SMKKelas XFase E

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas X
Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

📽️ Modul ini sekalian jadi PPT-nyaSlide dari isi modul ini · satu .pptx per pertemuan

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Bab ini telah mengajarkan kita bahwa humor, baik dalam bentuk lawakan tunggal maupun anekdot, adalah sarana efektif untuk menyampaikan kritik sosial. Memahami struktur dan kaidah kebahasaan keduanya membantu kita menganalisis pesan yang terkandung. Penting untuk memastikan kritik yang disampaikan akurat dan santun, agar dapat diterima dan memicu perubahan positif di masyarakat.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan
Bahasa Indonesia · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
MODUL AJAR
Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan
Bahasa Indonesia · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasE / X
Materi PokokBab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam memahami informasi lisan dan tulis serta menyampaikan pendapat sederhana.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
  3. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami dan menganalisis teks anekdot serta lawakan tunggal sebagai sarana menyampaikan kritik sosial, kemudian menghasilkan karya kreatif yang relevan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualTeks anekdot dan lawakan tunggal sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyampaikan kritik sosial secara tidak langsung.
KonseptualKonsep utama materi ini meliputi pemahaman struktur, kaidah kebahasaan, dan fungsi kritik dalam teks anekdot dan lawakan tunggal.
ProseduralPeserta didik akan belajar prosedur menganalisis teks, mengidentifikasi kritik, dan menyusun teks humor yang mengandung kritik.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana humor dapat menjadi alat efektif untuk menyampaikan pesan penting tanpa menyinggung secara langsung.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah menyimak contoh lawakan tunggal, peserta didik dapat mengidentifikasi pesan kritik sosial dalam lawakan tunggal dengan tepat.
  2. Melalui analisis teks anekdot, peserta didik dapat menentukan struktur teks anekdot (abstrak, orientasi, krisis, reaksi, koda) dengan runtut.
  3. Dengan membandingkan beberapa teks anekdot, peserta didik dapat menilai akurasi kritik sosial yang disampaikan dengan argumentasi yang logis.
  4. Melalui latihan menulis, peserta didik dapat menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk menyampaikan kritik secara santun dalam teks anekdot.
  5. Setelah mempelajari unsur-unsur humor, peserta didik dapat menghasilkan teks anekdot yang mengandung kritik sosial dengan kreatif.
  6. Melalui presentasi kelompok, peserta didik dapat menampilkan lawakan tunggal dengan pesan kritik sosial secara santun dan percaya diri.
Halaman 2 · Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami bahwa humor, seperti anekdot dan lawakan tunggal, bukan hanya hiburan tetapi juga alat yang kuat untuk menyampaikan kritik sosial secara santun dan efektif.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita sering lebih mudah menerima kritik ketika disampaikan dengan cara yang lucu?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Pancasila: Membahas kritik sosial yang relevan dengan nilai-nilai Pancasila dan etika bermasyarakat.
Seni Budaya: Menganalisis elemen pertunjukan dalam lawakan tunggal dan teknik penyampaian humor.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang jenis humor dan kritik sosial yang relevan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkaya perspektif peserta didik.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas ditata untuk diskusi kelompok yang nyaman dan tersedia akses internet untuk mencari contoh video lawakan tunggal atau teks anekdot.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform berbagi video seperti YouTube untuk menyimak lawakan tunggal dan aplikasi pengolah kata untuk menulis teks anekdot.
Halaman 3 · Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Setelah menyimak contoh lawakan tunggal, peserta didik dapat mengidentifikasi pesan kritik sosial dalam lawakan tunggal dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru bertanya 'Apa acara TV atau video lucu yang paling kamu ingat? Apa yang membuat itu lucu?' untuk mengaitkan dengan pengalaman peserta didik.
  3. Penyampaian tujuan & pertanyaan pemantik: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi kritik dalam lawakan tunggal dan mengajukan pertanyaan 'Bisakah humor mengubah cara kita melihat masalah serius?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat lawakan tunggal (stand-up comedy) yang mengandung kritik sosial, lalu meminta peserta didik memperhatikan elemen humor dan pesan yang disampaikan.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil dan membagikan LKPD yang berisi panduan analisis video lawakan tunggal.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi topik, elemen humor, dan pesan kritik sosial yang terkandung dalam video lawakan tunggal yang ditayangkan.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mencatat hasil diskusi mereka pada LKPD dan menyiapkan presentasi singkat untuk memaparkan temuan mereka.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi kritik sosial dari lawakan tunggal, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok dan mengklarifikasi pemahaman tentang kritik sosial dalam lawakan tunggal.
  3. Guru menguatkan pemahaman dengan menjelaskan ciri-ciri lawakan tunggal yang efektif dalam menyampaikan kritik sosial secara santun.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting tentang identifikasi kritik dalam lawakan tunggal.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru meminta peserta didik menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik.
  3. Guru memberikan tugas tindak lanjut untuk mencari contoh lawakan tunggal lain dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui analisis teks anekdot, peserta didik dapat menentukan struktur teks anekdot (abstrak, orientasi, krisis, reaksi, koda) dengan runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru meminta peserta didik mengingat kembali diskusi tentang kritik sosial dalam humor pada pertemuan sebelumnya, lalu bertanya 'Apakah ada bentuk humor lain yang bisa menyampaikan kritik?'
  3. Penyampaian tujuan & pertanyaan pemantik: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menentukan struktur teks anekdot dan bertanya 'Apakah setiap cerita lucu memiliki pola yang sama?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan sebuah teks anekdot pendek yang mudah dipahami dan meminta peserta didik membacanya dengan saksama.
  2. Identifikasi masalah: Guru meminta peserta didik secara individu menggarisbawahi bagian-bagian yang menurut mereka penting atau lucu dalam teks anekdot tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengumpulan data: Peserta didik secara berpasangan mendiskusikan bagian-bagian yang telah mereka garisbawahi dan mencoba mengelompokkannya berdasarkan fungsi cerita.
  2. Pengolahan data: Guru membagikan lembar kerja yang berisi definisi dan ciri-ciri setiap bagian struktur anekdot (abstrak, orientasi, krisis, reaksi, koda), kemudian peserta didik mencocokkan bagian teks anekdot yang dibaca dengan struktur tersebut.
  3. Pembuktian: Peserta didik menandai setiap bagian teks anekdot dengan label struktur yang sesuai pada lembar kerja.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap pasangan mempresentasikan hasil identifikasi struktur anekdot mereka dan menjelaskan alasannya.
  2. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membandingkan hasil identifikasi antar kelompok dan mengoreksi jika ada kekeliruan.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya memahami struktur anekdot untuk mengidentifikasi pesan dan kritik yang disampaikan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik merangkum struktur teks anekdot yang telah dipelajari.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru meminta peserta didik menyebutkan satu manfaat mempelajari struktur anekdot dan memuji kerja sama peserta didik.
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari contoh teks anekdot lain dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKDetektif Humor: Mengungkap Kritik!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan mengidentifikasi pesan kritik sosial dalam lawakan tunggal dan menentukan struktur teks anekdot.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Bab ini akan mengajak kamu menjelajahi dunia humor, khususnya anekdot dan lawakan tunggal, bukan sekadar untuk tertawa, tetapi untuk memahami bagaimana keduanya bisa menjadi alat efektif dalam menyampaikan kritik sosial.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, perangkat pemutar video (HP/laptop), akses internet.

Langkah kerja:

  1. Amati video lawakan tunggal yang ditayangkan guru, lalu catat topik dan elemen lucu yang kamu temukan.
    Lawakan TunggalTopikElemen LucuPesan KritikSosial
    Gambar 1. Peta pikiran
  2. Bersama kelompokmu, diskusikan pesan kritik sosial yang disampaikan dalam lawakan tunggal tersebut dan tuliskan pada tabel.
  3. Baca teks anekdot yang diberikan guru, lalu identifikasi bagian-bagian strukturnya (abstrak, orientasi, krisis, reaksi, koda) pada tabel.
  4. Bandingkan hasil identifikasi kelompokmu dengan kelompok lain dan catat perbedaannya.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang humor?
  2. Pernahkah kamu mendengar cerita lucu yang mengandung pesan?
  3. Menurutmu, mengapa orang suka membuat atau mendengar cerita lucu?

Formatif (proses): Penilaian observasi selama diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian produk berupa teks anekdot yang mengandung kritik sosial dan penilaian kinerja saat menampilkan lawakan tunggal.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi pesan kritik sosial dalam lawakan tunggalLawakan tunggal dan kritik sosial2 JPpenalaran kritis, komunikasi
2Menentukan struktur teks anekdotStruktur teks anekdot2 JPpenalaran kritis
3Menilai akurasi kritik sosial dari beberapa teks anekdotAkurasi kritik sosial2 JPpenalaran kritis, komunikasi
4Menghasilkan teks anekdot yang mengandung kritik sosialPenulisan teks anekdot2 JPkreativitas, komunikasi
Halaman 8 · Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
BAHAN AJAR

Bab ini akan mengajak kamu menjelajahi dunia humor, khususnya anekdot dan lawakan tunggal, bukan sekadar untuk tertawa, tetapi untuk memahami bagaimana keduanya bisa menjadi alat efektif dalam menyampaikan kritik sosial. Kamu akan belajar mengidentifikasi, menganalisis, dan bahkan menciptakan humor yang bermakna.

1. Mengenal Lawakan Tunggal sebagai Kritik
Lawakan tunggal atau stand-up comedy adalah genre komedi di mana seorang komedian tampil di hadapan penonton langsung, berbicara langsung kepada mereka. Seringkali, lawakan tunggal tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga menyisipkan kritik sosial. Kritik ini disampaikan melalui gaya bahasa yang jenaka, perumpamaan, atau sindiran halus sehingga pesan dapat diterima tanpa menimbulkan ketersinggungan. Topik yang diangkat bisa beragam, mulai dari isu politik, budaya, hingga kebiasaan sehari-hari masyarakat.

2. Struktur Teks Anekdot
Teks anekdot adalah cerita singkat yang lucu dan menarik, biasanya berisi kritik atau sindiran terhadap seseorang, tokoh publik, atau fenomena sosial. Struktur anekdot umumnya terdiri dari lima bagian: abstrak (gambaran umum), orientasi (pengenalan tokoh/latar), krisis (puncak masalah/konflik), reaksi (respons terhadap krisis), dan koda (penutup atau pesan moral). Memahami struktur ini penting untuk mengenali alur cerita dan pesan kritik yang ingin disampaikan penulis.

3. Kaidah Kebahasaan Anekdot dan Lawakan Tunggal
Anekdot dan lawakan tunggal memanfaatkan kaidah kebahasaan untuk menciptakan efek humor dan menyampaikan kritik. Penggunaan konjungsi temporal (kemudian, lalu), kalimat retoris (pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban), majas sindiran (ironi, sarkasme), dan gaya bahasa percakapan sehari-hari menjadi ciri khas. Pilihan kata yang tidak terduga, perbandingan yang lucu, atau permainan kata juga sering digunakan untuk membuat cerita lebih menarik dan kritik lebih mengena di hati pembaca atau pendengar.

4. Menilai Akurasi Kritik Sosial
Kritik sosial yang disampaikan melalui humor harus tetap akurat dan berdasar pada fakta atau realitas yang ada. Meskipun disampaikan secara lucu, esensi masalah yang dikritik tidak boleh menyimpang. Untuk menilai akurasi kritik, kamu perlu membandingkan isi anekdot atau lawakan tunggal dengan data, berita, atau fenomena sosial yang sedang terjadi. Kritik yang baik adalah yang relevan, tidak menyerang pribadi, dan mendorong refleksi atau perubahan positif.

Rangkuman: Bab ini telah mengajarkan kita bahwa humor, baik dalam bentuk lawakan tunggal maupun anekdot, adalah sarana efektif untuk menyampaikan kritik sosial. Memahami struktur dan kaidah kebahasaan keduanya membantu kita menganalisis pesan yang terkandung. Penting untuk memastikan kritik yang disampaikan akurat dan santun, agar dapat diterima dan memicu perubahan positif di masyarakat.

Halaman 9 · Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
GLOSARIUM
IstilahArti
AnekdotCerita singkat yang lucu dan menarik, biasanya berisi kritik atau sindiran.
Lawakan TunggalPertunjukan komedi di mana seorang komedian berbicara langsung kepada penonton.
Kritik SosialTanggapan atau ulasan terhadap masalah sosial dengan tujuan perbaikan.
Kaidah KebahasaanAturan penggunaan bahasa dalam suatu teks.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
PENGESAHAN

Modul ajar "Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XPeta Konsep
Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 PertemuanMengenal Lawakan Tunggal sebagai KritikStruktur Teks AnekdotKaidah Kebahasaan Anekdot dan Lawakan TunggalMenilai Akurasi Kritik Sosial
Dari sub-bab Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 PertemuanHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKomunikasiKreativitas
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan pada Bahasa Indonesia SMK, Fase E, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.

Modul Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan untuk Bahasa Indonesia kelas X.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan ini gratis?

Ya. Modul Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan untuk Bahasa Indonesia kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Bab 2 Mengungkapkan Kritik melalui Humor 8 Pertemuan disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.