiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisShalawat dan PujianBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisHormat kepada GuruBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Aswaja / Ke-NU-an di kelas lain
Mengenal Nahdlatul Ulama dan LambangnyaAswaja / Ke-NU-an Kelas I MILihat semua Modul Ajar Aswaja / Ke-NU-an Kelas II →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Aswaja / Ke-NU-an kelas 2 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas II dan kelas 2 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Berdirinya Nahdlatul Ulama pada Aswaja / Ke-NU-an MI, Fase A, elemen Sejarah Nahdlatul Ulama.
Modul Berdirinya Nahdlatul Ulama ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Aswaja / Ke-NU-an kelas II MI di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Aswaja / Ke-NU-an materi Berdirinya Nahdlatul Ulama ini gratis?
Ya. Modul Berdirinya Nahdlatul Ulama untuk kelas II MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Berdirinya Nahdlatul Ulama ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Aswaja / Ke-NU-an kelas II ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Aswaja / Ke-NU-an kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Berdirinya Nahdlatul Ulama ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Berdirinya Nahdlatul Ulama dapat Anda sesuaikan dengan murid Aswaja / Ke-NU-an kelas II di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Aswaja / Ke-NU-an kelas II ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Berdirinya Nahdlatul Ulama ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Aswaja/Ke-NU-an Madrasah, pada Fase A untuk kelas II MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Berdirinya Nahdlatul Ulama tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Berdirinya Nahdlatul Ulama untuk Aswaja / Ke-NU-an kelas II di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Berdirinya Nahdlatul Ulama ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Aswaja / Ke-NU-an kelas II MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Berdirinya Nahdlatul Ulama beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Aswaja / Ke-NU-an kelas II berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Aswaja / Ke-NU-an ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?
Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Berdirinya Nahdlatul Ulama yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.