Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas X
Bhinneka Tunggal Ika
Modul ajar (RPP) Pendidikan Pancasila SMA kelas X materi Bhinneka Tunggal Ika lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Bhinneka Tunggal Ika yang Anda cari? Materi Pendidikan Pancasila Kelas X lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Bhinneka Tunggal Ika |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) + Praktik Kolaboratif |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar tentang keberagaman di Indonesia dan pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kewargaan, kolaborasi, penalaran kritis.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Bhinneka Tunggal Ika |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menghargai keragaman suku, agama, ras, dan antargolongan, serta mampu mengidentifikasi dan memitigasi potensi konflik akibat perbedaan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Fakta bahwa Indonesia memiliki ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan agama yang berbeda adalah contoh nyata Bhinneka Tunggal Ika. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah persatuan dalam keberagaman, di mana perbedaan bukan penghalang melainkan kekayaan yang harus dijaga. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mencari solusi atas permasalahan yang timbul dari keberagaman. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman dan sikap terhadap Bhinneka Tunggal Ika memengaruhi cara mereka berinteraksi dan berkontribusi dalam masyarakat majemuk. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi makna dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Menganalisis tantangan dan peluang penerapan Bhinneka Tunggal Ika di era globalisasi.
- Merumuskan strategi kolaboratif untuk menjaga dan memperkuat persatuan dalam keberagaman di lingkungan sekolah dan masyarakat.
- Mempresentasikan hasil analisis dan rumusan strategi secara efektif dan persuasif.
Pemahaman bermakna: Memahami Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya tentang mengakui perbedaan, tetapi juga tentang aktif menjaga persatuan, menghargai setiap identitas, dan membangun harmoni sosial sebagai kekuatan bangsa.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana keberagaman di lingkungan sekitar kita dapat menjadi kekuatan atau justru memicu perpecahan?"
| Praktik Pedagogis | Problem-Based Learning (PBL) + Praktik Kolaboratif |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sosiologi: Memahami struktur masyarakat majemuk, proses sosialisasi, dan dinamika konflik serta integrasi sosial. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan, berargumentasi, dan menulis teks persuasif untuk kampanye persatuan. Seni Budaya: Mengapresiasi dan memahami keragaman bentuk seni dan budaya daerah sebagai kekayaan bangsa. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang pentingnya mengajarkan toleransi dan menghargai perbedaan di rumah, serta mendukung partisipasi anak dalam kegiatan sosial yang beragam. |
| Lingkungan Pembelajaran | Sekolah menciptakan lingkungan fisik yang bersih, nyaman, dan inklusif, serta menyediakan ruang diskusi atau pojok baca yang memfasilitasi pertukaran ide tentang keberagaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform media sosial sekolah atau kelas untuk menyebarkan pesan-pesan positif tentang persatuan dalam keberagaman, serta menggunakan aplikasi presentasi untuk merancang proyek kampanye. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi makna dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang Bhinneka Tunggal Ika, dan memantik diskusi dengan pertanyaan: 'Apa yang terlintas di benak kalian saat mendengar kata Bhinneka Tunggal Ika?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik mengamati berbagai gambar atau video yang menampilkan keberagaman budaya, agama, suku, dan adat istiadat di Indonesia, lalu berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi elemen-elemen keberagaman tersebut dan mencari tahu makna filosofis di baliknya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta pikiran (mind map) yang menghubungkan keberagaman yang diamati dengan prinsip-prinsip Bhinneka Tunggal Ika, kemudian menyajikan hasil diskusinya di depan kelas. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok, kemudian memperkuat pemahaman peserta didik tentang makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara dan prinsip persatuan, serta mengaitkannya dengan pengalaman pribadi mereka. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Bersama-sama merangkum poin-poin penting pembelajaran, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk terus menghargai perbedaan, dan menutup pertemuan dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis tantangan dan peluang penerapan Bhinneka Tunggal Ika di era globalisasi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memeriksa kehadiran, merefleksi singkat materi sebelumnya, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis tantangan dan peluang keberagaman di era modern, memantik dengan: 'Menurut kalian, apa saja tantangan terbesar bagi persatuan bangsa di tengah arus informasi global saat ini?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok, masing-masing diberikan studi kasus (artikel berita/video pendek) tentang isu-isu terkait keberagaman di Indonesia (misalnya: hoax, intoleransi, konflik sosial kecil). Mereka menganalisis akar masalah, dampak, dan pihak-pihak yang terlibat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dari kasus tersebut dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika di era globalisasi, kemudian merumuskan alternatif solusi atau langkah-langkah preventif yang bisa dilakukan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan solusi mereka, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelas yang dipandu guru untuk membandingkan berbagai perspektif dan menyimpulkan tantangan serta peluang secara komprehensif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan penguatan terhadap hasil diskusi, mengapresiasi kerja keras kelompok, mendorong untuk berpikir kritis terhadap informasi, dan memberikan tugas singkat untuk mencari contoh nyata penerapan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar sebagai persiapan pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Kolaboratif |
| Tujuan Pertemuan 3 | Merumuskan strategi kolaboratif untuk menjaga dan memperkuat persatuan dalam keberagaman di lingkungan sekolah dan masyarakat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memeriksa kehadiran, mengulas kembali pembahasan tantangan dan peluang dari pertemuan sebelumnya, dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merancang strategi kolaboratif, memantik dengan: 'Setelah memahami tantangan, bagaimana kita bisa berkontribusi nyata menjaga Bhinneka Tunggal Ika?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik dalam kelompok yang sama dari pertemuan sebelumnya, berdiskusi untuk mengembangkan sebuah 'Kampanye Persatuan' atau 'Proyek Harmoni' sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah atau masyarakat sekitar, berdasarkan analisis kasus sebelumnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok merancang detail proyeknya, meliputi: nama proyek, tujuan, sasaran, bentuk kegiatan, alat/bahan yang dibutuhkan, pembagian peran, dan perkiraan dampak. Mereka dapat membuat poster digital, presentasi singkat, atau skenario simulasi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan rancangan proyek mereka. Kelompok lain dan guru memberikan masukan konstruktif. Guru memberikan umpan balik menyeluruh, mengaitkan semua pembelajaran dari pertemuan 1 dan 2, dan mendorong peserta didik untuk menerapkan ide-ide tersebut dalam kehidupan nyata. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru menyimpulkan seluruh materi Bhinneka Tunggal Ika, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kolaborasi peserta didik, menekankan pentingnya peran aktif setiap individu dalam menjaga persatuan, dan menutup dengan pesan motivasi serta doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis studi kasus konflik sosial terkait keberagaman dan merumuskan solusi preventif.
Alat & bahan: Artikel berita/video studi kasus, alat tulis, kertas/laptop.
Langkah kerja:
- Bacalah/tontonlah studi kasus yang diberikan dengan saksama.
- Identifikasi pihak-pihak yang terlibat dan pokok permasalahan yang terjadi.
- Analisis faktor-faktor penyebab konflik dan dampaknya terhadap persatuan.
- Rumuskan minimal 3 solusi atau langkah preventif yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau mencegah konflik serupa.
- Presentasikan hasil analisis dan rumusan solusi kelompok Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 contoh keberagaman yang ada di Indonesia!
- Menurutmu, mengapa Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
- Apa saja yang bisa terjadi jika kita tidak menghargai perbedaan?
- Pernahkah kamu melihat atau mengalami situasi di mana perbedaan pendapat menyebabkan masalah? Ceritakan singkat!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan analisis studi kasus, dan kolaborasi dalam merumuskan solusi.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap presentasi rancangan 'Proyek Harmoni' atau 'Kampanye Persatuan' serta esai singkat tentang pentingnya Bhinneka Tunggal Ika.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi makna dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. | Makna dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. | 2 JP | Kewargaan, Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis tantangan dan peluang penerapan Bhinneka Tunggal Ika. | Tantangan dan peluang Bhinneka Tunggal Ika di era globalisasi. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Merumuskan strategi kolaboratif dan mempresentasikan hasil analisis. | Perumusan strategi kolaboratif dan presentasi proyek. | 2 JP | Kolaborasi, Kewargaan |
Indonesia, dengan keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan, adalah cerminan nyata dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan ini bukan sekadar kalimat, melainkan filosofi hidup bangsa yang mengikat berbagai perbedaan menjadi satu kesatuan. Memahami dan mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika adalah kunci untuk menjaga keutuhan dan kemajuan Indonesia di tengah dinamika global.
1. Makna Filosofis Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti 'Berbeda-beda tetapi tetap satu'. Semboyan ini pertama kali ditemukan dalam Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular pada masa Kerajaan Majapahit. Filosofinya mengajarkan bahwa meskipun bangsa Indonesia terdiri dari beragam identitas, mulai dari suku Jawa, Sunda, Batak, Papua, hingga berbagai agama seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, semua itu tidak menghalangi untuk bersatu sebagai satu bangsa Indonesia. Perbedaan dianggap sebagai kekayaan yang harus dijaga dan dihormati.
2. Prinsip-Prinsip Bhinneka Tunggal Ika
Penerapan Bhinneka Tunggal Ika didasari oleh beberapa prinsip penting. Pertama, toleransi, yaitu sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan. Kedua, inklusivitas, mengakui dan melibatkan semua kelompok tanpa diskriminasi. Ketiga, kebersamaan, membangun rasa persatuan dan gotong royong. Keempat, keadilan, memastikan hak-hak setiap warga negara terpenuhi tanpa memandang latar belakang. Prinsip-prinsip ini menjadi pedoman dalam berinteraksi sosial dan berbangsa, memastikan bahwa setiap individu merasa memiliki dan diakui dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Tantangan Keberagaman di Era Globalisasi
Di era globalisasi, Bhinneka Tunggal Ika menghadapi tantangan baru. Arus informasi yang cepat melalui media sosial seringkali menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah. Fanatisme sempit, baik berdasarkan suku, agama, maupun ideologi, juga berpotensi mengikis persatuan. Selain itu, kesenjangan ekonomi dan sosial dapat memperlebar jurang perbedaan. Tantangan-tantangan ini menuntut kesadaran kritis dan upaya kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan.
4. Peluang dan Peran Generasi Muda
Meskipun ada tantangan, keberagaman juga membawa peluang besar. Indonesia bisa menjadi contoh dunia dalam mengelola multikulturalisme. Generasi muda memiliki peran krusial dalam hal ini. Dengan menguasai teknologi, mereka dapat menjadi agen perdamaian dan toleransi melalui konten-konten positif di media sosial. Melalui kolaborasi antarbudaya dan inisiatif sosial, generasi muda dapat memperkuat ikatan persaudaraan dan menunjukkan bahwa perbedaan adalah kekuatan. Pendidikan Pancasila adalah fondasi untuk menumbuhkan kesadaran ini.
Rangkuman: Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia yang berarti 'Berbeda-beda tetapi tetap satu'. Semboyan ini mengajarkan pentingnya toleransi, inklusivitas, dan kebersamaan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Meskipun menghadapi tantangan di era globalisasi, keberagaman juga merupakan kekuatan dan peluang bagi Indonesia. Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat persatuan ini melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bhinneka Tunggal Ika | Semboyan bangsa Indonesia yang berarti 'Berbeda-beda tetapi tetap satu'. |
| Toleransi | Sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan. |
| Inklusivitas | Sikap mengakui dan melibatkan semua kelompok tanpa diskriminasi. |
| Globalisasi | Proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, ide, dan aspek kebudayaan lainnya. |
| Hoaks | Informasi palsu yang dibuat seolah-olah benar. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Bhinneka Tunggal Ika" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Pancasila Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Pancasila dalam KehidupanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopUUD NRI Tahun 1945Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Ide Pendiri Bangsa tentang PancasilaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisNorma dan Hierarki PeraturanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKerja Sama dan Gotong Royong BangsaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIdentitas dan Jati Diri BangsaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Pancasila di kelas lain
Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa, Gagasan-Gagasan Para Pendiri Bangsa tentang Dasar NePendidikan Pancasila Kelas X SMABerpancasila dalam keseharian di masyarakatPendidikan Pancasila Kelas XII SMADemokrasi PancasilaPendidikan Pancasila Kelas XI SMADinamika pemberlakuan konstitusi di IndonesiaPendidikan Pancasila Kelas XI SMALihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas X →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila Bhinneka Tunggal Ika ini gratis?
Ya. Modul Bhinneka Tunggal Ika untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Bhinneka Tunggal Ika ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase E untuk kelas X SMA.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bhinneka Tunggal Ika untuk Pendidikan Pancasila kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Bhinneka Tunggal Ika ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bhinneka Tunggal Ika pada Pendidikan Pancasila SMA, Fase E, elemen Bhinneka Tunggal Ika.
Bisakah modul Bhinneka Tunggal Ika ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bhinneka Tunggal Ika dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.