Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Kristen Kelas VI
Aku Pribadi Yang Istimewa
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Kristen SD kelas VI materi Aku Pribadi Yang Istimewa lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025). Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Aku Pribadi Yang Istimewa yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas VI lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Aku Pribadi Yang Istimewa |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan praktik reflektif |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami bahwa Tuhan adalah pencipta alam semesta dan segala isinya, termasuk manusia.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025) |
| Elemen / Domain | Manusia dan Nilai-nilai Kristiani |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami bahwa dirinya diciptakan Tuhan sebagai pribadi yang istimewa, unik, dan berharga, serta memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi diri dan menghargai keberagaman orang lain sebagai wujud kasih kepada Tuhan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Setiap manusia memiliki ciri fisik, bakat, dan karakter yang berbeda-beda, seperti kemampuan melukis, bermain musik, atau berenang di laut. |
| Konseptual | Konsep dasar 'Aku Pribadi yang Istimewa' adalah bahwa setiap individu diciptakan Tuhan dengan keunikan dan potensi yang menjadikannya berharga di mata Tuhan dan sesama. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah untuk mengidentifikasi keunikan diri, mengembangkan potensi, dan menghargai keistimewaan orang lain melalui kegiatan refleksi dan kolaborasi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang keistimewaan diri dapat memengaruhi cara mereka memandang diri sendiri dan orang lain, serta pentingnya bersyukur atas karunia Tuhan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi ciri-ciri fisik dan non-fisik yang membuat diri istimewa sebagai ciptaan Tuhan.
- Menjelaskan makna 'Aku Pribadi yang Istimewa' berdasarkan ajaran Alkitab.
- Menganalisis potensi dan bakat diri sebagai anugerah Tuhan.
- Merancang kegiatan sederhana untuk mengembangkan potensi diri.
- Menunjukkan sikap menghargai keistimewaan orang lain di sekitar.
- Membuat karya sederhana yang menggambarkan keistimewaan diri dan orang lain.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa setiap individu adalah ciptaan Tuhan yang istimewa dengan potensi unik, akan menumbuhkan rasa syukur, percaya diri, dan kemampuan menghargai keberagaman sesama.
Pertanyaan pemantik: "Jika setiap orang memiliki sidik jari yang berbeda, menurutmu, apa lagi yang membuat kamu berbeda dan istimewa dari teman-temanmu?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan praktik reflektif |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menceritakan pengalaman pribadi tentang keistimewaan diri dan orang lain secara lisan dan tulisan. Seni Budaya dan Prakarya: Menggambar atau membuat kolase yang menggambarkan keunikan diri dan teman. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Mengenali potensi fisik dan menjaga kesehatan tubuh sebagai anugerah Tuhan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung pengembangan bakat anak di rumah dan menceritakan kisah-kisah Alkitab tentang keunikan manusia. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan poster-poster motivasi tentang keunikan diri, serta memanfaatkan lingkungan sekitar pantai untuk inspirasi gambar atau cerita. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek tentang kisah-kisah Alkitab atau tokoh inspiratif yang mengembangkan potensi diri, serta penggunaan aplikasi menggambar sederhana jika memungkinkan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri fisik dan non-fisik yang membuat diri istimewa sebagai ciptaan Tuhan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dengan salam dan doa pembuka, dilanjutkan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali ciptaan Tuhan, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami keistimewaan diri. Pertanyaan pemantik: 'Apa yang kamu rasakan ketika melihat dirimu di cermin? Adakah sesuatu yang membuatmu merasa berbeda dari orang lain?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu mengobservasi diri sendiri dan teman sebaya, mencatat ciri-ciri fisik (rambut, mata, warna kulit, tinggi badan) dan non-fisik (sifat, hobi, bakat) yang beragam. Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana semua perbedaan itu adalah bagian dari rancangan Tuhan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik bekerja dalam kelompok kecil, saling berbagi tentang keunikan yang mereka temukan pada diri sendiri dan teman kelompok. Setiap kelompok membuat daftar 'Keistimewaan Kami' yang berisi beberapa poin unik dari anggota kelompoknya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan daftar 'Keistimewaan Kami'. Guru memberikan umpan balik dan penguatan bahwa setiap perbedaan adalah anugerah. Guru menyimpulkan bahwa setiap orang istimewa di mata Tuhan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama tentang keunikan diri sebagai ciptaan Tuhan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memotivasi untuk terus bersyukur. Diakhiri dengan doa penutup dan senyum. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis potensi dan bakat diri sebagai anugerah Tuhan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, doa, dan presensi. Mengulas singkat materi sebelumnya tentang keunikan diri. Guru menyampaikan bahwa hari ini akan menggali potensi diri. Pertanyaan pemantik: 'Adakah hal yang kamu suka lakukan dan merasa jago melakukannya?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik membaca dan memahami cerita Alkitab tentang talenta (Matius 25:14-30) atau kisah Daud yang pemberani. Guru memandu diskusi tentang bagaimana Tuhan memberikan talenta atau kemampuan berbeda kepada setiap orang. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu mengisi lembar kerja 'Peta Potensi Diriku' yang berisi kolom untuk menuliskan bakat, hobi, dan hal-hal yang mereka kuasai. Mereka juga diminta menuliskan cara sederhana untuk mengembangkan potensi tersebut, misalnya 'Saya suka menggambar, saya akan berlatih menggambar pemandangan pantai setiap sore'. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa peserta didik berbagi 'Peta Potensi Diriku' di depan kelas. Guru memberikan penguatan bahwa setiap potensi adalah karunia Tuhan yang harus dikembangkan. Guru juga menekankan bahwa mengembangkan potensi adalah bentuk syukur. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya mengenali dan mengembangkan potensi. Guru memberikan motivasi dan apresiasi. Peserta didik diajak untuk terus berani mencoba hal baru. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Membuat karya sederhana yang menggambarkan keistimewaan diri dan orang lain. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, doa, dan presensi. Guru mengingatkan kembali materi keistimewaan diri dan potensi. Guru menyampaikan bahwa hari ini akan membuat karya untuk menunjukkan keistimewaan. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita menunjukkan bahwa kita menghargai keistimewaan orang lain?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menjelaskan konsep 'Pohon Keistimewaan' atau 'Kolase Diriku dan Temanku' sebagai proyek akhir. Peserta didik memahami bahwa proyek ini akan menggabungkan pemahaman mereka tentang keistimewaan diri dan orang lain. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat 'Pohon Keistimewaan' (gambar pohon dengan daun-daun berisi keistimewaan diri dan teman) atau 'Kolase Diriku dan Temanku' (menggunakan gambar/tulisan tentang keistimewaan diri dan teman). Mereka bisa menggambar pemandangan pantai atau aktivitas mereka di sana sebagai latar belakang. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik mempresentasikan karya mereka di depan kelas, menjelaskan keistimewaan yang mereka gambarkan. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengajak seluruh kelas untuk saling mengapresiasi keistimewaan teman-teman. Guru menegaskan bahwa menghargai keistimewaan orang lain adalah wujud kasih. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan seluruh materi 'Aku Pribadi yang Istimewa' dan pentingnya saling menghargai. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras. Guru mendorong untuk terus menjadi pribadi yang bersyukur dan peduli. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menuliskan keunikan serta potensi diri sebagai anugerah Tuhan.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil, pensil warna/spidol
Langkah kerja:
- Tulis namamu di bagian atas lembar kerja.
- Gambarkan dirimu di tengah-tengah kertas.
- Di sisi kiri gambar, tuliskan 3-5 ciri fisik yang kamu miliki dan kamu syukuri.
- Di sisi kanan gambar, tuliskan 3-5 sifat baik atau hobi/bakat yang kamu miliki.
- Warnai gambarmu agar terlihat menarik.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang membuatmu merasa berbeda dari temanmu?
- Apakah kamu punya bakat atau hobi yang kamu banggakan?
- Menurutmu, apakah semua orang itu sama pentingnya di mata Tuhan?
- Apa yang kamu tahu tentang ciptaan Tuhan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan pengerjaan LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian karya 'Pohon Keistimewaan' atau 'Kolase Diriku dan Temanku' dan presentasi hasil.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri fisik dan non-fisik yang membuat diri istimewa | Ciri-ciri keistimewaan diri | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menganalisis potensi dan bakat diri sebagai anugerah Tuhan | Potensi dan bakat diri | 2 JP | kreativitas |
| 3 | Membuat karya sederhana yang menggambarkan keistimewaan diri dan orang lain | Menghargai keistimewaan diri dan orang lain | 2 JP | kolaborasi |
Setiap manusia adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa. Sejak kita lahir, Tuhan telah memberikan banyak hal istimewa dalam diri kita. Mulai dari bentuk tubuh, wajah, sampai bakat dan sifat yang kita miliki, semuanya berbeda satu sama lain. Mari kita belajar untuk mengenali dan mensyukuri keistimewaan yang Tuhan berikan kepada kita.
1. Aku Unik, Aku Istimewa
Tuhan menciptakan setiap manusia dengan keunikan masing-masing. Tidak ada dua orang yang benar-benar sama, bahkan anak kembar pun memiliki perbedaan. Kita bisa melihat perbedaan ini dari ciri-ciri fisik seperti warna kulit, bentuk rambut, tinggi badan, atau bahkan suara. Selain itu, ada juga perbedaan non-fisik seperti sifat, hobi, dan cara berpikir. Semua perbedaan ini adalah bukti bahwa Tuhan menciptakan kita sebagai pribadi yang istimewa dan tidak ada duanya. Contohnya, ada yang suka berenang di laut, ada yang pandai bercerita, ada yang suka menggambar pemandangan.
2. Keistimewaan dalam Alkitab
Alkitab mengajarkan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:27). Ini berarti kita memiliki nilai yang sangat tinggi dan berharga di mata Tuhan. Mazmur 139:14 mengatakan, 'Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib.' Ayat ini menegaskan bahwa kita dibuat secara luar biasa oleh Tuhan. Setiap bagian dari diri kita, baik kelebihan maupun kekurangan, adalah bagian dari rencana Tuhan yang sempurna. Kita diajak untuk melihat diri kita sebagaimana Tuhan melihat kita, yaitu berharga dan istimewa.
3. Mengenali Potensi dan Bakat
Selain keunikan fisik dan sifat, Tuhan juga menganugerahkan setiap orang dengan potensi dan bakat. Potensi adalah kemampuan yang tersembunyi dalam diri kita dan bisa dikembangkan. Bakat adalah kemampuan alami yang sudah kita miliki sejak lahir. Contohnya, ada yang berbakat dalam bidang musik, olahraga, menggambar, berbicara di depan umum, atau menolong orang lain. Mengenali potensi dan bakat diri adalah langkah awal untuk mengembangkannya. Misalnya, jika kamu suka menggambar, itu adalah bakatmu.
4. Mengembangkan Potensi Diri
Potensi dan bakat yang Tuhan berikan tidak boleh disimpan saja, tetapi harus dikembangkan. Cara mengembangkannya adalah dengan terus berlatih, belajar, dan mencoba hal-hal baru. Misalnya, jika kamu punya bakat menyanyi, kamu bisa ikut les vokal atau bernyanyi di gereja. Jika kamu pandai berenang, kamu bisa berlatih lebih giat. Mengembangkan potensi adalah bentuk syukur kita kepada Tuhan atas anugerah-Nya. Semakin kita mengembangkan potensi, semakin kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.
5. Menghargai Keistimewaan Orang Lain
Jika kita tahu bahwa kita istimewa, maka kita juga harus tahu bahwa orang lain juga istimewa. Setiap teman kita memiliki keunikan dan potensi yang berbeda. Penting bagi kita untuk menghargai setiap perbedaan ini. Kita tidak boleh mengejek atau meremehkan orang lain karena perbedaan mereka. Sebaliknya, kita harus mendukung dan mendorong mereka untuk mengembangkan potensi mereka. Dengan saling menghargai, kita menciptakan lingkungan yang penuh kasih dan damai, seperti yang diajarkan Yesus Kristus untuk saling mengasihi.
6. Bersyukur atas Keistimewaan
Sikap yang paling penting setelah memahami bahwa kita pribadi yang istimewa adalah bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur berarti mengakui bahwa semua yang kita miliki, baik fisik, bakat, maupun sifat baik, adalah pemberian Tuhan. Kita bisa bersyukur dengan mengucapkan terima kasih dalam doa, menggunakan bakat kita untuk kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama, serta menjaga tubuh dan pikiran kita. Bersyukur membuat hati kita damai dan bahagia.
Rangkuman: Setiap kita adalah pribadi yang istimewa, unik, dan berharga di mata Tuhan. Keistimewaan ini meliputi ciri fisik, sifat, potensi, dan bakat yang berbeda-beda. Kita harus mengenali, mengembangkan, dan mensyukuri anugerah ini sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan. Selain itu, penting juga untuk menghargai keistimewaan orang lain agar tercipta kebersamaan yang harmonis.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Istimewa | Memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dan berharga. |
| Unik | Tidak ada duanya, sangat khas. |
| Potensi | Kemampuan tersembunyi yang dapat dikembangkan. |
| Bakat | Kemampuan alami yang dimiliki sejak lahir. |
| Bersyukur | Mengucapkan terima kasih dan mengakui kebaikan Tuhan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Aku Pribadi Yang Istimewa" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap
Ibadah yang SejatiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopGereja dan PelayanannyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHidup BerpengharapanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTokoh Iman Perjanjian BaruModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap
Melayani MasyarakatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMenjadi Terang dan Garam DuniaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPersiapan Remaja KristenModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri Pendidikan Agama Kristen di kelas lain
Allah Berkarya di Tengah - Tengah MasyarakatPendidikan Agama Kristen Kelas VI SDAllah Sumber, KekuatankuPendidikan Agama Kristen Kelas VI SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen Kelas VI →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen Aku Pribadi Yang Istimewa ini gratis?
Ya. Modul Aku Pribadi Yang Istimewa untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Aku Pribadi Yang Istimewa ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025), pada Fase C untuk kelas VI SD.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Aku Pribadi Yang Istimewa untuk Pendidikan Agama Kristen kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Aku Pribadi Yang Istimewa ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Aku Pribadi Yang Istimewa dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Kristen kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.