MIKelas IFase A

Modul Ajar & RPP Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas I
Pengenalan Berpikir Komputasional

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Berpikir komputasional adalah cara memecahkan masalah seperti komputer, dengan langkah-langkah yang jelas. Ini mencakup dekomposisi (memecah masalah besar), pengenalan pola (mencari kesamaan), dan algoritma (urutan langkah). Dengan menguasai kemampuan ini, kita bisa lebih mudah merapikan mainan, menyusun jadwal, atau melakukan kegiatan sehari-hari dengan lebih teratur dan efisien. Mari kita terus berlatih berpikir komputasional!

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Pengenalan Berpikir Komputasional
Koding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas I · Fase A
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Pengenalan Berpikir Komputasional
Koding dan Kecerdasan Artifisial · Fase A · Kelas I · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasA / I
Materi PokokPengenalan Berpikir Komputasional
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranDiscovery Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki kemampuan dasar dalam mengamati, membandingkan, dan mengelompokkan benda-benda di sekitarnya.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kreativitas.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Elemen / DomainBerpikir Komputasional
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah sederhana dengan menerapkan konsep berpikir komputasional, seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma, dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBerpikir komputasional adalah cara berpikir untuk memecahkan masalah seperti komputer, misalnya saat menyusun mainan balok atau mencari jalan di labirin.
KonseptualKonsep inti berpikir komputasional meliputi dekomposisi (memecah masalah), pengenalan pola (mencari kesamaan), abstraksi (fokus pada yang penting), dan algoritma (urutan langkah).
ProseduralPeserta didik akan belajar mengidentifikasi masalah, memecahnya menjadi bagian kecil, menemukan pola, menyusun langkah-langkah, dan mengujinya.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bahwa memecahkan masalah besar menjadi kecil lebih mudah, dan belajar dari kesalahan adalah bagian dari proses.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah mengamati gambar dan berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan pengertian dekomposisi dengan bahasa sendiri secara tepat.
  2. Melalui kegiatan memilah benda, peserta didik dapat menerapkan konsep pengenalan pola untuk mengelompokkan benda berdasarkan ciri-cirinya secara benar.
  3. Dengan menyusun urutan kegiatan sehari-hari, peserta didik dapat membuat algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah secara runtut.
  4. Setelah melakukan praktik pemecahan masalah sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian masalah (dekomposisi) dan menemukan pola yang ada dengan teliti.
Halaman 2 · Pengenalan Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami berpikir komputasional membantu peserta didik memecahkan masalah sehari-hari secara sistematis, seperti merapikan kamar atau menemukan barang yang hilang, dengan cara yang terstruktur dan kreatif.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana ya cara kita merapikan mainan yang berantakan supaya tidak bingung?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisDiscovery Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Peserta didik belajar menyusun kalimat sederhana untuk menjelaskan langkah-langkah (algoritma) dan mempresentasikan hasil pemecahan masalah.
Matematika: Peserta didik mengidentifikasi pola bilangan atau bentuk geometri, serta mengelompokkan objek berdasarkan atribut matematis seperti jumlah atau ukuran.
Pendidikan Agama Islam: Peserta didik menyusun urutan langkah-langkah ibadah sederhana (misalnya wudhu atau sholat) sebagai contoh algoritma dalam kehidupan beragama.
Kemitraan PembelajaranOrang tua membantu peserta didik mengidentifikasi masalah sederhana di rumah dan membimbing mereka mencari solusinya dengan berpikir komputasional, seperti merapikan kamar atau menyiapkan bekal.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas yang ditata rapi dengan area bermain dan belajar yang terpisah, serta sudut baca yang nyaman, mendukung eksplorasi dan kolaborasi peserta didik.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi edukasi sederhana di tablet/komputer untuk menyusun urutan gambar atau mengelompokkan objek virtual, bila tersedia dan di bawah pengawasan guru.
Halaman 3 · Pengenalan Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Setelah mengamati gambar dan berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan pengertian dekomposisi dengan bahasa sendiri secara tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru menanyakan pengalaman peserta didik saat membantu orang tua merapikan barang atau menyusun mainan yang banyak.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal cara memecahkan masalah besar menjadi bagian kecil (dekomposisi) dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana ya cara kita merapikan mainan yang berantakan supaya tidak bingung?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menunjukkan gambar mainan yang berantakan dan meminta peserta didik menceritakan apa yang mereka lihat.
  2. Identifikasi masalah: Guru bertanya, 'Bagaimana cara kita merapikan semua mainan ini agar rapi dan mudah dicari?' dan menuliskan ide-ide peserta didik di papan tulis.
  3. Pengumpulan data: Guru memandu peserta didik untuk memikirkan cara membagi tugas merapikan mainan menjadi bagian-bagian kecil, misalnya 'memilah balok', 'memilah mobil-mobilan', 'memilah boneka'.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Peserta didik secara berkelompok mempraktikkan memilah mainan sungguhan (atau gambar mainan) menjadi beberapa kelompok kecil sesuai jenisnya.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok menunjukkan hasil pilahan mainan mereka dan menjelaskan mengapa mereka membagi mainan seperti itu.
  3. Guru memberikan contoh lain dekomposisi dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat membersihkan rumah dibagi menjadi 'menyapu', 'mengepel', 'membersihkan jendela'.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya tentang pentingnya memecah masalah besar menjadi bagian kecil (dekomposisi) di depan kelas.
  2. Guru memberikan umpan balik positif terhadap presentasi peserta didik dan meluruskan konsep yang kurang tepat.
  3. Guru menguatkan pemahaman peserta didik tentang dekomposisi sebagai cara memecahkan masalah yang besar menjadi lebih kecil dan mudah dikerjakan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan kembali tentang apa itu dekomposisi dan manfaatnya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan semangat belajar peserta didik, menciptakan suasana kelas yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas rumah sederhana terkait dekomposisi dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Pengenalan Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui kegiatan memilah benda, peserta didik dapat menerapkan konsep pengenalan pola untuk mengelompokkan benda berdasarkan ciri-cirinya secara benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru mengulas kembali materi dekomposisi dari pertemuan sebelumnya dan menanyakan contoh lain dekomposisi dalam hidup mereka.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal pola dan mengelompokkan benda berdasarkan polanya, serta mengajukan pertanyaan pemantik: 'Coba perhatikan, apa ya ciri-ciri yang sama dari teman-teman yang memakai baju merah?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menunjukkan berbagai benda (misalnya balok warna-warni, kelereng berbagai ukuran) dan meminta peserta didik mengamati ciri-cirinya.
  2. Identifikasi masalah: Guru bertanya, 'Bagaimana cara kita mengelompokkan benda-benda ini agar rapi dan mudah dicari?'
  3. Pengumpulan data: Peserta didik secara individu mengamati benda dan mencoba menemukan ciri-ciri yang sama pada beberapa benda, seperti warna, bentuk, atau ukuran.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Peserta didik secara berkelompok memilah dan mengelompokkan benda-benda tersebut berdasarkan ciri-ciri yang mereka temukan (pola), misalnya semua balok merah di satu tempat, semua kelereng kecil di tempat lain.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengelompokan mereka dan menjelaskan pola apa yang mereka gunakan untuk mengelompokkan benda tersebut.
  3. Guru memberikan contoh lain pengenalan pola dalam kehidupan sehari-hari, seperti pola hari (Senin, Selasa, Rabu), pola makan (pagi, siang, malam).
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa pengenalan pola membantu kita mengelompokkan benda yang memiliki ciri-ciri sama.
  2. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya mengidentifikasi pola untuk memecahkan masalah.
  3. Guru menguatkan pemahaman peserta didik bahwa pola ada di mana-mana dan membantu kita memahami dunia.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan kembali tentang pengenalan pola dan manfaatnya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan kreativitas peserta didik dalam menemukan pola.
  3. Guru memberikan tantangan untuk mencari pola di rumah dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Pengenalan Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 3Dengan menyusun urutan kegiatan sehari-hari, peserta didik dapat membuat algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru mengulas kembali materi dekomposisi dan pengenalan pola dari pertemuan sebelumnya dengan memberikan contoh singkat.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membuat urutan langkah-langkah (algoritma) untuk menyelesaikan masalah dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana ya urutan langkah-langkah kalau kita mau membuat teh manis?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan gambar kegiatan sehari-hari yang acak (misalnya bangun tidur, mandi, sarapan, berangkat sekolah) dan meminta peserta didik mengamati.
  2. Identifikasi masalah: Guru bertanya, 'Bisakah kita menyusun gambar-gambar ini menjadi urutan yang benar dari pagi sampai berangkat sekolah?'
  3. Pengumpulan data: Peserta didik secara individu mencoba menyusun gambar-gambar tersebut menjadi urutan yang logis dan benar.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Peserta didik secara berkelompok membuat 'algoritma' sederhana dalam bentuk kartu urutan gambar kegiatan (LKPD) seperti mencuci tangan atau membuat teh manis.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan urutan langkah-langkah yang mereka buat dan menjelaskan mengapa urutan itu penting.
  3. Guru memberikan contoh lain algoritma dalam kehidupan sehari-hari, seperti urutan memakai baju atau urutan sholat.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa algoritma adalah urutan langkah yang jelas untuk menyelesaikan sesuatu.
  2. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya algoritma yang runtut agar tujuan tercapai.
  3. Guru menguatkan pemahaman peserta didik bahwa algoritma membantu kita melakukan banyak hal dengan benar.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan kembali tentang algoritma dan manfaatnya dalam kehidupan.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan ketelitian peserta didik dalam menyusun algoritma, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tantangan untuk membuat algoritma kegiatan lain di rumah dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Pengenalan Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Ayo Susun Langkah-Langkah!Nama: ................................ Kelas: ....... Tanggal: ...........

Tujuan: Peserta didik dapat menyusun urutan langkah-langkah membuat teh manis dengan tepat.

Alat & bahan: kartu gambar, lem, gunting

Langkah kerja:

  1. Tuliskan urutan perintah (atas, bawah, kiri, kanan) agar robot mencapai bintang dengan langkah paling sedikit.
    123456ABCDEF
  2. Amati gambar-gambar kegiatan membuat teh manis yang ada di kartu.
  3. Gunting setiap gambar dengan hati-hati.
  4. Susun gambar-gambar tersebut menjadi urutan yang benar dari awal sampai teh manis siap diminum.
  5. Tempelkan gambar yang sudah tersusun di lembar kerja ini.
  6. Tuliskan satu kalimat untuk menjelaskan setiap langkah yang sudah kamu tempel.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Pengenalan Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu lakukan jika banyak mainanmu berantakan?
  2. Coba sebutkan 3 benda yang warnanya merah di kelas ini!
  3. Bagaimana urutan kamu saat memakai sepatu?
  4. Apa nama hewan yang memiliki sayap dan bisa terbang?

Formatif (proses): Observasi saat peserta didik berdiskusi dan mempraktikkan dekomposisi, pengenalan pola, dan penyusunan algoritma, serta penilaian hasil kerja kelompok.

Sumatif (akhir): Penilaian performa saat peserta didik menyusun algoritma kegiatan sehari-hari dan kuis pilihan ganda serta esai singkat.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Pengenalan Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan pengertian dekomposisi dengan bahasa sendiri secara tepat.Konsep dekomposisi dalam pemecahan masalah.2 JPpenalaran kritis
2Menerapkan konsep pengenalan pola untuk mengelompokkan benda berdasarkan ciri-cirinya secara benar.Identifikasi pola pada objek dan peristiwa.2 JPkreativitas
3Membuat algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah secara runtut.Penyusunan algoritma kegiatan sehari-hari.2 JPpenalaran kritis

Integrasi Panca Cinta (KBC):

Nilai CintaWujud dalam Pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMengenali keteraturan alam dan ciptaan Allah SWT sebagai pola yang indah dan teratur, menumbuhkan rasa syukur atas kebesaran-Nya dalam setiap proses berpikir komputasional.
2. Cinta IlmuMemiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk memecahkan masalah, tidak mudah menyerah saat menemukan kesulitan, serta semangat untuk terus belajar cara berpikir baru.
3. Cinta LingkunganMenerapkan berpikir komputasional untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekitar, seperti mengelompokkan sampah atau menyusun barang agar tidak berantakan.
4. Cinta Diri dan SesamaBelajar berkolaborasi dalam kelompok untuk memecahkan masalah, menghargai ide teman, dan membantu sesama dalam memahami konsep berpikir komputasional.
5. Cinta Tanah AirMenggunakan kemampuan berpikir komputasional untuk mencari solusi atas masalah-masalah kecil di lingkungan sekitar, demi kemajuan dan kenyamanan bersama sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Halaman 9 · Pengenalan Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Selamat datang di dunia Koding dan Kecerdasan Artifisial! Di kelas 1 ini, kita akan belajar cara berpikir seperti seorang penemu atau pemecah masalah yang hebat. Cara berpikir ini namanya berpikir komputasional. Jangan khawatir, ini bukan tentang komputer yang sulit, tapi tentang cara kita memecahkan masalah sehari-hari dengan lebih mudah dan teratur. Yuk, kita mulai petualangan berpikir!

1. Apa Itu Berpikir Komputasional?
Berpikir komputasional adalah cara kita memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang jelas, seperti komputer. Ini bukan berarti kita harus jadi robot, tapi kita belajar berpikir sistematis. Misalnya, saat kita ingin membangun menara balok yang tinggi. Kita tidak langsung menumpuk semua balok sembarangan, kan? Kita memikirkan balok mana yang paling bawah, lalu balok apa di atasnya, dan seterusnya. Itu adalah contoh berpikir komputasional yang sederhana dalam hidup kita sehari-hari.

2. Dekomposisi: Memecah Masalah
Bagian pertama dari berpikir komputasional adalah dekomposisi. Ini artinya kita memecah masalah yang besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikerjakan. Bayangkan kamu punya banyak mainan yang berantakan di kamar. Jika kamu ingin merapikan semuanya sekaligus, pasti bingung. Tapi jika kamu memecahnya menjadi 'merapikan balok', 'merapikan mobil-mobilan', dan 'merapikan boneka', pekerjaanmu jadi lebih mudah. Setiap bagian kecil itu bisa kamu selesaikan satu per satu tanpa pusing.

3. Pengenalan Pola: Mencari Kesamaan
Setelah memecah masalah, kita bisa mencari pola. Pengenalan pola adalah kemampuan kita melihat ciri-ciri yang sama pada beberapa benda atau kejadian. Misalnya, saat merapikan mainan, kamu melihat semua balok berwarna merah ada di satu kotak, dan semua balok berwarna biru di kotak lain. Itu berarti kamu sudah mengenali pola warna. Pola juga bisa berupa urutan kejadian, seperti pagi, siang, malam, lalu pagi lagi. Mengenali pola membantu kita memahami dunia dan memprediksi apa yang akan terjadi.

4. Algoritma: Urutan Langkah Jelas
Algoritma adalah urutan langkah-langkah yang harus kita ikuti untuk menyelesaikan suatu tugas atau masalah. Setiap kali kita melakukan sesuatu, kita sebenarnya mengikuti algoritma. Contohnya, algoritma saat mencuci tangan: 1. Basahi tangan, 2. Beri sabun, 3. Gosok tangan, 4. Bilas dengan air, 5. Keringkan tangan. Jika ada satu langkah yang terlewat, tangan kita mungkin tidak bersih sempurna. Algoritma harus jelas dan berurutan agar hasilnya sesuai yang kita inginkan.

5. Manfaat Berpikir Komputasional
Berpikir komputasional sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ini membantu kita menjadi lebih teratur, teliti, dan kreatif dalam mencari solusi. Dengan dekomposisi, masalah besar tidak lagi menakutkan. Dengan pengenalan pola, kita bisa lebih cepat memahami situasi. Dan dengan algoritma, kita bisa menyelesaikan tugas dengan lebih efisien. Kemampuan ini akan membuat kita menjadi pemecah masalah yang handal di sekolah maupun di rumah.

Rangkuman: Berpikir komputasional adalah cara memecahkan masalah seperti komputer, dengan langkah-langkah yang jelas. Ini mencakup dekomposisi (memecah masalah besar), pengenalan pola (mencari kesamaan), dan algoritma (urutan langkah). Dengan menguasai kemampuan ini, kita bisa lebih mudah merapikan mainan, menyusun jadwal, atau melakukan kegiatan sehari-hari dengan lebih teratur dan efisien. Mari kita terus berlatih berpikir komputasional!

Halaman 10 · Pengenalan Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Berpikir KomputasionalCara memecahkan masalah secara sistematis seperti komputer.
DekomposisiMemecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil.
PolaCiri-ciri yang sama atau urutan yang berulang.
AlgoritmaUrutan langkah-langkah yang jelas untuk menyelesaikan suatu tugas.
MasalahSesuatu yang perlu dicari solusinya.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Pengenalan Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Pengenalan Berpikir Komputasional" mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas I ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 12 · Pengenalan Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATISWord + PDF · nama Anda tercetak · tanpa watermark · ±1 menit

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Pengenalan Berpikir Komputasional ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas IPeta Konsep
Pengenalan Berpikir KomputasionalApa Itu Berpikir Komputasional?Dekomposisi: Memecah MasalahPengenalan Pola: Mencari KesamaanAlgoritma: Urutan Langkah JelasManfaat Berpikir Komputasional
Dari sub-bab Pengenalan Berpikir KomputasionalHalaman 13
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas IIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas ILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas IRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas IRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaKoding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas IProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKreativitas
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 1 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas I dan kelas 1 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pengenalan Berpikir Komputasional pada Koding dan Kecerdasan Artifisial MI, Fase A, elemen Berpikir Komputasional.

Modul Pengenalan Berpikir Komputasional ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pengenalan Berpikir Komputasional untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I.

Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial materi Pengenalan Berpikir Komputasional ini gratis?

Ya. Modul Pengenalan Berpikir Komputasional untuk kelas I MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Pengenalan Berpikir Komputasional ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Pengenalan Berpikir Komputasional ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pengenalan Berpikir Komputasional dapat Anda sesuaikan dengan murid Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Pengenalan Berpikir Komputasional ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase A untuk kelas I MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pengenalan Berpikir Komputasional tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pengenalan Berpikir Komputasional untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Pengenalan Berpikir Komputasional ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pengenalan Berpikir Komputasional beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?

Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Pengenalan Berpikir Komputasional yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Koding dan Kecerdasan Artifisial SD ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial MISemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.