SMP · Kelas VIII · Fase D · Semester 2

Modul Ajar & RPP Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas VIII
Khat Naskhi

Modul ajar (RPP) Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) SMP kelas VIII materi Khat Naskhi, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Sampul modul ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas VIII materi Khat Naskhi — siap cetak A412 lembar A43 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord (.docx) + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Khat Naskhi adalah gaya kaligrafi Arab yang paling banyak digunakan karena kejelasan dan keindahannya, terutama untuk Al-Qur'an. Ciri khasnya meliputi bentuk huruf yang membulat, proporsi yang seimbang, dan penempatan titik yang rapi. Menguasai Khat Naskhi membutuhkan pemahaman kaidah penulisan setiap huruf hijaiyah, baik tunggal maupun bersambung, serta latihan yang konsisten. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan motorik halus, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap seni dan warisan Islam.
📥 Unduh dengan Nama & Kop Sekolah Saya — GRATISIsi nama & sekolah dulu · ±1 menit · Word + PDF tanpa watermark

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun. Untuk mengunduh berkasnya Anda perlu email atau akun Google dan nomor WhatsApp aktif.

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Khat Naskhi
Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Kelas VIII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Khat Naskhi
Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Fase D · Kelas VIII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBaca Tulis Al-Qur'an (BTQ)
Fase / KelasD / VIII
Materi PokokKhat Naskhi
Alokasi Waktu3 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal huruf hijaiyah dan mampu membaca Al-Qur'an dengan tajwid dasar.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak beragama
    Peserta didik menunjukkan sikap menghargai keindahan tulisan Al-Qur'an sebagai wujud pengagungan terhadap firman Allah.
  2. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik menganalisis karakteristik huruf hijaiyah dalam kaidah Khat Naskhi untuk menghasilkan tulisan yang benar.
  3. kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
    Peserta didik menghasilkan tulisan Khat Naskhi yang estetis dan sesuai kaidah, menunjukkan ekspresi diri dalam seni kaligrafi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainAl-Qur'an dan Hadis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami dan menerapkan kaidah dasar tajwid dan menulis huruf hijaiyah dengan baik dan benar, termasuk pengenalan terhadap ragam khat dasar.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualContoh tulisan Khat Naskhi dapat ditemukan pada mushaf Al-Qur'an, buku-buku agama, dan papan nama masjid.
KonseptualKhat Naskhi adalah gaya kaligrafi Arab yang paling populer dan sering digunakan, dikenal karena kejelasan dan kemudahannya dibaca.
ProseduralPeserta didik akan belajar cara menulis setiap huruf hijaiyah sesuai kaidah Khat Naskhi dengan memperhatikan proporsi, kemiringan, dan titik.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, dan latihan berkelanjutan dalam menguasai seni menulis kaligrafi Arab.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan contoh, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri khas dan kaidah dasar Khat Naskhi dengan tepat.
  2. Dengan bimbingan guru dan lembar kerja, peserta didik dapat menganalisis bentuk dan proporsi huruf hijaiyah tunggal dalam Khat Naskhi dengan benar.
  3. Melalui latihan mandiri, peserta didik dapat menulis huruf hijaiyah tunggal sesuai kaidah Khat Naskhi dengan rapi dan proporsional.
  4. Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menerapkan kaidah penulisan huruf hijaiyah bersambung dalam Khat Naskhi dengan akurat.
  5. Melalui proyek praktik, peserta didik dapat menghasilkan karya tulisan pendek dengan Khat Naskhi yang estetis dan sesuai kaidah.
  6. Dengan presentasi hasil karya, peserta didik dapat mengapresiasi keindahan dan manfaat Khat Naskhi dalam kehidupan sehari-hari.
Halaman 2 · Khat Naskhi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami kaidah Khat Naskhi bukan hanya tentang menulis indah, tetapi juga tentang melestarikan warisan budaya Islam dan memudahkan pembacaan Al-Qur'an.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara agar tulisan huruf hijaiyah kita menjadi indah dan mudah dibaca seperti di mushaf Al-Qur'an?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Memahami Khat Naskhi sebagai salah satu bentuk seni kaligrafi Islam yang memiliki nilai estetika dan sejarah.
Bahasa Indonesia: Melatih ketelitian dan kerapian dalam menulis, serta memahami struktur dan bentuk tulisan.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat mendukung dengan menyediakan alat tulis yang sesuai dan memotivasi anak untuk berlatih menulis Khat Naskhi di rumah.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman dengan pencahayaan yang cukup, meja yang bersih, dan contoh kaligrafi terpampang untuk inspirasi.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video tutorial penulisan Khat Naskhi dan aplikasi kaligrafi digital sebagai referensi dan alat bantu belajar tambahan.
Halaman 3 · Khat Naskhi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan contoh, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri khas dan kaidah dasar Khat Naskhi dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Hijaiyah: Guru menyebutkan ciri-ciri sebuah huruf hijaiyah, peserta didik menebak hurufnya. Contoh: 'Huruf ini punya satu titik di atas dan bisa disambung depan-belakang.' (Nun)
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menayangkan beberapa contoh tulisan Arab (mushaf Al-Qur'an, kaligrafi, tulisan tangan biasa) dan bertanya: 'Apa perbedaan dari tulisan-tulisan ini? Mana yang menurut kalian paling indah dan mudah dibaca?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu mengidentifikasi ciri khas Khat Naskhi, serta pertanyaan pemantik: 'Mengapa tulisan Khat Naskhi di mushaf Al-Qur'an terlihat begitu rapi dan seragam?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang sejarah dan keindahan Khat Naskhi, lalu meminta peserta didik untuk mencatat hal-hal menarik yang mereka lihat.
  2. Guru membagikan LKPD yang berisi beberapa contoh tulisan Khat Naskhi dan Khat Riq'ah, kemudian meminta peserta didik mengamati perbedaannya.
  3. Peserta didik secara individu mengidentifikasi ciri-ciri visual Khat Naskhi berdasarkan contoh yang diberikan, seperti bentuk huruf, kemiringan, dan proporsi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 orang).
  2. Setiap kelompok menerima lembar kerja yang berisi daftar kaidah dasar Khat Naskhi (misalnya, 'huruf alif tegak lurus', 'titik sejajar', 'jarak antarhuruf').
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk mencocokkan ciri-ciri yang telah mereka identifikasi dengan kaidah dasar yang diberikan, serta menemukan contoh penerapan kaidah tersebut pada gambar yang tersedia.
  4. Peserta didik menuliskan hasil diskusi mereka dalam tabel perbandingan ciri khas dan kaidah Khat Naskhi pada LKPD.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan diskusi mereka di depan kelas, menjelaskan ciri khas dan kaidah Khat Naskhi yang telah ditemukan.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi setiap kelompok, meluruskan pemahaman yang keliru, dan memberikan apresiasi atas kerja sama kelompok.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru menguatkan pemahaman peserta didik tentang ciri khas dan kaidah dasar Khat Naskhi, serta menekankan pentingnya kaidah tersebut untuk keindahan dan kejelasan tulisan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri khas dan kaidah dasar Khat Naskhi yang telah dipelajari hari ini.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas partisipasi aktif dan semangat belajarnya, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas mandiri untuk mencari 3 contoh tulisan Khat Naskhi di lingkungan sekitar dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Khat Naskhi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan bimbingan guru dan lembar kerja, peserta didik dapat menganalisis bentuk dan proporsi huruf hijaiyah tunggal dalam Khat Naskhi dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Sambung Huruf: Guru memulai dengan satu huruf hijaiyah (misalnya 'alif'), peserta didik berikutnya menyebutkan huruf setelahnya secara berurutan. Siapa yang salah, mengulang dari awal.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menanyakan kembali materi pertemuan sebelumnya: 'Apa saja ciri khas Khat Naskhi yang sudah kita pelajari?' dan mengaitkannya dengan materi hari ini: 'Hari ini kita akan belajar lebih detail tentang bentuk setiap hurufnya.'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu menganalisis bentuk dan proporsi huruf hijaiyah tunggal, serta pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara menulis setiap huruf hijaiyah agar proporsinya pas dan terlihat indah dalam Khat Naskhi?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan gambar atau video detail tentang cara penulisan setiap huruf hijaiyah tunggal (dari alif sampai ya) dalam Khat Naskhi, fokus pada titik, tarikan garis, dan proporsi.
  2. Guru membagikan lembar kerja yang berisi kotak-kotak bergaris bantu dan contoh huruf hijaiyah tunggal yang benar dan yang kurang tepat.
  3. Peserta didik secara individu mengamati dan membandingkan contoh-contoh tersebut, mencari perbedaan dan kesamaan dalam bentuk dan proporsinya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru kembali membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menerima panduan penulisan huruf hijaiyah tunggal dengan penjelasan proporsi dan kaidah khusus setiap huruf (misalnya, 'ba' dengan satu titik di bawah, 'jim' dengan lekukan yang jelas).
  3. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan berlatih meniru penulisan huruf hijaiyah tunggal pada lembar kerja, saling memberikan masukan tentang proporsi dan kemiringan.
  4. Peserta didik menuliskan analisis mereka tentang kaidah penulisan beberapa huruf kunci (misal: alif, ba, jim, sin) pada LKPD.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Beberapa perwakilan kelompok maju ke depan untuk menunjukkan hasil latihan mereka dan menjelaskan kaidah penulisan huruf yang telah mereka analisis.
  2. Guru memberikan umpan balik langsung terhadap tulisan dan analisis peserta didik, memberikan koreksi dan pujian yang membangun.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya ketelitian dalam setiap tarikan garis dan penempatan titik untuk mencapai proporsi yang benar dalam Khat Naskhi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru merangkum kaidah penulisan beberapa huruf hijaiyah tunggal yang dianggap paling menantang.
  2. Guru memberikan apresiasi atas usaha dan ketekunan peserta didik dalam berlatih, menumbuhkan semangat untuk terus belajar.
  3. Guru memberikan tugas untuk berlatih menulis seluruh huruf hijaiyah tunggal di rumah dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Khat Naskhi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 3Melalui latihan mandiri, peserta didik dapat menulis huruf hijaiyah tunggal sesuai kaidah Khat Naskhi dengan rapi dan proporsional.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tulis Cepat: Guru menyebutkan satu huruf hijaiyah, peserta didik menulisnya secepat mungkin di udara atau buku kecil. Siapa yang paling rapi dalam 5 detik, dia pemenangnya.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menanyakan kembali kesulitan yang dihadapi peserta didik saat berlatih menulis huruf hijaiyah tunggal di rumah, dan mengaitkannya dengan pentingnya latihan berulang.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu melatih kemandirian dalam menulis huruf hijaiyah tunggal, serta pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara melatih diri agar tulisan Khat Naskhi kita semakin rapi dan indah?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan beberapa contoh tulisan huruf hijaiyah tunggal yang sangat indah dari kaligrafer terkenal, lalu meminta peserta didik untuk mengidentifikasi kunci keindahan tulisan tersebut (konsistensi, proporsi, kebersihan).
  2. Guru membagikan lembar kerja latihan yang berisi baris-baris kosong dengan panduan titik dan garis, serta contoh huruf hijaiyah tunggal yang jelas.
  3. Peserta didik secara individu mengamati kembali contoh dan panduan, serta merencanakan strategi latihan mandiri mereka.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru mengingatkan kembali kaidah dasar penulisan huruf hijaiyah tunggal yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
  2. Membimbing penyelidikan: Peserta didik memulai latihan menulis huruf hijaiyah tunggal secara mandiri pada lembar kerja, dimulai dari huruf yang paling mudah hingga yang paling sulit, dengan fokus pada kerapian dan proporsi.
  3. Guru berkeliling mengamati dan memberikan bimbingan personal kepada peserta didik yang mengalami kesulitan, memberikan tips dan trik penulisan.
  4. Peserta didik dapat saling mengoreksi tulisan teman sebangku mereka berdasarkan kaidah yang telah dipelajari, memberikan umpan balik secara konstruktif.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Beberapa peserta didik yang merasa tulisannya sudah cukup baik diminta untuk menunjukkan hasil latihannya di depan kelas.
  2. Guru memberikan umpan balik umum dan spesifik terhadap hasil latihan peserta didik, mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai dan memberikan saran perbaikan.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru mengajak peserta didik merefleksikan proses belajarnya: 'Apa yang paling sulit dalam menulis huruf hijaiyah tunggal? Apa yang akan kalian lakukan untuk memperbaikinya?'
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya latihan rutin dan kesabaran dalam menguasai Khat Naskhi.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas ketekunan dan semangat latihannya, menumbuhkan rasa bangga atas pencapaian kecil mereka.
  3. Guru memberikan tugas untuk melanjutkan latihan menulis huruf hijaiyah tunggal di rumah dan mempersiapkan diri untuk menulis huruf bersambung pada pertemuan berikutnya, lalu memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Khat Naskhi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Jelajahi Indahnya Khat Naskhi!Nama: ................................ Kelas: ....... Tanggal: ...........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri khas Khat Naskhi dan menganalisis bentuk huruf hijaiyah tunggal.

Alat & bahan: Pensil, penghapus, penggaris, spidol kaligrafi (opsional)

Langkah kerja:

  1. Amati Gambar 1 yang menunjukkan contoh tulisan Khat Naskhi dan Khat Riq'ah. Diskusikan dengan kelompokmu apa saja perbedaan yang paling mencolok dari kedua gaya tulisan tersebut.
    Contoh Tulisan ArabKhat Naskhi: بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (Denganmenyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)Khat Riq'ah: بسم الله الرحمن الرحيم (Dengan menyebut namaAllah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
  2. Tuliskan minimal tiga ciri khas Khat Naskhi yang kamu temukan pada tabel di bawah ini, berdasarkan pengamatanmu.
  3. Perhatikan Gambar 2 yang menampilkan huruf-huruf hijaiyah tunggal. Analisislah kaidah penulisan untuk huruf 'Alif', 'Ba', dan 'Jim' (misalnya, jumlah titik, kemiringan, lekukan).
  4. Latihlah menulis huruf 'Alif', 'Ba', dan 'Jim' pada kolom yang disediakan, berusaha meniru contoh dengan rapi dan proporsional.
  5. Presentasikan hasil diskusimu dan latihan tulisanmu di depan kelas, jelaskan ciri khas dan kaidah yang telah kamu pelajari.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Khat Naskhi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Bisakah kamu membaca huruf hijaiyah secara berurutan?
  2. Pernahkah kamu melihat tulisan Arab yang indah di mushaf Al-Qur'an?
  3. Menurutmu, apa yang membuat tulisan Arab terlihat rapi dan mudah dibaca?
  4. Apakah kamu tahu apa itu kaligrafi?

Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi diskusi kelompok dan hasil latihan menulis huruf hijaiyah tunggal pada LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek penulisan kalimat pendek dengan Khat Naskhi dan presentasi kelompok.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Khat Naskhi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri khas dan kaidah dasar Khat Naskhi dengan tepat.Pengenalan Khat Naskhi, ciri khas, dan kaidah dasar.2 JPkeimanan dan ketakwaan, penalaran kritis
2Menganalisis bentuk dan proporsi huruf hijaiyah tunggal dalam Khat Naskhi dengan benar.Bentuk dan proporsi huruf hijaiyah tunggal dalam Khat Naskhi.2 JPpenalaran kritis, kreativitas
3Menulis huruf hijaiyah tunggal sesuai kaidah Khat Naskhi dengan rapi dan proporsional.Latihan menulis huruf hijaiyah tunggal.2 JPkreativitas, keimanan dan ketakwaan
4Menerapkan kaidah penulisan huruf hijaiyah bersambung dalam Khat Naskhi dengan akurat.Kaidah penulisan huruf hijaiyah bersambung.2 JPpenalaran kritis, kreativitas
Halaman 9 · Khat Naskhi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Khat Naskhi adalah salah satu gaya kaligrafi Arab yang paling populer dan banyak digunakan di dunia Islam. Dikenal karena kejelasan, keterbacaan, dan keindahannya, Khat Naskhi menjadi pilihan utama untuk penulisan mushaf Al-Qur'an, buku-buku agama, dan dokumen resmi. Mempelajari Khat Naskhi tidak hanya melatih keterampilan menulis indah, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya Islam.

1. Pengertian dan Sejarah Khat Naskhi
Khat Naskhi berasal dari kata 'nasakha' (نسخ) yang berarti menyalin atau menulis ulang. Gaya tulisan ini dikembangkan pada abad ke-10 Masehi oleh Ibnu Muqlah dan disempurnakan oleh kaligrafer lain seperti Ibnu Bawwab dan Yaqut al-Musta'simi. Khat Naskhi menjadi standar penulisan Al-Qur'an karena bentuk hurufnya yang proporsional, jelas, dan mudah dibaca, berbeda dengan gaya khat lain seperti Kufi yang lebih kaku atau Riq'ah yang lebih ringkas. Kejelasan ini memudahkan umat Islam dalam membaca dan mempelajari Al-Qur'an serta berbagai literatur keislaman.

2. Ciri Khas Khat Naskhi
Khat Naskhi memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari gaya khat lainnya. Huruf-hurufnya cenderung membulat dan memiliki lekukan yang lembut. Proporsi setiap huruf sangat diperhatikan, dengan ukuran yang seragam dan seimbang. Garis vertikal huruf tegak lurus, sedangkan garis horizontal cenderung datar. Titik-titik pada huruf ditempatkan secara rapi dan sejajar, tidak menyebar. Selain itu, jarak antarhuruf dan antarkata juga diatur agar tulisan terlihat padat namun tetap mudah dibaca. Kejelasan dan kerapian inilah yang membuat Khat Naskhi menjadi pilihan utama untuk penulisan mushaf Al-Qur'an.

3. Peralatan Menulis Khat Naskhi
Untuk menulis Khat Naskhi secara tradisional, diperlukan beberapa peralatan khusus. Pena kaligrafi (قلم الخط - qalam al-khatt) yang terbuat dari bambu atau kayu dengan ujung miring adalah yang paling umum. Tinta kaligrafi (حبر - hibr) yang berkualitas baik dan pekat sangat penting agar tulisan terlihat jelas. Kertas (ورق - waraq) yang halus dan tidak menyerap tinta terlalu cepat juga diperlukan. Selain itu, penggaris dan pensil digunakan untuk membuat garis bantu agar tulisan lurus dan proporsional. Namun, untuk latihan awal, pensil biasa dan buku bergaris sudah cukup memadai untuk membiasakan tangan.

4. Kaidah Dasar Penulisan Huruf Tunggal (Alif - Dal)
Setiap huruf hijaiyah dalam Khat Naskhi memiliki kaidah penulisan yang spesifik. Misalnya, huruf 'Alif' (ا) ditulis tegak lurus dari atas ke bawah. Huruf 'Ba' (ب) ditulis dengan lekukan datar dan satu titik di bawah, dengan panjang yang konsisten. Huruf 'Ta' (ت) dan 'Tsa' (ث) memiliki bentuk dasar yang sama dengan 'Ba', hanya berbeda pada jumlah dan posisi titik. Huruf 'Jim' (ج) memiliki kepala melengkung dan lekukan perut yang jelas di bawah garis. Huruf 'Ha' (ح) dan 'Kha' (خ) memiliki bentuk dasar yang sama dengan 'Jim', hanya berbeda pada posisi titik. Memperhatikan detail-detail ini sangat penting untuk menghasilkan tulisan yang benar dan indah.

5. Kaidah Dasar Penulisan Huruf Tunggal (Dzal - Ra)
Melanjutkan kaidah penulisan huruf hijaiyah tunggal, huruf 'Dzal' (ذ) dan 'Dal' (د) memiliki bentuk yang mirip, namun 'Dzal' memiliki satu titik di atasnya. Keduanya ditulis dengan tarikan garis miring ke bawah lalu mendatar. Huruf 'Ra' (ر) memiliki bentuk seperti kail kecil yang melengkung ke bawah. Huruf 'Zay' (ز) memiliki bentuk dasar yang sama dengan 'Ra', hanya saja memiliki satu titik di atas. Penting untuk menjaga konsistensi kemiringan dan lekukan agar huruf-huruf ini terlihat seimbang dan serasi. Latihan berulang akan membantu tangan terbiasa dengan tarikan-tarikan yang benar.

6. Kaidah Dasar Penulisan Huruf Tunggal (Sin - Shad)
Huruf 'Sin' (س) dan 'Syin' (ش) memiliki tiga gigi di bagian atas dan lekukan perut di bawah garis. 'Syin' memiliki tiga titik di atasnya. Penting untuk menjaga ketinggian gigi yang seragam. Huruf 'Shad' (ص) dan 'Dhad' (ض) memiliki kepala yang memanjang ke kiri dan lekukan perut di bawah garis. 'Dhad' memiliki satu titik di atas kepala. Bentuk kepalanya yang khas memerlukan latihan khusus agar proporsinya tepat. Konsistensi dalam ukuran dan bentuk adalah kunci untuk keindahan tulisan Khat Naskhi.

7. Kaidah Dasar Penulisan Huruf Tunggal (Tha - Ghain)
Huruf 'Tha' (ط) dan 'Zha' (ظ) memiliki bentuk kepala yang memanjang dan batang tegak lurus di atasnya. 'Zha' memiliki satu titik di atas batang. Proporsi batang dan kepala harus seimbang. Huruf 'Ain' (ع) dan 'Ghain' (غ) memiliki kepala yang unik, seperti angka '2' terbalik di bagian atas, dan lekukan perut yang dalam di bawah garis. 'Ghain' memiliki satu titik di atas kepala. Penulisan 'Ain' dan 'Ghain' seringkali menjadi tantangan tersendiri karena bentuknya yang kompleks, membutuhkan latihan yang cermat.

8. Kaidah Dasar Penulisan Huruf Tunggal (Fa - Ya)
Huruf 'Fa' (ف) memiliki kepala bulat dan badan seperti 'Ba' di atas garis, dengan satu titik di atas. Huruf 'Qaf' (ق) mirip 'Fa' tetapi kepalanya lebih besar dan lekukan perutnya di bawah garis, dengan dua titik di atas. Huruf 'Kaf' (ك) memiliki bentuk yang khas, seperti 'Alif' dengan tambahan garis melengkung dan hamzah kecil di dalamnya. Huruf 'Lam' (ل) seperti 'Alif' dengan lekukan di bawah garis. Huruf 'Mim' (م) memiliki kepala kecil dan ekor melengkung. Huruf 'Nun' (ن) memiliki lekukan dalam dengan satu titik di atas. Huruf 'Ha' (ه) memiliki bentuk yang bervariasi tergantung posisinya, namun bentuk tunggalnya seperti angka '8' terbalik. Huruf 'Waw' (و) memiliki kepala bulat dan ekor seperti 'Ra'. Huruf 'Lam Alif' (لا) adalah gabungan dari 'Lam' dan 'Alif'. Terakhir, huruf 'Ya' (ي) memiliki bentuk seperti bebek dengan dua titik di bawah. Menguasai setiap detail ini akan membawa pada keindahan tulisan Khat Naskhi yang sempurna.

Rangkuman: Khat Naskhi adalah gaya kaligrafi Arab yang paling banyak digunakan karena kejelasan dan keindahannya, terutama untuk Al-Qur'an. Ciri khasnya meliputi bentuk huruf yang membulat, proporsi yang seimbang, dan penempatan titik yang rapi. Menguasai Khat Naskhi membutuhkan pemahaman kaidah penulisan setiap huruf hijaiyah, baik tunggal maupun bersambung, serta latihan yang konsisten. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan motorik halus, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap seni dan warisan Islam.

Halaman 10 · Khat Naskhi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Khat NaskhiGaya kaligrafi Arab yang jelas, mudah dibaca, dan sering digunakan untuk menulis mushaf Al-Qur'an.
HijaiyahHuruf-huruf dalam abjad Arab, yang menjadi dasar penulisan bahasa Arab dan Al-Qur'an.
ProporsiKeseimbangan ukuran dan bentuk antarbagian huruf atau antarhuruf agar terlihat harmonis.
QalamPena khusus yang digunakan untuk menulis kaligrafi Arab, biasanya terbuat dari bambu atau kayu.
MushafBentuk tertulis dari Al-Qur'an yang telah dibukukan.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Khat Naskhi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Khat Naskhi" mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Khat Naskhi — pratinjau tuntas.org

Peta Materi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas VIII Setahun

Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.

Materi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) di kelas lain

Kaligrafi Ayat (Khat)Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas VIII →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas 8 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Khat Naskhi pada Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) SMP, Fase D, elemen Al-Qur'an dan Hadis.

Modul Khat Naskhi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 2 (genap), menurut urutan materi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas VIII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) materi Khat Naskhi ini gratis?

Ya. Modul Khat Naskhi untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Khat Naskhi ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Khat Naskhi ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Khat Naskhi dapat Anda sesuaikan dengan murid Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Khat Naskhi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VIII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Khat Naskhi tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Khat Naskhi untuk Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Khat Naskhi ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas VIII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Khat Naskhi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?

Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Khat Naskhi yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.