SMAKelas XFase E📘 Bab 2Semester 1

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas X
Mengungkapkan Kritik Lewat Humor

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Kritik lewat humor, seperti anekdot dan lawakan tunggal, adalah cara efektif untuk menyampaikan ketidaksetujuan atau saran perbaikan terhadap isu sosial. Penting untuk mengevaluasi pesan, memahami struktur anekdot, menilai akurasi kritik, dan menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat. Mengubah anekdot menjadi komik potongan dapat meningkatkan daya tarik dan efektivitas penyampaian kritik. Kemampuan ini melatih penalaran kritis dan kreativitas dalam berpartisipasi terhadap isu-isu di sekitar kita.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Mengungkapkan Kritik Lewat Humor
Bahasa Indonesia · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Mengungkapkan Kritik Lewat Humor
Bahasa Indonesia · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasE / X
Materi PokokMengungkapkan Kritik Lewat Humor
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar menyimak, memahami, dan menyampaikan gagasan sederhana dalam konteks sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  3. Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Elemen / DomainMenyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengevaluasi informasi dan menyampaikan kritik sosial melalui berbagai teks humor (anekdot dan lawakan tunggal) dengan menganalisis struktur, kebahasaan, dan relevansi pesan kritik secara santun dan kreatif.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualTeks anekdot dan lawakan tunggal sering digunakan di media sosial atau panggung komedi untuk menyampaikan kritik sosial.
KonseptualKritik lewat humor adalah cara menyampaikan ketidaksetujuan atau saran perbaikan terhadap suatu masalah sosial atau kebijakan dengan gaya yang lucu namun tetap mengandung pesan mendalam.
ProseduralPeserta didik akan belajar mengidentifikasi struktur, menganalisis kaidah kebahasaan, dan membandingkan akurasi kritik dalam teks humor, serta mempraktikkannya dalam menulis dan mempresentasikan.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bahwa humor bukan hanya hiburan, tetapi juga alat efektif untuk menyampaikan kritik secara halus dan diterima masyarakat, serta bagaimana memilih gaya humor yang tepat sesuai konteks.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui kegiatan menyimak monolog lawakan tunggal, peserta didik dapat mengevaluasi pesan kritik sosial dengan mengidentifikasi topik, masalah, dan solusi yang diusulkan secara tepat.
  2. Dengan menganalisis contoh teks anekdot, peserta didik dapat menentukan struktur teks (abstrak, orientasi, krisis, reaksi, koda) secara runtut dan akurat.
  3. Setelah membandingkan beberapa teks anekdot, peserta didik dapat menilai akurasi kritik sosial yang disampaikan dengan mengidentifikasi kesesuaian antara fakta dan opini secara objektif.
  4. Melalui praktik menulis teks anekdot, peserta didik dapat menggunakan kaidah kebahasaan (konjungsi, kalimat langsung/tidak langsung, kata kerja aksi) untuk menyampaikan kritik dengan santun dan efektif.
  5. Dengan menyusun teks anekdot, peserta didik dapat mengubah teks anekdot ke dalam bentuk komik potongan (comic strip) dengan alur cerita yang jelas dan visual yang mendukung pesan.
Halaman 2 · Mengungkapkan Kritik Lewat Humor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami bahwa humor, seperti anekdot dan lawakan tunggal, adalah medium yang kuat untuk menyampaikan kritik sosial secara efektif dan santun, mendorong pemikiran kritis tanpa menyinggung, serta menjadi sarana untuk berpartisipasi aktif dalam isu-isu sosial.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah lelucon atau cerita lucu bisa membuat kita berpikir lebih dalam tentang masalah di sekitar kita?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSosiologi: menganalisis isu-isu sosial yang menjadi objek kritik dalam humor.
Seni Budaya (Seni Rupa/Seni Teater): mengembangkan kreativitas dalam visualisasi komik potongan atau penampilan lawakan tunggal.
Pendidikan Pancasila: memahami etika dan norma dalam menyampaikan kritik sosial yang santun dan membangun.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau anggota komunitas dapat diajak berdiskusi tentang isu-isu sosial yang relevan untuk dijadikan bahan kritik dalam humor, atau sebagai audiens bagi penampilan lawakan tunggal peserta didik.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses ke area pajang karya atau dinding untuk menempelkan komik potongan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi presentasi (misalnya Canva, Google Slides) untuk presentasi, aplikasi pembuat komik digital sederhana (misalnya Pixton, StoryboardThat) untuk membuat comic strip, atau platform video (YouTube) untuk menyimak contoh monolog lawakan tunggal.
Halaman 3 · Mengungkapkan Kritik Lewat Humor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui kegiatan menyimak monolog lawakan tunggal, peserta didik dapat mengevaluasi pesan kritik sosial dengan mengidentifikasi topik, masalah, dan solusi yang diusulkan secara tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru bertanya kepada peserta didik tentang pengalaman mereka menonton komedi tunggal atau membaca anekdot lucu, kemudian mengaitkannya dengan kritik sosial.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengevaluasi kritik lewat humor dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana sebuah lelucon atau cerita lucu bisa membuat kita berpikir lebih dalam tentang masalah di sekitar kita?' agar peserta didik sadar tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video monolog lawakan tunggal atau membacakan teks anekdot yang mengandung kritik sosial, lalu meminta peserta didik untuk menyimak dan mengidentifikasi apa yang membuat humor tersebut lucu sekaligus mengandung pesan.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang) dan menerima lembar kerja yang berisi panduan untuk menganalisis unsur-unsur humor dan kritik dalam tayangan/bacaan.
  3. Bimbingan penyelidikan individu dan kelompok: Setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi topik, masalah sosial yang dikritik, cara penyampaian humor, dan solusi yang mungkin tersirat dari tayangan/bacaan tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok memetakan hasil diskusi mereka ke dalam peta pikiran yang berisi topik, isu kritik, unsur humor, dan dampak pesan kritik, kemudian menyiapkan presentasi singkat.
  2. Setiap kelompok mempresentasikan peta pikiran mereka di depan kelas, menjelaskan temuan analisis mereka tentang kritik sosial dalam humor.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setelah presentasi, kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif mengenai kejelasan analisis dan relevansi kritik yang disampaikan.
  2. Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang bagaimana humor dapat menjadi alat kritik yang efektif dan santun.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya penalaran kritis dalam mengevaluasi pesan di balik humor dan cara menyampaikan kritik yang membangun.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik dan guru membuat simpulan bersama mengenai karakteristik kritik lewat humor dan pentingnya mengidentifikasi pesan di dalamnya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan menanyakan perasaan mereka setelah belajar materi ini, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari contoh anekdot atau lawakan tunggal lain sebagai persiapan pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Mengungkapkan Kritik Lewat Humor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan menyusun teks anekdot, peserta didik dapat mengubah teks anekdot ke dalam bentuk komik potongan (comic strip) dengan alur cerita yang jelas dan visual yang mendukung pesan.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi sebelumnya tentang kritik lewat humor dan menanyakan contoh kritik lucu yang mereka temukan sebagai tugas rumah.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyusun teks anekdot dan mengubahnya menjadi komik potongan, serta pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa membuat kritik yang mengena tapi tetap lucu dan menarik secara visual?' agar peserta didik sadar tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan beberapa contoh komik potongan (comic strip) yang berisi kritik sosial dan meminta peserta didik mengamati bagaimana kritik disampaikan melalui visual dan dialog.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi kembali dalam kelompok dan menerima LKPD untuk merancang teks anekdot dan mengubahnya menjadi komik potongan.
  3. Bimbingan penyelidikan individu dan kelompok: Setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan ide kritik sosial yang akan diangkat, merancang alur cerita anekdot yang terdiri dari abstrak, orientasi, krisis, reaksi, dan koda, serta memikirkan visualisasi untuk setiap panel komik.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mulai menyusun teks anekdot mereka, kemudian menuangkannya dalam bentuk komik potongan (comic strip) pada kertas gambar atau aplikasi digital sederhana.
  2. Peserta didik menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat (misalnya konjungsi kausalitas, kalimat sindiran) dan elemen visual yang mendukung pesan kritik dalam komik potongan mereka.
  3. Setiap kelompok mempresentasikan komik potongan hasil karyanya di depan kelas, menjelaskan ide kritik dan bagaimana visualisasi mendukung penyampaian pesan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan umpan balik terhadap komik potongan yang dipresentasikan, menilai kejelasan pesan kritik, kreativitas visual, dan efektivitas humor.
  2. Guru memberikan penguatan mengenai penggunaan kaidah bahasa yang santun dalam menyampaikan kritik dan pentingnya kreativitas dalam menyajikan pesan.
  3. Peserta didik diajak merefleksikan proses pembuatan komik dan pelajaran yang didapat tentang menyampaikan kritik secara kreatif dan menyenangkan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik dan guru membuat simpulan bersama tentang proses membuat kritik yang efektif melalui komik potongan dan pentingnya memilih media yang tepat.
  2. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras peserta didik dalam menghasilkan karya, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memajang komik potongan mereka dan menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Mengungkapkan Kritik Lewat Humor — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKAnekdot Kocak, Kritik Menggugah!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Peserta didik dapat merancang teks anekdot dan mengubahnya menjadi komik potongan (comic strip) yang berisi kritik sosial.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Humor seringkali dianggap sebatas hiburan, namun di baliknya tersimpan potensi besar sebagai alat kritik sosial yang tajam dan efektif.

Alat & bahan: Kertas gambar A4/A3, pensil, penghapus, spidol warna, penggaris, atau perangkat digital dengan aplikasi pembuat komik.

Langkah kerja:

  1. Amati gambar berikut dan diskusikan isu sosial apa yang bisa diangkat menjadi kritik lewat humor.
    Kritik LewatHumorIsu SosialTokoh/SituasiPesan/Solusi
    Gambar 1. Peta pikiran
  2. Bersama kelompok, tentukan satu isu sosial yang relevan dan menarik untuk dijadikan bahan anekdot.
  3. Rancang alur cerita anekdot Anda, pastikan ada bagian krisis dan reaksi yang mengandung humor dan kritik.
  4. Tulis draf teks anekdot Anda, perhatikan penggunaan kaidah kebahasaan yang tepat.
  5. Ubah teks anekdot menjadi komik potongan (comic strip) dengan minimal 4 panel, lengkapi dengan dialog dan visual yang mendukung.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Mengungkapkan Kritik Lewat Humor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang teks anekdot?
  2. Pernahkah kamu mendengar atau menonton lawakan tunggal (stand-up comedy)?
  3. Menurutmu, bisakah sesuatu yang lucu mengandung kritik?
  4. Sebutkan satu contoh isu sosial yang menurutmu perlu dikritik.

Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian draf teks anekdot.

Sumatif (akhir): Penilaian komik potongan (comic strip) berdasarkan kesesuaian dengan isu kritik, struktur anekdot, kaidah kebahasaan, dan kreativitas visual.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Mengungkapkan Kritik Lewat Humor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengevaluasi pesan kritik sosial dari monolog lawakan tunggal.Karakteristik monolog lawakan tunggal dan kritik sosial.2 JPpenalaran kritis, komunikasi
2Menentukan struktur teks anekdot dan menilai akurasi kritik sosial.Struktur teks anekdot (abstrak, orientasi, krisis, reaksi, koda).2 JPpenalaran kritis
3Mengubah teks anekdot ke dalam bentuk komik potongan (comic strip).Penyusunan teks anekdot dan visualisasi komik potongan.2 JPkreativitas, komunikasi
Halaman 8 · Mengungkapkan Kritik Lewat Humor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Humor seringkali dianggap sebatas hiburan, namun di baliknya tersimpan potensi besar sebagai alat kritik sosial yang tajam dan efektif. Melalui anekdot atau lawakan tunggal, kita dapat menyampaikan ketidaksetujuan atau saran perbaikan terhadap berbagai isu sosial dengan cara yang lebih mudah diterima dan tidak menyinggung. Modul ini akan membimbing Anda untuk memahami, menganalisis, dan bahkan menciptakan kritik lewat humor.

1. Mengevaluasi Pesan dalam Monolog Lawakan Tunggal
Monolog lawakan tunggal atau stand-up comedy adalah pertunjukan humor yang disampaikan oleh satu orang (komika) di depan penonton. Seringkali, lawakan ini tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga menyisipkan kritik terhadap fenomena sosial, kebijakan pemerintah, atau perilaku masyarakat. Untuk mengevaluasi pesannya, kita perlu mengidentifikasi topik yang diangkat, masalah yang dikritik, dan bagaimana humor digunakan untuk menyoroti masalah tersebut. Perhatikan pula 'punchline' atau bagian paling lucu yang biasanya menjadi inti kritik.

2. Struktur Teks Anekdot
Anekdot adalah cerita singkat yang lucu dan menarik, biasanya berisi kritik terhadap tokoh penting atau kejadian nyata. Struktur anekdot meliputi lima bagian: Abstrak (gambaran umum cerita), Orientasi (latar belakang dan pengenalan tokoh), Krisis (puncak masalah yang mengandung kelucuan dan kritik), Reaksi (tanggapan terhadap krisis), dan Koda (penutup atau pesan moral). Memahami struktur ini membantu kita menganalisis alur kritik yang disampaikan.

3. Menilai Akurasi Kritik Sosial
Setelah mengidentifikasi kritik dalam anekdot atau lawakan tunggal, langkah selanjutnya adalah menilai akurasinya. Akurasi kritik berkaitan dengan kesesuaian antara fakta yang ada di masyarakat dengan apa yang disampaikan dalam humor. Kritik yang akurat biasanya didasarkan pada data atau observasi nyata, meskipun disajikan dengan gaya hiperbolis atau satir. Bandingkan beberapa teks humor dengan isu yang sama untuk melihat sudut pandang dan tingkat akurasi kritik yang berbeda.

4. Kaidah Kebahasaan dalam Kritik Humor
Untuk menyampaikan kritik lewat humor secara efektif, kita perlu memperhatikan kaidah kebahasaan. Penggunaan konjungsi temporal (kemudian, lalu), konjungsi kausalitas (karena, sebab), kalimat langsung dan tidak langsung, serta kata kerja aksi (mengajukan, menanggapi) sangat penting. Gaya bahasa sindiran, ironi, atau sarkasme juga sering digunakan. Pilihlah kata-kata yang tepat agar pesan kritik tersampaikan dengan jelas namun tetap santun dan lucu.

5. Mengubah Anekdot Menjadi Komik Potongan
Komik potongan atau comic strip adalah bentuk visual dari cerita pendek yang disajikan dalam panel-panel berurutan. Mengubah anekdot menjadi comic strip dapat membuat kritik lebih menarik dan mudah dicerna. Dalam proses ini, kita perlu memecah alur anekdot ke dalam beberapa panel, menggambarkan adegan dan ekspresi tokoh, serta menambahkan dialog yang sesuai. Pastikan visualisasi mendukung humor dan pesan kritik, sehingga cerita menjadi lebih hidup dan berdampak.

Rangkuman: Kritik lewat humor, seperti anekdot dan lawakan tunggal, adalah cara efektif untuk menyampaikan ketidaksetujuan atau saran perbaikan terhadap isu sosial. Penting untuk mengevaluasi pesan, memahami struktur anekdot, menilai akurasi kritik, dan menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat. Mengubah anekdot menjadi komik potongan dapat meningkatkan daya tarik dan efektivitas penyampaian kritik. Kemampuan ini melatih penalaran kritis dan kreativitas dalam berpartisipasi terhadap isu-isu di sekitar kita.

Halaman 9 · Mengungkapkan Kritik Lewat Humor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
AnekdotCerita singkat lucu yang mengandung kritik.
Lawakan TunggalPertunjukan komedi oleh satu orang (stand-up comedy).
Kritik SosialTanggapan atau penilaian terhadap masalah dalam masyarakat.
Comic StripKomik potongan, cerita bergambar dalam panel berurutan.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Mengungkapkan Kritik Lewat Humor — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Mengungkapkan Kritik Lewat Humor" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Mengungkapkan Kritik Lewat Humor — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Mengungkapkan Kritik Lewat Humor ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XPeta Konsep
Mengungkapkan Kritik Lewat HumorMengevaluasi Pesan dalam Monolog Lawakan TunggalStruktur Teks AnekdotMenilai Akurasi Kritik SosialKaidah Kebahasaan dalam Kritik HumorMengubah Anekdot Menjadi Komik Potongan
Dari sub-bab Mengungkapkan Kritik Lewat HumorHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKreativitasKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Mengungkapkan Kritik Lewat Humor yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Mengungkapkan Kritik Lewat Humor pada Bahasa Indonesia SMA, Fase E, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.

Modul Mengungkapkan Kritik Lewat Humor ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas X SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Mengungkapkan Kritik Lewat Humor ini gratis?

Ya. Modul Mengungkapkan Kritik Lewat Humor untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Mengungkapkan Kritik Lewat Humor ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Mengungkapkan Kritik Lewat Humor ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Mengungkapkan Kritik Lewat Humor dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Mengungkapkan Kritik Lewat Humor ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Mengungkapkan Kritik Lewat Humor tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Mengungkapkan Kritik Lewat Humor untuk Bahasa Indonesia kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Mengungkapkan Kritik Lewat Humor ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Mengungkapkan Kritik Lewat Humor beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?

Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Mengungkapkan Kritik Lewat Humor yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia SMASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.