Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Kristen Kelas VI
Mendengar Tangisan Sesama
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Kristen SD kelas VI materi Mendengar Tangisan Sesama lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Mendengar Tangisan Sesama yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas VI lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Mendengar Tangisan Sesama |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang kasih dan kepedulian terhadap sesama sebagai ajaran inti agama Kristen.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, komunikasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Manusia dan Nilai-nilai Kristiani |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami identitas dan nilai-nilai Kristiani sebagai dasar untuk membangun relasi yang baik dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan, serta mampu menunjukkan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Banyak orang di sekitar kita, termasuk di pesisir pantai, menghadapi kesulitan dan membutuhkan pertolongan. |
| Konseptual | Mendengar tangisan sesama berarti memiliki kepekaan dan empati untuk merasakan penderitaan orang lain dan tergerak untuk menolong. |
| Prosedural | Langkah-langkah untuk menolong sesama meliputi mengidentifikasi kebutuhan, merencanakan bantuan, dan melaksanakannya dengan tulus. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya mengembangkan sikap peduli dan empati sebagai bagian dari iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi berbagai bentuk kesulitan atau penderitaan yang dialami sesama di sekitar lingkungan mereka.
- Menjelaskan makna 'mendengar tangisan sesama' dari sudut pandang iman Kristen.
- Mengembangkan sikap empati dan kasih terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan.
- Merencanakan tindakan nyata sederhana untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
- Melaksanakan tindakan kepedulian nyata secara kolaboratif kepada sesama di lingkungan sekitar.
- Mengevaluasi pengalaman dalam menolong sesama dan merasakan sukacita melayani.
Pemahaman bermakna: Mendengar tangisan sesama bukan hanya tentang suara, tetapi juga tentang kepekaan hati untuk memahami penderitaan orang lain dan mewujudkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana perasaanmu jika melihat temanmu sedih dan membutuhkan bantuan, tetapi kamu tidak melakukan apa-apa?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan berkomunikasi lisan dan tulisan saat merencanakan dan melaporkan aksi kepedulian. Pendidikan Pancasila: Penerapan nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Seni Budaya dan Prakarya: Membuat kartu ucapan atau poster kampanye kepedulian secara kreatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang bagaimana mereka bisa mendukung anak-anak dalam melakukan tindakan kepedulian sederhana di rumah atau lingkungan tempat tinggal. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas diatur agar memungkinkan kerja kelompok yang efektif dan nyaman, serta lingkungan sekolah atau sekitar yang aman untuk pelaksanaan aksi nyata kepedulian. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek inspiratif tentang kepedulian sosial atau penggunaan aplikasi sederhana untuk mengumpulkan ide-ide bantuan jika memungkinkan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi berbagai bentuk kesulitan atau penderitaan yang dialami sesama di sekitar lingkungan mereka. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajak peserta didik menyanyikan lagu tentang kepedulian. Guru menampilkan beberapa gambar orang yang sedang kesulitan (nelayan yang perahunya rusak, anak yang sakit, rumah yang kebanjiran di pesisir) dan bertanya 'Apa yang kalian rasakan saat melihat gambar-gambar ini?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi kesulitan sesama dan bagaimana kita bisa peduli, sehingga peserta didik sadar akan fokus belajar mereka. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil. Masing-masing kelompok diberikan kartu berisi skenario singkat tentang kesulitan yang mungkin dialami orang di lingkungan pesisir pantai. Mereka berdiskusi untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kesulitan tersebut dan mencatatnya, menghubungkan dengan pengalaman pribadi atau pengamatan mereka. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat daftar 'tangisan' atau kebutuhan sesama yang paling sering mereka lihat atau dengar di lingkungan sekitar mereka, termasuk yang berkaitan dengan kondisi pesisir. Mereka juga diminta memikirkan mengapa orang-orang itu 'menangis' atau mengalami kesulitan tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan daftar 'tangisan' sesama. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya kepekaan terhadap penderitaan orang lain sebagai wujud kasih Kristus. Diskusi singkat tentang bagaimana perasaan mereka setelah menyadari banyaknya kesulitan di sekitar. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik merangkum hasil identifikasi kesulitan sesama. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif setiap kelompok. Peserta didik diajak merenungkan satu 'tangisan' yang paling menyentuh hati mereka. Pembelajaran ditutup dengan doa syukur dan motivasi untuk terus peduli, menciptakan suasana yang menggembirakan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Merencanakan tindakan nyata sederhana untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dan berdoa, menanyakan kabar. Mengajak peserta didik mengingat kembali hasil identifikasi kesulitan di pertemuan sebelumnya. Guru memantik diskusi dengan pertanyaan 'Setelah kita tahu banyak kesulitan, apa yang bisa kita lakukan untuk mereka?'. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar merencanakan aksi nyata untuk menolong, agar peserta didik memahami tujuan dan tahapan pembelajaran. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi ke dalam kelompok yang sama. Guru menjelaskan konsep 'mendengar tangisan sesama' dalam konteks iman Kristen (contoh kisah Orang Samaria yang Baik Hati). Setiap kelompok memilih satu bentuk 'tangisan' sesama dari daftar mereka yang paling mungkin untuk mereka bantu secara sederhana. Mereka berdiskusi tentang apa saja yang bisa mereka lakukan untuk menolong (misalnya, membuat kartu ucapan penyemangat untuk yang sakit, mengumpulkan donasi buku untuk anak-anak, membersihkan lingkungan). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mulai menyusun rencana aksi kepedulian. Rencana ini mencakup: siapa yang akan dibantu, bantuan apa yang akan diberikan, kapan dan di mana, siapa yang bertanggung jawab untuk setiap tugas, serta alat dan bahan yang dibutuhkan. Guru membimbing mereka agar rencana tersebut realistis dan dapat dilakukan dalam lingkup sekolah atau lingkungan terdekat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan rencana aksi mereka. Kelompok lain memberikan masukan dan saran membangun. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya perencanaan yang matang dan kerja sama tim dalam melakukan tindakan kasih. Guru juga mengingatkan bahwa tindakan kecil pun sangat berarti di mata Tuhan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang pentingnya perencanaan dalam berbuat baik. Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif dan semangat kolaborasi mereka. Peserta didik diingatkan untuk mempersiapkan diri melaksanakan aksi nyata di pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa dan harapan agar rencana mereka dapat berjalan lancar, menciptakan suasana semangat dan kebersamaan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melaksanakan tindakan kepedulian nyata secara kolaboratif kepada sesama di lingkungan sekitar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dan berdoa, mengecek kesiapan setiap kelompok untuk melaksanakan aksi. Guru mengingatkan tujuan pembelajaran hari ini yaitu melaksanakan rencana aksi dan merefleksikannya, memastikan peserta didik fokus pada kegiatan dan tujuan yang akan dicapai. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok meninjau kembali rencana aksi mereka dan memastikan semua anggota memahami peran masing-masing. Guru memberikan pengarahan terakhir dan memastikan semua alat dan bahan yang diperlukan sudah siap. Bagi siswa yang belum lincah membaca, guru dapat membacakan ulang instruksi atau mendampingi secara personal. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara kolaboratif melaksanakan rencana aksi kepedulian yang telah mereka susun di pertemuan sebelumnya (misalnya, mengunjungi teman yang sakit di UKS dan memberikan kartu, melakukan kampanye kebersihan di sekitar sekolah, mengumpulkan buku bacaan untuk adik kelas). Guru mendampingi dan memfasilitasi setiap kelompok, memastikan proses berjalan lancar dan aman. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setelah melaksanakan aksi, setiap kelompok kembali ke kelas untuk berbagi pengalaman. Mereka menceritakan apa yang mereka lakukan, bagaimana perasaan mereka saat menolong, dan respons dari orang yang ditolong. Guru memimpin diskusi tentang tantangan yang dihadapi dan pelajaran yang didapat. Guru juga mengaitkan pengalaman ini dengan ajaran Kristus tentang kasih dan pelayanan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan pelajaran penting dari seluruh rangkaian kegiatan 'Mendengar Tangisan Sesama'. Guru memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua peserta didik atas partisipasi, kerja keras, dan hati yang penuh kasih. Peserta didik diajak untuk terus mengembangkan sikap peduli di kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ditutup dengan doa syukur dan harapan agar mereka menjadi agen kasih di mana pun berada, menciptakan suasana sukacita dan bangga akan diri sendiri. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan merencanakan tindakan kepedulian terhadap sesama.
Alat & bahan: Kertas, pensil warna, spidol, gambar-gambar situasi kesulitan
Langkah kerja:
- Amati gambar atau skenario yang diberikan oleh guru.
- Diskusikan dalam kelompok: siapa yang butuh bantuan, apa kesulitannya, dan apa yang bisa kita lakukan untuk menolong.
- Tuliskan hasil diskusi kelompokmu pada tabel yang disediakan.
- Buatlah rencana aksi sederhana untuk satu bentuk bantuan yang kamu pilih.
- Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang menolong orang lain?
- Pernahkah kamu melihat teman atau tetanggamu dalam kesulitan? Apa yang terjadi?
- Menurutmu, mengapa kita perlu menolong sesama?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan penyusunan rencana aksi.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek aksi kepedulian dan refleksi tertulis peserta didik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi berbagai bentuk kesulitan atau penderitaan yang dialami sesama. | Bentuk-bentuk kesulitan sesama di lingkungan sekitar. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, komunikasi |
| 2 | Menjelaskan makna 'mendengar tangisan sesama' dan merencanakan tindakan nyata kepedulian. | Makna mendengar tangisan sesama dan penyusunan rencana aksi kepedulian. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi |
| 3 | Melaksanakan tindakan kepedulian nyata dan mengevaluasi pengalaman. | Pelaksanaan aksi kepedulian dan refleksi. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, komunikasi |
Sebagai umat Kristen, kita diajarkan untuk saling mengasihi. Kasih bukan hanya kata-kata, tetapi juga tindakan nyata. Di sekitar kita, banyak orang yang mungkin sedang mengalami kesulitan atau penderitaan. Mereka seperti sedang 'menangis', meskipun tidak selalu dengan air mata. Mari kita belajar bagaimana kita bisa 'mendengar' tangisan mereka dan menjadi berkat bagi sesama.
1. Apa Itu 'Mendengar Tangisan Sesama'?
Mendengar tangisan sesama bukan hanya tentang mendengar suara orang menangis, tetapi lebih dari itu. Ini adalah tentang memiliki kepekaan hati untuk merasakan penderitaan, kesedihan, atau kesulitan yang dialami orang lain. Ini berarti kita peduli dan tidak acuh tak acuh terhadap keadaan di sekitar kita. Misalnya, melihat nelayan yang kesulitan menjual hasil tangkapannya, atau teman yang sedih karena kehilangan sesuatu. Kita diajak untuk membuka mata dan hati kita terhadap kebutuhan mereka.
2. Mengapa Kita Perlu Peduli?
Alkitab mengajarkan kita untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri. Yesus Kristus adalah teladan utama dalam hal ini. Ia selalu peduli terhadap orang-orang yang menderita, menyembuhkan yang sakit, memberi makan yang lapar, dan menghibur yang berduka. Dengan peduli, kita menunjukkan kasih Tuhan kepada dunia. Kasih ini adalah perintah utama dalam iman Kristen, dan tindakan peduli adalah wujud nyata dari iman kita. Peduli juga membuat kita merasa lebih bahagia dan bersyukur.
3. Bentuk-bentuk Kesulitan di Sekitar Kita
Kesulitan bisa bermacam-macam. Ada yang kesulitan ekonomi (tidak punya makanan, pakaian, atau tempat tinggal), ada yang sakit, ada yang sedih karena kehilangan orang terkasih, ada yang merasa kesepian, atau bahkan kesulitan belajar di sekolah. Di lingkungan pesisir pantai, mungkin ada nelayan yang hasil tangkapannya sedikit, atau keluarga yang rumahnya rusak karena bencana alam. Bentuk kesulitan ini bisa terlihat jelas, namun ada juga yang tersembunyi. Kita perlu jeli dan peka untuk menemukannya.
4. Kisah Orang Samaria yang Baik Hati
Dalam Alkitab, ada kisah tentang seorang yang dirampok dan ditinggalkan setengah mati di jalan. Seorang imam dan orang Lewi melewatinya begitu saja, tidak peduli. Tetapi, seorang Samaria yang dianggap 'asing' justru berhenti, merawat lukanya, dan membawanya ke penginapan. Ia bahkan membayar biaya perawatannya. Kisah ini mengajarkan kita bahwa kasih dan kepedulian tidak mengenal batasan suku, agama, atau status sosial. Kita dipanggil untuk menjadi 'sesama' bagi siapa pun yang membutuhkan.
5. Bagaimana Kita Bisa Menolong?
Menolong tidak harus dengan uang yang banyak. Kita bisa menolong dengan hal-hal sederhana. Misalnya, menghibur teman yang sedih, membantu teman yang kesulitan belajar, berbagi makanan, membersihkan lingkungan bersama, atau mendoakan orang yang sakit. Yang terpenting adalah ketulusan hati dan kemauan untuk berbuat baik. Bahkan senyum dan kata-kata penyemangat pun bisa menjadi pertolongan yang sangat berarti bagi orang lain.
6. Langkah-Langkah Menjadi Penolong
Pertama, buka mata dan hatimu untuk melihat dan merasakan kesulitan sesama. Kedua, pikirkan apa yang bisa kamu lakukan secara realistis dan sesuai kemampuanmu. Ketiga, rencanakan tindakanmu, bisa sendiri atau bersama teman-teman. Keempat, laksanakan rencana itu dengan tulus dan penuh kasih. Kelima, jangan berharap balasan, tetapi bersukacitalah karena kamu sudah menjadi berkat bagi orang lain. Ingatlah, setiap tindakan baik, sekecil apa pun, memiliki dampak besar.
Rangkuman: Mendengar tangisan sesama berarti memiliki kepekaan hati terhadap penderitaan orang lain dan tergerak untuk menolong. Sebagai umat Kristen, kita diajarkan untuk mengasihi sesama dan meneladani Yesus Kristus. Kita bisa menolong dengan berbagai cara sederhana, tidak harus dengan uang banyak, tetapi dengan ketulusan dan tindakan nyata seperti menghibur, berbagi, atau membantu. Setiap tindakan kasih memiliki dampak besar dan membawa sukacita.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Empati | Kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain. |
| Kepedulian | Sikap perhatian dan rasa tanggung jawab terhadap orang lain atau lingkungan. |
| Menderita | Mengalami kesulitan, kesedihan, atau rasa sakit. |
| Tulus | Jujur dan ikhlas; tidak mengharapkan balasan. |
| Berkat | Kebaikan atau manfaat yang diterima atau diberikan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Mendengar Tangisan Sesama" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap
Ibadah yang SejatiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopGereja dan PelayanannyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHidup BerpengharapanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTokoh Iman Perjanjian BaruModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap
Melayani MasyarakatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMenjadi Terang dan Garam DuniaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPersiapan Remaja KristenModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri Pendidikan Agama Kristen di kelas lain
Aku Pribadi Yang IstimewaPendidikan Agama Kristen Kelas VI SDAllah Berkarya di Tengah - Tengah MasyarakatPendidikan Agama Kristen Kelas VI SDAllah Sumber, KekuatankuPendidikan Agama Kristen Kelas VI SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen Kelas VI →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen Mendengar Tangisan Sesama ini gratis?
Ya. Modul Mendengar Tangisan Sesama untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Mendengar Tangisan Sesama ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase C untuk kelas VI SD.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Mendengar Tangisan Sesama untuk Pendidikan Agama Kristen kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Mendengar Tangisan Sesama ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Mendengar Tangisan Sesama dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Kristen kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.