Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas IX
Cerpen
Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia SMP kelas IX materi Cerpen lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Cerpen yang Anda cari? Materi Bahasa Indonesia Kelas IX lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Cerpen |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Menulis Cerpen |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang cerita fiksi dan mampu mengidentifikasi unsur-unsur sederhana dalam sebuah cerita.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kreativitas, komunikasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks untuk menyampaikan gagasan, pikiran, dan perasaan secara logis, sistematis, dan efektif, menggunakan struktur dan unsur kebahasaan yang tepat, serta memperhatikan tujuan dan konteks penulisan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Cerpen adalah bentuk narasi pendek yang banyak ditemukan di majalah, koran, atau buku antologi, seperti cerpen 'Robohnya Surau Kami' karya A.A. Navis. |
| Konseptual | Cerpen memiliki struktur narasi yang terdiri dari orientasi, komplikasi, dan resolusi, serta mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik yang membangun keutuhan cerita. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar tahapan menulis cerpen mulai dari menentukan ide, membuat kerangka, mengembangkan cerita, hingga menyunting dan merevisi karya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman struktur dan unsur cerpen membantu mereka tidak hanya menulis lebih baik, tetapi juga menganalisis dan mengapresiasi karya sastra secara lebih mendalam. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen yang dibaca dengan tepat.
- Menganalisis karakteristik kebahasaan dalam cerpen dengan cermat.
- Merancang kerangka cerpen berdasarkan ide cerita pribadi yang relevan.
- Menulis cerpen dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan yang benar.
- Menyunting dan merevisi cerpen hasil karya sendiri atau teman berdasarkan umpan balik.
- Mempresentasikan cerpen hasil karya pribadi di depan kelas dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Memahami cerpen bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang merasakan, menganalisis, dan mampu menciptakan cerita pendek yang merefleksikan pengalaman dan ide-ide kita, sehingga kita dapat mengkomunikasikan pesan secara efektif dan kreatif.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian membaca sebuah cerita pendek yang membuat kalian merasa sangat terhubung dengan tokohnya atau bahkan mengubah cara pandang kalian terhadap sesuatu?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Menulis Cerpen |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami bagaimana cerpen dapat diadaptasi menjadi pertunjukan drama pendek atau film, serta pentingnya ekspresi dalam bercerita. Pendidikan Pancasila: Menganalisis nilai-nilai moral dan sosial yang terkandung dalam cerpen, serta bagaimana cerpen dapat merefleksikan dan membentuk karakter bangsa. Teknologi Informasi dan Komunikasi: Menggunakan aplikasi pengolah kata untuk menulis dan menyunting cerpen, serta mencari referensi cerpen secara daring. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat mendorong anak membaca cerpen di rumah dan mendiskusikan isinya, atau membantu menyediakan buku/akses cerpen digital. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur dengan meja-meja kelompok yang fleksibel untuk diskusi, dilengkapi pojok baca dengan koleksi cerpen, serta akses ke perpustakaan sekolah. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform berbagi dokumen online (misalnya Google Docs) untuk kolaborasi menyunting cerpen, serta penggunaan aplikasi kamus daring untuk mencari makna kata. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen yang dibaca dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyambut peserta didik dengan hangat, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman membaca cerita. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi unsur cerpen dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, serta menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik membaca sebuah cerpen pendek ('Kucing Hitam' karya Edgar Allan Poe versi terjemahan singkat) yang dibagikan guru, lalu secara mandiri menggarisbawahi bagian-bagian yang dianggap penting, seperti tokoh, latar, atau konflik. Guru membimbing diskusi singkat tentang kesan pertama mereka terhadap cerpen tersebut dan mengapa mereka menggarisbawahi bagian-bagian tertentu. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mengisi tabel identifikasi unsur intrinsik (tokoh, penokohan, alur, latar, tema, sudut pandang, amanat) dan ekstrinsik (nilai moral, sosial, budaya) dari cerpen yang dibaca, dengan bimbingan guru. Setiap kelompok diminta menuliskan bukti tekstual untuk setiap unsur yang mereka temukan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya setiap unsur dalam membangun cerita yang utuh. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama unsur-unsur cerpen yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, memotivasi untuk terus membaca, dan menyampaikan kegiatan untuk pertemuan selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Inquiry-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis karakteristik kebahasaan dalam cerpen dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengulas singkat materi unsur cerpen dari pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis karakteristik kebahasaan cerpen dan pentingnya dalam membangun suasana, serta menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilalui. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu membaca kembali cerpen yang sama atau cerpen lain yang lebih pendek. Mereka diminta untuk menandai atau mencatat kata-kata, frasa, atau kalimat yang menurut mereka unik, menarik, atau memiliki gaya bahasa tertentu (misalnya, majas, kata kerja aksi, kalimat langsung/tidak langsung). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan temuan mereka tentang kebahasaan cerpen. Mereka mengidentifikasi jenis-jenis majas (personifikasi, metafora, simile), penggunaan kalimat deskriptif, kata kerja yang kuat, dan bagaimana unsur-unsur kebahasaan tersebut mempengaruhi pembaca dan membangun suasana cerita. Mereka mencatat hasil analisis mereka pada lembar kerja. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan analisis kebahasaan mereka, diikuti dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelas. Guru memberikan penguatan tentang bagaimana pemilihan kata dan gaya bahasa yang tepat dapat memperkaya cerpen dan membuat pembaca lebih merasakan emosi dalam cerita. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru merangkum bersama poin-poin penting tentang karakteristik kebahasaan cerpen. Guru mengapresiasi kerja keras peserta didik, mendorong mereka untuk lebih peka terhadap bahasa dalam membaca, dan memberikan informasi mengenai persiapan untuk merancang ide cerpen di pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Merancang kerangka cerpen berdasarkan ide cerita pribadi yang relevan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan mengingatkan kembali pentingnya ide dalam sebuah cerita. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merancang kerangka cerpen dari ide pribadi dan manfaatnya dalam menulis, serta menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru memutarkan video pendek inspiratif atau menceritakan anekdot untuk memicu ide cerita. Peserta didik secara individu melakukan curah pendapat (brainstorming) tentang pengalaman pribadi, isu sosial, atau hal-hal menarik di sekitar mereka yang bisa dijadikan ide cerpen. Mereka menuliskan beberapa ide awal di buku catatan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik memilih satu ide terbaik, lalu mulai merancang kerangka cerpen. Mereka membuat garis besar alur (awal-konflik-penyelesaian), karakter utama, latar, dan pesan yang ingin disampaikan. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual dan memastikan setiap peserta didik memiliki kerangka yang jelas. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa peserta didik secara sukarela membagikan ide dan kerangka cerpen mereka di depan kelas. Teman-teman dan guru memberikan masukan konstruktif untuk memperkaya ide dan memperbaiki kerangka. Guru menekankan bahwa kerangka adalah peta penting sebelum memulai penulisan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya kerangka dalam menulis cerpen. Guru mengapresiasi kreativitas peserta didik, memotivasi mereka untuk mulai membayangkan detail cerpen, dan mengingatkan untuk membawa ide kerangka mereka di pertemuan selanjutnya untuk mulai menulis. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi unsur-unsur cerpen dan menganalisis karakteristik kebahasaan cerpen.
Alat & bahan: Cerpen cetak/digital, alat tulis, buku catatan
Langkah kerja:
- Baca cerpen 'Kucing Hitam' dengan saksama.
- Identifikasi unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, sudut pandang, amanat) dan ekstrinsik (nilai moral, sosial) dalam cerpen tersebut.
- Catatlah bukti tekstual untuk setiap unsur yang kalian temukan.
- Analisis karakteristik kebahasaan (majas, kata kerja, kalimat deskriptif) yang digunakan dalam cerpen.
- Diskusikan hasil temuan kalian dengan kelompok dan siapkan untuk presentasi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang cerita fiksi?
- Pernahkah kalian membaca cerpen? Cerpen apa yang paling kalian ingat?
- Menurut kalian, apa saja yang harus ada dalam sebuah cerita?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, saat merancang kerangka cerpen, dan saat memberikan/menerima umpan balik.
Sumatif (akhir): Penilaian cerpen hasil karya peserta didik (produk) dan presentasi cerpen (kinerja).
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen yang dibaca dengan tepat. | Unsur-unsur cerpen (intrinsik dan ekstrinsik) | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis karakteristik kebahasaan dalam cerpen dengan cermat. | Karakteristik kebahasaan cerpen (majas, kata kerja, deskripsi) | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Merancang kerangka cerpen berdasarkan ide cerita pribadi yang relevan. | Ide dan kerangka cerpen | 2 JP | kreativitas |
| 4 | Menulis, menyunting, dan mempresentasikan cerpen. | Proses menulis, menyunting, dan presentasi cerpen | 10 JP | kreativitas, komunikasi |
Cerita pendek atau cerpen adalah salah satu bentuk karya sastra yang populer dan mudah dinikmati. Cerpen menghadirkan kisah-kisah kehidupan dalam skala yang ringkas, namun mampu meninggalkan kesan mendalam bagi pembacanya. Dengan mempelajari cerpen, kita tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa, tetapi juga melatih kepekaan terhadap isu-isu sosial dan emosi manusia.
1. Pengertian dan Ciri-ciri Cerpen
Cerpen adalah jenis prosa naratif fiktif yang dibaca dalam sekali duduk, umumnya kurang dari 10.000 kata. Ciri-cirinya meliputi fokus pada satu peristiwa utama, memiliki satu alur yang tunggal, tokoh yang terbatas, dan kesan tunggal yang dominan. Cerpen seringkali mengangkat tema sederhana namun mendalam, dan berakhir dengan resolusi yang jelas atau menggantung, meninggalkan pembaca dengan renungan.
2. Unsur Intrinsik Cerpen
Unsur intrinsik adalah elemen-elemen yang membangun cerpen dari dalam. Ini meliputi tema (gagasan pokok), tokoh dan penokohan (karakter serta wataknya), alur/plot (rangkaian peristiwa), latar/setting (waktu, tempat, suasana), sudut pandang (posisi pencerita), dan amanat (pesan moral). Memahami unsur-unsur ini membantu kita menganalisis kedalaman sebuah cerita dan bagaimana penulis membangun dunianya.
3. Unsur Ekstrinsik Cerpen
Unsur ekstrinsik adalah elemen-elemen yang berada di luar cerpen namun mempengaruhi pembentukan cerita. Ini meliputi latar belakang masyarakat (kondisi sosial, budaya, ekonomi saat cerpen ditulis), latar belakang penulis (riwayat hidup, aliran sastra, pandangan hidup), dan nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen (nilai moral, agama, sosial, budaya, pendidikan). Unsur ekstrinsik memberikan konteks yang lebih luas terhadap cerpen.
4. Karakteristik Kebahasaan Cerpen
Gaya bahasa dalam cerpen sangat penting untuk menciptakan suasana dan karakter. Penulis sering menggunakan majas (gaya bahasa kiasan) seperti metafora, simile, personifikasi untuk memperindah cerita. Penggunaan kata kerja aksi yang kuat, kalimat deskriptif yang detail, dan dialog yang hidup juga menjadi ciri khas. Pilihan kata (diksi) yang tepat akan membuat cerpen lebih menarik dan berkesan bagi pembaca.
5. Tahapan Menulis Cerpen
Menulis cerpen melibatkan beberapa tahapan. Dimulai dari menemukan ide dan menentukan tema, kemudian menyusun kerangka cerita yang meliputi alur, tokoh, dan latar. Selanjutnya, mengembangkan kerangka menjadi draf cerpen dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan. Tahap akhir adalah menyunting dan merevisi cerpen untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kualitasnya, hingga siap untuk dibaca.
Rangkuman: Cerpen adalah karya sastra naratif fiktif yang singkat namun padat, dibangun oleh unsur intrinsik (tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, amanat) dan dipengaruhi unsur ekstrinsik (latar belakang masyarakat dan penulis, nilai-nilai). Kebahasaan cerpen kaya akan majas dan deskripsi untuk menciptakan kesan mendalam. Proses menulis cerpen meliputi ide, kerangka, penulisan draf, serta penyuntingan dan revisi untuk menghasilkan karya yang berkualitas.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Cerpen | Cerita pendek; prosa naratif fiktif yang singkat. |
| Intrinsik | Unsur-unsur yang membangun cerita dari dalam. |
| Ekstrinsik | Unsur-unsur yang mempengaruhi cerita dari luar. |
| Majas | Gaya bahasa untuk memperindah makna. |
| Diksi | Pilihan kata yang tepat dalam menulis. |
| Alur | Rangkaian peristiwa dalam cerita. |
| Tema | Gagasan pokok yang mendasari cerita. |
| Amanat | Pesan moral yang ingin disampaikan penulis. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Cerpen" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Bahasa Indonesia Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap
Teks Laporan PercobaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks Pidato PersuasifModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 4 siap
Teks DiskusiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCerita InspiratifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTeks Cerita InspiratifModul siap unduh · Word + PDF ber-kopLiterasi Buku Fiksi dan NonfiksiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Bahasa Indonesia di kelas lain
Artikel Ilmiah PopulerBahasa Indonesia Kelas IX SMPDemi keluargaBahasa Indonesia Kelas IX SMPDeskripsiBahasa Indonesia Kelas IX SMPLiterasi Buku FiksiBahasa Indonesia Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas IX →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Cerpen ini gratis?
Ya. Modul Cerpen untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Cerpen ini mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas IX SMP.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Cerpen untuk Bahasa Indonesia kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Cerpen ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Cerpen dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.