Modul Ajar & RPP Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas I
Pengenalan Berpikir Komputasional
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
| Fase / Kelas | A / I |
| Materi Pokok | Pengenalan Berpikir Komputasional |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki kemampuan dasar dalam mengamati, membandingkan, dan mengelompokkan benda-benda di sekitarnya.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Berpikir Komputasional |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah sederhana dengan menerapkan konsep berpikir komputasional, seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma, dalam konteks kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Berpikir komputasional adalah cara berpikir untuk memecahkan masalah seperti komputer, misalnya saat menyusun mainan balok atau mencari jalan di labirin. |
| Konseptual | Konsep inti berpikir komputasional meliputi dekomposisi (memecah masalah), pengenalan pola (mencari kesamaan), abstraksi (fokus pada yang penting), dan algoritma (urutan langkah). |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi masalah, memecahnya menjadi bagian kecil, menemukan pola, menyusun langkah-langkah, dan mengujinya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bahwa memecahkan masalah besar menjadi kecil lebih mudah, dan belajar dari kesalahan adalah bagian dari proses. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati gambar dan berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan pengertian dekomposisi dengan bahasa sendiri secara tepat.
- Melalui kegiatan memilah benda, peserta didik dapat menerapkan konsep pengenalan pola untuk mengelompokkan benda berdasarkan ciri-cirinya secara benar.
- Dengan menyusun urutan kegiatan sehari-hari, peserta didik dapat membuat algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah secara runtut.
- Setelah melakukan praktik pemecahan masalah sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian masalah (dekomposisi) dan menemukan pola yang ada dengan teliti.
Pemahaman bermakna: Memahami berpikir komputasional membantu peserta didik memecahkan masalah sehari-hari secara sistematis, seperti merapikan kamar atau menemukan barang yang hilang, dengan cara yang terstruktur dan kreatif.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana ya cara kita merapikan mainan yang berantakan supaya tidak bingung?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Peserta didik belajar menyusun kalimat sederhana untuk menjelaskan langkah-langkah (algoritma) dan mempresentasikan hasil pemecahan masalah. Matematika: Peserta didik mengidentifikasi pola bilangan atau bentuk geometri, serta mengelompokkan objek berdasarkan atribut matematis seperti jumlah atau ukuran. Pendidikan Agama Islam: Peserta didik menyusun urutan langkah-langkah ibadah sederhana (misalnya wudhu atau sholat) sebagai contoh algoritma dalam kehidupan beragama. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua membantu peserta didik mengidentifikasi masalah sederhana di rumah dan membimbing mereka mencari solusinya dengan berpikir komputasional, seperti merapikan kamar atau menyiapkan bekal. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas yang ditata rapi dengan area bermain dan belajar yang terpisah, serta sudut baca yang nyaman, mendukung eksplorasi dan kolaborasi peserta didik. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi edukasi sederhana di tablet/komputer untuk menyusun urutan gambar atau mengelompokkan objek virtual, bila tersedia dan di bawah pengawasan guru. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati gambar dan berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan pengertian dekomposisi dengan bahasa sendiri secara tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui kegiatan memilah benda, peserta didik dapat menerapkan konsep pengenalan pola untuk mengelompokkan benda berdasarkan ciri-cirinya secara benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Dengan menyusun urutan kegiatan sehari-hari, peserta didik dapat membuat algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menyusun urutan langkah-langkah membuat teh manis dengan tepat.
Alat & bahan: kartu gambar, lem, gunting
Langkah kerja:
- Tuliskan urutan perintah (atas, bawah, kiri, kanan) agar robot mencapai bintang dengan langkah paling sedikit.
1 2 3 4 5 6 A B C D E F - Amati gambar-gambar kegiatan membuat teh manis yang ada di kartu.
- Gunting setiap gambar dengan hati-hati.
- Susun gambar-gambar tersebut menjadi urutan yang benar dari awal sampai teh manis siap diminum.
- Tempelkan gambar yang sudah tersusun di lembar kerja ini.
- Tuliskan satu kalimat untuk menjelaskan setiap langkah yang sudah kamu tempel.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu lakukan jika banyak mainanmu berantakan?
- Coba sebutkan 3 benda yang warnanya merah di kelas ini!
- Bagaimana urutan kamu saat memakai sepatu?
- Apa nama hewan yang memiliki sayap dan bisa terbang?
Formatif (proses): Observasi saat peserta didik berdiskusi dan mempraktikkan dekomposisi, pengenalan pola, dan penyusunan algoritma, serta penilaian hasil kerja kelompok.
Sumatif (akhir): Penilaian performa saat peserta didik menyusun algoritma kegiatan sehari-hari dan kuis pilihan ganda serta esai singkat.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian dekomposisi dengan bahasa sendiri secara tepat. | Konsep dekomposisi dalam pemecahan masalah. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menerapkan konsep pengenalan pola untuk mengelompokkan benda berdasarkan ciri-cirinya secara benar. | Identifikasi pola pada objek dan peristiwa. | 2 JP | kreativitas |
| 3 | Membuat algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah secara runtut. | Penyusunan algoritma kegiatan sehari-hari. | 2 JP | penalaran kritis |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengenali keteraturan alam dan ciptaan Allah SWT sebagai pola yang indah dan teratur, menumbuhkan rasa syukur atas kebesaran-Nya dalam setiap proses berpikir komputasional. |
| 2. Cinta Ilmu | Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk memecahkan masalah, tidak mudah menyerah saat menemukan kesulitan, serta semangat untuk terus belajar cara berpikir baru. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menerapkan berpikir komputasional untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekitar, seperti mengelompokkan sampah atau menyusun barang agar tidak berantakan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Belajar berkolaborasi dalam kelompok untuk memecahkan masalah, menghargai ide teman, dan membantu sesama dalam memahami konsep berpikir komputasional. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menggunakan kemampuan berpikir komputasional untuk mencari solusi atas masalah-masalah kecil di lingkungan sekitar, demi kemajuan dan kenyamanan bersama sebagai bagian dari bangsa Indonesia. |
Selamat datang di dunia Koding dan Kecerdasan Artifisial! Di kelas 1 ini, kita akan belajar cara berpikir seperti seorang penemu atau pemecah masalah yang hebat. Cara berpikir ini namanya berpikir komputasional. Jangan khawatir, ini bukan tentang komputer yang sulit, tapi tentang cara kita memecahkan masalah sehari-hari dengan lebih mudah dan teratur. Yuk, kita mulai petualangan berpikir!
1. Apa Itu Berpikir Komputasional?
Berpikir komputasional adalah cara kita memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang jelas, seperti komputer. Ini bukan berarti kita harus jadi robot, tapi kita belajar berpikir sistematis. Misalnya, saat kita ingin membangun menara balok yang tinggi. Kita tidak langsung menumpuk semua balok sembarangan, kan? Kita memikirkan balok mana yang paling bawah, lalu balok apa di atasnya, dan seterusnya. Itu adalah contoh berpikir komputasional yang sederhana dalam hidup kita sehari-hari.
2. Dekomposisi: Memecah Masalah
Bagian pertama dari berpikir komputasional adalah dekomposisi. Ini artinya kita memecah masalah yang besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikerjakan. Bayangkan kamu punya banyak mainan yang berantakan di kamar. Jika kamu ingin merapikan semuanya sekaligus, pasti bingung. Tapi jika kamu memecahnya menjadi 'merapikan balok', 'merapikan mobil-mobilan', dan 'merapikan boneka', pekerjaanmu jadi lebih mudah. Setiap bagian kecil itu bisa kamu selesaikan satu per satu tanpa pusing.
3. Pengenalan Pola: Mencari Kesamaan
Setelah memecah masalah, kita bisa mencari pola. Pengenalan pola adalah kemampuan kita melihat ciri-ciri yang sama pada beberapa benda atau kejadian. Misalnya, saat merapikan mainan, kamu melihat semua balok berwarna merah ada di satu kotak, dan semua balok berwarna biru di kotak lain. Itu berarti kamu sudah mengenali pola warna. Pola juga bisa berupa urutan kejadian, seperti pagi, siang, malam, lalu pagi lagi. Mengenali pola membantu kita memahami dunia dan memprediksi apa yang akan terjadi.
4. Algoritma: Urutan Langkah Jelas
Algoritma adalah urutan langkah-langkah yang harus kita ikuti untuk menyelesaikan suatu tugas atau masalah. Setiap kali kita melakukan sesuatu, kita sebenarnya mengikuti algoritma. Contohnya, algoritma saat mencuci tangan: 1. Basahi tangan, 2. Beri sabun, 3. Gosok tangan, 4. Bilas dengan air, 5. Keringkan tangan. Jika ada satu langkah yang terlewat, tangan kita mungkin tidak bersih sempurna. Algoritma harus jelas dan berurutan agar hasilnya sesuai yang kita inginkan.
5. Manfaat Berpikir Komputasional
Berpikir komputasional sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ini membantu kita menjadi lebih teratur, teliti, dan kreatif dalam mencari solusi. Dengan dekomposisi, masalah besar tidak lagi menakutkan. Dengan pengenalan pola, kita bisa lebih cepat memahami situasi. Dan dengan algoritma, kita bisa menyelesaikan tugas dengan lebih efisien. Kemampuan ini akan membuat kita menjadi pemecah masalah yang handal di sekolah maupun di rumah.
Rangkuman: Berpikir komputasional adalah cara memecahkan masalah seperti komputer, dengan langkah-langkah yang jelas. Ini mencakup dekomposisi (memecah masalah besar), pengenalan pola (mencari kesamaan), dan algoritma (urutan langkah). Dengan menguasai kemampuan ini, kita bisa lebih mudah merapikan mainan, menyusun jadwal, atau melakukan kegiatan sehari-hari dengan lebih teratur dan efisien. Mari kita terus berlatih berpikir komputasional!
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Berpikir Komputasional | Cara memecahkan masalah secara sistematis seperti komputer. |
| Dekomposisi | Memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil. |
| Pola | Ciri-ciri yang sama atau urutan yang berulang. |
| Algoritma | Urutan langkah-langkah yang jelas untuk menyelesaikan suatu tugas. |
| Masalah | Sesuatu yang perlu dicari solusinya. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pengenalan Berpikir Komputasional" mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas I ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Pengenalan Berpikir Komputasional yang Anda cari?
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 1 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas I dan kelas 1 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pengenalan Berpikir Komputasional pada Koding dan Kecerdasan Artifisial MI, Fase A, elemen Berpikir Komputasional.
Modul Pengenalan Berpikir Komputasional ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pengenalan Berpikir Komputasional untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I.
Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial materi Pengenalan Berpikir Komputasional ini gratis?
Ya. Modul Pengenalan Berpikir Komputasional untuk kelas I MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Pengenalan Berpikir Komputasional ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Pengenalan Berpikir Komputasional ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pengenalan Berpikir Komputasional dapat Anda sesuaikan dengan murid Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pengenalan Berpikir Komputasional ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase A untuk kelas I MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pengenalan Berpikir Komputasional tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pengenalan Berpikir Komputasional untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pengenalan Berpikir Komputasional ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pengenalan Berpikir Komputasional beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas I berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?
Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Pengenalan Berpikir Komputasional yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Koding dan Kecerdasan Artifisial SD ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.