Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas VI
Kisah Nabi Muhammad
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Islam SD kelas VI materi Kisah Nabi Muhammad lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Kisah Nabi Muhammad yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Islam Kelas VI lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Kisah Nabi Muhammad |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah dan sebagian kisah hidup beliau.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak beragama
Meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Menganalisis informasi dari berbagai sumber tentang kisah Nabi Muhammad untuk menarik pelajaran berharga. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
Membuat karya kreatif seperti poster atau drama pendek yang menggambarkan keteladanan Nabi Muhammad.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Sejarah Peradaban Islam |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami kisah Nabi Muhammad SAW, meneladani akhlak mulia beliau, serta mengambil pelajaran dari perjuangan dakwahnya dalam membangun masyarakat beradab. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Nabi Muhammad SAW adalah utusan terakhir Allah SWT yang lahir di Mekkah pada tahun Gajah. |
| Konseptual | Kisah Nabi Muhammad SAW mengajarkan nilai-nilai keteladanan, kesabaran, kejujuran, dan kepemimpinan yang relevan sepanjang masa. |
| Prosedural | Menganalisis alur kisah Nabi Muhammad SAW dari berbagai sumber dan mengidentifikasi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. |
| Metakognitif | Mengevaluasi cara belajar yang paling efektif untuk memahami dan menghayati kisah Nabi Muhammad SAW, serta merencanakan penerapan nilai-nilai tersebut. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menjelaskan silsilah dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad SAW dengan benar.
- Menceritakan masa remaja dan dewasa Nabi Muhammad SAW sebelum kenabian dengan runtut.
- Mengidentifikasi peristiwa penting pada masa awal dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekkah.
- Menganalisis hikmah dan keteladanan dari kisah hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah.
- Menyimpulkan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat Madinah.
- Menyajikan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW melalui karya kreatif.
Pemahaman bermakna: Memahami kisah Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang mengetahui sejarah, tetapi juga menghayati dan meneladani akhlak beliau sebagai pedoman hidup yang membawa keberkahan dunia dan akhirat.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW dapat menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis teks narasi kisah Nabi Muhammad SAW dan menyusun cerita kembali dengan bahasa yang baik. Seni Budaya: Membuat karya visual (poster, komik) atau drama pendek yang menggambarkan keteladanan Nabi. Ilmu Pengetahuan Sosial: Memahami konteks sejarah dan geografis peristiwa-peristiwa penting dalam kisah Nabi Muhammad SAW. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak mendampingi anak mencari informasi tambahan tentang kisah Nabi Muhammad SAW dari sumber terpercaya di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dilengkapi dengan akses internet terbatas untuk mencari referensi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi tentang kisah Nabi Muhammad SAW dan aplikasi presentasi sederhana untuk penyajian karya kreatif. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menjelaskan silsilah dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad SAW dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Tokoh: Guru menyebutkan ciri-ciri tokoh (misal: lahir di Mekkah, yatim piatu), peserta didik menebak nama tokoh tersebut. Mengaktifkan memori awal tentang Nabi Muhammad. Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, melakukan apersepsi tentang pentingnya mengenal tokoh idola. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal silsilah dan masa kecil Nabi Muhammad SAW serta pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mencari informasi dari buku atau tayangan video tentang silsilah dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad SAW, mencatat poin-poin penting. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok membuat peta pikiran (mind map) silsilah dan peristiwa penting masa kecil Nabi Muhammad SAW, lalu saling menukarkan hasil kerja untuk dikoreksi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan peta pikiran mereka, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan tentang keistimewaan masa kecil Nabi Muhammad SAW. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Bersama-sama menyimpulkan pelajaran hari ini, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca materi berikutnya, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Inquiry-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menceritakan masa remaja dan dewasa Nabi Muhammad SAW sebelum kenabian dengan runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Susun Kata: Guru memberikan potongan-potongan kata kunci terkait masa remaja Nabi (misal: jujur, Al-Amin, berdagang), peserta didik menyusunnya menjadi kalimat bermakna. Salam, doa, presensi. Apersepsi: Mengingat kembali masa kecil Nabi Muhammad SAW. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang masa remaja dan dewasa Nabi sebelum kenabian, serta pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik membaca teks atau menyimak cerita tentang masa remaja dan dewasa Nabi Muhammad SAW sebelum kenabian, fokus pada sifat-sifat mulia yang beliau miliki. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik secara individu menuliskan tiga sifat terpuji Nabi Muhammad SAW pada masa itu dan contoh perilakunya, lalu mendiskusikannya dalam kelompok kecil. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Beberapa peserta didik menceritakan kembali kisah masa remaja dan dewasa Nabi Muhammad SAW dengan menyoroti sifat Al-Amin. Guru memberikan umpan balik dan penguatan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Menyimpulkan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW yang patut diteladani, memberikan apresiasi, dan menutup dengan doa serta pesan untuk menerapkan kejujuran. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mengidentifikasi peristiwa penting pada masa awal dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekkah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Gambar: Guru menunjukkan gambar-gambar yang melambangkan peristiwa awal dakwah (misal: Gua Hira, Ka'bah), peserta didik menebak kaitannya dengan kisah Nabi. Salam, doa, presensi. Apersepsi: Mengaitkan sifat Al-Amin dengan kepercayaan masyarakat Mekkah terhadap Nabi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang awal dakwah di Mekkah dan pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menyimak penjelasan guru atau menonton video tentang turunnya wahyu pertama, dakwah sembunyi-sembunyi, dakwah terang-terangan, serta tantangan yang dihadapi Nabi di Mekkah. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik mengidentifikasi dan mencatat minimal lima peristiwa penting pada masa awal dakwah Nabi di Mekkah beserta tantangannya, lalu membuat linimasa sederhana. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan linimasa peristiwa awal dakwah. Guru memberikan penguatan tentang kesabaran dan keteguhan Nabi dalam menghadapi penolakan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Menyimpulkan pelajaran tentang perjuangan awal dakwah Nabi, memberikan apresiasi, dan menutup dengan doa serta semangat untuk tidak mudah menyerah dalam kebaikan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi peristiwa penting dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dari masa awal hingga hijrah.
Alat & bahan: Buku PAI, alat tulis, kertas HVS/folio, spidol warna
Langkah kerja:
- Baca kembali materi tentang kisah Nabi Muhammad SAW dari awal kenabian hingga hijrah ke Madinah.
- Buatlah tabel dengan tiga kolom: 'Peristiwa Penting', 'Tokoh Terlibat', dan 'Keteladanan yang Dapat Diambil'.
- Isilah tabel tersebut dengan minimal 5 peristiwa penting yang kamu temukan, lengkap dengan tokoh yang terlibat dan keteladanan yang bisa kita contoh.
- Diskusikan hasil pengisian tabelmu dengan teman sekelompok.
- Siapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusimu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapakah nama ayah dan ibu Nabi Muhammad SAW?
- Di kota manakah Nabi Muhammad SAW dilahirkan?
- Apa gelar yang diberikan masyarakat Mekkah kepada Nabi Muhammad SAW sebelum kenabian?
- Mengapa Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah ke Madinah?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan progres pengerjaan proyek karya kreatif.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil karya kreatif (poster/drama) dan presentasi tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan silsilah dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad SAW dengan benar. | Silsilah dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad SAW. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menceritakan masa remaja dan dewasa Nabi Muhammad SAW sebelum kenabian dengan runtut. | Masa remaja dan dewasa Nabi Muhammad SAW sebelum kenabian. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Mengidentifikasi peristiwa penting pada masa awal dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekkah. | Awal dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekkah. | 4 JP | penalaran kritis |
| 4 | Menganalisis hikmah dan keteladanan dari kisah hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah. | Hijrah Nabi Muhammad SAW dan pembentukan masyarakat Madinah. | 8 JP | penalaran kritis, kreativitas |
| 5 | Menyajikan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW melalui karya kreatif. | Proyek karya kreatif tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW. | 12 JP | keimanan dan ketakwaan, kreativitas |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meningkatkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dengan mempelajari dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong semangat mencari ilmu pengetahuan tentang sejarah Islam dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kisah Nabi Muhammad SAW. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan bersikap ramah terhadap alam, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun kepedulian terhadap sesama, menjalin persaudaraan, dan menerapkan toleransi seperti yang Nabi ajarkan dalam membangun masyarakat Madinah. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air dengan mengambil inspirasi dari perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban yang berkeadilan. |
Kisah Nabi Muhammad SAW adalah sumber inspirasi tak terbatas bagi umat Islam dan seluruh umat manusia. Beliau adalah teladan sempurna dalam setiap aspek kehidupan. Mempelajari kisah beliau bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang beliau ajarkan dan perjuangkan. Mari kita selami perjalanan hidup Nabi kita, sang pembawa rahmat bagi semesta alam.
1. Masa Kecil dan Remaja Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada tahun Gajah, 571 M. Beliau lahir dalam keadaan yatim, ayahnya Abdullah wafat sebelum beliau lahir. Ibunya, Aminah, wafat saat beliau berusia enam tahun. Kemudian diasuh kakeknya, Abdul Muthalib, lalu pamannya, Abu Thalib. Sejak kecil, beliau dikenal jujur dan dapat dipercaya, hingga diberi gelar Al-Amin (الْأَمِينُ) yang artinya 'yang terpercaya'. Pada masa remaja, beliau ikut berdagang membantu pamannya, menunjukkan kemandirian dan etos kerja yang tinggi.
2. Masa Dewasa dan Kenabian
Sebelum diangkat menjadi Nabi, Muhammad SAW adalah seorang pedagang yang sukses dan jujur. Beliau menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, seorang saudagar wanita yang mulia. Beliau sering menyepi di Gua Hira untuk merenung. Pada usia 40 tahun, malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama, Surat Al-Alaq ayat 1-5, menandai awal kenabian beliau. Peristiwa ini terjadi pada malam Lailatul Qadar, di bulan Ramadhan, membawa misi dakwah Islam kepada umat manusia.
3. Dakwah di Mekkah dan Tantangan yang Dihadapi
Setelah menerima wahyu, Nabi Muhammad SAW memulai dakwah secara sembunyi-sembunyi selama tiga tahun, dimulai dari keluarga dan kerabat terdekat. Kemudian, dakwah dilakukan secara terang-terangan. Beliau menghadapi banyak tantangan dan penolakan keras dari kaum Quraisy Mekkah, termasuk penganiayaan, ejekan, dan pemboikotan. Namun, Nabi tetap sabar dan teguh dalam menyampaikan ajaran tauhid, yaitu mengesakan Allah SWT.
4. Peristiwa Hijrah ke Madinah
Puncak penolakan kaum Quraisy membuat Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya hijrah (berpindah) ke Yatsrib (kemudian bernama Madinah) pada tahun 622 M. Peristiwa hijrah ini bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan strategi dakwah dan penyelamatan umat Islam. Di Madinah, Nabi disambut dengan gembira oleh kaum Anshar (penduduk asli Madinah) dan Muhajirin (kaum muslimin dari Mekkah). Hijrah menjadi tonggak sejarah Islam dan awal penanggalan Hijriah.
5. Membangun Masyarakat Madinah
Setibanya di Madinah, Nabi Muhammad SAW segera membangun fondasi masyarakat Islam yang kuat. Beliau mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, membangun Masjid Nabawi sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial, serta menyusun Piagam Madinah. Piagam ini mengatur hubungan antarumat beragama di Madinah, menjamin kebebasan beragama dan hak-hak setiap kelompok, menciptakan masyarakat yang adil, toleran, dan damai di bawah kepemimpinan beliau.
Rangkuman: Kisah Nabi Muhammad SAW adalah perjalanan hidup penuh teladan. Dari masa kecil yang yatim piatu hingga menjadi pemimpin umat, beliau selalu menunjukkan sifat jujur, sabar, dan gigih. Dakwah beliau di Mekkah penuh rintangan, namun dengan hijrah ke Madinah, beliau berhasil membangun masyarakat Islam yang adil dan toleran. Meneladani akhlak beliau adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat, serta inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Al-Amin | Gelar Nabi Muhammad SAW yang berarti 'yang terpercaya'. |
| Hijrah | Perpindahan Nabi Muhammad SAW dan umat Islam dari Mekkah ke Madinah. |
| Anshar | Penduduk asli Madinah yang menerima dan menolong kaum Muhajirin. |
| Muhajirin | Kaum muslimin yang berhijrah dari Mekkah ke Madinah. |
| Piagam Madinah | Perjanjian tertulis yang mengatur hubungan antar kelompok masyarakat di Madinah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kisah Nabi Muhammad" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Iman kepada Hari AkhirModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
Iman kepada Hari Akhir serta Qada dan QadarModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerilaku Toleran dan SimpatiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisZakat, Infak, dan SedekahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKisah Nabi Muhammad saw. dan Para SahabatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Agama Islam di kelas lain
Kisah Teladan Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi ThalibPendidikan Agama Islam Kelas VI SDAllah swt maha segalanyaPendidikan Agama Islam Kelas VI SDasmaul husnaPendidikan Agama Islam Kelas VI SDAsmaul HUsna Al WaliyPendidikan Agama Islam Kelas VI SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas VI →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Kisah Nabi Muhammad ini gratis?
Ya. Modul Kisah Nabi Muhammad untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kisah Nabi Muhammad ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase C untuk kelas VI SD.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kisah Nabi Muhammad untuk Pendidikan Agama Islam kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kisah Nabi Muhammad ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas VI SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 6 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kisah Nabi Muhammad pada Pendidikan Agama Islam SD, Fase C, elemen Sejarah Peradaban Islam.
Bisakah modul Kisah Nabi Muhammad ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kisah Nabi Muhammad dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.