Modul Ajar & RPP Sosiologi Kelas X
Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sosiologi |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (5 JP: Pertemuan 1 3 JP · Pertemuan 2 2 JP) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami konsep dasar mengenai individu, kelompok, dan interaksi sosial sederhana. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Pemahaman Diri dan Lingkungan Sosial |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis peran individu dalam berbagai kelompok sosial, serta memahami bagaimana identitas diri terbentuk melalui interaksi sosial dan pengaruh budaya dalam masyarakat yang beragam. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Remaja seringkali mencari jati diri mereka melalui berbagai kelompok pertemanan, hobi, atau media sosial. |
| Konseptual | Identifikasi diri adalah proses pembentukan kesadaran akan siapa diri seseorang dalam konteks sosial dan budaya. |
| Prosedural | Peserta didik akan menganalisis studi kasus pembentukan identitas diri dalam masyarakat multikultural. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pengalaman pribadi membentuk cara mereka memahami identitas diri orang lain. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep identifikasi diri dengan tepat berdasarkan teori sosiologi.
- Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk identitas diri dalam kehidupan masyarakat secara runtut.
- Melalui presentasi hasil analisis, peserta didik dapat membandingkan proses identifikasi diri pada berbagai kelompok sosial di Indonesia dengan minimal tiga contoh yang relevan.
- Dengan membuat peta pikiran, peserta didik dapat merumuskan peran individu dalam membangun identitas kolektif masyarakat secara jelas.
- Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat menunjukkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap identitas diri yang beragam di masyarakat dengan baik.
Pemahaman bermakna: Identifikasi diri bukan hanya tentang siapa kita sebagai individu, tetapi juga bagaimana masyarakat dan interaksi sosial membentuk dan memengaruhi cara kita memandang diri sendiri serta orang lain.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana lingkungan sosial dan budaya di sekitar kita memengaruhi cara kita melihat diri sendiri dan orang lain?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Memahami pentingnya identitas nasional dan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks keberagaman identitas diri. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan tentang identifikasi diri secara lisan dan tulisan yang runtut dan argumentatif. Sejarah: Menganalisis bagaimana peristiwa sejarah dan tokoh-tokoh tertentu memengaruhi pembentukan identitas kolektif suatu bangsa. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang bagaimana nilai-nilai keluarga memengaruhi identitas anak dan bagaimana mereka menghadapi keberagaman identitas di lingkungan sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok yang fleksibel, dilengkapi dengan papan tulis atau area tempel untuk memajang hasil kerja kelompok. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform diskusi online atau aplikasi presentasi digital untuk memfasilitasi kolaborasi dan penyajian hasil kerja kelompok. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep identifikasi diri dengan tepat berdasarkan teori sosiologi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk identitas diri dalam kehidupan masyarakat secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis studi kasus untuk mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk identitas diri dalam masyarakat.
Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem, gambar stimulus
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 tentang keragaman identitas di Indonesia yang akan ditayangkan guru.
Gambar 1. Peta pikiran - Baca dengan cermat studi kasus yang diberikan oleh guru mengenai individu dengan latar belakang berbeda.
- Diskusikan dalam kelompok, identifikasi faktor-faktor (misalnya keluarga, teman, budaya, media) yang memengaruhi pembentukan identitas diri tokoh dalam studi kasus.
- Catat hasil diskusi kelompok pada kolom yang tersedia di tabel dan tuliskan contoh konkretnya.
- Buatlah kesimpulan singkat tentang pentingnya memahami identifikasi diri dalam masyarakat yang beragam.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Menurutmu, apa itu 'jati diri'?
- Sebutkan tiga hal yang membuatmu merasa berbeda dari teman-temanmu!
- Apakah lingkungan di rumah atau sekolah memengaruhi cara kamu menjadi diri sendiri?
- Apa yang kamu ketahui tentang sosiologi?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kualitas argumentasi yang disampaikan.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil peta pikiran atau diagram perbandingan tentang faktor pembentuk identitas diri dan presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan konsep identifikasi diri dengan tepat. | Konsep identifikasi diri, teori sosiologi tentang identitas. | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk identitas diri secara runtut. | Faktor internal dan eksternal pembentuk identitas. | 2 JP | Kewargaan |
| 3 | Membandingkan proses identifikasi diri pada berbagai kelompok sosial. | Keberagaman identitas sosial di Indonesia. | 2 JP | Kolaborasi |
| 4 | Merumuskan peran individu dalam membangun identitas kolektif. | Identitas kolektif dan solidaritas sosial. | 2 JP | Kewargaan |
Identifikasi diri adalah proses fundamental dalam kehidupan manusia, terutama pada masa remaja. Ini adalah perjalanan untuk memahami siapa diri kita, apa yang membuat kita unik, dan bagaimana kita terhubung dengan dunia di sekitar. Sosiologi menawarkan lensa yang kuat untuk menjelajahi proses ini, melihat bagaimana masyarakat, budaya, dan interaksi sosial membentuk identitas kita.
1. Pengertian Identifikasi Diri
Identifikasi diri merujuk pada proses di mana individu membentuk kesadaran tentang siapa mereka, termasuk nilai-nilai, kepercayaan, tujuan, dan peran mereka dalam masyarakat. Ini bukan sekadar pengenalan diri, melainkan juga pengakuan dari orang lain. Proses ini bersifat dinamis, terus berkembang seiring pengalaman hidup dan interaksi sosial. Dalam sosiologi, identifikasi diri seringkali dikaitkan dengan konsep 'diri sosial' yang terbentuk melalui cermin sosial dan peran yang dimainkan.
2. Faktor Pembentuk Identitas Diri
Pembentukan identitas diri dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor internal meliputi bakat, minat, dan kepribadian individu. Sementara itu, faktor eksternal jauh lebih dominan dalam kajian sosiologi, seperti keluarga sebagai agen sosialisasi pertama, kelompok sebaya, lembaga pendidikan, lingkungan budaya, media massa, serta struktur sosial dan ekonomi. Interaksi dengan faktor-faktor ini membentuk cara individu melihat dan memosisikan dirinya dalam masyarakat yang lebih luas.
3. Identitas Diri dalam Masyarakat Multikultural
Di Indonesia, masyarakat multikultural menghadirkan tantangan dan kekayaan dalam identifikasi diri. Individu seringkali memiliki identitas ganda atau majemuk, misalnya identitas etnis, agama, regional, dan nasional. Proses identifikasi diri di sini melibatkan negosiasi antara berbagai identitas tersebut. Penting untuk memahami bagaimana individu mengelola identitas-identitas ini agar dapat hidup berdampingan secara harmonis, serta menghindari konflik yang mungkin timbul dari perbedaan identitas.
4. Peran Sosiologi dalam Memahami Identifikasi Diri
Sosiologi memberikan kerangka kerja untuk menganalisis identifikasi diri sebagai fenomena sosial. Sosiologi membantu kita memahami bagaimana struktur sosial, norma, nilai, dan interaksi sehari-hari membentuk identitas individu dan kelompok. Dengan perspektif sosiologis, kita dapat mengidentifikasi pola-pola pembentukan identitas, memahami dampak perubahan sosial terhadap identitas, serta mengembangkan strategi untuk mempromosikan inklusi dan penghargaan terhadap keberagaman identitas dalam masyarakat.
Rangkuman: Identifikasi diri adalah proses kompleks pembentukan kesadaran diri yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, terutama interaksi sosial dan budaya. Dalam masyarakat multikultural, individu menavigasi berbagai identitas. Sosiologi berperan penting dalam menganalisis fenomena ini, membantu kita memahami pola, dampak, dan cara menghargai keberagaman identitas untuk membangun masyarakat yang harmonis.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Identifikasi Diri | Proses pembentukan kesadaran akan siapa diri seseorang dalam konteks sosial. |
| Sosialisasi | Proses belajar nilai, norma, dan peran sosial dari masyarakat. |
| Kelompok Sebaya | Kelompok sosial yang anggotanya memiliki usia, status, atau minat yang relatif sama. |
| Multikultural | Masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang budaya, etnis, dan agama. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat" mata pelajaran Sosiologi Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sosiologi Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 3 siap unduh
Kajian SosiologiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPenelitian SosialBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisStruktur Sosial dalam MasyarakatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 2 siap unduh
Ragam Gejala Sosial dalam MasyarakatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDiferensiasi Sosial BudayaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Sosiologi lain yang sudah tersedia
Masyarakat MultikulturalSosiologi Kelas X SMARagam Gejala Sosial di MasyarakatSosiologi Kelas X SMASosiologi sebagai Ilmu yang Mengaji MasyarakatSosiologi Kelas X SMAHubungan Sosial atau InteraksiSosiologi Kelas X SMALihat semua Modul Ajar Sosiologi Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sosiologi kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat pada Sosiologi SMA, Fase E, elemen Pemahaman Diri dan Lingkungan Sosial.
Modul Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat untuk Sosiologi kelas X.
Apakah modul ajar Sosiologi materi Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat ini gratis?
Ya. Modul Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sosiologi kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sosiologi kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat dapat Anda sesuaikan dengan murid Sosiologi kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sosiologi kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat untuk Sosiologi kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sosiologi kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sosiologi kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sosiologi ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Identifikasi Diri dalam Kehidupan Masyarakat yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sosiologi MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.