Modul Ajar & RPP IPA Kelas VIII
Sistem Ekskresi
Modul ajar (RPP) IPA SMP kelas VIII materi Sistem Ekskresi lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Sistem Ekskresi yang Anda cari? Materi IPA Kelas VIII lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Sistem Ekskresi |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar sel, jaringan, dan organ, serta beberapa fungsi organ vital tubuh manusia.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kolaborasi, kesehatan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Sains |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis struktur, fungsi, dan interaksi sistem organ tubuh manusia, serta menerapkan pemahaman tersebut untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Manusia mengeluarkan keringat saat berolahraga, urine setiap hari, dan karbon dioksida saat bernapas. |
| Konseptual | Sistem ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh melalui organ-organ seperti ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. |
| Prosedural | Menganalisis data hasil pengamatan atau percobaan sederhana tentang cara kerja organ ekskresi serta dampaknya terhadap kesehatan. |
| Metakognitif | Menyadari pentingnya memahami sistem ekskresi untuk menjaga kesehatan diri dan membuat keputusan yang tepat terkait gaya hidup sehat. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem ekskresi pada manusia dan fungsinya.
- Menjelaskan proses pembentukan urine dan pengeluaran keringat.
- Menganalisis keterkaitan antara gaya hidup dengan kesehatan sistem ekskresi.
- Merancang kampanye sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan sistem ekskresi.
- Menyajikan hasil analisis dan kampanye tentang sistem ekskresi.
Pemahaman bermakna: Memahami sistem ekskresi membantu kita menyadari pentingnya menjaga keseimbangan tubuh dan kesehatan organ-organ vital agar berfungsi optimal dalam mengeluarkan zat sisa yang berbahaya.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita bisa merasa haus setelah makan makanan asin atau berkeringat banyak setelah berolahraga?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Kaitan antara aktivitas fisik, produksi keringat, dan hidrasi tubuh. Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menyusun teks persuasif untuk kampanye kesehatan dan presentasi. Seni Budaya: Perancangan visual poster atau media kampanye yang menarik dan informatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung kebiasaan minum air putih yang cukup dan mengonsumsi makanan sehat di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang bersih dan nyaman, serta akses ke toilet yang bersih dan air minum yang memadai di sekolah. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan situs web edukasi, video YouTube, atau aplikasi interaktif untuk visualisasi organ dan proses ekskresi, serta penggunaan platform kolaborasi online untuk pembuatan kampanye. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem ekskresi pada manusia dan fungsinya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menanyakan pengalaman peserta didik terkait buang air kecil atau berkeringat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati gambar atau model organ-organ ekskresi (ginjal, kulit, paru-paru, hati) dan mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet) tentang fungsi masing-masing organ. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mengisi lembar kerja untuk mencocokkan organ dengan zat sisa yang dikeluarkan dan menjelaskan secara singkat fungsinya, kemudian membandingkan temuan mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi miskonsepsi, dan memberikan penguatan tentang pentingnya setiap organ ekskresi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas singkat untuk pertemuan berikutnya (mencari tahu tentang proses pembentukan urine). |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan proses pembentukan urine dan pengeluaran keringat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengulas materi sebelumnya, mengaitkannya dengan tugas yang diberikan, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru menyajikan studi kasus tentang seseorang yang mengalami masalah ginjal untuk memantik diskusi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menganalisis studi kasus, kemudian secara mandiri atau berpasangan mencari informasi tentang proses pembentukan urine di ginjal dan pengeluaran keringat di kulit dari berbagai sumber belajar. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik membuat diagram alir atau infografis sederhana yang menjelaskan tahapan proses pembentukan urine (filtrasi, reabsorpsi, augmentasi) dan mekanisme pengeluaran keringat, serta mengaitkannya dengan studi kasus. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan diagram alir/infografisnya. Guru memfasilitasi sesi tanya jawab, memberikan koreksi, dan menegaskan kembali pentingnya menjaga hidrasi tubuh dan kebersihan kulit. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan penguatan, mengapresiasi kerja keras peserta didik, dan memberikan arahan untuk mulai memikirkan ide kampanye menjaga kesehatan sistem ekskresi sebagai persiapan pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis keterkaitan antara gaya hidup dengan kesehatan sistem ekskresi dan merancang kampanye sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan sistem ekskresi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik merefleksikan kembali pentingnya sistem ekskresi. Guru menjelaskan tujuan pertemuan, yaitu merancang kampanye dan menyajikan analisis keterkaitan gaya hidup dengan kesehatan ekskresi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu atau kelompok kecil menganalisis artikel atau video tentang penyakit sistem ekskresi dan faktor-faktor gaya hidup yang memengaruhinya (misalnya, kurang minum, makanan tinggi garam, jarang olahraga). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Berdasarkan analisis, peserta didik merancang sebuah kampanye sederhana (misalnya poster digital, slogan, video pendek) yang berisi pesan-pesan untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi. Mereka berkolaborasi dalam kelompok untuk menghasilkan karya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan kampanye mereka. Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengapresiasi kreativitas serta upaya setiap kelompok. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran, menegaskan kembali pentingnya menjaga kesehatan, memberikan semangat untuk terus berkarya, dan menutup dengan doa serta harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis fungsi organ ekskresi dan mengidentifikasi zat sisa yang dikeluarkan.
Alat & bahan: Gambar/model organ ekskresi manusia, alat tulis, buku IPA, akses internet
Langkah kerja:
- Amati gambar atau model organ-organ sistem ekskresi pada manusia.
- Identifikasi setiap organ dan tuliskan namanya pada kolom yang tersedia.
- Diskusikan dengan kelompok, zat sisa apa saja yang dikeluarkan oleh masing-masing organ.
- Jelaskan secara singkat fungsi utama setiap organ dalam proses ekskresi.
- Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang terjadi pada tubuh kita saat kita berkeringat?
- Mengapa kita perlu buang air kecil secara teratur?
- Sebutkan satu organ yang berfungsi mengeluarkan zat sisa dari tubuh!
- Menurutmu, apa yang terjadi jika tubuh kita tidak bisa mengeluarkan zat sisa?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan dan keakuratan LKPD, serta kreativitas dalam merancang kampanye.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap produk kampanye (poster/slogan/video) dan presentasi kelompok yang mencakup pemahaman konsep serta keterkaitan gaya hidup dengan kesehatan ekskresi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem ekskresi pada manusia dan fungsinya. | Organ dan fungsi sistem ekskresi (ginjal, kulit, paru-paru, hati). | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 2 | Menjelaskan proses pembentukan urine dan pengeluaran keringat. | Proses pembentukan urine dan pengeluaran keringat. | 2 JP | penalaran kritis, kesehatan |
| 3 | Menganalisis keterkaitan antara gaya hidup dengan kesehatan sistem ekskresi. | Gaya hidup sehat dan dampaknya pada sistem ekskresi. | 2 JP | penalaran kritis, kesehatan, kolaborasi |
Sistem ekskresi adalah salah satu sistem vital dalam tubuh manusia yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi dibutuhkan dan berpotensi menjadi racun jika menumpuk. Tanpa sistem ini, tubuh kita tidak akan dapat menjaga keseimbangan internal yang diperlukan untuk berfungsi dengan baik. Mari kita selami bagaimana tubuh kita membersihkan dirinya sendiri setiap hari.
1. Organ-organ Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi manusia terdiri dari beberapa organ utama. Ginjal bertugas menyaring darah dan membentuk urine. Kulit mengeluarkan keringat yang mengandung air, garam, dan sedikit urea. Paru-paru mengekskresikan karbon dioksida dan uap air sebagai hasil pernapasan. Hati memiliki peran penting dalam mendetoksifikasi zat-zat beracun dan menghasilkan empedu yang membantu pencernaan lemak, serta mengubah amonia menjadi urea yang kemudian dibuang oleh ginjal. Setiap organ ini bekerja sama untuk menjaga tubuh tetap sehat dan seimbang.
2. Ginjal dan Pembentukan Urine
Ginjal adalah organ utama dalam sistem ekskresi urine. Ada tiga tahap utama dalam pembentukan urine. Pertama, filtrasi terjadi di glomerulus, menyaring darah untuk menghasilkan filtrat glomerulus. Kedua, reabsorpsi selektif di tubulus, di mana zat-zat penting seperti glukosa, asam amino, dan sebagian besar air diserap kembali ke dalam darah. Ketiga, augmentasi, yaitu penambahan zat-zat sisa lain dari darah ke filtrat untuk membentuk urine yang sesungguhnya. Urine kemudian dialirkan melalui ureter ke kandung kemih dan dikeluarkan melalui uretra.
3. Kulit dan Keringat
Kulit, selain sebagai pelindung, juga berfungsi sebagai organ ekskresi melalui kelenjar keringatnya. Keringat dihasilkan oleh kelenjar keringat yang terletak di lapisan dermis kulit. Keringat mengandung air, garam mineral (terutama NaCl), urea, dan sedikit asam laktat. Proses pengeluaran keringat ini membantu tubuh mengatur suhu, terutama saat suhu lingkungan panas atau saat beraktivitas fisik. Dengan menguapnya keringat dari permukaan kulit, panas tubuh dilepaskan, sehingga suhu tubuh tetap stabil.
4. Paru-paru dan Hati dalam Ekskresi
Paru-paru dikenal sebagai organ pernapasan, namun juga berperan dalam ekskresi. Saat kita bernapas, paru-paru mengeluarkan karbon dioksida dan uap air sebagai produk sisa dari respirasi seluler. Hati adalah organ detoksifikasi yang sangat penting. Hati mengubah amonia, zat beracun hasil metabolisme protein, menjadi urea yang kurang beracun. Urea ini kemudian diangkut oleh darah ke ginjal untuk dikeluarkan. Hati juga memecah sel darah merah tua dan menghasilkan bilirubin yang dibuang melalui empedu.
5. Pentingnya Menjaga Kesehatan Sistem Ekskresi
Kesehatan sistem ekskresi sangat vital. Gaya hidup sehat seperti minum cukup air, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari makanan tinggi garam dan gula berlebihan, serta berolahraga teratur dapat menjaga organ-organ ekskresi berfungsi optimal. Menjaga kebersihan diri juga penting untuk kulit. Kurangnya perhatian terhadap kesehatan sistem ini dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti batu ginjal, infeksi saluran kemih, atau gagal ginjal, yang berdampak serius pada kualitas hidup.
Rangkuman: Sistem ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme dari tubuh melalui organ-organ seperti ginjal (urine), kulit (keringat), paru-paru (karbon dioksida dan uap air), dan hati (urea, bilirubin). Setiap organ memiliki peran spesifik dalam menjaga keseimbangan internal tubuh. Menjaga gaya hidup sehat sangat penting untuk memastikan sistem ekskresi berfungsi optimal dan mencegah berbagai penyakit.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Ekskresi | Proses pengeluaran zat sisa metabolisme dari tubuh. |
| Urine | Cairan sisa metabolisme yang disaring oleh ginjal dan dikeluarkan dari tubuh. |
| Keringat | Cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat di kulit untuk mendinginkan tubuh. |
| Glomerulus | Bagian dari ginjal tempat filtrasi darah awal terjadi. |
| Urea | Zat sisa nitrogen hasil pemecahan protein yang dibuang melalui ginjal. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sistem Ekskresi" mata pelajaran IPA Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi IPA Kelas VIII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 4 siap unduh
Sistem Gerak ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSistem PencernaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSistem PernapasanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSistem Peredaran DarahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 4 siap unduh
Tekanan ZatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopGetaran, Gelombang, dan BunyiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisCahaya dan Alat OptikModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat Aditif dan AdiktifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri IPA di kelas lain
sistem ekskresi kulit, paru², & hatiIPA Kelas VIII SMPSistem Pencernaan ManusiaIPA Kelas VIII SMPLihat semua Modul Ajar IPA Kelas VIII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar IPA Sistem Ekskresi ini gratis?
Ya. Modul Sistem Ekskresi untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar IPA kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sistem Ekskresi ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VIII SMP.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sistem Ekskresi untuk IPA kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Sistem Ekskresi ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas VIII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar IPA kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sistem Ekskresi pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman Sains.
Bisakah modul Sistem Ekskresi ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sistem Ekskresi dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.