Modul Ajar & RPP Kimia Kelas X
Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Kimia |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang dampak pencemaran lingkungan dan konsep daur ulang. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis data dan informasi tentang masalah lingkungan untuk mengidentifikasi solusi kimia hijau. - kewargaan — elemen: Berkontribusi pada lingkungan sosial
Peserta didik merancang solusi kimia hijau yang berdampak positif pada lingkungan dan masyarakat sekitar. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek dan mempresentasikan hasil temuan mereka.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Pemahaman Kimia |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan prinsip-prinsip kimia hijau serta perannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan 2030, melalui analisis kasus dan perancangan solusi sederhana. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pabrik kimia di sekitar kita sering menghasilkan limbah berbahaya yang mencemari lingkungan. |
| Konseptual | Kimia hijau adalah pendekatan dalam kimia yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam menerapkan prinsip kimia hijau untuk merancang proses atau produk yang lebih ramah lingkungan. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya berpikir kritis dan kreatif dalam mencari solusi kimia yang berkelanjutan untuk masa depan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan pengertian kimia hijau dan pentingnya dalam pembangunan berkelanjutan 2030 dengan tepat.
- Melalui analisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga prinsip kimia hijau yang relevan dengan permasalahan lingkungan yang diberikan secara akurat.
- Dengan melakukan eksperimen sederhana, peserta didik dapat menerapkan prinsip kimia hijau dalam merancang produk ramah lingkungan dengan bimbingan guru secara cermat.
- Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mempresentasikan hasil rancangan produk kimia hijau mereka dan menjelaskan dampaknya terhadap lingkungan secara runtut.
Pemahaman bermakna: Kimia hijau bukan hanya konsep teoretis, tetapi merupakan filosofi yang memandu praktik kimia untuk menciptakan produk dan proses yang aman, efisien, dan berkelanjutan, demi masa depan bumi dan kesejahteraan manusia.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita sebagai ahli kimia muda dapat berkontribusi untuk mengurangi sampah dan polusi di bumi ini?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Biologi: Kaitan dengan dampak polutan terhadap ekosistem dan penggunaan bahan hayati dalam produk kimia hijau. Fisika: Kaitan dengan prinsip efisiensi energi dalam proses kimia dan penggunaan energi terbarukan. Ekonomi: Kaitan dengan keberlanjutan ekonomi dari produk ramah lingkungan dan biaya produksi yang efisien. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak berpartisipasi dalam menyediakan bahan-bahan alami atau mendaur ulang limbah rumah tangga untuk mendukung proyek kimia hijau peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang laboratorium yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan serta akses ke area terbuka untuk pengamatan lingkungan akan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan inspiratif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform belajar daring untuk berbagi sumber daya, video tutorial, dan mempresentasikan hasil proyek secara digital akan memperkaya pengalaman belajar. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan pengertian kimia hijau dan pentingnya dalam pembangunan berkelanjutan 2030 dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Lingkungan: Guru menampilkan gambar-gambar masalah lingkungan, peserta didik menebak dan menyebutkan dampaknya. Ini mengaitkan isu lingkungan dengan materi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui analisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga prinsip kimia hijau yang relevan dengan permasalahan lingkungan yang diberikan secara akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Rantai Kata Kimia: Peserta didik secara bergiliran menyebutkan kata terkait kimia hijau, dimulai dari huruf terakhir kata sebelumnya. Ini melatih fokus dan mengingat istilah.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat merancang dan membuat produk pembersih ramah lingkungan dengan menerapkan prinsip kimia hijau.
Alat & bahan: Botol semprot, wadah pencampur, sendok takar, gelas ukur, kertas label, kulit jeruk, cuka putih, air, baking soda
Langkah kerja:
- Lengkapi peta konsep prinsip kimia hijau berikut, lalu tuliskan satu contoh penerapan setiap prinsip di sekitarmu.
Gambar 1. Peta pikiran - Diskusikan dalam kelompok, masalah lingkungan apa yang ingin kalian atasi dengan produk pembersih ini?
- Rencanakan komposisi produk pembersih lantai alami kalian. Bahan apa saja yang akan digunakan dan berapa takarannya? Diskusikan prinsip kimia hijau apa yang diterapkan.
- Campurkan bahan-bahan yang sudah ditentukan dalam wadah pencampur. Pastikan semua bahan tercampur sempurna.
- Tuangkan larutan pembersih ke dalam botol semprot. Beri label pada botol dengan nama produk dan bahan-bahan yang digunakan.
- Ujilah produk pembersih yang telah kalian buat di area yang kotor. Amati efektivitasnya dan catat hasil pengamatan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang pencemaran lingkungan?
- Sebutkan tiga contoh bahan kimia yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari!
- Menurut Anda, apakah ada alternatif bahan kimia yang lebih aman untuk lingkungan?
- Apa yang dimaksud dengan 'berkelanjutan' dalam konteks lingkungan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, analisis studi kasus, dan proses perancangan proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi proyek produk kimia hijau dan laporan tertulis yang mencakup penerapan prinsip kimia hijau.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian kimia hijau dan pentingnya dalam pembangunan berkelanjutan 2030. | Pengertian dan Pentingnya Kimia Hijau | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi prinsip kimia hijau yang relevan dengan permasalahan lingkungan. | Prinsip Kimia Hijau dalam Mendukung Upaya Pelestarian Lingkungan | 3 JP | penalaran kritis, kewargaan |
| 3 | Menerapkan prinsip kimia hijau dalam merancang produk ramah lingkungan. | Aplikasi Prinsip Kimia Hijau | 3 JP | kewargaan, kolaborasi |
Kimia Hijau adalah sebuah revolusi dalam dunia kimia yang berupaya menciptakan proses dan produk kimia yang lebih ramah lingkungan. Ini bukan hanya tentang mengurangi limbah, tetapi juga tentang mendesain ulang seluruh siklus hidup produk agar aman bagi manusia dan planet. Dengan memahami Kimia Hijau, kita dapat berkontribusi pada Pembangunan Berkelanjutan 2030, memastikan masa depan yang lebih baik untuk semua.
1. Pengertian Kimia Hijau
Kimia Hijau, atau Green Chemistry, adalah filosofi desain produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan penggunaan dan pembentukan zat berbahaya. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Paul Anastas dan John Warner pada tahun 1990-an. Tujuannya adalah untuk mencegah polusi pada sumbernya, bukan hanya membersihkan polusi setelah terjadi. Kimia hijau berfokus pada inovasi untuk menciptakan produk yang aman dan proses yang efisien, mengurangi limbah, dan menghemat sumber daya alam. Ini merupakan pendekatan proaktif untuk keberlanjutan lingkungan dan kesehatan.
2. Pentingnya Kimia Hijau
Pentingnya Kimia Hijau tidak dapat diremehkan, terutama dalam konteks Pembangunan Berkelanjutan 2030. Dengan pertumbuhan populasi dan industrialisasi, tekanan terhadap lingkungan semakin meningkat. Kimia Hijau menawarkan solusi untuk mengurangi dampak negatif industri kimia terhadap lingkungan, seperti pencemaran air, udara, dan tanah, serta dampak kesehatan pada manusia. Dengan menerapkan prinsip-prinsipnya, kita dapat menciptakan ekonomi yang lebih sirkular, mengurangi ketergantungan pada sumber daya tak terbarukan, dan meminimalkan jejak karbon. Ini adalah kunci untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan seperti air bersih dan sanitasi, energi bersih, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
3. 12 Prinsip Kimia Hijau
Kimia Hijau memiliki dua belas prinsip panduan yang dikembangkan oleh Anastas dan Warner. Prinsip-prinsip ini mencakup pencegahan limbah, ekonomi atom yang lebih baik (memaksimalkan penggabungan semua bahan ke dalam produk akhir), sintesis kimia yang kurang berbahaya, perancangan produk kimia yang lebih aman, penggunaan pelarut dan zat bantu yang lebih aman, perancangan untuk efisiensi energi, penggunaan bahan baku terbarukan, pengurangan turunan, katalisis, perancangan untuk degradasi (produk yang terurai setelah digunakan), analisis real-time untuk pencegahan polusi, dan kimia yang lebih aman secara inheren untuk mencegah kecelakaan. Setiap prinsip ini memberikan kerangka kerja untuk inovasi kimia yang berkelanjutan.
4. Contoh Aplikasi Kimia Hijau
Penerapan Kimia Hijau sudah banyak terlihat dalam berbagai industri. Misalnya, dalam pembuatan obat-obatan, para ilmuwan mengembangkan rute sintesis yang menghasilkan lebih sedikit limbah toksik. Di industri tekstil, pewarna alami atau proses pewarnaan yang menggunakan lebih sedikit air dan bahan kimia berbahaya mulai banyak digunakan. Untuk produk rumah tangga, deterjen dan pembersih kini banyak yang diformulasikan dengan bahan-bahan biodegradable dan tanpa fosfat. Bahkan, pengembangan bioplastik dari sumber terbarukan merupakan contoh nyata bagaimana Kimia Hijau berupaya mengurangi ketergantungan pada plastik berbasis minyak bumi dan mengatasi masalah limbah plastik global.
5. Kimia Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan 2030
Pembangunan Berkelanjutan 2030 adalah agenda global untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi semua. Kimia Hijau memiliki peran sentral dalam mencapai berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi) dengan mengurangi pencemaran air, SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dengan mengembangkan proses yang hemat energi, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendesain produk yang lebih aman dan berkelanjutan, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Melalui inovasi kimia hijau, kita dapat membangun masyarakat yang lebih sehat, ekonomi yang lebih kuat, dan lingkungan yang lebih lestari.
Rangkuman: Kimia Hijau adalah pendekatan inovatif untuk merancang produk dan proses kimia yang mengurangi penggunaan dan pembentukan zat berbahaya. Dengan 12 prinsipnya, Kimia Hijau penting untuk mencapai Pembangunan Berkelanjutan 2030, mengatasi masalah lingkungan seperti polusi dan limbah, serta menciptakan masa depan yang lebih aman dan lestari bagi semua. Penerapannya mencakup berbagai industri, dari farmasi hingga produk rumah tangga.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kimia Hijau | Filosofi desain produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan penggunaan dan pembentukan zat berbahaya. |
| Pembangunan Berkelanjutan | Pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. |
| Ekonomi Atom | Ukuran efisiensi reaksi kimia yang mengukur berapa banyak atom dari reaktan yang tergabung dalam produk akhir. |
| Biodegradable | Mampu terurai secara alami oleh mikroorganisme. |
| Pelarut | Zat yang melarutkan zat lain untuk membentuk larutan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030" mata pelajaran Kimia Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Kimia Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Materi setahun3 dari 3 siap unduh
Struktur Atom: Fakta di Balik MateriModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHukum Dasar Kimia di Sekitar KitaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Kimia lain yang sudah tersedia
Ikatan KimiaKimia Kelas X SMAJenis-Jenis Alat Transportasi dan KegunaannyaKimia Kelas X SMALARUTAN ASAM BASAKimia Kelas X SMASistem Periodik UnsurKimia Kelas X SMALihat semua Modul Ajar Kimia Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Kimia kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 pada Kimia SMA, Fase E, elemen Pemahaman Kimia.
Modul Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Kimia kelas X SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Kimia materi Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 ini gratis?
Ya. Modul Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Kimia kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Kimia kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 dapat Anda sesuaikan dengan murid Kimia kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Kimia kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 untuk Kimia kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Kimia kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Kimia kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Kimia ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Kimia MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.