Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Kristen Kelas V
Menjadi Manusia Baru
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Kristen SD kelas V materi Menjadi Manusia Baru lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Menjadi Manusia Baru yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas V lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Menjadi Manusia Baru |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (9 JP: 3 JP × 35 menit = 105 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami ajaran dasar Kristen tentang penciptaan manusia dan kasih Allah.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Keimanan dan Ketakwaan, Kemandirian, Kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Manusia dan Nilai-nilai Kristiani |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah, memiliki potensi untuk bertumbuh dalam iman, serta mampu menunjukkan perubahan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Banyak orang percaya mengalami perubahan sikap dan perilaku setelah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. |
| Konseptual | Konsep 'manusia baru' dalam Kekristenan berarti pembaharuan hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus, meninggalkan cara hidup lama dan mengikuti teladan Kristus. |
| Prosedural | Proses menjadi manusia baru melibatkan pertobatan, pembacaan Alkitab, doa, persekutuan, dan praktik nilai-nilai Kristiani dalam tindakan nyata. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa proses menjadi manusia baru adalah sebuah perjalanan seumur hidup yang memerlukan komitmen dan refleksi diri. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menjelaskan pengertian 'manusia baru' menurut ajaran Kristen dengan benar.
- Mengidentifikasi ciri-ciri kehidupan manusia baru berdasarkan Alkitab.
- Menganalisis perbedaan perilaku manusia lama dan manusia baru dalam kehidupan sehari-hari.
- Merancang aktivitas sederhana yang mencerminkan nilai-nilai manusia baru dalam konteks lingkungan pesisir.
- Mempraktikkan tindakan nyata sebagai wujud manusia baru di sekolah atau di rumah.
Pemahaman bermakna: Menjadi manusia baru berarti mengalami perubahan hati dan perilaku, hidup sesuai ajaran Yesus Kristus, dan membawa dampak positif bagi diri sendiri serta lingkungan sekitar.
Pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, apa bedanya hidup seseorang sebelum dan sesudah mengenal Yesus?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam perilaku sehari-hari sebagai wujud manusia baru yang bertanggung jawab dan peduli. Bahasa Indonesia: Keterampilan menyusun laporan, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil proyek dengan bahasa yang baik dan benar. Seni Budaya: Mendesain poster atau media kampanye visual yang menarik dan persuasif untuk proyek kebaikan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung dan memantau praktik nilai-nilai manusia baru di rumah serta memberikan teladan positif. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas dihias dengan poster-poster inspiratif tentang perubahan baik, serta memanfaatkan area sekitar sekolah atau pantai terdekat (jika memungkinkan) untuk observasi dan praktik menjaga lingkungan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik dapat mencari contoh tokoh-tokoh yang mengalami perubahan hidup positif melalui video pendek atau artikel di internet, serta menggunakan aplikasi sederhana untuk mendesain poster proyek mereka. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menjelaskan pengertian 'manusia baru' menurut ajaran Kristen dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa dan memimpin doa pembuka, dilanjutkan dengan presensi. Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu rohani tentang perubahan hidup, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang berubah dari ulat menjadi kupu-kupu? Apa hubungannya dengan kita?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diajak membaca dan memahami ayat Alkitab tentang pembaharuan hidup (misalnya 2 Korintus 5:17 atau Efesus 4:22-24) secara berkelompok, kemudian mendiskusikan apa arti 'menjadi ciptaan baru' atau 'menanggalkan manusia lama'. Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan penguatan konsep. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Setiap kelompok membuat peta pikiran sederhana yang menggambarkan pengertian 'manusia baru' dengan contoh-contoh yang relevan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dari lingkungan pesisir (misalnya, dulu membuang sampah sembarangan, sekarang menjaga kebersihan pantai). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil peta pikiran mereka. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman peserta didik tentang konsep manusia baru. Guru juga mengaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pengertian manusia baru. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, memotivasi untuk pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa berkat. Peserta didik diberikan tugas untuk mengamati contoh perilaku 'manusia baru' di lingkungan sekitar. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi ciri-ciri kehidupan manusia baru berdasarkan Alkitab dan menganalisis perbedaan perilaku manusia lama dan manusia baru dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya dan mengajak peserta didik menyanyikan lagu yang berkaitan dengan perubahan sikap. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan memantik diskusi dengan pertanyaan: 'Bagaimana kita tahu seseorang sudah menjadi 'manusia baru'?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok dan diberikan studi kasus singkat tentang dua tokoh (fiktif) yang menunjukkan perilaku berbeda (satu 'manusia lama', satu 'manusia baru') dalam situasi tertentu, misalnya saat menghadapi konflik atau saat melihat sampah di pantai. Mereka diminta mengidentifikasi ciri-ciri perilaku dari masing-masing tokoh. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Melalui diskusi kelompok, peserta didik menganalisis studi kasus tersebut, membandingkan perilaku 'manusia lama' dan 'manusia baru', serta mengidentifikasi nilai-nilai Kristiani yang tampak pada 'manusia baru'. Mereka juga diminta mencari ayat Alkitab yang mendukung ciri-ciri tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka. Guru memfasilitasi sesi tanya jawab, memberikan penguatan tentang ciri-ciri manusia baru, dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari serta tantangan di lingkungan pesisir. Guru juga menekankan bahwa menjadi manusia baru itu butuh proses dan bukan instan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik dan guru bersama-sama merangkum ciri-ciri manusia baru. Guru memberikan apresiasi, memotivasi untuk terus berjuang menjadi manusia baru, dan memberikan pengantar untuk proyek di pertemuan berikutnya. Pertemuan ditutup dengan doa syukur. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Merancang aktivitas sederhana yang mencerminkan nilai-nilai manusia baru dalam konteks lingkungan pesisir dan mempraktikkan tindakan nyata sebagai wujud manusia baru di sekolah atau di rumah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali konsep dan ciri-ciri manusia baru. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat proyek nyata. Guru memotivasi peserta didik dengan contoh-contoh perubahan positif di lingkungan mereka. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik dalam kelompok merencanakan sebuah 'proyek kebaikan' sederhana yang mencerminkan nilai-nilai manusia baru, khususnya dalam konteks lingkungan pesisir. Contoh: membuat poster ajakan menjaga kebersihan pantai, kampanye hemat air, atau membantu teman yang kesulitan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Setiap kelompok mulai mengerjakan 'proyek kebaikan' mereka (misalnya, membuat draf poster, merancang skenario kampanye singkat, atau membuat rencana bantuan). Guru berkeliling membimbing dan memberikan masukan konstruktif. Proyek ini akan dilanjutkan di rumah atau di sekolah setelah jam pelajaran. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan rencana proyek mereka kepada kelas. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik dan ide-ide tambahan untuk menyempurnakan proyek. Guru menekankan pentingnya komitmen untuk melaksanakan proyek tersebut sebagai wujud nyata menjadi manusia baru. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa menjadi manusia baru bukan hanya tahu, tapi juga bertindak. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan semangat peserta didik, mengingatkan untuk melaksanakan proyeknya, dan menutup dengan doa agar mereka senantiasa bertumbuh dalam Kristus. Peserta didik diminta menulis refleksi singkat setelah proyek dilaksanakan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi perbedaan perilaku manusia lama dan manusia baru serta merencanakan tindakan positif.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil warna/spidol, lembar kerja kasus
Langkah kerja:
- Bacalah studi kasus yang diberikan secara cermat bersama kelompokmu.
- Diskusikan dan tuliskan ciri-ciri perilaku 'manusia lama' dan 'manusia baru' yang kamu temukan dari kasus tersebut.
- Carilah ayat Alkitab yang mendukung ciri-ciri 'manusia baru' yang kamu diskusikan.
- Rencanakan satu tindakan nyata yang dapat kamu lakukan sebagai wujud 'manusia baru' di lingkungan sekolah atau rumah.
- Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang perubahan dalam hidup seseorang?
- Menurutmu, apa itu 'hidup baru' dalam Kekristenan?
- Pernahkah kamu melihat seseorang berubah menjadi lebih baik? Apa yang berubah dari mereka?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian terhadap peta pikiran dan rencana proyek kebaikan.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap laporan proyek kebaikan dan refleksi diri peserta didik tentang pengalaman menjadi manusia baru.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian 'manusia baru' menurut ajaran Kristen dengan benar. | Konsep manusia baru dan dasar Alkitabiahnya. | 3 JP | Keimanan dan Ketakwaan |
| 2 | Mengidentifikasi ciri-ciri kehidupan manusia baru dan menganalisis perbedaannya. | Ciri-ciri manusia baru vs. manusia lama, studi kasus. | 3 JP | Penalaran Kritis, Kemandirian |
| 3 | Merancang aktivitas sederhana dan mempraktikkan tindakan nyata sebagai wujud manusia baru. | Perencanaan dan pelaksanaan proyek kebaikan. | 3 JP | Kolaborasi, Kreativitas |
Setiap orang pasti pernah mengalami perubahan. Dari bayi menjadi anak-anak, lalu dewasa. Dalam iman Kristen, ada juga perubahan yang sangat penting, yaitu menjadi 'manusia baru'. Ini bukan perubahan fisik, melainkan perubahan hati dan perilaku yang membuat hidup kita semakin mirip dengan Yesus. Mari kita belajar bagaimana menjadi manusia baru yang membawa kebaikan bagi semua.
1. Apa Itu Manusia Baru?
Menjadi manusia baru dalam ajaran Kristen berarti mengalami pembaharuan hidup setelah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Ini adalah sebuah proses di mana Roh Kudus bekerja dalam diri kita untuk mengubah cara berpikir, merasa, dan bertindak. Alkitab dalam 2 Korintus 5:17 mengatakan, 'Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.' Ini berarti kita meninggalkan kebiasaan buruk dan mulai hidup sesuai kehendak Tuhan. Perubahan ini membuat kita semakin mencerminkan kasih dan kebaikan Allah.
2. Ciri-ciri Kehidupan Manusia Baru
Manusia baru menunjukkan ciri-ciri yang berbeda dari manusia lama. Beberapa ciri utamanya adalah: memiliki kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Mereka juga memiliki hati yang mau mengampuni, melayani, dan peduli terhadap sesama. Contohnya, jika dulu mudah marah, sekarang lebih sabar. Jika dulu suka berbohong, sekarang jujur. Di lingkungan pesisir, manusia baru akan menjaga kebersihan pantai dan laut, serta tidak merusak lingkungan demi kepentingan pribadi.
3. Perbedaan Manusia Lama dan Manusia Baru
Manusia lama hidup dalam dosa dan dikendalikan oleh keinginan daging, seperti iri hati, kemarahan, dan egoisme. Mereka cenderung mencari keuntungan diri sendiri tanpa memedulikan orang lain atau lingkungan. Sebaliknya, manusia baru hidup dipimpin oleh Roh Kudus, menunjukkan buah-buah Roh, dan berupaya hidup seturut firman Tuhan. Perbedaan ini terlihat jelas dalam tindakan sehari-hari. Misalnya, manusia lama mungkin membuang sampah sembarangan di pantai, sedangkan manusia baru akan membersihkan sampah dan mengajak orang lain untuk peduli lingkungan.
4. Proses Menjadi Manusia Baru
Menjadi manusia baru bukanlah sesuatu yang instan, melainkan sebuah perjalanan seumur hidup. Proses ini dimulai dengan pertobatan, yaitu mengakui dosa dan berbalik kepada Tuhan. Kemudian, kita perlu terus bertumbuh melalui membaca Alkitab, berdoa, bersekutu dengan sesama orang percaya, dan mempraktikkan ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga perlu meminta pimpinan Roh Kudus agar diberikan kekuatan untuk berubah dan melakukan kebaikan. Kesabaran dan ketekunan sangat diperlukan dalam proses ini.
5. Dampak Menjadi Manusia Baru
Ketika kita menjadi manusia baru, hidup kita akan membawa dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain. Kita akan merasakan damai sejahtera dan sukacita yang sejati. Hubungan kita dengan Tuhan dan sesama juga akan membaik. Selain itu, kita akan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar, menunjukkan kasih Kristus melalui perbuatan nyata. Di lingkungan pesisir, ini bisa berarti menjadi pelopor dalam menjaga ekosistem laut, membantu nelayan yang kesulitan, atau mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan kepada teman-teman.
6. Manusia Baru di Lingkungan Pesisir
Sebagai manusia baru di lingkungan pesisir, kita dipanggil untuk menjadi berkat. Ini bisa diwujudkan dengan menjaga kebersihan pantai dari sampah plastik, tidak membuang limbah ke laut, menghormati kehidupan laut dan ekosistemnya, serta berbagi sumber daya dengan adil. Kita juga bisa menjadi contoh dalam membantu sesama, seperti menolong tetangga yang terkena dampak cuaca buruk atau berbagi hasil tangkapan ikan dengan yang membutuhkan. Hidup sebagai manusia baru berarti menjadi garam dan terang di mana pun kita berada, termasuk di komunitas pesisir.
Rangkuman: Menjadi manusia baru berarti mengalami perubahan hati dan perilaku yang dipimpin oleh Roh Kudus, meninggalkan cara hidup lama, dan hidup sesuai ajaran Yesus Kristus. Ciri-ciri manusia baru meliputi buah-buah Roh seperti kasih, sukacita, dan damai sejahtera. Proses ini membutuhkan pertobatan, doa, membaca Alkitab, dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pesisir. Dengan demikian, kita dapat membawa dampak positif bagi diri sendiri dan sesama.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Manusia Baru | Seseorang yang telah mengalami pembaharuan hidup setelah menerima Yesus Kristus. |
| Manusia Lama | Keadaan hidup seseorang sebelum mengalami pembaharuan, dikendalikan oleh dosa. |
| Roh Kudus | Pribadi ketiga Allah Tritunggal yang membimbing dan menguatkan orang percaya. |
| Pertobatan | Mengakui dosa, menyesal, dan berbalik dari jalan yang salah kepada Tuhan. |
| Buah Roh | Karakteristik ilahi yang dihasilkan oleh Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Menjadi Manusia Baru" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas V Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap
Karya Keselamatan dalam YesusModul siap unduh · Word + PDF ber-kopRoh Kudus PenolongkuModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBuah-buah RohModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDoa Bapa KamiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap
Hidup sebagai Saksi KristusModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTanggung Jawab terhadap LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPersahabatan yang SehatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri Pendidikan Agama Kristen di kelas lain
Allah Memelihara HidupkuPendidikan Agama Kristen Kelas V SDBersyukur untuk Sekolah Tempatku BelajarPendidikan Agama Kristen Kelas V SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen Kelas V →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen Menjadi Manusia Baru ini gratis?
Ya. Modul Menjadi Manusia Baru untuk kelas V SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Menjadi Manusia Baru ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase C untuk kelas V SD.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menjadi Manusia Baru untuk Pendidikan Agama Kristen kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Menjadi Manusia Baru ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menjadi Manusia Baru dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Kristen kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.