Modul Ajar & RPP IPA Kelas IX
Isu-Isu Lingkungan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Isu-Isu Lingkungan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang komponen ekosistem dan interaksi antar makhluk hidup. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis data dan informasi mengenai isu lingkungan untuk mengevaluasi solusi yang ditawarkan. - Kewargaan — elemen: Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan
Peserta didik berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok untuk merumuskan langkah-langkah penanganan isu lingkungan di lingkungan sekitar. - Kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan melaksanakan proyek sederhana penanganan sampah.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Sains |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis berbagai isu lingkungan, dampaknya terhadap kehidupan dan ekosistem, serta mengusulkan solusi inovatif berbasis sains untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pencemaran air sungai oleh limbah rumah tangga dan industri merupakan contoh isu lingkungan yang nyata. |
| Konseptual | Isu lingkungan mencakup pencemaran (air, udara, tanah), perubahan iklim, krisis energi, dan krisis pangan yang saling berkaitan. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis dampak, dan merumuskan solusi untuk isu lingkungan. |
| Metakognitif | Peserta didik akan merefleksikan bagaimana pemahaman tentang isu lingkungan dapat mendorong perubahan perilaku dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis pencemaran lingkungan (air, udara, tanah) dengan tepat.
- Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan dan ekosistem secara runtut.
- Melalui presentasi hasil investigasi, peserta didik dapat mengusulkan solusi kreatif untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan di sekitar mereka dengan percaya diri.
- Setelah menonton video, peserta didik dapat mengidentifikasi penyebab dan dampak pemanasan global dengan benar.
- Melalui diskusi dan analisis data, peserta didik dapat merumuskan langkah-langkah mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim secara logis.
- Dengan melakukan simulasi sederhana, peserta didik dapat menemukan alternatif sumber energi terbarukan dan menjelaskan prinsip kerjanya secara mandiri.
Pemahaman bermakna: Isu-isu lingkungan bukan hanya masalah global, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan kita sehari-hari, sehingga membutuhkan kesadaran dan tindakan kolektif untuk mencari solusi yang berkelanjutan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa sampah yang kita buang hari ini bisa menjadi masalah besar bagi masa depan bumi?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Peserta didik menyusun laporan dan mempresentasikan hasil proyek penanganan sampah dengan bahasa yang jelas dan persuasif. Matematika: Peserta didik mengolah data konsumsi energi atau produksi sampah untuk menganalisis tren dan membuat prediksi. Seni Budaya: Peserta didik membuat poster atau karya seni daur ulang untuk kampanye kesadaran lingkungan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berpartisipasi dalam proyek penanganan sampah sederhana di rumah, seperti memilah sampah atau membuat kompos. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dapat dilakukan di lingkungan sekolah untuk mengidentifikasi masalah sampah atau di laboratorium untuk simulasi energi terbarukan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi, infografis, dan aplikasi simulasi energi untuk memperkaya pemahaman peserta didik tentang isu lingkungan. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis pencemaran lingkungan (air, udara, tanah) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Lingkungan: Guru menampilkan gambar-gambar isu lingkungan (misal: sampah menumpuk, sungai kotor, asap pabrik). Peserta didik menebak jenis pencemaran yang terjadi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan dan ekosistem secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Lingkungan: Guru memulai dengan satu kata (misal: 'sampah'). Peserta didik berikutnya menyebutkan kata yang berhubungan dengan lingkungan (misal: 'plastik', 'sungai', 'ikan').
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Mengidentifikasi jenis-jenis pencemaran lingkungan dan dampaknya.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Lingkungan adalah tempat kita hidup dan berinteraksi. Namun, aktivitas manusia seringkali menimbulkan berbagai isu yang mengancam keberlangsungan lingkungan.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, gambar/video kasus pencemaran
Langkah kerja:
- Amati diagram batang sampah plastik berikut, lalu usulkan cara mengurangi sampah di lokasi yang paling tercemar.
Gambar 1. Diagram batang - Amati gambar/video kasus pencemaran lingkungan yang ditampilkan guru.
- Diskusikan dalam kelompok, jenis pencemaran apa yang terjadi pada gambar/video tersebut.
- Catat penyebab dan dampak yang mungkin timbul dari pencemaran tersebut.
- Identifikasi solusi awal yang bisa diusulkan untuk mengatasi masalah pencemaran tersebut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang lingkungan?
- Sebutkan contoh masalah lingkungan yang sering kamu dengar atau lihat!
- Menurutmu, mengapa lingkungan perlu dijaga?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan catatan hasil analisis studi kasus.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi proyek solusi lingkungan dan hasil simulasi energi terbarukan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis pencemaran lingkungan | Pencemaran lingkungan (air, udara, tanah) | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan dampak pencemaran lingkungan | Dampak pencemaran terhadap kesehatan dan ekosistem | 2 JP | Penalaran Kritis, Kewargaan |
| 3 | Mengusulkan solusi kreatif mengatasi pencemaran | Solusi penanganan pencemaran lingkungan | 2 JP | Kewargaan, Kolaborasi |
| 4 | Menemukan alternatif sumber energi terbarukan | Pemanasan global dan krisis energi | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
Lingkungan adalah tempat kita hidup dan berinteraksi. Namun, aktivitas manusia seringkali menimbulkan berbagai isu yang mengancam keberlangsungan lingkungan. Modul ini akan mengajak kita menyelami isu-isu lingkungan mulai dari pencemaran, perubahan iklim, hingga krisis energi, serta mencari solusi inovatif untuk menjaga bumi kita.
1. Melestarikan dan Menjaga Kesehatan Lingkungan
Pencemaran lingkungan adalah masuknya zat, energi, atau komponen lain ke lingkungan oleh kegiatan manusia sehingga kualitas lingkungan menurun. Ada tiga jenis pencemaran utama: pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanah. Pencemaran air sering disebabkan oleh limbah domestik, industri, dan pertanian yang dibuang ke sungai atau laut, menyebabkan eutrofikasi dan kematian organisme air. Pencemaran udara umumnya berasal dari emisi kendaraan bermotor dan pabrik, menghasilkan partikulat, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida yang berdampak pada kesehatan pernapasan dan hujan asam. Sementara itu, pencemaran tanah terjadi akibat pembuangan sampah anorganik yang sulit terurai dan penggunaan pestisida berlebihan, merusak kesuburan tanah dan mencemari air tanah. Menjaga kesehatan lingkungan berarti mengurangi sumber-sumber pencemaran ini melalui pengelolaan limbah yang baik, penggunaan energi bersih, dan praktik pertanian berkelanjutan.
2. Mengatasi Dampak Perubahan Iklim
Perubahan iklim merujuk pada pergeseran signifikan dan jangka panjang dalam pola cuaca global atau regional. Salah satu manifestasi utamanya adalah pemanasan global, yaitu peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi akibat konsentrasi gas rumah kaca yang berlebihan di atmosfer. Gas-gas seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan aktivitas pertanian. Dampak pemanasan global sangat luas, meliputi kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem yang lebih sering dan intens (banjir, kekeringan, badai), serta ancaman terhadap keanekaragaman hayati. Mengatasi dampak perubahan iklim membutuhkan upaya mitigasi (mengurangi emisi gas rumah kaca) dan adaptasi (menyesuaikan diri dengan dampak yang sudah terjadi), seperti penggunaan energi terbarukan, reboisasi, dan pengembangan infrastruktur tahan iklim.
3. Mengatasi Krisis Energi
Krisis energi adalah situasi ketika pasokan energi tidak dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat. Ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, gas alam) yang terbatas dan tidak terbarukan menjadi akar masalah krisis ini. Pembakaran bahan bakar fosil juga berkontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca dan pencemaran lingkungan. Untuk mengatasi krisis energi, diperlukan transisi menuju sumber energi terbarukan yang melimpah dan ramah lingkungan. Contoh energi terbarukan meliputi energi surya (dari matahari), energi angin (dari turbin angin), energi hidro (dari air terjun), energi panas bumi (geotermal), dan biomassa (dari limbah organik). Pengembangan teknologi dan investasi pada energi terbarukan sangat krusial untuk memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan bagi masa depan.
4. Meningkatkan Ketersediaan Pangan
Ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas adalah hak dasar setiap manusia, namun isu lingkungan seperti perubahan iklim, degradasi lahan, dan kelangkaan air mengancam ketahanan pangan global. Peningkatan populasi juga menuntut produksi pangan yang lebih besar, seringkali dengan metode yang tidak berkelanjutan. Untuk meningkatkan ketersediaan pangan secara berkelanjutan, diperlukan praktik pertanian yang inovatif dan ramah lingkungan. Ini mencakup pertanian organik yang mengurangi penggunaan pestisida kimia, pertanian vertikal atau hidroponik yang menghemat lahan dan air, serta pengembangan varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim. Selain itu, mengurangi limbah makanan, mendiversifikasi sumber pangan, dan mendukung petani lokal juga merupakan bagian penting dari solusi ketahanan pangan.
5. Peran Individu dalam Pelestarian Lingkungan
Setiap individu memiliki peran penting dalam pelestarian lingkungan. Tindakan sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, menghemat energi dan air, serta menggunakan transportasi publik dapat memberikan dampak kumulatif yang besar. Pendidikan lingkungan juga krusial untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang isu-isu lingkungan. Dengan menjadi konsumen yang bertanggung jawab, mendukung produk ramah lingkungan, dan berpartisipasi dalam kegiatan komunitas peduli lingkungan, kita dapat berkontribusi pada terciptanya bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari, jika dilakukan oleh banyak orang, akan menciptakan perbedaan yang signifikan.
Rangkuman: Isu-isu lingkungan seperti pencemaran, perubahan iklim, krisis energi, dan ketersediaan pangan merupakan tantangan global yang memerlukan perhatian serius. Pemahaman tentang penyebab dan dampaknya esensial untuk merumuskan solusi. Transisi ke energi terbarukan, praktik pertanian berkelanjutan, dan partisipasi aktif setiap individu dalam menjaga lingkungan adalah kunci untuk menciptakan bumi yang lebih lestari dan sehat untuk generasi mendatang.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Eutrofikasi | Pengayaan nutrisi dalam ekosistem air yang menyebabkan pertumbuhan alga berlebihan. |
| Gas rumah kaca | Gas di atmosfer yang menyerap dan memancarkan radiasi inframerah, menyebabkan efek rumah kaca. |
| Deforestasi | Penggundulan hutan secara besar-besaran. |
| Mitigasi | Upaya mengurangi dampak atau risiko bencana, dalam konteks ini mengurangi emisi gas rumah kaca. |
| Adaptasi | Penyesuaian terhadap dampak perubahan iklim yang sudah terjadi atau diperkirakan akan terjadi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Isu-Isu Lingkungan" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Isu-Isu Lingkungan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPA Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat Aditif dan Zat AdiktifModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSistem Reproduksi ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh
Pewarisan Sifat dan BioteknologiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopListrik, Magnet, dan Energi AlternatifModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul IPA lain yang sudah tersedia
Ekologi dan pelestarian lingkunganIPA Kelas IX SMPBioteknologiIPA Kelas IX SMPHormon ManusiaIPA Kelas IX SMPKelistrikanIPA Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar IPA Kelas IX →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Isu-Isu Lingkungan masuk ASAS IPA Kelas IX Semester 2. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal IPA Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPA kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Isu-Isu Lingkungan pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman Sains.
Modul Isu-Isu Lingkungan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi IPA kelas IX SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar IPA materi Isu-Isu Lingkungan ini gratis?
Ya. Modul Isu-Isu Lingkungan untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Isu-Isu Lingkungan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Isu-Isu Lingkungan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Isu-Isu Lingkungan dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPA kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Isu-Isu Lingkungan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Isu-Isu Lingkungan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Isu-Isu Lingkungan untuk IPA kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Isu-Isu Lingkungan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Isu-Isu Lingkungan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPA ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Isu-Isu Lingkungan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.