Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas VI
Toleransi dan Kerukunan
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Islam SD kelas VI materi Toleransi dan Kerukunan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Toleransi dan Kerukunan yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Islam Kelas VI lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Toleransi dan Kerukunan |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami ajaran Islam tentang pentingnya berbuat baik kepada sesama dan hidup berdampingan.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak mulia
Peserta didik menunjukkan sikap toleransi dan kerukunan sebagai cerminan akhlak Islami dalam interaksi sosial. - kewargaan — elemen: persatuan dan kesatuan
Peserta didik berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui praktik toleransi di lingkungan sekitar. - kolaborasi — elemen: bekerja sama
Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek yang menumbuhkan sikap toleransi dan kerukunan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Akhlak Pribadi dan Sosial |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami pentingnya toleransi, kerukunan, saling menghargai, dan menghormati dalam kehidupan sehari-hari, serta mampu mengimplementasikannya dalam berinteraksi dengan sesama. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Toleransi dan kerukunan adalah kunci untuk menjaga kedamaian dalam masyarakat yang beragam, seperti di Indonesia. |
| Konseptual | Toleransi adalah sikap lapang dada terhadap perbedaan, sedangkan kerukunan adalah kondisi hidup damai tanpa perselisihan. |
| Prosedural | Materi ini mengajarkan langkah-langkah praktis mewujudkan toleransi dan kerukunan, seperti menghargai pendapat dan membantu sesama tanpa memandang latar belakang. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa memahami dan menerapkan toleransi serta kerukunan adalah bagian penting dari ajaran Islam dan pembentukan karakter mulia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menjelaskan pengertian toleransi dan kerukunan dalam Islam dengan tepat.
- Mengidentifikasi contoh-contoh sikap toleransi dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.
- Menganalisis pentingnya toleransi dan kerukunan untuk menciptakan kedamaian.
- Menunjukkan dalil-dalil naqli tentang toleransi dan kerukunan.
- Menerapkan sikap toleransi dan kerukunan dalam interaksi dengan teman dan lingkungan.
- Menyajikan hasil proyek tentang pentingnya toleransi dan kerukunan di masyarakat.
Pemahaman bermakna: Memahami dan mengamalkan toleransi serta kerukunan akan menciptakan lingkungan yang damai, harmonis, dan saling mendukung, sesuai ajaran Islam.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa hidup rukun dan damai meskipun memiliki banyak perbedaan dengan teman atau tetangga kita?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Memahami Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi toleransi dan kerukunan di Indonesia. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan pesan toleransi melalui presentasi dan karya tulis. Seni Budaya: Membuat poster, drama, atau lagu sebagai media kampanye toleransi dan kerukunan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung proyek kampanye toleransi dengan menyediakan bahan atau membantu proses pembuatan karya di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Menciptakan sudut baca di kelas dengan buku-buku cerita tentang keberagaman dan persahabatan, serta area diskusi yang nyaman untuk kerja kelompok. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi presentasi (Canva/PowerPoint) untuk membuat poster digital atau aplikasi editing video sederhana untuk proyek kampanye. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menjelaskan pengertian toleransi dan kerukunan dalam Islam dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berantai: Guru membisikkan kata 'toleransi' ke siswa pertama, lalu siswa itu membisikkan ke sebelahnya hingga terakhir. Bandingkan hasilnya. Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi tentang pengalaman hidup rukun, menyampaikan tujuan pertemuan, dan melontarkan pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengamati gambar-gambar keberagaman dan video singkat tentang interaksi sosial yang damai, lalu berdiskusi tentang apa yang mereka lihat terkait perbedaan dan kesamaan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik secara berkelompok mencari definisi toleransi dan kerukunan dari berbagai sumber (buku, internet) dan menyusun pengertiannya sendiri. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan definisi yang mereka temukan, lalu guru memberikan penguatan dan menyimpulkan pengertian toleransi dan kerukunan yang benar sesuai ajaran Islam. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru mengajak peserta didik merangkum poin penting, memberikan apresiasi atas partisipasi, mengingatkan materi berikutnya, dan menutup dengan doa serta salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Think-Pair-Share |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi contoh-contoh sikap toleransi dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tepuk Rukun: Guru memimpin tepuk dengan irama 'Tepuk Rukun: Aku, Kamu, Kita, Rukun!'. Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pertemuan, dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu memikirkan contoh-contoh sikap toleransi dan kerukunan yang pernah mereka lihat atau alami di rumah dan sekolah. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik berpasangan berbagi contoh yang mereka pikirkan, lalu secara berkelompok membuat daftar contoh sikap toleransi dan kerukunan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan daftar contohnya, guru memberikan umpan balik, dan bersama-sama menyusun daftar contoh yang komprehensif di papan tulis. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru memberikan penguatan, mengapresiasi kerja sama, memberikan tugas observasi di lingkungan sekitar, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis pentingnya toleransi dan kerukunan untuk menciptakan kedamaian. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Cermin Diri: Setiap siswa melihat ke cermin kecil sambil menyebutkan satu hal baik tentang dirinya dan satu hal baik tentang teman di sebelahnya. Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas hasil observasi contoh toleransi, menyampaikan tujuan pertemuan, dan memantik diskusi tentang konflik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik disajikan studi kasus atau cerita pendek tentang konflik yang timbul akibat ketidaktoleranan, lalu menganalisis penyebab dan dampaknya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi tentang bagaimana sikap toleransi dan kerukunan dapat mencegah atau menyelesaikan konflik dalam studi kasus tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan analisis dan solusi mereka, guru memfasilitasi diskusi, dan bersama-sama menyimpulkan pentingnya toleransi untuk kedamaian. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru memberikan apresiasi, menekankan nilai-nilai kedamaian, dan menutup pembelajaran dengan pesan moral untuk selalu menjaga kerukunan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengelompokkan contoh-contoh sikap toleransi dan tidak toleran dalam kehidupan sehari-hari.
Alat & bahan: Kertas, pulpen, gunting, lem, gambar/foto situasi sosial
Langkah kerja:
- Amati gambar-gambar situasi sosial yang diberikan.
- Identifikasi mana yang menunjukkan sikap toleransi/kerukunan dan mana yang tidak.
- Gunting gambar-gambar tersebut dan tempelkan pada kolom yang sesuai di tabel.
- Tuliskan alasan mengapa gambar tersebut termasuk toleran/tidak toleran.
- Diskusikan hasil pekerjaanmu dengan teman sekelompok.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian pahami tentang kata 'toleransi'?
- Pernahkah kalian melihat atau mengalami perbedaan pendapat dengan teman?
- Bagaimana cara kalian menyelesaikan perbedaan tersebut?
- Menurut kalian, mengapa kita harus hidup rukun?
Formatif (proses): Penilaian observasi terhadap partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kemampuan menganalisis studi kasus, dan kolaborasi dalam proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian produk proyek 'Kampanye Toleransi dan Kerukunan' dan presentasinya, serta tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan dalil.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian toleransi dan kerukunan dalam Islam dengan tepat. | Pengertian toleransi dan kerukunan. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Mengidentifikasi contoh-contoh sikap toleransi dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari. | Contoh sikap toleransi dan kerukunan. | 4 JP | kewargaan |
| 3 | Menganalisis pentingnya toleransi dan kerukunan untuk menciptakan kedamaian. | Pentingnya toleransi untuk kedamaian. | 4 JP | kewargaan |
| 4 | Menunjukkan dalil-dalil naqli tentang toleransi dan kerukunan. | Dalil naqli toleransi dan kerukunan. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menerapkan ajaran Al-Qur'an dan Hadis tentang toleransi dan kerukunan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. |
| 2. Cinta Ilmu | Mencari tahu lebih banyak tentang berbagai budaya dan keyakinan untuk memperkaya pemahaman akan pentingnya toleransi. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan sekolah maupun rumah sebagai wujud kerukunan bersama masyarakat sekitar. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menghargai perbedaan pendapat dan latar belakang teman serta membantu sesama tanpa memandang suku atau agama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Berpartisipasi aktif dalam menciptakan kerukunan di lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai bentuk cinta tanah air. |
Toleransi dan kerukunan adalah dua nilai fundamental dalam ajaran Islam yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Allah SWT menciptakan manusia dengan beragam suku, bangsa, dan keyakinan agar saling mengenal dan memahami. Dengan toleransi, kita menghargai perbedaan. Dengan kerukunan, kita hidup damai berdampingan. Mari kita pelajari lebih dalam bagaimana Islam mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang toleran dan rukun.
1. Pengertian Toleransi dalam Islam
Toleransi dalam Islam disebut juga tasamuh (تسامح), yang berarti sikap lapang dada, berlapang hati, dan menghargai perbedaan. Ini mencakup perbedaan pendapat, keyakinan, suku, budaya, dan latar belakang lainnya. Islam mengajarkan untuk tidak memaksakan kehendak dan menghormati pilihan orang lain, selama tidak melanggar syariat. Toleransi bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan menghargai hak-hak orang lain untuk berkeyakinan dan beribadah sesuai ajarannya. Sikap tasamuh ini adalah cerminan dari akhlak mulia seorang muslim.
2. Pengertian Kerukunan dalam Islam
Kerukunan adalah kondisi hidup damai, harmonis, dan tanpa perselisihan di antara sesama manusia. Dalam Islam, kerukunan sangat ditekankan karena merupakan fondasi masyarakat yang kuat dan sejahtera. Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 103, 'وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ' (Ważkurū ni'matallāhi 'alaikum iż kuntum a'dā'an fa'allafa baina qulūbikum fa'aṣbaḥtum bini'matihī ikhwānā), artinya 'Ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara.' Ini menunjukkan pentingnya persatuan dan kerukunan.
3. Pentingnya Toleransi dan Kerukunan
Toleransi dan kerukunan sangat penting karena beberapa alasan. Pertama, menciptakan kedamaian dan ketenteraman dalam masyarakat, mengurangi konflik dan perpecahan. Kedua, mempererat tali persaudaraan antar sesama, baik sesama muslim maupun dengan pemeluk agama lain. Ketiga, mencerminkan ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam), menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai dan menghargai kehidupan. Keempat, membangun masyarakat yang adil dan beradab, di mana setiap individu merasa dihormati dan memiliki hak yang sama.
4. Dalil-Dalil tentang Toleransi dan Kerukunan
Banyak dalil dalam Al-Qur'an dan Hadis yang menjelaskan tentang toleransi dan kerukunan. Salah satunya adalah QS. Al-Kafirun ayat 6: 'لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ' (Lakum dīnukum wa liya dīn), artinya 'Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.' Ayat ini menegaskan batas toleransi dalam beragama. Dalam Hadis, Rasulullah SAW bersabda, 'Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.' (HR. Tirmidzi). Akhlak yang baik tentu mencakup sikap toleran dan rukun terhadap sesama. Dalil-dalil ini menjadi landasan bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga keharmonisan sosial.
5. Penerapan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan
Menerapkan toleransi dan kerukunan bisa dimulai dari hal-hal kecil. Contohnya, menghargai pendapat teman meskipun berbeda, tidak mengganggu teman yang sedang beribadah, membantu tetangga tanpa memandang suku atau agama, dan tidak menyebarkan kebencian. Di sekolah, kita bisa bekerja sama dalam kelompok dengan semua teman, menghormati guru, dan tidak mengejek perbedaan fisik. Di masyarakat, kita berpartisipasi dalam kegiatan sosial bersama, menjaga kebersihan lingkungan, dan menjenguk tetangga yang sakit. Praktik-praktik ini akan membuat hidup lebih indah dan damai.
Rangkuman: Toleransi (tasamuh) adalah sikap menghargai perbedaan, sedangkan kerukunan adalah kondisi hidup damai tanpa perselisihan. Keduanya merupakan ajaran penting dalam Islam yang berlandaskan dalil Al-Qur'an dan Hadis. Menerapkan toleransi dan kerukunan sangat krusial untuk menciptakan kedamaian, mempererat persaudaraan, dan menunjukkan keindahan Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin. Praktik ini dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Tasamuh | Sikap toleransi, lapang dada, menghargai perbedaan. |
| Kerukunan | Kondisi hidup damai, harmonis, tanpa perselisihan. |
| Dalil Naqli | Dalil yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. |
| Rahmatan lil 'alamin | Rahmat bagi seluruh alam, sifat ajaran Islam. |
| Akhlak Mulia | Perilaku terpuji sesuai ajaran Islam. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Toleransi dan Kerukunan" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Iman kepada Hari AkhirModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKisah Nabi MuhammadModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZakat dan InfakModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
Iman kepada Hari Akhir serta Qada dan QadarModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerilaku Toleran dan SimpatiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisZakat, Infak, dan SedekahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKisah Nabi Muhammad saw. dan Para SahabatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Agama Islam di kelas lain
Indahnya Saling Menghormati (Sikap Toleransi / Tasamuh)Pendidikan Agama Islam Kelas VI SDAllah swt maha segalanyaPendidikan Agama Islam Kelas VI SDasmaul husnaPendidikan Agama Islam Kelas VI SDAsmaul HUsna Al WaliyPendidikan Agama Islam Kelas VI SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas VI →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Toleransi dan Kerukunan ini gratis?
Ya. Modul Toleransi dan Kerukunan untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Toleransi dan Kerukunan ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase C untuk kelas VI SD.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Toleransi dan Kerukunan untuk Pendidikan Agama Islam kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Toleransi dan Kerukunan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas VI SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 6 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Toleransi dan Kerukunan pada Pendidikan Agama Islam SD, Fase C, elemen Akhlak Pribadi dan Sosial.
Bisakah modul Toleransi dan Kerukunan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Toleransi dan Kerukunan dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.