Modul Ajar & RPP Keterampilan Kelas VII
Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu
Modul ajar (RPP) Keterampilan SMPLB kelas VII materi Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu yang Anda cari? Materi Keterampilan Kelas VII lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Keterampilan |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (12 JP: 4 JP × 35 menit = 140 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal berbagai jenis kain dan dapat menggunakan alat potong sederhana dengan pengawasan.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan orisinal
Peserta didik menghasilkan desain suvenir unik dari kain perca dan membuat produk yang inovatif serta bermanfaat. - kolaborasi — elemen: bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan membuat suvenir, berbagi tugas, serta saling membantu. - kemandirian — elemen: pemahaman diri dan situasi
Peserta didik mampu mengidentifikasi kebutuhan material, merencanakan langkah kerja, dan menyelesaikan proyek suvenir secara mandiri.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Keterampilan Vokasi |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik menunjukkan kemampuan dasar dalam bidang keterampilan vokasi, seperti mengidentifikasi alat dan bahan, mengikuti prosedur kerja sederhana, serta menghasilkan produk atau layanan dengan bimbingan, sesuai dengan potensi dan minatnya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kain perca adalah sisa potongan kain yang dapat diubah menjadi berbagai suvenir menarik seperti gantungan kunci atau hiasan dinding. |
| Konseptual | Prinsip dasar pengolahan kain perca adalah daur ulang dan kreativitas untuk menciptakan nilai tambah dari bahan sisa. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah memilah, memotong, menjahit, dan merangkai kain perca menjadi bentuk suvenir. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya merencanakan proyek, mengatasi kesulitan dalam proses pembuatan, dan mengevaluasi hasil karyanya. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan contoh suvenir dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis kain perca yang sesuai untuk suvenir dengan tepat.
- Dengan bimbingan guru dan panduan visual, peserta didik dapat merancang pola suvenir sederhana dari kain perca sesuai kreativitasnya.
- Setelah mengamati demonstrasi dan mengikuti instruksi visual, peserta didik dapat memotong kain perca sesuai pola dengan rapi dan aman.
- Melalui praktik menjahit sederhana, peserta didik dapat menyatukan potongan kain perca menjadi bentuk dasar suvenir dengan bantuan guru.
- Dengan alat dan bahan yang disediakan, peserta didik dapat menghias dan menyelesaikan suvenir dari kain perca menjadi produk yang menarik dan fungsional.
- Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mempresentasikan hasil karya suvenirnya dengan percaya diri kepada teman sekelas.
Pemahaman bermakna: Membuat suvenir dari kain perca tidak hanya melatih keterampilan tangan, tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan kesadaran akan pentingnya daur ulang untuk lingkungan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa mengubah sisa kain yang tidak terpakai menjadi barang yang cantik dan bernilai jual?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Peserta didik menerapkan prinsip-prinsip desain, warna, dan bentuk dalam merancang suvenir yang estetis. Matematika: Peserta didik mengukur dan memotong kain sesuai pola, melatih konsep pengukuran dan geometri dasar. Bahasa Indonesia: Peserta didik menyajikan dan menjelaskan hasil karyanya secara lisan atau menggunakan bahasa isyarat dengan kosakata yang tepat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/wali dapat membantu mengumpulkan kain perca dari rumah dan memberikan motivasi kepada peserta didik dalam menyelesaikan proyek suvenir. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang terang, bersih, dan dilengkapi meja kerja individual atau kelompok akan mendukung kenyamanan dan keamanan peserta didik saat praktik menjahit. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Video tutorial menjahit sederhana dan gambar-gambar inspirasi suvenir dari kain perca dapat diakses melalui tablet atau proyektor untuk memperkaya pemahaman visual peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan contoh suvenir dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis kain perca yang sesuai untuk suvenir dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata: Guru menunjukkan kartu gambar benda-benda dari kain. Peserta didik menebak nama benda tersebut dengan bahasa isyarat atau lisan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah mengamati demonstrasi dan mengikuti instruksi visual, peserta didik dapat memotong kain perca sesuai pola dengan rapi dan aman. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Gerakan: Guru membuat gerakan memotong atau menjahit. Peserta didik meniru gerakan tersebut dan menebak artinya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Dengan alat dan bahan yang disediakan, peserta didik dapat menghias dan menyelesaikan suvenir dari kain perca menjadi produk yang menarik dan fungsional. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Jari Menari: Peserta didik mengikuti gerakan jari guru yang membentuk pola jahitan sederhana di udara, melatih koordinasi motorik halus.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat merancang pola, memotong, dan menyatukan kain perca menjadi suvenir sederhana.
Alat & bahan: Kain perca aneka warna, gunting kain, pensil/kapur jahit, jarum tumpul, benang jahit, kancing/manik-manik, lem kain, contoh gambar suvenir
Langkah kerja:
- Amati contoh gambar suvenir dari kain perca yang ditunjukkan guru.
- Pilih jenis kain perca yang ingin kamu gunakan, lalu buatlah sketsa pola suvenir yang kamu inginkan di kertas.
- Jiplat pola sketsa kamu pada kain perca menggunakan pensil/kapur jahit dengan hati-hati.
- Gunting kain perca sesuai pola yang sudah dijiplak dengan rapi.
- Satukan potongan-potongan kain perca menggunakan jahitan sederhana atau lem kain, lalu tambahkan hiasan agar suvenirmu lebih cantik.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Pernahkah kamu melihat benda-benda yang terbuat dari sisa kain?
- Sebutkan 3 benda yang bisa dibuat dari kain perca!
- Bisakah kamu menggunakan gunting dengan hati-hati?
Formatif (proses): Asesmen formatif dilakukan melalui observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi, kerapian memotong, dan kemandirian dalam menjahit.
Sumatif (akhir): Asesmen sumatif dilakukan dengan menilai produk suvenir kain perca yang dihasilkan peserta didik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis kain perca yang sesuai untuk suvenir. | Identifikasi kain perca. | 4 JP | Kreativitas |
| 2 | Merancang pola suvenir sederhana dan memotong kain perca sesuai pola. | Desain pola dan pemotongan kain. | 4 JP | Kreativitas, Kemandirian |
| 3 | Menyatukan dan menghias suvenir dari kain perca hingga selesai. | Penjahitan dan finishing suvenir. | 4 JP | Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian |
Kain perca adalah potongan-potongan kain sisa dari proses pembuatan pakaian atau kerajinan lainnya. Seringkali dianggap limbah, namun dengan sedikit sentuhan kreativitas, kain perca dapat diubah menjadi berbagai suvenir yang cantik dan memiliki nilai jual. Modul ini akan membimbingmu untuk menciptakan karya unik dari kain perca.
1. Mengenal Kain Perca
Kain perca adalah sisa potongan kain yang ukurannya bervariasi. Ada banyak jenis kain perca, seperti katun, flanel, batik, atau brokat. Setiap jenis kain memiliki tekstur dan karakteristik yang berbeda. Kain katun dan flanel sering digunakan karena mudah dijahit dan memiliki banyak pilihan warna serta motif. Mengenali jenis kain akan membantumu memilih bahan yang tepat untuk suvenir yang ingin kamu buat. Misalnya, flanel cocok untuk boneka kecil, sedangkan katun cocok untuk dompet koin.
2. Ide Suvenir dari Kain Perca
Ada banyak ide suvenir yang bisa dibuat dari kain perca. Beberapa contoh yang populer antara lain gantungan kunci bentuk hewan atau bunga, bros lucu, hiasan dinding mini, sarung bantal dekoratif, dompet koin, atau tatakan gelas. Pilihlah ide yang sesuai dengan kemampuanmu dan bahan perca yang tersedia. Kamu juga bisa mencari inspirasi dari majalah kerajinan atau internet untuk menemukan desain yang kamu suka.
3. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Untuk membuat suvenir dari kain perca, kamu memerlukan beberapa alat dan bahan dasar. Alat utama adalah gunting kain yang tajam, pensil atau kapur jahit untuk menggambar pola, jarum tumpul dan benang jahit untuk menyatukan kain, serta lem kain jika diperlukan. Bahan utama tentu saja kain perca aneka warna dan motif. Untuk hiasan, kamu bisa menyiapkan kancing, manik-manik, pita, atau renda sesuai dengan desain suvenirmu.
4. Cara Membuat Pola Suvenir
Pola adalah cetakan atau bentuk dasar suvenir yang akan kamu buat. Pertama, gambarlah sketsa suvenir yang kamu inginkan di kertas. Pastikan ukurannya sesuai dengan suvenir yang kamu bayangkan. Setelah itu, gunting sketsa pola tersebut. Kemudian, letakkan pola kertas di atas kain perca dan jiplak bentuknya menggunakan pensil atau kapur jahit. Pastikan kamu menjiplak dengan hati-hati agar hasilnya rapi dan sesuai dengan bentuk pola.
5. Teknik Memotong Kain Perca
Memotong kain perca harus dilakukan dengan hati-hati agar hasilnya rapi dan aman. Gunakan gunting kain yang tajam. Pegang gunting dengan benar dan pastikan jari-jarimu tidak menghalangi mata gunting. Potong kain tepat di garis pola yang sudah kamu jiplak. Untuk bagian yang melengkung, potonglah secara perlahan dan ikuti lengkungan pola. Jika kamu merasa kesulitan, mintalah bantuan guru atau teman agar proses memotong berjalan lancar.
6. Menjahit dan Merangkai Kain Perca
Setelah semua potongan kain perca siap, saatnya menyatukan mereka. Kamu bisa menggunakan teknik menjahit tangan sederhana seperti tusuk jelujur atau tusuk tikam jejak. Jika kamu belum mahir menjahit, bisa juga menggunakan lem kain khusus untuk merekatkan potongan-potongan kain. Pastikan semua bagian terpasang dengan kuat. Setelah bentuk dasar suvenir jadi, tambahkan hiasan seperti kancing, manik-manik, atau aplikasi kain kecil untuk mempercantik hasil karyamu.
Rangkuman: Kain perca adalah bahan sisa yang dapat diubah menjadi suvenir bernilai seni dan jual. Proses pembuatannya meliputi pengenalan jenis kain, perancangan pola, pemotongan, penjahitan, dan penambahan hiasan. Keterampilan ini tidak hanya melatih kreativitas dan ketelitian, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya daur ulang dan pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang bermanfaat dan menarik.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kain Perca | Potongan kain sisa |
| Suvenir | Cenderamata atau oleh-oleh |
| Pola | Bentuk atau cetakan dasar |
| Menjiplak | Menggambar ulang bentuk |
| Tusuk Jelujur | Teknik jahitan tangan sederhana |
| Daur Ulang | Pemanfaatan kembali barang bekas |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu" mata pelajaran Keterampilan Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi Keterampilan Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Tata Boga: Olahan Pangan LokalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTata Busana: Menjahit DasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBudidaya Sayuran PekaranganBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerikanan dan Ternak Skala RumahanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Kerajinan Tangan Bernilai JualBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerawatan Dasar Sepeda MotorBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKomputer PerkantoranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemasaran Daring Produk UsahaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Keterampilan lain yang sudah tersedia
Kerajinan Tangan Bernilai Jual — TunarunguKeterampilan Kelas VII SMPLBTata Boga: Olahan Pangan Lokal — TunarunguKeterampilan Kelas VII SMPLBKeterampilan Suvenir : Membungkus kado berbagai bentuk — TunarunguKeterampilan Kelas VIII SMPLBTata Boga: Olahan Pangan Lokal — TunarunguKeterampilan Kelas VIII SMPLBLihat semua Modul Ajar Keterampilan Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Keterampilan kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu pada Keterampilan SMPLB, Fase D, elemen Keterampilan Vokasi.
Modul Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu untuk Keterampilan kelas VII.
Apakah modul ajar Keterampilan materi Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu ini gratis?
Ya. Modul Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu untuk kelas VII SMPLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Keterampilan kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Keterampilan kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu dapat Anda sesuaikan dengan murid Keterampilan kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Keterampilan kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMPLB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu untuk Keterampilan kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Keterampilan kelas VII SMPLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Keterampilan kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Keterampilan ini cocok untuk SMPLB negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMPLB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Keterampilan Suvenir : Pengolahan kain perca — Tunarungu disusun untuk SMPLB dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.