Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas XI
Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Warga belajar memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya membaca dan memahami Al-Qur'an serta Hadis dalam kehidupan beragama. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Warga belajar menganalisis dan mengevaluasi argumen serta bukti dalam ayat Al-Qur'an dan hadis tentang berpikir kritis. - keimanan dan ketakwaan — elemen: Menerapkan nilai-nilai agama dan kepercayaan
Warga belajar menerapkan nilai-nilai agama dalam proses berpikir kritis sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Warga belajar berkolaborasi dalam kelompok untuk menganalisis dan mempresentasikan hasil diskusi tentang berpikir kritis.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Al-Qur'an dan Hadis |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu menganalisis dan mengimplementasikan ajaran Al-Qur'an dan Hadis tentang berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari untuk mengembangkan diri dan masyarakat. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas ayat Al-Qur'an (QS. Ali Imran: 190-191, QS. Yunus: 101) dan Hadis Nabi Muhammad SAW yang secara eksplisit mendorong umat Islam untuk berpikir kritis. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah bahwa berpikir kritis merupakan perintah agama yang terintegrasi dalam ajaran Islam, bukan sekadar kemampuan kognitif semata. |
| Prosedural | Warga belajar akan mempelajari langkah-langkah menelaah, menganalisis, dan mengimplementasikan pesan-pesan Al-Qur'an dan Hadis tentang berpikir kritis dalam konteks kehidupan nyata. |
| Metakognitif | Warga belajar akan menyadari pentingnya refleksi diri dan evaluasi berkelanjutan terhadap cara berpikir mereka agar selalu selaras dengan nilai-nilai Islam. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan merenungkan ciptaan Allah SWT sebagai wujud cinta kepada-Nya dan Rasul-Nya. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong warga belajar untuk terus mencari ilmu dan kebenaran melalui berpikir kritis, sebagai bentuk cinta ilmu yang tiada henti. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menerapkan berpikir kritis dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar, menunjukkan cinta lingkungan yang bertanggung jawab. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menggunakan akal sehat untuk menyelesaikan masalah sosial dan membantu sesama, menumbuhkan cinta diri dan sesama manusia. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mengaplikasikan berpikir kritis untuk membangun masyarakat yang maju dan berkeadaban, wujud nyata cinta tanah air dan bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui kajian teks Al-Qur'an dan Hadis, warga belajar dapat mengidentifikasi pesan-pesan pokok tentang pentingnya berpikir kritis dengan tepat.
- Dengan berdiskusi kelompok, warga belajar dapat menganalisis makna dan konteks ayat Al-Qur'an (QS. Ali Imran: 190-191 dan QS. Yunus: 101) serta hadis terkait berpikir kritis secara runtut.
- Melalui studi kasus, warga belajar dapat mengaplikasikan prinsip berpikir kritis berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari di lingkungan pedesaan dengan bijak.
- Setelah presentasi hasil analisis, warga belajar dapat menyajikan kesimpulan tentang relevansi berpikir kritis dalam pengembangan diri dan masyarakat sesuai ajaran Islam secara percaya diri.
Pemahaman bermakna: Berpikir kritis bukan hanya kemampuan intelektual, tetapi juga perintah agama yang esensial untuk memahami kebesaran Allah SWT dan menjalani kehidupan yang bermakna sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Hadis.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa Allah SWT dan Rasul-Nya begitu sering memerintahkan kita untuk merenungkan ciptaan-Nya dan menggunakan akal sehat kita?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis teks Al-Qur'an dan Hadis serta menyampaikan argumen secara lisan dan tertulis dengan baik. Ilmu Pengetahuan Sosial: Menerapkan berpikir kritis dalam menganalisis masalah-masalah sosial dan ekonomi di masyarakat pedesaan. Pendidikan Pancasila: Mengaitkan nilai-nilai berpikir kritis dalam Al-Qur'an dan Hadis dengan sila-sila Pancasila, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau tokoh masyarakat dapat berperan sebagai narasumber bagi warga belajar dalam mencari contoh penerapan berpikir kritis di lingkungan mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang nyaman dengan penataan tempat duduk melingkar untuk diskusi kelompok, serta penggunaan area terbuka di sekitar PKBM untuk observasi fenomena alam. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Warga belajar memanfaatkan gawai untuk mencari referensi ayat Al-Qur'an dan Hadis, menonton video inspiratif tentang berpikir kritis, serta membuat presentasi digital sederhana. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui kajian teks Al-Qur'an dan Hadis, warga belajar dapat mengidentifikasi pesan-pesan pokok tentang pentingnya berpikir kritis dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berantai: Tutor menyebut satu kata, lalu warga belajar secara bergiliran menyebut kata lain yang berhubungan, membentuk rantai ide. Ini melatih koneksi ide.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan berdiskusi kelompok, warga belajar dapat menganalisis makna dan konteks ayat Al-Qur'an (QS. Ali Imran: 190-191 dan QS. Yunus: 101) serta hadis terkait berpikir kritis secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rangkai Cerita Islami: Tutor memulai sebuah cerita pendek, lalu setiap warga belajar melanjutkan satu kalimat, dengan tema yang relevan dengan hikmah atau nilai-nilai Islam.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Warga belajar dapat mengidentifikasi dan menganalisis pesan-pesan pokok dari ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang berpikir kritis.
Alat & bahan: Al-Qur'an terjemah, buku hadis, alat tulis, kertas flipchart, spidol, gawai (opsional)
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 tentang fenomena alam. Diskusikan dalam kelompok, pertanyaan kritis apa yang muncul di benak Anda setelah melihat gambar tersebut?
Fenomena Alam Hujan Pertumbuhan Tanaman Perubahan Musim Gambar 1. Peta pikiran - Bacalah dengan cermat QS. Ali Imran: 190-191 dan QS. Yunus: 101 beserta terjemahannya, serta hadis tentang 'Berpikir Sejenak Lebih Baik dari Ibadah Setahun'.
- Identifikasi kata kunci dan pesan pokok dari setiap dalil tersebut yang berhubungan dengan berpikir kritis. Tuliskan dalam tabel yang disediakan.
- Diskusikan bagaimana pesan-pesan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, berikan minimal tiga contoh konkret yang relevan dengan lingkungan Anda.
- Susunlah kesimpulan kelompok tentang pentingnya berpikir kritis dalam Islam dan siapkan untuk presentasi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda pahami tentang 'berpikir kritis'?
- Apakah ada ayat Al-Qur'an atau Hadis yang Anda ketahui membahas tentang pentingnya menggunakan akal?
- Mengapa penting bagi seorang muslim untuk berpikir kritis dalam menghadapi informasi?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok dan kualitas argumen yang disampaikan selama analisis studi kasus.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil presentasi kelompok dan jawaban esai individu mengenai implementasi berpikir kritis berdasarkan dalil.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi pesan pokok ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang berpikir kritis. | QS. Ali Imran: 190-191, QS. Yunus: 101, Hadis tentang berpikir. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis makna dan konteks dalil tentang berpikir kritis. | Tafsir ringkas ayat dan syarah hadis, studi kasus. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Mengaplikasikan prinsip berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari. | Penyelesaian masalah kontekstual, diskusi kelompok. | 2 JP | kolaborasi |
| 4 | Menyajikan kesimpulan tentang relevansi berpikir kritis dalam Islam. | Presentasi hasil analisis dan refleksi. | 2 JP | penalaran kritis, komunikasi |
Berpikir kritis adalah kemampuan esensial yang membedakan manusia dari makhluk lain. Dalam Islam, kemampuan ini tidak hanya dianjurkan, tetapi juga diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Materi ini akan membimbing warga belajar untuk memahami bagaimana Al-Qur'an dan Hadis mendorong kita untuk merenung, menganalisis, dan mengambil keputusan berdasarkan akal sehat yang selaras dengan nilai-nilai agama.
1. Perintah Berpikir dalam Al-Qur'an
Al-Qur'an secara eksplisit mengajak manusia untuk menggunakan akalnya, merenung, dan berpikir. Contohnya dalam QS. Ali Imran: 190-191 yang artinya: 'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.'' Ayat ini menekankan pentingnya merenungkan ciptaan Allah untuk mengenal kebesaran-Nya. Begitu pula QS. Yunus: 101: 'Katakanlah: 'Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.' Ayat ini mendorong observasi dan refleksi terhadap alam semesta.
2. Hadis tentang Berpikir Kritis
Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya berpikir. Salah satu hadis yang masyhur meskipun derajatnya masih diperselisihkan namun maknanya relevan adalah 'Tafakkur sa'atin khairun min qiyami lailah' (berpikir sejenak lebih baik daripada ibadah semalam). Hadis ini mengindikasikan bahwa perenungan dan pemikiran yang mendalam memiliki nilai ibadah yang tinggi. Berpikir kritis dalam Islam berarti menggunakan akal untuk memahami kebenaran, membedakan yang hak dan batil, serta mencari solusi yang sesuai syariat dalam setiap permasalahan. Ini bukan sekadar berpikir logis, tetapi berpikir yang dilandasi iman dan takwa.
3. Ciri-ciri Berpikir Kritis dalam Islam
Berpikir kritis dalam perspektif Islam memiliki beberapa ciri. Pertama, objektif dan tidak bias, selalu mencari kebenaran berdasarkan dalil dan fakta. Kedua, terbuka terhadap ide baru dan siap mengoreksi diri jika ditemukan kekeliruan. Ketiga, bertanggung jawab atas setiap pemikiran dan keputusan yang diambil, karena semua akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Keempat, solutif dan konstruktif, bukan hanya mencari kesalahan tetapi juga menawarkan solusi yang bermanfaat bagi umat. Kelima, terintegrasi dengan nilai-nilai moral dan etika Islam, tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia.
4. Manfaat Berpikir Kritis bagi Muslim
Mengembangkan kemampuan berpikir kritis membawa banyak manfaat bagi seorang muslim. Ini membantu dalam memahami ajaran agama secara mendalam, tidak mudah terpengaruh paham sesat atau hoaks, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai aspek kehidupan, baik pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Dengan berpikir kritis, seorang muslim dapat menjadi agen perubahan yang positif, berkontribusi dalam memecahkan masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan dengan cara yang inovatif dan Islami. Ini juga memperkuat iman karena semakin memahami kebesaran dan hikmah di balik ciptaan Allah SWT.
5. Penerapan Berpikir Kritis dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan berpikir kritis dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Misalnya, saat menerima informasi, kita tidak langsung percaya, tetapi melakukan tabayyun (klarifikasi) atau mencari sumber lain yang terpercaya. Dalam menghadapi masalah di lingkungan pedesaan, seperti kesulitan irigasi atau pemasaran hasil panen, warga belajar dapat menganalisis penyebabnya, mencari berbagai alternatif solusi, mempertimbangkan dampak baik dan buruknya, lalu memilih solusi yang paling efektif dan sesuai dengan nilai-nilai kebersamaan serta gotong royong. Berpikir kritis juga penting dalam memilih pemimpin, mengelola keuangan, dan mendidik anak agar menjadi individu yang cerdas dan berakhlak mulia.
Rangkuman: Berpikir kritis adalah perintah agama yang termaktub dalam Al-Qur'an dan Hadis, mendorong muslim untuk merenung, menganalisis, dan mengambil keputusan berdasarkan akal sehat yang dilandasi iman. Manfaatnya sangat besar, mulai dari pemahaman agama yang mendalam, terhindar dari kesesatan, hingga kemampuan memecahkan masalah kehidupan dengan bijak. Penerapannya harus objektif, bertanggung jawab, solutif, dan terintegrasi dengan akhlak Islam.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Berpikir Kritis | Kemampuan menganalisis informasi secara objektif, mengevaluasi argumen, dan membentuk penilaian yang rasional. |
| Tabayyun | Proses mencari kejelasan atau klarifikasi terhadap suatu informasi untuk memastikan kebenarannya. |
| Dalil | Dasar atau bukti hukum dalam Islam, seperti ayat Al-Qur'an dan Hadis. |
| Andragogi | Metode pengajaran yang berfokus pada orang dewasa, menghargai pengalaman dan kemandirian belajar mereka. |
| Refleksi | Proses merenung dan mengevaluasi pengalaman atau pembelajaran untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 5 siap unduh
Membiasakan Berpikir Kritis dan Semangat Mencintai IptekBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBukti Beriman: Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, Menutupi AibBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenghindari Perkelahian Pelajar, Minuman Keras, dan NarkobaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenebarkan Islam dengan Santun dan Damai melalui Dakwah, Khutbah, dan TabligModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMeneladani Jejak Langkah Ulama Indonesia yang MenduniaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap5 materi · siap dibuatkan
Menguatkan Kerukunan melalui Toleransi dan Memelihara Kehidupan ManusiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenguatkan Iman dengan Menjaga Kehormatan, Ikhlas, Malu, dan ZuhudBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAdab Menggunakan Media SosialBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKetentuan Pernikahan dalam IslamBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPeradaban Islam pada Masa ModernBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Agama Islam lain yang sudah tersedia
Penyakit Sosial: Perundungan, Perkelahian, dan PerjudianPendidikan Agama Islam Kelas XI Paket CAdab Bermasyarakat: Menjalin Silaturahmi dan Menjaga Hak TetanggaPendidikan Agama Islam Kelas XII Paket CMemelihara Kehidupan ManusiaPendidikan Agama Islam Kelas XII Paket CPernikahan dalam IslamPendidikan Agama Islam Kelas XII Paket CLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis pada Pendidikan Agama Islam Paket C, Fase F, elemen Al-Qur'an dan Hadis.
Modul Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis untuk Pendidikan Agama Islam kelas XI.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam materi Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis ini gratis?
Ya. Modul Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis untuk kelas XI Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Islam kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase F untuk kelas XI Paket C. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis untuk Pendidikan Agama Islam kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas XI Paket C berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Islam kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Islam ini cocok untuk Paket C negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama Paket C Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Berpikir Kritis disusun untuk Paket C dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.