SMAKelas XFase ESemester 1

Modul Ajar & RPP Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X
Pengolahan Makanan Awetan

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Pengolahan makanan awetan adalah proses penting untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai ekonomi bahan pangan. Ada beragam teknik pengawetan seperti pengeringan, pengasinan, dan fermentasi, yang harus dipilih sesuai jenis bahan. Prosesnya meliputi pemilihan bahan, pengolahan, hingga pengemasan yang menarik dan pemasaran yang efektif. Kreativitas dan inovasi dalam setiap tahapan sangat dibutuhkan untuk menciptakan produk awetan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Pengolahan Makanan Awetan
Prakarya dan Kewirausahaan · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Pengolahan Makanan Awetan
Prakarya dan Kewirausahaan · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan
Fase / KelasE / X
Materi PokokPengolahan Makanan Awetan
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis bahan pangan dan teknik pengolahan sederhana.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  2. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
  3. Kemandirian — bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPengolahan
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengolah bahan pangan menjadi makanan awetan berdasarkan prinsip keberlanjutan dan nilai ekonomi, serta mengaplikasikan teknik pengemasan dan pemasaran secara kreatif.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBanyak makanan awetan tradisional seperti asinan, manisan, atau dendeng yang masih digemari masyarakat.
KonseptualPengolahan makanan awetan melibatkan prinsip-prinsip ilmiah untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai guna bahan pangan.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam memilih bahan, mengolah, mengemas, hingga memasarkan produk makanan awetan.
MetakognitifKesadaran akan pentingnya inovasi dalam menciptakan produk makanan awetan yang bernilai jual tinggi dan berkelanjutan akan ditumbuhkan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui studi kasus pengolahan makanan awetan, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bahan pangan yang dapat diawetkan dengan tepat.
  2. Setelah merancang proyek pengolahan makanan awetan, peserta didik dapat menentukan bahan baku dan alat yang sesuai dengan kriteria keamanan pangan.
  3. Melalui praktik langsung, peserta didik dapat mengaplikasikan teknik pengolahan makanan awetan dengan memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan secara mandiri.
  4. Dengan presentasi produk, peserta didik dapat menyajikan hasil pengolahan makanan awetan beserta strategi pemasarannya secara kreatif dan persuasif.
Halaman 2 · Pengolahan Makanan Awetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami prinsip pengolahan makanan awetan dapat membuka peluang wirausaha dan berkontribusi pada ketahanan pangan, sekaligus melatih kreativitas dalam menciptakan inovasi produk.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah buah yang mudah busuk bisa diubah menjadi produk yang tahan lama dan memiliki nilai jual tinggi?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuKimia: Konsep reaksi kimia dalam proses pengawetan makanan seperti fermentasi, oksidasi, dan perubahan pH.
Ekonomi: Analisis biaya produksi, harga jual, strategi pemasaran, dan potensi keuntungan dari produk makanan awetan.
Seni Budaya: Desain kemasan dan label produk yang menarik serta presentasi produk yang estetis.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat mendukung dengan menyediakan bahan baku atau alat sederhana di rumah untuk praktik awal, atau berbagi pengalaman wirausaha makanan awetan jika ada.
Lingkungan PembelajaranRuang praktik di sekolah yang bersih dan aman dengan akses air dan listrik yang memadai, serta platform digital untuk riset ide dan promosi produk.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi desain grafis sederhana untuk membuat label kemasan produk dan media sosial untuk mempromosikan produk makanan awetan yang dihasilkan.
Halaman 3 · Pengolahan Makanan Awetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui studi kasus pengolahan makanan awetan, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bahan pangan yang dapat diawetkan dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru menyambut peserta didik dengan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru menampilkan beberapa gambar produk makanan awetan yang unik dan bertanya 'Apa yang membuat produk ini menarik perhatianmu?'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana sebuah buah yang mudah busuk bisa diubah menjadi produk yang tahan lama dan memiliki nilai jual tinggi?' untuk memotivasi peserta didik.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru menayangkan video singkat tentang potensi bahan pangan lokal yang melimpah namun mudah rusak, kemudian mengajukan pertanyaan 'Bagaimana kita bisa mengubah bahan pangan lokal yang mudah rusak ini menjadi produk makanan awetan yang bernilai ekonomi tinggi?'.
  2. Peserta didik secara individu mengidentifikasi minimal tiga jenis bahan pangan lokal yang potensial untuk diolah menjadi makanan awetan dan mencatat alasannya dalam buku catatan.
  3. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok kecil untuk membandingkan hasil identifikasi mereka dan memilih satu jenis bahan pangan yang paling menarik untuk dijadikan proyek.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Setiap kelompok merancang konsep produk makanan awetan dari bahan pangan yang telah dipilih, termasuk ide inovasi, target konsumen, dan perkiraan bahan baku utama.
  2. Peserta didik mengisi bagian awal LKPD 'Rancang Makanan Awetan Impianmu!' untuk memetakan ide produk dan kebutuhan awal proyek mereka.
  3. Guru memberikan bimbingan kepada setiap kelompok dalam menyempurnakan rancangan awal produk, memastikan ide tersebut realistis dan memiliki potensi pengembangan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan konsep produk makanan awetan mereka di depan kelas, menjelaskan bahan baku, inovasi, dan alasan pemilihannya.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terkait ide, potensi, dan tantangan yang mungkin dihadapi.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya riset pasar dan inovasi dalam pengembangan produk makanan awetan, serta memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya pemilihan bahan baku dan perencanaan awal dalam pengolahan makanan awetan.
  2. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini dengan menanyakan 'Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini dan bagaimana kamu akan menerapkannya?'.
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari informasi lebih lanjut tentang teknik pengawetan yang relevan dengan bahan pangan pilihan kelompok masing-masing untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Pengolahan Makanan Awetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan presentasi produk, peserta didik dapat menyajikan hasil pengolahan makanan awetan beserta strategi pemasarannya secara kreatif dan persuasif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru menyambut peserta didik dengan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru mengingatkan kembali tentang tugas mencari informasi teknik pengawetan dan bertanya 'Apa teknik pengawetan yang paling menarik yang kamu temukan dan mengapa?'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyajikan hasil pengolahan makanan awetan dan strategi pemasarannya, serta memotivasi peserta didik untuk tampil percaya diri.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Menyusun jadwal: Setiap kelompok menyusun jadwal detail untuk pelaksanaan proyek pengolahan makanan awetan, termasuk pembagian tugas, estimasi waktu, dan daftar kebutuhan alat serta bahan.
  2. Peserta didik berdiskusi untuk menentukan teknik pengawetan yang paling sesuai dengan bahan pangan pilihan mereka, mempertimbangkan aspek efisiensi dan keamanan.
  3. Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan panduan teknis terkait pemilihan metode pengawetan yang tepat untuk setiap jenis bahan pangan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Memonitor kemajuan proyek: Peserta didik melakukan praktik pengolahan makanan awetan sesuai rancangan dan jadwal yang telah dibuat, dengan fokus pada penerapan teknik yang benar dan kebersihan.
  2. Peserta didik mengisi LKPD 'Praktik Pengolahan Makanan Awetan' dengan mencatat langkah-langkah yang dilakukan, bahan yang digunakan, dan hasil sementara.
  3. Guru berkeliling mengamati dan membimbing setiap kelompok, memberikan masukan teknis dan memastikan proses praktik berjalan aman dan sesuai prosedur.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok menyajikan produk makanan awetan yang telah jadi, menjelaskan proses pembuatannya, dan mempresentasikan strategi pemasarannya kepada kelompok lain.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik terhadap rasa, tampilan, kemasan, dan potensi pasar produk yang disajikan.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap hasil karya peserta didik, menekankan pentingnya kualitas produk dan kreativitas dalam pemasaran, serta mengapresiasi kerja keras setiap kelompok.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya proses pengolahan, pengemasan, dan strategi pemasaran dalam keberhasilan produk makanan awetan.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas kerja keras dan kreativitasnya, lalu mengajak peserta didik melakukan refleksi akhir tentang pengalaman berwirausaha mini ini.
  3. Guru memberikan motivasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan ide-ide wirausaha di kemudian hari, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Pengolahan Makanan Awetan — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKRancang & Olah Makanan Awetan!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan merancang, mengolah, dan menyajikan produk makanan awetan dari bahan pangan lokal.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Makanan awetan adalah produk pangan yang telah melalui proses pengolahan tertentu untuk memperpanjang masa simpannya. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah kerusakan, tetapi juga dapat meningkatkan nilai gizi, cita rasa, dan daya tarik produk.

Alat & bahan: Bahan pangan lokal, alat potong, wadah, kompor, panci, blender, kemasan produk, label.

Langkah kerja:

  1. Tuliskan teknik pengawetan setiap produk pada tabel berikut, lalu jelaskan cara kerjanya.
    Teknik pengawetan makananProdukTeknik pengawetanIkan asinAcarIkan asapSarden kaleng
    Gambar 1. Tabel
  2. Amati makanan awetan tradisional dan identifikasi bahan dasar utamanya.
  3. Diskusikan dalam kelompokmu, pilih satu bahan pangan lokal yang paling berpotensi untuk diolah menjadi makanan awetan inovatif.
  4. Rancanglah produk makanan awetanmu: nama produk, bahan yang dibutuhkan, teknik pengolahan, dan perkiraan biaya.
  5. Lakukan praktik pengolahan makanan awetan sesuai rancanganmu, catat setiap langkah dan amati perubahan yang terjadi.
  6. Kemasi produkmu dengan menarik dan buat label yang informatif.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Pengolahan Makanan Awetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan tiga contoh makanan awetan yang kamu ketahui!
  2. Menurutmu, mengapa makanan perlu diawetkan?
  3. Apa perbedaan antara pengawetan alami dan buatan?
  4. Bahan pangan apa yang paling sering kamu temui di daerahmu dan berpotensi untuk diawetkan?

Formatif (proses): Observasi terhadap partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kerja sama dalam praktik, dan kelengkapan pengisian LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian produk makanan awetan (rasa, tampilan, kemasan) dan presentasi strategi pemasaran.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Pengolahan Makanan Awetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis-jenis bahan pangan yang dapat diawetkan dengan tepatPotensi Bahan Pangan Lokal2 JPPenalaran Kritis
2Menganalisis berbagai teknik pengawetan makananTeknik Pengawetan: Tradisional vs Modern2 JPKreativitas
3Mengaplikasikan teknik pengolahan makanan awetanPraktik Pengolahan Makanan Awetan4 JPKemandirian
4Menyajikan hasil pengolahan makanan awetan beserta strategi pemasarannyaPresentasi Produk dan Pemasaran2 JPKomunikasi
Halaman 8 · Pengolahan Makanan Awetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Makanan awetan adalah produk pangan yang telah melalui proses pengolahan tertentu untuk memperpanjang masa simpannya. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah kerusakan, tetapi juga dapat meningkatkan nilai gizi, cita rasa, dan daya tarik produk. Di Indonesia, berbagai bahan pangan lokal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi makanan awetan yang inovatif dan bernilai ekonomi tinggi, mendukung kewirausahaan dan ketahanan pangan.

1. Jenis-Jenis Bahan Pangan untuk Awetan
Bahan pangan yang cocok untuk diawetkan umumnya memiliki kadar air tinggi atau mudah rusak seperti buah-buahan (mangga, nanas, salak), sayuran (mentimun, cabai), daging (sapi, ayam), ikan, dan umbi-umbian (singkong, ubi). Pemilihan bahan baku yang berkualitas menjadi kunci utama keberhasilan proses pengawetan. Misalnya, buah yang akan dibuat manisan harus segar dan tidak busuk, agar hasilnya optimal dan aman dikonsumsi. Inovasi dalam pemilihan bahan juga dapat menciptakan produk awetan yang unik dan diminati pasar.

2. Teknik Pengawetan Makanan
Teknik pengawetan makanan sangat beragam, meliputi pengeringan (sinar matahari atau oven), pengasinan (garam), pemanisan (gula), pengasapan, fermentasi (tempe, asinan), pengalengan, pembekuan, dan pasteurisasi. Setiap teknik memiliki prinsip kerja yang berbeda dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme atau reaksi kimia yang menyebabkan kerusakan. Contohnya, pengeringan mengurangi kadar air, sementara pengasinan menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi bakteri. Pemilihan teknik yang tepat bergantung pada jenis bahan pangan dan karakteristik produk awetan yang diinginkan.

3. Proses Pengolahan Makanan Awetan
Proses pengolahan makanan awetan dimulai dari pemilihan bahan baku, pencucian, pemotongan, hingga perlakuan awal seperti perebusan atau perendaman. Selanjutnya adalah tahap inti pengawetan sesuai teknik yang dipilih, misalnya penambahan garam untuk ikan asin atau perendaman dalam larutan gula untuk manisan. Setelah itu, produk dikeringkan atau diproses lebih lanjut hingga mencapai karakteristik yang diinginkan. Kebersihan dan sanitasi selama proses sangat penting untuk mencegah kontaminasi dan menjamin keamanan produk akhir. Konsistensi dalam setiap langkah akan menghasilkan produk berkualitas.

4. Pengemasan dan Pemasaran Produk
Pengemasan bukan hanya berfungsi melindungi produk dari kerusakan, tetapi juga sebagai daya tarik utama bagi konsumen. Kemasan harus aman, higienis, informatif (label), dan menarik secara visual. Desain kemasan yang unik dan fungsional dapat meningkatkan nilai jual produk. Strategi pemasaran meliputi penentuan harga, promosi (media sosial, pameran), dan saluran distribusi. Memahami target pasar dan keunggulan produk menjadi kunci dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif. Inovasi dalam pengemasan dan promosi sangat diperlukan di era digital saat ini.

Rangkuman: Pengolahan makanan awetan adalah proses penting untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai ekonomi bahan pangan. Ada beragam teknik pengawetan seperti pengeringan, pengasinan, dan fermentasi, yang harus dipilih sesuai jenis bahan. Prosesnya meliputi pemilihan bahan, pengolahan, hingga pengemasan yang menarik dan pemasaran yang efektif. Kreativitas dan inovasi dalam setiap tahapan sangat dibutuhkan untuk menciptakan produk awetan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Halaman 9 · Pengolahan Makanan Awetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
FermentasiProses pengawetan dengan bantuan mikroorganisme
PasteurisasiProses pemanasan untuk membunuh mikroorganisme patogen
SanitasiUpaya menjaga kebersihan untuk mencegah kontaminasi
Kadar airJumlah air yang terkandung dalam suatu bahan
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Pengolahan Makanan Awetan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Pengolahan Makanan Awetan" mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Pengolahan Makanan Awetan — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Pengolahan Makanan Awetan ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPrakarya dan Kewirausahaan · Kelas XPeta Konsep
Pengolahan Makanan AwetanJenis-Jenis Bahan Pangan untuk AwetanTeknik Pengawetan MakananProses Pengolahan Makanan AwetanPengemasan dan Pemasaran Produk
Dari sub-bab Pengolahan Makanan AwetanHalaman 12
Nama sekolah AndaPrakarya dan Kewirausahaan · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaPrakarya dan Kewirausahaan · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaPrakarya dan Kewirausahaan · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaPrakarya dan Kewirausahaan · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaPrakarya dan Kewirausahaan · Kelas XProfil Lulusan
KreativitasKolaborasiKemandirian
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Pengolahan Makanan Awetan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pengolahan Makanan Awetan pada Prakarya dan Kewirausahaan SMA, Fase E, elemen Pengolahan.

Modul Pengolahan Makanan Awetan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Prakarya dan Kewirausahaan kelas X SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan materi Pengolahan Makanan Awetan ini gratis?

Ya. Modul Pengolahan Makanan Awetan untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Pengolahan Makanan Awetan ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Prakarya dan Kewirausahaan kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Pengolahan Makanan Awetan ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pengolahan Makanan Awetan dapat Anda sesuaikan dengan murid Prakarya dan Kewirausahaan kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Pengolahan Makanan Awetan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pengolahan Makanan Awetan tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pengolahan Makanan Awetan untuk Prakarya dan Kewirausahaan kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Pengolahan Makanan Awetan ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Prakarya dan Kewirausahaan kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pengolahan Makanan Awetan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Prakarya dan Kewirausahaan kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Prakarya dan Kewirausahaan ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?

Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Pengolahan Makanan Awetan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Prakarya dan Kewirausahaan MA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan SMASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.