SMAKelas XIFase FSemester 2

Modul Ajar & RPP Sosiologi Kelas XI
Membangun Harmoni Sosial

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Harmoni sosial adalah tujuan dalam masyarakat majemuk, dicapai melalui pengelolaan konflik dan penguatan integrasi sosial. Konflik muncul dari berbagai perbedaan, namun dapat diselesaikan dengan strategi yang tepat. Integrasi menyatukan keberagaman, didorong oleh toleransi dan saling menghargai, serta dihambat oleh etnosentrisme. Membangun harmoni memerlukan peran aktif semua pihak.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Membangun Harmoni Sosial
Sosiologi · Kelas XI · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Membangun Harmoni Sosial
Sosiologi · Fase F · Kelas XI · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranSosiologi
Fase / KelasF / XI
Materi PokokMembangun Harmoni Sosial
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang struktur sosial, keberagaman masyarakat, dan potensi konflik sosial.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. kewargaan — elemen: Menganalisis peran dan hak warga negara
    Peserta didik menganalisis hak dan kewajiban warga negara dalam menciptakan harmoni sosial melalui studi kasus.
  2. kolaborasi — elemen: Bekerja sama dalam kelompok
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi dan mencari solusi konflik sosial di lingkungan sekitar.
  3. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik mengevaluasi berbagai perspektif dalam melihat masalah sosial dan upaya membangun harmoni.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Elemen / DomainMasyarakat
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis struktur sosial, dinamika sosial, dan perubahan sosial dalam masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam upaya membangun harmoni sosial dan integrasi di tengah keberagaman.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini membahas konflik dan integrasi sosial yang terjadi di Indonesia, seperti konflik antar etnis atau upaya rekonsiliasi pasca-konflik.
KonseptualKonsep inti meliputi harmoni sosial, konflik sosial, integrasi sosial, diferensiasi sosial, stratifikasi sosial, dan resolusi konflik.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam menganalisis konflik, merumuskan solusi, dan membangun integrasi sosial.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya kemampuan berpikir kritis dan empati dalam memahami dan menyelesaikan masalah sosial di masyarakat.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui analisis video konflik sosial, peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik sosial dengan tepat.
  2. Dengan studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan faktor-faktor penyebab konflik sosial secara runtut.
  3. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan strategi penyelesaian konflik sosial dengan kriteria yang jelas.
  4. Setelah menganalisis upaya integrasi sosial, peserta didik dapat menguraikan pentingnya integrasi sosial dalam membangun harmoni masyarakat dengan argumen yang kuat.
  5. Melalui simulasi peran, peserta didik dapat mempraktikkan peran agen integrasi sosial dalam kehidupan sehari-hari secara efektif.
  6. Dengan proyek mini, peserta didik dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk membangun harmoni sosial di lingkungan sekitar sesuai kaidah sosiologis.
Halaman 2 · Membangun Harmoni Sosial — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Harmoni sosial adalah kondisi ideal dalam masyarakat yang beragam, di mana konflik dapat dikelola dan integrasi antar kelompok terjalin erat demi tercapainya kehidupan yang damai dan berkesinambungan.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa di tengah keberagaman masyarakat kita, masih sering muncul konflik sosial, dan bagaimana kita dapat mewujudkan harmoni yang berkelanjutan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Pancasila: Menganalisis nilai-nilai Pancasila sebagai dasar integrasi sosial dan resolusi konflik.
Sejarah: Mempelajari konflik dan upaya integrasi di masa lalu Indonesia untuk mengambil pelajaran berharga.
Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan presentasi dan argumentasi dalam merumuskan solusi konflik.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat mendorong anak berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan beragam kelompok, serta mendiskusikan berita tentang konflik atau integrasi di rumah.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas didesain dengan formasi meja melingkar untuk memfasilitasi diskusi kelompok, serta tersedia pojok baca dengan buku-buku tentang keberagaman budaya dan resolusi konflik.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform diskusi online (misalnya, Google Classroom atau Padlet) untuk berbagi studi kasus konflik dan strategi penyelesaian, serta mengakses artikel berita dan video dokumenter.
Halaman 3 · Membangun Harmoni Sosial — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui analisis video konflik sosial, peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik sosial dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Tebak Gambar Emosi: Guru menunjukkan beberapa gambar ekspresi wajah (marah, sedih, senang) dan peserta didik menebak emosi yang ditunjukkan, lalu menghubungkannya dengan perasaan saat konflik.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi untuk memastikan kehadiran peserta didik.
  2. Guru menayangkan video singkat tentang berita konflik sosial di masyarakat dan bertanya 'Apa yang kalian rasakan setelah melihat video ini? Apakah konflik ini sering terjadi di sekitar kita?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik sosial dan menjelaskan bagaimana kegiatan ini akan membantu mereka memahami dinamika sosial di lingkungan sekitar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video dokumenter singkat tentang dua kasus konflik sosial yang berbeda (misalnya, konflik antar kelompok suporter dan konflik perebutan lahan) dan meminta peserta didik mencatat poin-poin penting.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) dan membagikan LKPD yang berisi panduan analisis kasus konflik.
  3. Bimbingan penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok menganalisis video, mengidentifikasi pihak yang terlibat, penyebab konflik, dan dampak yang ditimbulkan, serta mencari tahu perbedaan bentuk konflik dari kedua kasus tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok membuat peta pikiran atau diagram alur yang menggambarkan bentuk-bentuk konflik yang mereka temukan dari video, lalu menyiapkan presentasi singkat.
  2. Guru berkeliling membimbing kelompok, memastikan setiap anggota aktif berpartisipasi dan memahami konsep bentuk konflik.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan peta pikiran mereka di depan kelas, menjelaskan bentuk-bentuk konflik yang teridentifikasi.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, sementara guru memfasilitasi diskusi untuk memperkaya pemahaman tentang berbagai bentuk konflik sosial.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap konsep bentuk-bentuk konflik sosial dan mengaitkannya dengan teori sosiologi yang relevan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan kembali bentuk-bentuk konflik sosial yang telah dipelajari.
  2. Guru meminta peserta didik menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari hari ini dan satu pertanyaan yang masih ingin mereka ketahui, lalu memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik.
  3. Guru menyampaikan materi pertemuan selanjutnya tentang faktor penyebab konflik dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Membangun Harmoni Sosial — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan faktor-faktor penyebab konflik sosial secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Kata: Guru menyebut satu kata terkait konflik (misal: 'perbedaan'), peserta didik berikutnya menyebut kata lain yang berhubungan, terus berlanjut membentuk rantai ide.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru mengulas singkat materi sebelumnya tentang bentuk-bentuk konflik sosial dengan bertanya 'Apa saja bentuk konflik yang sudah kita pelajari?' dan mengaitkannya dengan potensi penyebab.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menjelaskan faktor-faktor penyebab konflik sosial dan mendorong peserta didik untuk aktif mencari tahu akar masalah konflik.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menyajikan beberapa artikel berita pendek atau kutipan studi kasus tentang konflik sosial yang berbeda, seperti konflik antaragama, konflik kelas sosial, atau konflik sumber daya alam.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik secara individu membaca artikel atau kutipan tersebut dan mengidentifikasi apa yang menurut mereka menjadi penyebab utama konflik dalam setiap kasus.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk mengumpulkan berbagai kemungkinan faktor penyebab konflik dari setiap kasus, mencatatnya dalam tabel perbandingan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Setiap kelompok menganalisis data yang terkumpul, mengelompokkan faktor-faktor penyebab konflik ke dalam kategori yang lebih umum (misalnya, perbedaan kepentingan, perbedaan budaya, kesenjangan ekonomi).
  2. Pembuktian: Kelompok membandingkan hasil pengelompokan mereka dengan referensi buku teks atau sumber lain yang disediakan guru, untuk memvalidasi kategori faktor penyebab konflik.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka tentang faktor-faktor penyebab konflik sosial, memberikan contoh konkret dari studi kasus yang dibahas.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan memfasilitasi diskusi lintas kelompok, menanyakan 'Apakah ada faktor lain yang belum teridentifikasi?'
  3. Guru memberikan penguatan dan menyimpulkan faktor-faktor penyebab konflik sosial dari perspektif sosiologi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru merangkum faktor-faktor penyebab konflik sosial yang paling umum.
  2. Guru mengajak peserta didik merefleksikan bagaimana pemahaman tentang penyebab konflik dapat membantu mencegahnya, dan memberikan apresiasi atas kerja keras mereka.
  3. Guru memberikan informasi tentang materi selanjutnya mengenai strategi penyelesaian konflik dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Membangun Harmoni Sosial — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKAnalisis Konflik: Merajut SolusiNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis studi kasus konflik sosial dan merumuskan strategi penyelesaian yang tepat.

Alat & bahan: Lembar kerja, pulpen, laptop/gawai, akses internet

Langkah kerja:

  1. Amati gambar konflik sosial yang diberikan, lalu identifikasi pihak-pihak yang terlibat dan situasi yang digambarkan.
    Konflik SosialPihak TerlibatPenyebab KonflikDampak KonflikSolusi Konflik
    Gambar 1. Peta pikiran
  2. Baca studi kasus konflik sosial yang terlampir dengan saksama, lalu catat penyebab utama konflik dan dampak yang ditimbulkan.
  3. Diskusikan dalam kelompok Anda, lalu rumuskan minimal tiga strategi penyelesaian konflik yang paling sesuai untuk studi kasus tersebut.
  4. Presentasikan hasil analisis dan rumusan strategi kelompok Anda di depan kelas, serta dengarkan masukan dari kelompok lain.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Membangun Harmoni Sosial — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang konflik sosial?
  2. Sebutkan dua contoh konflik yang pernah Anda dengar atau lihat!
  3. Menurut Anda, apa penyebab utama terjadinya konflik di masyarakat?
  4. Bagaimana cara orang menyelesaikan perbedaan pendapat atau masalah?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan relevansi isi LKPD.

Sumatif (akhir): Penyusunan laporan analisis studi kasus konflik dan presentasi solusi, serta tes tertulis pilihan ganda dan esai.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Membangun Harmoni Sosial — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik sosialBentuk dan jenis konflik sosial3 JPpenalaran kritis
2Menjelaskan faktor-faktor penyebab konflik sosialFaktor penyebab konflik sosial2 JPpenalaran kritis
3Merumuskan strategi penyelesaian konflik sosialStrategi resolusi konflik3 JPkolaborasi
4Menguraikan pentingnya integrasi sosial dalam membangun harmoni masyarakatIntegrasi sosial dan dampaknya2 JPkewargaan
Halaman 8 · Membangun Harmoni Sosial — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang kaya akan keberagaman. Namun, keberagaman ini seringkali diiringi dengan potensi konflik sosial. Memahami bagaimana konflik muncul, bagaimana mengelolanya, dan bagaimana membangun integrasi adalah kunci untuk menciptakan harmoni sosial yang berkelanjutan.

1. Konflik Sosial: Bentuk dan Jenis
Konflik sosial adalah proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dapat berbentuk konflik antarpribadi, antarkelompok, atau bahkan antarbangsa. Bentuk konflik juga bervariasi, mulai dari konflik vertikal (antara atasan dan bawahan) hingga horizontal (antar kelompok setara). Contoh nyata adalah konflik perebutan wilayah antar suku atau konflik antara buruh dan manajemen perusahaan.

2. Faktor-faktor Penyebab Konflik
Konflik sosial tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi perbedaan individu (perbedaan pendirian dan perasaan), perbedaan latar belakang kebudayaan, perbedaan kepentingan (ekonomi, politik, sosial), dan perubahan sosial yang terlalu cepat. Misalnya, perbedaan kepentingan antara masyarakat adat dan perusahaan tambang seringkali memicu konflik lahan, atau perbedaan pandangan politik yang memecah belah masyarakat.

3. Dampak Konflik Sosial
Konflik sosial memiliki dampak yang kompleks, baik positif maupun negatif. Dampak negatif meliputi kerusakan harta benda, korban jiwa, keretakan hubungan antarindividu/kelompok, dan perubahan kepribadian. Namun, konflik juga dapat memiliki dampak positif, seperti memperkuat solidaritas kelompok, memunculkan norma baru, atau mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Contohnya, konflik buruh dapat menghasilkan perbaikan kesejahteraan.

4. Strategi Penyelesaian Konflik
Penyelesaian konflik dapat dilakukan melalui berbagai strategi, seperti mediasi (pihak ketiga membantu mencari solusi), arbitrase (pihak ketiga memutuskan solusi), negosiasi (pihak-pihak berkonflik mencari kesepakatan), konsiliasi (mempertemukan pihak berkonflik agar terjadi kesepakatan), atau bahkan adjudikasi (penyelesaian melalui jalur hukum). Pemilihan strategi harus disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan konflik. Misalnya, konflik kecil bisa diselesaikan dengan negosiasi, sedangkan konflik besar mungkin butuh mediasi resmi.

5. Integrasi Sosial: Pengertian dan Bentuk
Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Integrasi dapat terjadi secara normatif (berdasarkan norma), fungsional (berdasarkan fungsi tertentu), atau koersif (dipaksakan). Integrasi sangat penting untuk menciptakan harmoni sosial. Contoh integrasi adalah bersatunya berbagai suku bangsa dalam wadah negara Indonesia, atau kerjasama antarumat beragama dalam kegiatan sosial.

6. Faktor Pendorong dan Penghambat Integrasi
Integrasi sosial didorong oleh beberapa faktor, seperti toleransi, kesempatan yang seimbang, sikap saling menghargai, perkawinan campur, dan adanya musuh bersama dari luar. Sebaliknya, integrasi dapat terhambat oleh perbedaan fisik/budaya yang ekstrem, sikap etnosentrisme, dan prasangka. Misalnya, program transmigrasi di Indonesia bertujuan mendorong integrasi antar suku, sementara diskriminasi dapat menghambatnya.

7. Membangun Harmoni Sosial
Harmoni sosial adalah kondisi di mana masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai, saling menghargai perbedaan, dan mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban. Membangun harmoni sosial membutuhkan upaya kolektif, mulai dari pendidikan multikultural, penegakan hukum yang adil, dialog antarbudaya, hingga penguatan lembaga-lembaga sosial yang berperan sebagai agen integrasi. Peran pemuda dalam menciptakan harmoni sangat krusial, misalnya melalui kegiatan sosial kemasyarakatan.

Rangkuman: Harmoni sosial adalah tujuan dalam masyarakat majemuk, dicapai melalui pengelolaan konflik dan penguatan integrasi sosial. Konflik muncul dari berbagai perbedaan, namun dapat diselesaikan dengan strategi yang tepat. Integrasi menyatukan keberagaman, didorong oleh toleransi dan saling menghargai, serta dihambat oleh etnosentrisme. Membangun harmoni memerlukan peran aktif semua pihak.

Halaman 9 · Membangun Harmoni Sosial — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Konflik SosialProses sosial yang melibatkan dua pihak atau lebih yang berusaha menyingkirkan pihak lain.
Integrasi SosialProses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan.
MediasiPenyelesaian konflik dengan bantuan pihak ketiga sebagai penengah.
EtnosentrismeSikap menganggap kebudayaan sendiri lebih unggul dari kebudayaan lain.
Harmoni SosialKondisi masyarakat yang hidup damai, saling menghargai, dan seimbang.
Daftar pustaka6 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Membangun Harmoni Sosial — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Membangun Harmoni Sosial" mata pelajaran Sosiologi Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Membangun Harmoni Sosial — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Membangun Harmoni Sosial ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaSosiologi · Kelas XIPeta Konsep
Membangun Harmoni SosialKonflik Sosial: Bentuk dan JenisFaktor-faktor Penyebab KonflikDampak Konflik SosialStrategi Penyelesaian KonflikIntegrasi Sosial: Pengertian dan Bentuk
Dari sub-bab Membangun Harmoni SosialHalaman 12
Nama sekolah AndaSosiologi · Kelas XIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaSosiologi · Kelas XILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaSosiologi · Kelas XIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaSosiologi · Kelas XIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaSosiologi · Kelas XIProfil Lulusan
KewargaanKolaborasiPenalaran kritis
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Membangun Harmoni Sosial yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Peta Materi Sosiologi Kelas XI Setahun

Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.

Materi setahun3 dari 3 siap unduh

Masalah SosialModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKonflik SosialModul siap unduh · Word + PDF ber-kop
Membangun Harmoni SosialHalaman yang sedang Anda buka

Modul Sosiologi lain yang sudah tersedia

Kelompok SosialSosiologi Kelas XI SMAPermasalahan SosialSosiologi Kelas XI SMAPerubahan SosialSosiologi Kelas XII SMAHubungan Sosial atau InteraksiSosiologi Kelas X SMALihat semua Modul Ajar Sosiologi Kelas XI →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Sosiologi kelas 11 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Membangun Harmoni Sosial pada Sosiologi SMA, Fase F, elemen Masyarakat.

Modul Membangun Harmoni Sosial ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 2 (genap), menurut urutan materi Sosiologi kelas XI SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Sosiologi materi Membangun Harmoni Sosial ini gratis?

Ya. Modul Membangun Harmoni Sosial untuk kelas XI SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Membangun Harmoni Sosial ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sosiologi kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sosiologi kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Membangun Harmoni Sosial ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Membangun Harmoni Sosial dapat Anda sesuaikan dengan murid Sosiologi kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Sosiologi kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Membangun Harmoni Sosial ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pada Fase F untuk kelas XI SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Membangun Harmoni Sosial tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Membangun Harmoni Sosial untuk Sosiologi kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Membangun Harmoni Sosial ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sosiologi kelas XI SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Membangun Harmoni Sosial beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sosiologi kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Sosiologi ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?

Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Membangun Harmoni Sosial yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sosiologi MA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Sosiologi SMASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.