Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas XII
Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Warga Belajar:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Warga belajar telah memiliki pemahaman dasar tentang penggunaan media sosial dan prinsip-prinsip akhlak dalam Islam. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
Menerapkan adab Islami dalam berinteraksi di media sosial sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Menganalisis informasi yang diterima dari media sosial untuk membedakan antara fakta dan hoaks, serta menyaring konten yang tidak sesuai ajaran Islam. - komunikasi — elemen: berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif
Menggunakan bahasa yang santun dan etis dalam berkomunikasi di media sosial, menjaga kehormatan diri dan orang lain.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Akhlak |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu menganalisis dan menerapkan prinsip-prinsip akhlak mulia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam berinteraksi di dunia digital, serta menunjukkan sikap tanggung jawab sosial sesuai ajaran Islam. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Faktanya, banyak berita bohong (hoaks) dan konten negatif tersebar di media sosial yang dapat merugikan individu dan masyarakat. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah bahwa setiap muslim wajib menjaga adab dan etika dalam berinteraksi di media sosial, sebagaimana tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah. |
| Prosedural | Prosedur yang dipelajari meliputi langkah-langkah memverifikasi informasi, memilih konten yang bermanfaat, dan menyampaikan pesan dengan bahasa yang baik. |
| Metakognitif | Warga belajar akan menyadari pentingnya refleksi diri sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu di media sosial, serta dampak dari setiap tindakan digitalnya. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menerapkan adab media sosial sesuai ajaran Al-Qur'an dan Sunnah sebagai wujud ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. |
| 2. Cinta Ilmu | Mencari dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat melalui media sosial, serta menolak informasi yang menyesatkan sebagai bentuk cinta ilmu. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi positif tentang pelestarian lingkungan atau kegiatan sosial di pedesaan sebagai wujud cinta lingkungan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menjaga kehormatan diri dan orang lain di media sosial, menghindari ghibah dan fitnah, serta membangun silaturahmi sebagai wujud cinta diri dan sesama manusia. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menyebarkan konten positif yang mendukung persatuan bangsa dan menolak ujaran kebencian di media sosial sebagai wujud cinta tanah air. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui kajian dalil naqli dan diskusi kelompok, warga belajar dapat mengidentifikasi prinsip-prinsip adab menggunakan media sosial dalam Islam dengan tepat.
- Setelah menganalisis studi kasus hoaks, warga belajar dapat membedakan informasi yang benar dan salah di media sosial sesuai kaidah Islam dengan akurat.
- Dengan menyusun rencana konten dakwah, warga belajar dapat merancang unggahan media sosial yang positif dan bermanfaat sesuai adab Islam secara kreatif.
Pemahaman bermakna: Adab menggunakan media sosial dalam Islam bukan hanya tentang menghindari yang haram, tetapi juga tentang memaksimalkan potensi kebaikan dan dakwah, serta menjaga kehormatan diri dan orang lain di dunia maya yang tak terbatas.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menjadikan media sosial sebagai sarana ibadah dan kebaikan, bukan justru menjerumuskan pada dosa dan fitnah?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan keterampilan menulis teks persuasif dan informatif untuk unggahan media sosial yang efektif. Seni Budaya: Pemanfaatan elemen desain visual dan estetika dalam merancang konten dakwah media sosial yang menarik. Pendidikan Pancasila: Penerapan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam menjaga toleransi dan persatuan di ruang digital. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau tokoh masyarakat dapat diajak berdialog tentang tantangan dan peluang dakwah melalui media sosial di lingkungan pedesaan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dapat memanfaatkan balai desa atau pusat komunitas yang memiliki akses internet untuk diskusi kelompok dan presentasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi desain grafis sederhana di ponsel untuk merancang konten dakwah media sosial dan platform berbagi video untuk studi kasus. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui kajian dalil naqli dan diskusi kelompok, warga belajar dapat mengidentifikasi prinsip-prinsip adab menggunakan media sosial dalam Islam dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Emoji Islami: Tutor menampilkan beberapa emoji yang mewakili konsep Islami (mis. masjid, Al-Qur'an, berdoa), lalu warga belajar menebak maknanya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menyusun rencana konten dakwah, warga belajar dapat merancang unggahan media sosial yang positif dan bermanfaat sesuai adab Islam secara kreatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Pesan Positif: Warga belajar secara berantai membisikkan satu pesan positif tentang media sosial ke teman di sebelahnya, lalu orang terakhir menyebutkan pesan yang diterimanya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Tutor |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Warga belajar dapat memverifikasi kebenaran informasi di media sosial dan mengidentifikasi ciri-ciri hoaks.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, termasuk di pedesaan. Sebagai umat Islam, kita memiliki panduan etika dan adab yang jelas dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam berinteraksi di dunia maya.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, ponsel/tablet dengan akses internet
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
1 2 3 4 5 6 Mendatar 2. Norma atau aturan sopan santun 4. Berita bohong atau informasi palsu 5. Menggunjing atau membicarakan aib orang lain 6. Menuduh orang lain tanpa bukti Menurun 1. Mengadu domba atau menyebarkan perselisihan 3. Proses klarifikasi atau verifikasi kebenaran berita Gambar 1. Teka-teki silang - Amati yang berisi tangkapan layar sebuah unggahan berita viral di media sosial.
- Identifikasi judul berita, sumber, tanggal unggah, dan isi pokok informasi dari unggahan tersebut.
- Cari tahu kebenaran informasi tersebut menggunakan mesin pencari atau situs cek fakta terpercaya, catat hasilnya.
- Bandingkan informasi asli dengan unggahan viral, lalu tentukan apakah unggahan tersebut hoaks atau fakta.
- Tuliskan ciri-ciri yang membuat unggahan tersebut tergolong hoaks atau fakta di tabel yang tersedia.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa saja media sosial yang sering Anda gunakan?
- Menurut Anda, apa saja manfaat dan bahaya dari media sosial?
- Pernahkah Anda menemukan berita yang tidak benar (hoaks) di media sosial? Bagaimana Anda menyikapinya?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok dan presentasi hasil analisis studi kasus.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap rancangan konten dakwah media sosial yang dibuat oleh warga belajar, fokus pada kesesuaian adab Islami, kreativitas, dan pesan yang disampaikan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi prinsip-prinsip adab menggunakan media sosial dalam Islam. | Prinsip adab media sosial dalam Islam (dalil naqli, etika berkomunikasi, menjaga privasi, tabayyun). | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 2 | Membedakan informasi yang benar dan salah di media sosial sesuai kaidah Islam dengan akurat. | Teknik verifikasi informasi, identifikasi hoaks, sumber terpercaya, tabayyun. (Tugas LKPD) | 2 JP | penalaran kritis, komunikasi |
| 3 | Merancang unggahan media sosial yang positif dan bermanfaat sesuai adab Islam secara kreatif. | Perencanaan konten dakwah, teknik penyajian pesan positif, etika visual dan verbal, kreativitas. (Fokus pertemuan 2) | 2 JP | komunikasi, kreativitas |
Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, termasuk di pedesaan. Sebagai umat Islam, kita memiliki panduan etika dan adab yang jelas dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam berinteraksi di dunia maya. Modul ini akan membimbing Anda untuk memahami dan menerapkan adab Islami agar media sosial menjadi sarana kebaikan dan keberkahan.
1. Pengertian dan Urgensi Adab Media Sosial
Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan pada nilai-nilai agama. Adab menggunakan media sosial dalam Islam adalah seperangkat etika dan perilaku yang harus dijaga oleh seorang muslim saat berinteraksi di platform digital. Urgensinya sangat tinggi mengingat media sosial memiliki jangkauan luas dan dampak yang besar, baik positif maupun negatif. Tanpa adab, media sosial bisa menjadi sarana penyebaran fitnah, hoaks, ghibah, dan bahkan ujaran kebencian. Sebaliknya, dengan adab, ia bisa menjadi sarana dakwah, pendidikan, dan silaturahmi yang efektif, bahkan bagi masyarakat pedesaan.
2. Prinsip-prinsip Adab dalam Al-Qur'an dan Sunnah
Islam mengajarkan prinsip-prinsip dasar yang relevan dengan adab media sosial. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (Yaa ayyuhallaziina aamanuu in jaa'akum faasiqum binaba'in fatabayyanuu an tusiibuu qaumam bijahaalatin fatushbihuu 'alaa maa fa'altum naadimiin), artinya: 'Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.' Ini adalah perintah untuk tabayyun (klarifikasi) sebelum menyebarkan berita. Rasulullah SAW juga bersabda: 'Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.' (HR. Bukhari dan Muslim). Prinsip ini berlaku universal, termasuk di media sosial.
3. Menjaga Lisan dan Tulisan
Lisan dan tulisan di media sosial adalah sama-sama bentuk komunikasi. Seorang muslim wajib menjaga lisan dan tulisannya dari perkataan kotor, ghibah (menggunjing), fitnah, namimah (adu domba), dan ujaran kebencian. Setiap kata yang diunggah akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Hindari pula berkomentar negatif atau provokatif yang dapat memicu pertengkaran. Gunakan bahasa yang santun, positif, dan membangun, bahkan saat menyampaikan kritik. Ingatlah bahwa apa yang ditulis di media sosial dapat tersebar luas dan sulit dihapus, sehingga dampaknya bisa berlangsung lama.
4. Tabayyun (Klarifikasi) dan Verifikasi Informasi
Di era banjir informasi, kemampuan untuk memverifikasi kebenaran berita adalah adab yang sangat penting. Jangan mudah percaya dan jangan terburu-buru menyebarkan berita yang belum jelas sumbernya atau kebenarannya. Lakukan tabayyun dengan mencari informasi dari sumber-sumber terpercaya, membandingkan berita dari beberapa media, atau mencari fakta di situs cek fakta. Terutama di lingkungan pedesaan, hoaks seringkali menyebar cepat melalui grup perpesanan. Pastikan informasi yang Anda bagikan adalah informasi yang valid dan bermanfaat, bukan sekadar sensasi.
5. Menjaga Privasi Diri dan Orang Lain
Adab lain yang krusial adalah menjaga privasi. Hindari mengunggah informasi pribadi yang terlalu detail, baik tentang diri sendiri maupun orang lain, yang dapat membahayakan atau disalahgunakan. Jangan menyebarkan aib atau rahasia orang lain, meskipun Anda mengetahuinya. Hormati hak privasi orang lain dengan tidak mengambil atau membagikan foto/video mereka tanpa izin. Di masyarakat pedesaan yang erat hubungannya, seringkali batasan privasi menjadi kabur, sehingga penting untuk tetap menjaga etika digital ini.
6. Memanfaatkan Media Sosial untuk Kebaikan dan Dakwah
Media sosial bukan hanya tempat bersenang-senang, tetapi juga platform yang sangat potensial untuk menyebarkan kebaikan dan dakwah. Warga belajar dapat mengunggah konten-konten Islami yang positif, seperti kutipan ayat Al-Qur'an, hadis, nasihat agama, kisah inspiratif, atau informasi tentang kegiatan keagamaan di desa. Jadikan akun media sosial Anda sebagai 'akun dakwah' yang menebarkan manfaat bagi banyak orang. Dengan begitu, setiap interaksi di media sosial akan bernilai ibadah dan menjadi amal jariyah.
Rangkuman: Adab menggunakan media sosial dalam Islam adalah etika digital yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah, meliputi menjaga lisan dan tulisan, melakukan tabayyun, menjaga privasi, serta memanfaatkan media sosial untuk kebaikan dan dakwah. Penerapan adab ini sangat penting untuk menghindari dampak negatif seperti hoaks dan fitnah, sekaligus menjadikan media sosial sebagai sarana positif yang bernilai ibadah. Dengan begitu, kita bisa menjadi muslim yang cerdas dan bertanggung jawab di dunia maya.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Adab | Norma atau aturan sopan santun |
| Hoaks | Berita bohong atau informasi palsu |
| Tabayyun | Proses klarifikasi atau verifikasi kebenaran berita |
| Ghibah | Menggunjing atau membicarakan aib orang lain |
| Fitnah | Menuduh orang lain tanpa bukti |
| Namimah | Mengadu domba atau menyebarkan perselisihan |
| Dalil Naqli | Dasar hukum dari Al-Qur'an dan Hadis |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 materi · siap dibuatkan
Sabar dalam Menghadapi Musibah dan UjianBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIndahnya Kehidupan BermaknaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMunafik dan Keras Hati Tak Akan Pernah MajuBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKewarisan dan Kearifan dalam IslamBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerkembangan Peradaban Islam di DuniaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap5 materi · siap dibuatkan
Cinta Tanah Air dan Moderasi BeragamaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIlmu KalamBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSikap Inovatif dan Etika dalam BerorganisasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIjtihadBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPeran Organisasi Islam di IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Agama Islam lain yang sudah tersedia
Adab Bermasyarakat: Menjalin Silaturahmi dan Menjaga Hak TetanggaPendidikan Agama Islam Kelas XII Paket CCabang Iman: Keterkaitan Antara Iman, Islam, dan IhsanPendidikan Agama Islam Kelas XII Paket CKetentuan Fikih Mawaris di Masyarakat sesuai Syarat IslamPendidikan Agama Islam Kelas XII Paket CPernikahan dalam IslamPendidikan Agama Islam Kelas XII Paket CLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam pada Pendidikan Agama Islam Paket C, Fase F, elemen Akhlak.
Modul Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam untuk Pendidikan Agama Islam kelas XII.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam materi Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam ini gratis?
Ya. Modul Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam untuk kelas XII Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Islam kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase F untuk kelas XII Paket C. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam untuk Pendidikan Agama Islam kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas XII Paket C berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Islam kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Islam ini cocok untuk Paket C negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama Paket C Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam disusun untuk Paket C dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.