Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Kristen Kelas V
Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku Belajar
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Kristen SD kelas V materi Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku Belajar lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku Belajar yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas V lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku Belajar |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (9 JP: 3 JP × 35 menit = 105 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami bahwa keluarga adalah orang-orang yang tinggal serumah dan memiliki hubungan darah atau ikatan kasih.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Kasih dan Kehidupan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menghayati nilai-nilai kasih dalam keluarga sebagai anugerah Allah, serta menerapkannya dalam membangun relasi yang harmonis dengan sesama dan lingkungan berdasarkan ajaran Kristiani. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Keluarga dapat terdiri dari ayah, ibu, anak, kakek, nenek, atau anggota lainnya yang hidup bersama. |
| Konseptual | Keluarga adalah unit terkecil masyarakat dan tempat utama bagi anak untuk menerima pendidikan awal, kasih sayang, dan nilai-nilai kehidupan. |
| Prosedural | Peserta didik belajar cara menunjukkan kasih sayang, menghormati, dan bekerja sama dalam keluarga melalui tindakan nyata. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa pengalaman belajar di keluarga membentuk dasar kepribadian dan keyakinan mereka tentang Tuhan dan sesama. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis peran dan fungsi keluarga sebagai tempat belajar utama berdasarkan ajaran Alkitab.
- Menjelaskan contoh-contoh nyata cara keluarga mengajarkan nilai-nilai kasih dan kebaikan.
- Merancang dan membuat sebuah 'Pohon Keluarga Kasih' yang berisi nilai-nilai kebaikan yang diajarkan keluarga.
- Mempresentasikan hasil karya 'Pohon Keluarga Kasih' sebagai wujud syukur atas peran keluarga.
- Menerapkan sikap bersyukur dan menghargai setiap anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman bermakna: Keluarga adalah anugerah Tuhan yang menjadi sekolah pertama dan utama bagi kita untuk belajar tentang kasih, kebaikan, tanggung jawab, dan iman, yang membentuk karakter kita seumur hidup.
Pertanyaan pemantik: "Menurutmu, pelajaran paling berharga apa yang pertama kali kamu dapatkan di rumah dari keluargamu?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan berbicara dan presentasi saat menjelaskan 'Pohon Keluarga Kasih' serta menuliskan nilai-nilai dengan kalimat yang jelas. Seni Budaya dan Prakarya: Menerapkan kreativitas dalam menggambar, mewarnai, dan mendekorasi 'Pohon Keluarga Kasih' menggunakan berbagai bahan. Pendidikan Pancasila: Memahami nilai-nilai gotong royong dan musyawarah dalam keluarga sebagai cerminan Pancasila. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung proyek 'Pohon Keluarga Kasih' dengan berdiskusi bersama anak tentang nilai-nilai keluarga dan memberikan contoh nyata. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata nyaman dengan area diskusi kelompok dan area untuk memajang 'Pohon Keluarga Kasih' yang telah selesai, serta proyektor untuk menampilkan video pembelajaran. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek inspiratif tentang keluarga dari YouTube atau platform edukasi Kristen sebagai bahan diskusi awal untuk mengidentifikasi nilai-nilai kebaikan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis peran dan fungsi keluarga sebagai tempat belajar utama berdasarkan ajaran Alkitab. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyambut peserta didik dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajak mereka untuk berbagi satu kebaikan yang didapat dari keluarga hari ini. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa keluarga disebut sekolah pertamamu?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diajak membaca dan merenungkan kisah keluarga dalam Alkitab (misalnya, keluarga Nuh atau Yusuf) untuk menemukan peran dan fungsi keluarga sebagai tempat belajar nilai-nilai iman dan kehidupan. Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil tentang apa yang mereka pelajari dari kisah tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Setiap kelompok membuat daftar 'pelajaran' yang didapat dari keluarga dalam kisah Alkitab dan membandingkannya dengan pelajaran yang mereka dapatkan dari keluarga sendiri, menuliskan di kertas besar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya keluarga sebagai anugerah Tuhan dan tempat belajar utama, menekankan bahwa di sana kita pertama kali mengenal kasih Tuhan melalui orang tua. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru mengajak peserta didik menyimpulkan pelajaran hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan mengingatkan untuk selalu bersyukur atas keluarga. Pertemuan ditutup dengan doa syukur. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan contoh-contoh nyata cara keluarga mengajarkan nilai-nilai kasih dan kebaikan serta merancang dan membuat sebuah 'Pohon Keluarga Kasih'. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru memulai dengan salam dan doa, menanyakan pengalaman peserta didik dalam menunjukkan kasih di rumah. Guru mengulas singkat pembelajaran sebelumnya dan memperkenalkan proyek 'Pohon Keluarga Kasih', menjelaskan tujuan dan langkah-langkahnya. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menonton video singkat tentang interaksi keluarga yang positif (misalnya, saling membantu, berbagi, atau berdoa bersama). Mereka mengidentifikasi nilai-nilai kebaikan yang terlihat dalam video dan mendiskusikannya dengan teman sebangku. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik secara individu mulai merancang 'Pohon Keluarga Kasih' mereka. Mereka menggambar pohon dan menuliskan di setiap 'daun' atau 'buah'nya, nilai-nilai kebaikan (kasih, sabar, jujur, tolong-menolong, dll.) yang telah diajarkan dan dipraktikkan di keluarga mereka. Mereka juga bisa menambahkan gambar anggota keluarga. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik berbagi ide dan desain awal 'Pohon Keluarga Kasih' mereka dengan teman sekelompok, saling memberikan masukan positif. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan pemahaman konsep proyek. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru mengapresiasi kreativitas peserta didik, mengingatkan untuk melanjutkan proyek di rumah dan membawa perlengkapan yang dibutuhkan untuk pertemuan berikutnya. Pertemuan ditutup dengan lagu rohani tentang keluarga dan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mempresentasikan hasil karya 'Pohon Keluarga Kasih' sebagai wujud syukur atas peran keluarga dan menerapkan sikap bersyukur. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa peserta didik dengan semangat, menanyakan kesiapan mereka untuk mempresentasikan karya. Guru mengingatkan kembali tujuan presentasi dan pentingnya menghargai setiap karya teman. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menyiapkan 'Pohon Keluarga Kasih' mereka, menambahkan sentuhan akhir jika diperlukan. Mereka berlatih menjelaskan nilai-nilai yang ada di pohon tersebut dan bagaimana keluarga mereka mengajarkannya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik secara bergiliran mempresentasikan 'Pohon Keluarga Kasih' mereka di depan kelas. Setiap presentasi diikuti dengan sesi tanya jawab singkat dan apresiasi dari teman-teman serta guru. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setelah semua presentasi, guru memimpin diskusi kelas tentang perasaan mereka setelah membuat dan mempresentasikan pohon keluarga. Guru menguatkan kembali bahwa setiap keluarga adalah anugerah Tuhan dan tempat kita belajar banyak hal, mendorong mereka untuk terus bersyukur dan menghargai keluarga. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk semua karya dan presentasi. Bersama-sama, peserta didik membuat daftar komitmen sederhana untuk menunjukkan kasih dan penghargaan kepada keluarga di rumah. Pertemuan ditutup dengan doa syukur yang dipimpin oleh salah satu peserta didik. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi nilai-nilai kebaikan yang diajarkan keluarga dan merencanakan cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Alat & bahan: kertas HVS, pensil warna/spidol, lembar kerja
Langkah kerja:
- Tuliskan nama-nama anggota keluargamu di kotak yang tersedia.
- Diskusikan dengan teman sebangku, nilai-nilai kebaikan apa saja yang kamu pelajari dari masing-masing anggota keluarga (misalnya: Ayah mengajarkan kerja keras, Ibu mengajarkan kesabaran).
- Tuliskan 3-5 nilai kebaikan yang paling berkesan bagimu di keluarga.
- Pilihlah salah satu nilai, lalu tuliskan 2-3 cara konkret kamu akan menerapkan nilai itu di rumah.
- Gambarlah ikon atau simbol yang mewakili keluargamu di bagian bawah lembar kerja.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa saja anggota keluargamu yang tinggal serumah?
- Apa satu hal baik yang pernah diajarkan orang tuamu kepadamu?
- Mengapa keluarga itu penting bagi kita?
- Bagaimana caramu menunjukkan kasih sayang kepada keluargamu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kerja sama dalam proyek, dan presentasi 'Pohon Keluarga Kasih'.
Sumatif (akhir): Penilaian 'Pohon Keluarga Kasih' dan presentasinya berdasarkan rubrik yang telah ditentukan, serta tes tertulis singkat tentang peran keluarga.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis peran dan fungsi keluarga sebagai tempat belajar utama berdasarkan ajaran Alkitab. | Peran keluarga dalam Alkitab dan kehidupan sehari-hari. | 3 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan contoh-contoh nyata cara keluarga mengajarkan nilai-nilai kasih dan kebaikan. | Nilai-nilai kasih dalam keluarga dan cara penerapannya. | 3 JP | kolaborasi, komunikasi |
| 3 | Merancang dan membuat sebuah 'Pohon Keluarga Kasih' yang berisi nilai-nilai kebaikan yang diajarkan keluarga. | Proyek 'Pohon Keluarga Kasih' dan presentasi. | 3 JP | kreativitas, kemandirian |
Keluarga adalah anugerah terindah dari Tuhan. Di dalam keluarga, kita pertama kali belajar banyak hal, mulai dari berjalan, berbicara, hingga memahami arti kasih dan kebaikan. Keluarga menjadi sekolah pertama dan utama bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang, membentuk karakter, serta menanamkan nilai-nilai iman yang akan menjadi bekal hidup.
1. Keluarga: Anugerah Tuhan yang Berharga
Alkitab mengajarkan bahwa keluarga adalah lembaga yang ditetapkan oleh Tuhan sendiri sejak awal penciptaan. Dalam Kejadian 1:28, Tuhan memberkati Adam dan Hawa untuk beranak cucu dan memenuhi bumi. Ini menunjukkan bahwa keluarga memiliki tujuan ilahi. Keluarga bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat di mana kita merasakan kasih, dukungan, dan penerimaan tanpa syarat. Setiap anggota keluarga memiliki peran penting yang saling melengkapi, seperti ayah sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab, ibu yang penuh kasih dan perhatian, serta anak-anak yang belajar untuk menghormati dan mengasihi.
2. Keluarga sebagai Sekolah Pertama dan Utama
Mengapa keluarga disebut sekolah pertama? Karena sejak kecil, kita belajar banyak hal dari keluarga. Kita belajar berbicara, berjalan, makan, dan membersihkan diri. Lebih dari itu, kita belajar tentang nilai-nilai moral seperti kejujuran, kesabaran, tolong-menolong, dan menghormati orang lain. Orang tua dan anggota keluarga lainnya adalah guru pertama kita. Mereka mengajarkan kita tentang benar dan salah, tentang bagaimana bersikap baik kepada sesama, dan bagaimana beriman kepada Tuhan. Pelajaran-pelajaran ini membentuk dasar kepribadian kita.
3. Nilai-nilai Kebaikan yang Diajarkan Keluarga
Ada banyak nilai kebaikan yang bisa kita pelajari di keluarga. Nilai kasih adalah yang paling utama, seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 13:4-7. Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong. Selain kasih, kita juga belajar tentang tanggung jawab (misalnya, membantu pekerjaan rumah), kejujuran (selalu berkata apa adanya), pengampunan (memaafkan kesalahan anggota keluarga), dan rasa syukur (bersyukur atas makanan, pakaian, dan keluarga yang kita miliki). Semua nilai ini diajarkan melalui contoh, nasihat, dan kebiasaan sehari-hari.
4. Peran Anggota Keluarga dalam Mengajarkan Nilai
Setiap anggota keluarga memiliki peran dalam mengajarkan nilai. Orang tua adalah teladan utama. Mereka menunjukkan kasih melalui pelukan, kata-kata dukungan, dan tindakan nyata. Kakek dan nenek seringkali berbagi cerita bijak dan pengalaman hidup yang penuh pelajaran. Kakak dan adik juga saling belajar satu sama lain, misalnya belajar berbagi, bekerja sama, atau menyelesaikan perselisihan dengan baik. Lingkungan keluarga yang penuh kasih dan dukungan akan membuat kita merasa aman untuk belajar dan bertumbuh.
5. Membangun Keluarga yang Penuh Kasih dan Pembelajaran
Untuk membuat keluarga menjadi tempat belajar yang efektif, penting untuk menciptakan suasana yang positif. Ini bisa dilakukan dengan: 1. Berkomunikasi secara terbuka, saling mendengarkan. 2. Melakukan kegiatan bersama seperti makan malam, beribadah, atau bermain. 3. Saling menghargai dan mendukung impian masing-masing. 4. Memaafkan kesalahan dan belajar darinya. 5. Mengucapkan terima kasih dan menghargai usaha setiap anggota keluarga. Dengan begitu, keluarga akan menjadi fondasi yang kuat bagi kehidupan kita.
Rangkuman: Keluarga adalah anugerah Allah dan sekolah pertama serta utama bagi kita. Di sanalah kita belajar tentang kasih, kebaikan, tanggung jawab, dan iman melalui teladan dan ajaran anggota keluarga. Setiap nilai yang kita dapatkan di keluarga membentuk karakter dan menjadi bekal penting dalam hidup. Oleh karena itu, kita harus selalu bersyukur, menghargai, dan menjaga keharmonisan dalam keluarga.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Anugerah | Pemberian atau karunia dari Tuhan. |
| Nilai-nilai moral | Prinsip-prinsip baik yang menjadi pedoman perilaku. |
| Teladan | Contoh yang patut ditiru. |
| Keharmonisan | Keselarasan atau kesesuaian dalam hubungan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku Belajar" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas V Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap
Karya Keselamatan dalam YesusModul siap unduh · Word + PDF ber-kopRoh Kudus PenolongkuModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBuah-buah RohModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDoa Bapa KamiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap
Hidup sebagai Saksi KristusModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTanggung Jawab terhadap LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPersahabatan yang SehatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri Pendidikan Agama Kristen di kelas lain
Bersyukur untuk Sekolah Tempatku BelajarPendidikan Agama Kristen Kelas V SDAllah Memelihara HidupkuPendidikan Agama Kristen Kelas V SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen Kelas V →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku Belajar ini gratis?
Ya. Modul Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku Belajar untuk kelas V SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku Belajar ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase C untuk kelas V SD.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku Belajar untuk Pendidikan Agama Kristen kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku Belajar ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku Belajar dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Kristen kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.