Modul Ajar & RPP Antropologi Kelas XII
Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Antropologi |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep budaya dan masyarakat Indonesia dari jenjang sebelumnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kewargaan — elemen: Memahami peran dan fungsi institusi masyarakat
Peserta didik menganalisis peran lembaga adat dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman budaya, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya institusi sosial. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik mengevaluasi berbagai pandangan tentang konflik dan integrasi, mengidentifikasi bias dan asumsi yang mendasari setiap argumen untuk mencapai kesimpulan yang logis. - kolaborasi — elemen: Membangun tim dan mengelola kerja sama untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang solusi integrasi budaya di lingkungan lokal, membangun komunikasi efektif dan pembagian tugas yang adil.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menganalisis dan mengevaluasi keragaman dan dinamika budaya |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis secara kritis berbagai bentuk keberagaman budaya di Indonesia, serta mengevaluasi upaya-upaya integrasi nasional dan tantangannya dalam konteks global. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas fakta-fakta keberagaman suku, bahasa, agama, dan adat istiadat di Indonesia, serta berbagai kasus konflik dan upaya integrasi di masyarakat. |
| Konseptual | Konsep inti meliputi pluralisme, multikulturalisme, asimilasi, akulturasi, integrasi nasional, dan faktor-faktor pendorong serta penghambatnya. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar tahapan menganalisis masalah keberagaman budaya, merumuskan solusi, dan menyusun strategi integrasi sosial yang efektif. |
| Metakognitif | Peserta didik diharapkan menyadari bagaimana pemahaman tentang keberagaman budaya dan integrasi nasional dapat membentuk pola pikir inklusif dan toleran dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk keberagaman budaya di Indonesia dengan tepat dan memberikan minimal tiga contoh.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis faktor-faktor penyebab konflik sosial yang bersumber dari keberagaman budaya dengan argumen yang logis.
- Dengan studi literatur, peserta didik dapat menjelaskan konsep-konsep dasar integrasi nasional seperti asimilasi, akulturasi, dan pluralisme secara runtut.
- Melalui presentasi hasil analisis, peserta didik dapat mengevaluasi berbagai upaya pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan integrasi nasional dengan kriteria yang jelas.
- Dengan kerja kelompok, peserta didik dapat merancang strategi sederhana untuk memperkuat integrasi budaya di lingkungan lokal dengan mempertimbangkan kearifan lokal.
Pemahaman bermakna: Keberagaman budaya merupakan anugerah sekaligus tantangan yang memerlukan upaya integrasi berkelanjutan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana keberagaman budaya di sekitarmu dapat menjadi kekuatan atau justru memicu konflik, dan bagaimana kita dapat menjadikannya sebagai perekat bangsa?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sosiologi: Menganalisis struktur sosial, stratifikasi, dan mobilitas sosial yang memengaruhi keberagaman dan integrasi. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Membahas nilai-nilai Pancasila sebagai dasar integrasi nasional dan hak serta kewajiban warga negara dalam menjaga persatuan. Sejarah: Mempelajari sejarah pembentukan bangsa Indonesia dengan berbagai latar belakang budaya dan perjuangan dalam mempertahankan integrasi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berpartisipasi dengan menceritakan pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan budaya lain atau menunjukkan praktik integrasi di lingkungan tempat tinggal. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok yang fleksibel dan presentasi, serta memanfaatkan area sekolah untuk observasi keberagaman budaya yang ada. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan internet untuk riset studi kasus konflik dan integrasi, serta membuat presentasi digital atau infografis tentang strategi integrasi budaya. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk keberagaman budaya di Indonesia dengan tepat dan memberikan minimal tiga contoh. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Budaya: Guru menampilkan gambar-gambar objek atau aktivitas budaya khas Indonesia, peserta didik menebak asalnya dan menyebutkan minimal dua ciri khasnya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis faktor-faktor penyebab konflik sosial yang bersumber dari keberagaman budaya dengan argumen yang logis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Keberagaman: Guru memulai dengan satu kata (misalnya 'budaya'), peserta didik bergantian menyebutkan kata lain yang berhubungan dengan keberagaman budaya secara berantai, tidak boleh mengulang.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu akan mengidentifikasi bentuk-bentuk keberagaman budaya dan menganalisis potensi masalahnya.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Indonesia, dengan ribuan pulau dan ratusan suku bangsa, adalah mozaik keberagaman budaya yang menakjubkan. Keberagaman ini, ibarat dua sisi mata uang, dapat menjadi kekayaan yang tak ternilai sekaligus potensi tantangan jika tidak dikelola dengan bijak.
Alat & bahan: kertas, pensil, spidol warna, studi kasus tercetak
Langkah kerja:
- Lengkapi asal daerah setiap rumah adat pada tabel berikut.
Gambar 1. Tabel - Amati kartu budaya 1 yang disajikan oleh gurumu, lalu diskusikan dalam kelompokmu, budaya apa saja yang terlihat?
- Bacalah studi kasus 'Desa Harmoni dalam Perbedaan' yang diberikan oleh gurumu, lalu identifikasi minimal 3 bentuk keberagaman budaya yang ada dalam studi kasus tersebut dan catatlah di tabel.
- Diskusikan dalam kelompokmu, potensi masalah apa yang dapat muncul dari keberagaman tersebut jika tidak dikelola dengan baik, dan catatlah di tabel.
- Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas dan dengarkan umpan balik dari kelompok lain.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan tiga suku bangsa yang kamu ketahui di Indonesia!
- Menurutmu, apa itu 'budaya'?
- Pernahkah kamu melihat atau mendengar tentang konflik antar kelompok masyarakat? Apa penyebabnya?
- Apa yang kamu pahami tentang 'persatuan' di Indonesia?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan analisis pada LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil rancangan strategi integrasi budaya yang dibuat oleh kelompok, meliputi kejelasan konsep, relevansi, dan kreativitas.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi bentuk-bentuk keberagaman budaya di Indonesia. | Bentuk-bentuk keberagaman budaya. | 2 JP | kewargaan, penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis faktor-faktor penyebab konflik sosial yang bersumber dari keberagaman budaya. | Faktor penyebab konflik sosial. | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Merancang strategi sederhana untuk memperkuat integrasi budaya di lingkungan lokal. | Strategi integrasi budaya. | 2 JP | kewargaan, kolaborasi, penalaran kritis |
Indonesia, dengan ribuan pulau dan ratusan suku bangsa, adalah mozaik keberagaman budaya yang menakjubkan. Keberagaman ini, ibarat dua sisi mata uang, dapat menjadi kekayaan yang tak ternilai sekaligus potensi tantangan jika tidak dikelola dengan bijak. Memahami dan mengelola keberagaman adalah kunci untuk mewujudkan integrasi nasional yang kokoh.
1. Bentuk-bentuk Keberagaman Budaya di Indonesia
Keberagaman budaya di Indonesia meliputi berbagai aspek seperti suku bangsa, bahasa daerah, agama dan kepercayaan, adat istiadat, kesenian, dan sistem kekerabatan. Setiap suku memiliki identitas budaya yang unik, mulai dari pakaian adat, rumah tradisional, hingga upacara-upacara khusus. Bahasa daerah yang berjumlah ratusan menjadi cerminan kekayaan linguistik. Agama-agama besar diakui dan dianut oleh masyarakat, hidup berdampingan dengan kepercayaan lokal. Keberagaman ini bukan hanya sekadar perbedaan, melainkan juga warisan leluhur yang membentuk karakter bangsa.
2. Faktor Pendorong dan Penghambat Integrasi Nasional
Integrasi nasional adalah proses penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya menjadi satu kesatuan wilayah dan identitas nasional. Faktor pendorong integrasi meliputi ideologi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, serta semangat gotong royong. Namun, terdapat pula faktor penghambat seperti etnosentrisme (anggapan bahwa budayanya paling unggul), primordialisme (kesetiaan berlebihan terhadap kelompok asal), diskriminasi, serta kesenjangan ekonomi dan sosial yang dapat memicu konflik antar kelompok.
3. Konsep-konsep Dasar Integrasi Budaya
Dalam upaya integrasi budaya, dikenal beberapa konsep penting. Asimilasi adalah pembauran dua budaya atau lebih sehingga menciptakan budaya baru dan menghilangkan ciri khas budaya lama. Akulturasi adalah perpaduan dua budaya tanpa menghilangkan ciri khas budaya asli, sehingga menghasilkan budaya baru yang unik. Sedangkan pluralisme dan multikulturalisme mengakui dan menghargai keberadaan berbagai budaya secara berdampingan tanpa harus melebur. Pilihan konsep ini sangat bergantung pada konteks dan tujuan integrasi yang ingin dicapai.
4. Peran Lembaga Sosial dalam Integrasi
Lembaga-lembaga sosial seperti keluarga, lembaga pendidikan, lembaga adat, lembaga agama, dan pemerintah memiliki peran krusial dalam menjaga dan memperkuat integrasi nasional. Keluarga menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini. Sekolah mengajarkan pendidikan multikultural. Lembaga adat menjadi penjaga kearifan lokal yang dapat meredam konflik. Lembaga agama mendorong kerukunan antarumat beragama. Pemerintah melalui kebijakan-kebijakannya berperan sebagai fasilitator dan regulator untuk menciptakan keadilan sosial bagi semua kelompok.
5. Tantangan dan Solusi Integrasi di Era Globalisasi
Era globalisasi membawa tantangan baru bagi integrasi nasional, seperti masuknya budaya asing yang dapat mengikis nilai-nilai lokal, penyebaran informasi hoaks yang memicu perpecahan, serta munculnya identitas transnasional. Solusinya adalah dengan memperkuat literasi budaya dan digital, mempromosikan kearifan lokal melalui media modern, meningkatkan dialog antarbudaya, serta membangun ketahanan masyarakat terhadap ideologi yang memecah belah. Pendidikan multikultural menjadi sangat relevan untuk membekali generasi muda menghadapi tantangan ini.
Rangkuman: Keberagaman budaya Indonesia adalah aset berharga yang memerlukan pengelolaan bijak. Integrasi nasional adalah proses penting untuk menyatukan perbedaan, didorong oleh Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Tantangan seperti etnosentrisme dan globalisasi harus dihadapi dengan penguatan nilai-nilai toleransi, kearifan lokal, dan peran aktif lembaga sosial. Memahami konsep asimilasi, akulturasi, dan pluralisme membantu merumuskan strategi integrasi yang efektif dan berkelanjutan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pluralisme | Sistem sosial yang mengakui keberadaan berbagai kelompok yang berbeda dalam masyarakat. |
| Multikulturalisme | Pandangan yang mengakui dan menghargai perbedaan budaya dalam suatu masyarakat. |
| Asimilasi | Proses pembauran dua kebudayaan atau lebih sehingga menciptakan kebudayaan baru dan menghilangkan ciri khas kebudayaan asli. |
| Akulturasi | Proses perpaduan dua kebudayaan tanpa menghilangkan ciri khas kebudayaan asli. |
| Etnosentrisme | Sikap atau pandangan yang menganggap budaya sendiri lebih baik atau unggul daripada budaya lain. |
| Primordialisme | Kesetiaan berlebihan terhadap kelompok asal, seperti suku, agama, atau daerah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional" mata pelajaran Antropologi Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Antropologi Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 materi · siap dibuatkan
Antropologi Sosial dan Antropologi BudayaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKebudayaanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSistem Sosial dan Nilai BudayaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 dari 3 siap unduh
Organisasi Sosial: Keluarga dan KekerabatanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerubahan dan Kontinuitas KebudayaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri Antropologi di kelas lain
EtnografiAntropologi Kelas XI SMAKonsep Dasar AntropologiAntropologi Kelas X SMALihat semua Modul Ajar Antropologi Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Antropologi kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional pada Antropologi SMA, Fase F, elemen Menganalisis dan mengevaluasi keragaman dan dinamika budaya.
Modul Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Antropologi kelas XII SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Antropologi materi Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional ini gratis?
Ya. Modul Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional untuk kelas XII SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Antropologi kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Antropologi kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional dapat Anda sesuaikan dengan murid Antropologi kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Antropologi kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional untuk Antropologi kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Antropologi kelas XII SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Antropologi kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Antropologi ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Keberagaman Budaya dan Integrasi Nasional yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Antropologi MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.