Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas X
Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mampu mengidentifikasi informasi faktual dalam teks laporan hasil observasi. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai teks untuk menyampaikan informasi dan gagasan berdasarkan kaidah kebahasaan yang tepat, termasuk dalam konteks laporan hasil observasi. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Laporan hasil observasi menggunakan kalimat definisi, deskripsi, klasifikasi, dan konjungsi yang khas. |
| Konseptual | Kaidah kebahasaan adalah aturan penggunaan bahasa yang meliputi struktur kalimat, pilihan kata, dan penggunaan tanda baca untuk mencapai tujuan komunikatif tertentu. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi dan menerapkan kaidah kebahasaan (kata benda, verba, adjektiva, frasa, konjungsi, kalimat definisi dan deskripsi) dalam menulis laporan hasil observasi. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya penggunaan kaidah kebahasaan yang tepat untuk menghasilkan laporan observasi yang jelas dan objektif. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati contoh laporan hasil observasi, peserta didik dapat mengidentifikasi penggunaan kata benda, verba, dan adjektiva dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis penggunaan frasa nominal dan frasa verbal dalam laporan hasil observasi dengan benar.
- Dengan membaca teks laporan hasil observasi, peserta didik dapat membedakan penggunaan konjungsi kausalitas, temporal, dan koordinatif secara akurat.
- Melalui latihan menulis, peserta didik dapat menyusun kalimat definisi dan kalimat deskripsi yang sesuai dengan kaidah kebahasaan dalam laporan hasil observasi.
- Setelah menganalisis contoh, peserta didik dapat mengaplikasikan kaidah kebahasaan (kata benda, verba, adjektiva, frasa, konjungsi, kalimat definisi dan deskripsi) dalam menulis paragraf laporan hasil observasi secara runtut.
Pemahaman bermakna: Memahami kaidah kebahasaan dalam laporan hasil observasi membantu kamu menyusun teks yang informatif dan mudah dipahami, serta menghindari ambiguitas dalam penyampaian fakta.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa penggunaan kata dan kalimat yang tepat sangat penting agar laporan hasil observasimu dapat dipercaya dan dipahami dengan baik?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Peserta didik menerapkan kaidah kebahasaan untuk mendeskripsikan hasil observasi fenomena alam atau makhluk hidup secara saintifik. Pendidikan Pancasila: Peserta didik menyusun laporan observasi tentang praktik gotong royong di masyarakat dengan bahasa yang objektif dan sesuai kaidah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang objek observasi di lingkungan sekitar rumah yang dapat dilaporkan anak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang nyaman dengan akses internet dan perpustakaan sekolah untuk mencari referensi laporan observasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi pengolah kata untuk menulis laporan dan situs web kamus daring untuk memeriksa kaidah kebahasaan. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati contoh laporan hasil observasi, peserta didik dapat mengidentifikasi penggunaan kata benda, verba, dan adjektiva dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah menganalisis contoh, peserta didik dapat mengaplikasikan kaidah kebahasaan (kata benda, verba, adjektiva, frasa, konjungsi, kalimat definisi dan deskripsi) dalam menulis paragraf laporan hasil observasi secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu akan mengidentifikasi dan mengelompokkan berbagai jenis kata serta frasa dalam laporan hasil observasi.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Laporan hasil observasi adalah teks yang menyajikan informasi tentang suatu objek atau fenomena secara faktual dan objektif, berdasarkan hasil pengamatan. Agar laporan ini efektif, kamu perlu memahami dan menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat.
Alat & bahan: Teks laporan hasil observasi, alat tulis, kertas tempel
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Bacalah teks laporan hasil observasi tentang 'Mangrove di Pesisir Pantai' yang diberikan oleh guru dengan saksama.
- Identifikasi kata-kata penting yang kamu temukan dalam teks tersebut dan tuliskan di kertas tempel.
- Kelompokkan kata-kata yang kamu temukan ke dalam tabel berdasarkan jenisnya (kata benda, verba, adjektiva).
- Temukan minimal tiga contoh frasa nominal dan tiga contoh frasa verbal dari teks, lalu catat di kolom yang tersedia.
- Diskusikan hasil identifikasi dan pengelompokkanmu dengan teman sekelompok.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang laporan hasil observasi?
- Menurutmu, mengapa penggunaan bahasa yang jelas itu penting dalam laporan?
- Bisakah kamu memberikan contoh satu kalimat yang mendeskripsikan suatu objek?
Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik saat berdiskusi kelompok dan partisipasi dalam presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil penulisan paragraf laporan hasil observasi yang menerapkan kaidah kebahasaan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Setelah mengamati contoh laporan hasil observasi, peserta didik dapat mengidentifikasi penggunaan kata benda, verba, dan adjektiva dengan tepat. | Identifikasi kata benda, verba, dan adjektiva | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis penggunaan frasa nominal dan frasa verbal dalam laporan hasil observasi dengan benar. | Analisis frasa nominal dan frasa verbal | 2 JP | kolaborasi |
| 3 | Dengan membaca teks laporan hasil observasi, peserta didik dapat membedakan penggunaan konjungsi kausalitas, temporal, dan koordinatif secara akurat. | Perbedaan konjungsi | 2 JP | penalaran kritis |
| 4 | Melalui latihan menulis, peserta didik dapat menyusun kalimat definisi dan kalimat deskripsi yang sesuai dengan kaidah kebahasaan dalam laporan hasil observasi. | Menyusun kalimat definisi dan deskripsi | 2 JP | komunikasi |
Laporan hasil observasi adalah teks yang menyajikan informasi tentang suatu objek atau fenomena secara faktual dan objektif, berdasarkan hasil pengamatan. Agar laporan ini efektif, kamu perlu memahami dan menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat. Kaidah ini meliputi pemilihan kata, frasa, konjungsi, hingga struktur kalimat, yang semuanya berkontribusi pada kejelasan dan kredibilitas laporan.
1. Kata Benda, Verba, dan Adjektiva
Dalam laporan hasil observasi, penggunaan kata benda (nomina) sangat dominan untuk menamai objek, konsep, atau fenomena yang diobservasi. Contohnya, 'pohon', 'ekosistem', 'perilaku'. Kata kerja (verba) digunakan untuk menjelaskan tindakan atau keadaan objek, seperti 'tumbuh', 'berkembang biak', 'melakukan'. Sedangkan kata sifat (adjektiva) berfungsi untuk memberikan keterangan sifat atau karakteristik objek, misalnya 'tinggi', 'hijau', 'langka'. Ketiga jenis kata ini menjadi fondasi dalam membangun deskripsi yang detail dan akurat.
2. Frasa Nominal dan Frasa Verbal
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak membentuk kalimat sempurna. Frasa nominal adalah kelompok kata yang inti unsurnya kata benda, berfungsi seperti kata benda. Contoh: 'rumah besar', 'tumbuhan langka'. Frasa verbal adalah kelompok kata yang inti unsurnya kata kerja, berfungsi seperti kata kerja. Contoh: 'sedang membaca', 'telah selesai'. Penggunaan frasa ini membantu memberikan deskripsi yang lebih spesifik dan kompleks dalam laporan hasil observasi, sehingga informasi yang disampaikan menjadi lebih kaya dan detail.
3. Konjungsi dalam Laporan Observasi
Konjungsi atau kata hubung sangat penting untuk menyatukan kalimat dan paragraf agar laporan menjadi kohesif. Konjungsi kausalitas (sebab-akibat) seperti 'karena', 'sebab', 'oleh karena itu' digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat. Konjungsi temporal (waktu) seperti 'kemudian', 'setelah itu', 'saat' menunjukkan urutan waktu. Konjungsi koordinatif seperti 'dan', 'atau', 'tetapi' menghubungkan unsur-unsur yang setara. Penggunaan konjungsi yang tepat memastikan alur laporan logis dan mudah diikuti.
4. Kalimat Definisi dan Kalimat Deskripsi
Laporan hasil observasi banyak menggunakan kalimat definisi dan deskripsi. Kalimat definisi adalah kalimat yang menjelaskan makna atau pengertian suatu istilah atau objek, seringkali menggunakan verba kopulatif 'adalah', 'ialah', 'merupakan'. Contoh: 'Harimau adalah hewan karnivora'. Kalimat deskripsi adalah kalimat yang menggambarkan ciri-ciri fisik atau nonfisik suatu objek secara detail, sehingga pembaca seolah melihat atau merasakan objek tersebut. Contoh: 'Kulit harimau bergaris-garis hitam dengan warna dasar oranye terang'. Kedua jenis kalimat ini esensial untuk menyajikan fakta secara objektif dan lengkap.
Rangkuman: Kaidah kebahasaan dalam laporan hasil observasi meliputi penggunaan kata benda, verba, adjektiva, frasa nominal dan verbal, konjungsi (kausalitas, temporal, koordinatif), serta kalimat definisi dan deskripsi. Menguasai kaidah ini penting untuk menyusun laporan yang akurat, objektif, dan mudah dipahami. Ketelitian dalam memilih kata dan menyusun kalimat akan meningkatkan kualitas dan kredibilitas laporan observasimu.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Nomina | Kata benda |
| Verba | Kata kerja |
| Adjektiva | Kata sifat |
| Frasa | Gabungan dua kata atau lebih yang tidak membentuk kalimat sempurna |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bagian dari Bab 1 · Mengungkap Fakta Alam secara Objektif
Modul ini membahas satu subbab. Subbab lain di bab ini, atau seluruh bab dalam satu modul:
Bab 1Mengungkap Fakta Alam secara ObjektifModul siap unduh · Word + PDF ber-kop1.1Membandingkan Informasi yang Akurat dalam Laporan Hasil ObservasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kop1.2Mengidentifikasi Makna Kata dan Informasi Faktual dalam Laporan Hasil Observasi dan Sumber Lainnya yang Mendukung1.3Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil ObservasiSedang Anda buka1.4Menulis Laporan Hasil Observasi yang Objektif1.5Menyajikan Laporan Hasil Observasi dalam Bentuk Buku Tempel1.6Mempresentasikan Laporan Hasil ObservasiBukan Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Mengungkap Fakta Alam secara ObjektifModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMengungkapkan Kritik Lewat HumorModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBERIKUTNYAMenyusuri Nilai dalam Cerita Lintas ZamanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Belajar Menjadi Negosiator UlungBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMemetik Keteladanan dari Biografi Tokoh InspiratifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBerkarya dan Berekspresi melalui PuisiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Membandingkan Informasi yang Akurat dalam Laporan Hasil ObservasiBahasa Indonesia Kelas X SMKTeks Laporan Hasil ObservasiBahasa Indonesia Kelas X SMKCerpenBahasa Indonesia Kelas X SMKHikayatBahasa Indonesia Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi pada Bahasa Indonesia SMK, Fase E, elemen Menulis.
Modul Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi ini gratis?
Ya. Modul Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi untuk Bahasa Indonesia kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Menggunakan Kaidah Kebahasaan dalam Laporan Hasil Observasi disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.