Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas IX
Literasi Buku Fiksi
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Literasi Buku Fiksi |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik mampu memahami alur cerita sederhana dan mengidentifikasi tokoh dalam cerita fiksi yang pernah mereka baca atau tonton. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Membaca dan Memirsa |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi informasi serta menyampaikan tanggapan terhadap teks fiksi dan nonfiksi secara kritis dan reflektif. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Banyak buku fiksi populer di Indonesia seperti 'Laskar Pelangi' atau 'Dilan' yang memiliki jutaan pembaca dari berbagai kalangan. |
| Konseptual | Literasi buku fiksi melibatkan pemahaman terhadap unsur intrinsik dan ekstrinsik, serta kemampuan menafsirkan makna dan nilai dalam cerita. |
| Prosedural | Proses membaca buku fiksi secara mendalam meliputi langkah-langkah seperti mengidentifikasi latar, menganalisis karakter, menafsirkan konflik, dan mengevaluasi pesan moral. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari strategi membaca yang efektif untuk memahami berbagai jenis teks fiksi dan bagaimana pengetahuan ini membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, sudut pandang) dalam buku fiksi yang dibaca dengan tepat.
- Menganalisis keterkaitan antarunsur intrinsik dalam buku fiksi untuk membangun keutuhan cerita.
- Menilai kualitas cerita fiksi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan (misalnya: kejelasan alur, kekuatan karakter, relevansi tema).
- Menulis resensi buku fiksi sederhana dengan struktur yang runtut dan bahasa yang komunikatif.
- Mempresentasikan hasil resensi buku fiksi secara lisan dengan percaya diri dan argumen yang jelas.
Pemahaman bermakna: Memahami buku fiksi bukan hanya sekadar membaca cerita, tetapi juga menggali nilai-nilai kehidupan, mengembangkan empati, dan melatih penalaran kritis untuk melihat dunia dari berbagai sudut pandang.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa sebuah cerita fiksi, meskipun hanya karangan, bisa membuat kita tertawa, menangis, atau bahkan mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Menganalisis bagaimana cerita fiksi dapat diadaptasi menjadi pertunjukan drama atau film, serta bagaimana unsur visual memengaruhi narasi. Ilmu Pengetahuan Sosial: Mengaitkan latar belakang sejarah atau kondisi sosial dalam cerita fiksi dengan realitas kehidupan masyarakat pada masa tersebut. Pendidikan Karakter: Mengidentifikasi nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam cerita fiksi serta relevansinya dengan pembentukan karakter pribadi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendiskusikan buku fiksi yang dibaca peserta didik di rumah atau mengunjungi perpustakaan bersama. |
| Lingkungan Pembelajaran | Menciptakan pojok baca yang nyaman di kelas dengan koleksi buku fiksi beragam, serta memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber utama. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Memanfaatkan platform seperti Goodreads atau blog resensi buku untuk mencari inspirasi, membandingkan resensi, dan mempublikasikan resensi mereka sendiri. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, sudut pandang) dalam buku fiksi yang dibaca dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajak peserta didik mengingat kembali cerita fiksi favorit mereka dan bertanya mengapa cerita itu berkesan, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi unsur-unsur pembangun cerita. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok membaca cuplikan cerita fiksi pendek yang berbeda dan diminta untuk menemukan elemen-elemen dasar seperti siapa tokohnya, di mana kejadiannya, dan apa yang terjadi, kemudian mereka mencatat temuan awal. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi awal mereka, kemudian guru memfasilitasi diskusi untuk menyamakan pemahaman tentang definisi dan contoh unsur intrinsik (tokoh, latar, alur) dengan bimbingan dan koreksi yang terstruktur. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik saling memberikan umpan balik tentang identifikasi unsur intrinsik yang mereka lakukan, dan guru memberikan penguatan tentang pentingnya memahami unsur dasar ini sebagai fondasi literasi fiksi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan unsur intrinsik yang telah dipelajari, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas singkat untuk mencari contoh unsur intrinsik lain di rumah. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, sudut pandang) dalam buku fiksi yang dibaca dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Setelah salam dan doa, guru mengulas kembali materi unsur intrinsik pada pertemuan sebelumnya, menanyakan kesulitan yang mungkin dihadapi, dan mengaitkan dengan materi hari ini yaitu melanjutkan identifikasi unsur intrinsik yang lebih mendalam (tema, sudut pandang). |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dalam kelompok yang sama membaca cuplikan cerita fiksi yang lebih kompleks dan berdiskusi untuk mengidentifikasi tema utama serta sudut pandang yang digunakan penulis, dengan fokus pada bagaimana penulis menyajikan cerita. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok membandingkan hasil identifikasi tema dan sudut pandang mereka, guru memberikan contoh-contoh konkret dari berbagai jenis sudut pandang dan membantu peserta didik memahami perbedaan serta implikasinya dalam cerita. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara mandiri menuliskan satu paragraf tentang bagaimana tema dan sudut pandang memengaruhi pemahaman mereka terhadap cerita, kemudian beberapa sukarelawan membacakan hasilnya untuk mendapatkan umpan balik dari teman dan guru. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru memberikan apresiasi atas usaha peserta didik dalam memahami unsur yang lebih abstrak, mengingatkan kembali pentingnya seluruh unsur intrinsik, dan memberikan motivasi untuk terus membaca. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 35 menit
Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis unsur intrinsik dalam cuplikan cerita fiksi.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Buku fiksi adalah jendela menuju dunia imajinasi yang tak terbatas. Melalui cerita-cerita ini, kita diajak untuk menjelajahi berbagai kehidupan, merasakan emosi, dan memahami perspektif yang berbeda.
Alat & bahan: Cuplikan cerita fiksi, alat tulis, lembar kerja.
Langkah kerja:
- Bacalah cuplikan cerita fiksi dengan cermat.
- Identifikasi tokoh-tokoh utama dan wataknya.
- Tentukan latar waktu dan tempat kejadian dalam cerita.
- Jelaskan alur cerita secara singkat.
- Temukan tema utama dan sudut pandang pencerita.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa buku cerita fiksi terakhir yang kamu baca atau tonton?
- Siapa tokoh favoritmu dalam cerita fiksi dan mengapa?
- Menurutmu, apa saja bagian penting yang membentuk sebuah cerita?
- Pernahkah kamu menulis ringkasan atau pendapat tentang sebuah buku?
Formatif (proses): Penilaian formatif dilakukan melalui observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kelengkapan catatan analisis, dan draf resensi.
Sumatif (akhir): Asesmen sumatif berupa penilaian resensi buku fiksi tertulis dan presentasi lisan resensi buku fiksi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, sudut pandang) dalam buku fiksi yang dibaca dengan tepat. | Pengenalan unsur intrinsik (tokoh, latar, alur) dan (tema, sudut pandang). | 6 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis keterkaitan antarunsur intrinsik dalam buku fiksi untuk membangun keutuhan cerita. | Keterkaitan antarunsur intrinsik dan dampaknya. | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Menilai kualitas cerita fiksi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan (misalnya: kejelasan alur, kekuatan karakter, relevansi tema). | Kriteria penilaian kualitas cerita fiksi dan analisis buku. | 3 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 4 | Menulis resensi buku fiksi sederhana dengan struktur yang runtut dan bahasa yang komunikatif; Mempresentasikan hasil resensi buku fiksi secara lisan dengan percaya diri dan argumen yang jelas. | Struktur resensi, penulisan draf, revisi, dan presentasi resensi. | 12 JP | Kreativitas, Komunikasi |
Buku fiksi adalah jendela menuju dunia imajinasi yang tak terbatas. Melalui cerita-cerita ini, kita diajak untuk menjelajahi berbagai kehidupan, merasakan emosi, dan memahami perspektif yang berbeda. Literasi buku fiksi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat memahami, menafsirkan, dan menghargai setiap kisah yang tersaji di hadapan kita, menjadikannya pengalaman yang memperkaya diri.
1. Mengenal Unsur Intrinsik Cerita Fiksi
Setiap cerita fiksi dibangun oleh beberapa unsur dasar yang saling berkaitan, disebut unsur intrinsik. Unsur-unsur ini meliputi tokoh (siapa yang terlibat), latar (di mana dan kapan cerita terjadi), alur (urutan kejadian), tema (gagasan utama cerita), dan sudut pandang (posisi pencerita). Memahami unsur-unsur ini adalah kunci untuk menyelami kedalaman sebuah cerita dan mengapresiasi karya penulis. Misalnya, tokoh 'Harry Potter' yang berani di latar sekolah sihir Hogwarts membentuk alur cerita petualangan yang seru.
2. Tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah pelaku yang menggerakkan cerita. Penokohan adalah cara penulis menggambarkan karakter tokoh, bisa melalui dialog, tindakan, pikiran, atau deskripsi langsung. Tokoh dapat dibagi menjadi tokoh protagonis (utama), antagonis (penentang), dan tritagonis (penengah). Karakter yang kuat dan realistis akan membuat pembaca lebih mudah terhubung dengan cerita. Contohnya, 'Malin Kundang' yang digambarkan durhaka membuat kita merasakan konflik moral dalam cerita.
3. Latar dan Alur Cerita
Latar adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar yang detail dapat membangun imajinasi pembaca. Alur adalah urutan peristiwa yang membentuk jalan cerita, biasanya meliputi pengenalan, konflik, klimaks, dan penyelesaian. Alur yang menarik akan membuat pembaca penasaran dan ingin terus mengikuti cerita. Latar pedesaan di 'Laskar Pelangi' sangat memengaruhi alur perjuangan anak-anak miskin meraih pendidikan.
4. Tema dan Sudut Pandang
Tema adalah ide pokok atau gagasan utama yang ingin disampaikan penulis. Tema bisa berupa cinta, perjuangan, persahabatan, atau kritik sosial. Sudut pandang adalah cara penulis menempatkan diri dalam cerita, apakah sebagai orang pertama (aku), orang ketiga serbatahu, atau orang ketiga pengamat. Pemilihan tema dan sudut pandang sangat memengaruhi pesan dan kesan yang diterima pembaca. Tema persahabatan yang kuat sering dijumpai dalam banyak cerita fiksi remaja.
5. Menulis Resensi Buku Fiksi
Resensi adalah ulasan atau penilaian terhadap sebuah buku. Resensi buku fiksi bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pembaca lain tentang isi, kualitas, dan daya tarik buku tersebut. Struktur resensi umumnya mencakup identitas buku, sinopsis singkat, analisis unsur intrinsik, penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan, serta rekomendasi. Bahasa yang digunakan harus komunikatif dan persuasif agar pembaca tertarik untuk membaca buku yang diresensi.
Rangkuman: Literasi buku fiksi adalah kemampuan memahami dan mengapresiasi cerita melalui analisis unsur intrinsiknya seperti tokoh, latar, alur, tema, dan sudut pandang. Keterkaitan antarunsur ini membentuk keutuhan cerita. Kemampuan menilai kualitas cerita dan menulis resensi yang informatif serta persuasif merupakan puncak dari literasi fiksi. Proses ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan empati dan penalaran kritis terhadap berbagai perspektif kehidupan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Fiksi | Cerita rekaan atau khayalan yang tidak berdasarkan kenyataan. |
| Intrinsik | Unsur-unsur yang membangun cerita dari dalam (tokoh, latar, alur, tema, sudut pandang). |
| Ekstrinsik | Unsur-unsur dari luar cerita yang memengaruhi (latar belakang penulis, nilai sosial). |
| Resensi | Ulasan atau penilaian kritis terhadap suatu karya, seperti buku atau film. |
| Sinopsis | Ringkasan cerita yang padat dan jelas tanpa membocorkan akhir cerita. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Literasi Buku Fiksi" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Literasi Buku Fiksi yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 2 siap unduh
Berbagi Argumentasi dalam Teks DiskusiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBelajar BerpantunModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 2 siap unduh
Menuangkan Gagasan dalam Artikel Ilmiah PopulerBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMeneladani Pesan Moral dalam LegendaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Literasi Buku NonfiksiBahasa Indonesia Kelas IX SMPArtikel Ilmiah PopulerBahasa Indonesia Kelas IX SMPBelajar Menulis PantunBahasa Indonesia Kelas IX SMPCerpenBahasa Indonesia Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas IX →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Literasi Buku Fiksi masuk ujian semester Bahasa Indonesia Kelas IX. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal Bahasa Indonesia Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Literasi Buku Fiksi pada Bahasa Indonesia SMP, Fase D, elemen Membaca dan Memirsa.
Modul Literasi Buku Fiksi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Literasi Buku Fiksi untuk Bahasa Indonesia kelas IX.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Literasi Buku Fiksi ini gratis?
Ya. Modul Literasi Buku Fiksi untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Literasi Buku Fiksi ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Literasi Buku Fiksi ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Literasi Buku Fiksi dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Literasi Buku Fiksi ini mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Literasi Buku Fiksi tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Literasi Buku Fiksi untuk Bahasa Indonesia kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Literasi Buku Fiksi ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Literasi Buku Fiksi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Literasi Buku Fiksi yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.