Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual Kelas X
Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja
Modul ajar (RPP) Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual SMK kelas X materi Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja yang Anda cari? Materi Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual Kelas X lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang etika dan norma sosial yang berlaku di masyarakat.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis kasus-kasus pelanggaran K3LH dan memberikan solusi berdasarkan prinsip-prinsip keselamatan kerja. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik berkolaborasi dalam kelompok untuk menyusun prosedur K3LH dan mempraktikkannya dalam simulasi lingkungan kerja. - kesehatan — elemen: Menjaga kesehatan fisik dan mental
Peserta didik memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental di lingkungan kerja DKV untuk produktivitas yang optimal.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir fase E, peserta didik mampu mengaplikasikan kecakapan kerja dasar, prinsip K3LH, dan budaya kerja industri DKV sesuai standar operasional prosedur untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kecelakaan kerja di studio desain atau kantor agensi iklan sering terjadi akibat kelalaian penerapan K3LH. |
| Konseptual | K3LH adalah upaya sistematis untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman melalui identifikasi bahaya dan pengendalian risiko. |
| Prosedural | Langkah-langkah penerapan K3LH meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, dan evaluasi berkelanjutan. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa pemahaman K3LH dan budaya kerja akan membentuk profesionalisme dan melindungi diri serta orang lain di lingkungan kerja DKV. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko di lingkungan kerja DKV dengan tepat.
- Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan prinsip-prinsip K3LH sesuai standar industri dengan benar.
- Dengan simulasi, peserta didik dapat menerapkan prosedur penggunaan alat pelindung diri (APD) di lingkungan kerja DKV secara runtut.
- Melalui observasi, peserta didik dapat menganalisis budaya kerja positif dan negatif di industri DKV minimal tiga contoh.
- Setelah presentasi, peserta didik dapat merumuskan solusi untuk menciptakan lingkungan kerja DKV yang aman dan produktif sesuai kaidah K3LH.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menerapkan K3LH serta budaya kerja yang baik bukan hanya kewajiban, tetapi juga investasi untuk keselamatan, kesehatan, dan produktivitas jangka panjang di dunia kerja DKV.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kecelakaan kerja seringkali terjadi di tempat kerja, dan bagaimana kita bisa mencegahnya di bidang Desain Komunikasi Visual?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menyusun laporan identifikasi bahaya dan prosedur K3LH dengan bahasa yang jelas dan efektif. Seni Budaya: Menganalisis desain ergonomis pada peralatan kerja DKV dan estetika visual rambu K3LH. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Memahami postur tubuh yang benar dan latihan peregangan untuk mencegah cedera saat bekerja di DKV. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat mendukung dengan mengingatkan pentingnya keselamatan dan kesehatan di rumah, serta komunitas industri DKV dapat diundang untuk berbagi pengalaman K3LH. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas diatur agar menyerupai studio DKV mini dengan area kerja yang jelas, serta platform digital digunakan untuk berbagi materi dan diskusi online. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial penggunaan APD, simulasi virtual bahaya di lingkungan kerja DKV, dan forum diskusi online untuk berbagi informasi K3LH. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko di lingkungan kerja DKV dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Gerakan: Guru memperagakan gerakan terkait K3LH (misal: memakai helm, mengangkat barang berat), peserta didik menebak dan menjelaskan maknanya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan prinsip-prinsip K3LH sesuai standar industri dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata K3LH: Guru menyebut satu kata terkait K3LH, peserta didik berikutnya menyebut kata yang diawali huruf terakhir kata sebelumnya, secara bergantian dalam lingkaran.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Dengan simulasi, peserta didik dapat menerapkan prosedur penggunaan alat pelindung diri (APD) di lingkungan kerja DKV secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tunjuk APD: Guru menyebutkan jenis bahaya (misal: percikan tinta), peserta didik secara cepat menunjuk atau menyebutkan APD yang sesuai (misal: kacamata pelindung).
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko di lingkungan kerja DKV dengan tepat.
Alat & bahan: Kertas, pulpen, modul ajar, akses internet
Langkah kerja:
- Tuliskan bagian tubuh yang dilindungi setiap APD pada tabel berikut, lalu tuliskan pekerjaan yang memerlukannya.
- Amati gambar situasi studio DKV di bawah ini dengan saksama.
- Identifikasi minimal 5 potensi bahaya yang ada pada gambar dan catat jenis bahaya (fisik, kimia, biologi, ergonomi) serta contoh risikonya.
- Diskusikan dengan kelompokmu, bagaimana bahaya tersebut dapat dicegah atau diminimalisir.
- Isi tabel analisis bahaya dan risiko pada lembar kerja yang disediakan.
- Siapkan hasil diskusimu untuk dipresentasikan di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang keselamatan di tempat kerja?
- Menurutmu, mengapa penting untuk menjaga kebersihan di lingkungan kerja?
- Pernahkah kamu melihat rambu-rambu keselamatan? Di mana dan apa maknanya?
- Apa saja yang termasuk kecelakaan kerja di bidang desain?
Formatif (proses): Observasi dan penilaian kinerja kelompok saat diskusi, presentasi, dan simulasi, serta penilaian kelengkapan dan ketepatan LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai, serta penilaian proyek mini tentang penyusunan SOP K3LH.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko di lingkungan kerja DKV dengan tepat. | Identifikasi bahaya dan risiko kerja DKV. | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan prinsip-prinsip K3LH sesuai standar industri dengan benar. | Prinsip-prinsip K3LH. | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Menerapkan prosedur penggunaan alat pelindung diri (APD) di lingkungan kerja DKV secara runtut. | Penggunaan APD di DKV. | 3 JP | kolaborasi, kesehatan |
| 4 | Menganalisis budaya kerja positif dan negatif di industri DKV. | Budaya kerja industri DKV. | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
Modul ini akan membimbing Anda memahami pentingnya Kecakapan Kerja Dasar, Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), serta Budaya Kerja di dunia Desain Komunikasi Visual (DKV). Pengetahuan ini tidak hanya melindungi diri Anda, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan profesional. Bersiaplah untuk menjadi desainer yang tidak hanya kreatif, tetapi juga bertanggung jawab dan sadar akan keselamatan.
1. Pengenalan Kecakapan Kerja Dasar
Kecakapan kerja dasar adalah fondasi penting bagi setiap profesional, termasuk di bidang DKV. Ini mencakup kemampuan berkomunikasi efektif, bekerja sama dalam tim, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan perubahan. Di DKV, kecakapan ini esensial untuk berinteraksi dengan klien, berkolaborasi dengan sesama desainer, dan menyelesaikan proyek dengan efisien. Tanpa kecakapan dasar ini, seorang desainer mungkin kesulitan menyampaikan ide, menerima masukan, atau bahkan memahami kebutuhan proyek.
2. Pentingnya K3LH dalam DKV
Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) bukan sekadar aturan, melainkan kebutuhan vital di setiap industri, termasuk DKV. Meskipun terlihat tidak seberisiko pekerjaan fisik, lingkungan kerja DKV memiliki potensi bahaya seperti cedera ergonomis akibat posisi duduk yang salah, masalah mata akibat paparan layar berlebihan, atau bahkan bahaya listrik dari peralatan. K3LH bertujuan untuk mencegah kecelakaan, penyakit akibat kerja, dan menjaga kelestarian lingkungan, sehingga menciptakan suasana kerja yang aman, nyaman, dan produktif bagi semua.
3. Identifikasi Potensi Bahaya dan Risiko
Langkah pertama dalam penerapan K3LH adalah mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko. Potensi bahaya di studio DKV bisa berupa bahaya fisik (kabel berserakan, pencahayaan buruk), kimia (uap lem, tinta), biologi (jamur di AC, serangga), atau ergonomi (kursi tidak nyaman, posisi monitor salah). Risiko adalah kemungkinan terjadinya cedera atau penyakit akibat bahaya tersebut. Dengan mengidentifikasi bahaya, kita dapat merencanakan tindakan pencegahan yang efektif, seperti merapikan kabel, memastikan ventilasi yang baik, atau menggunakan peralatan yang ergonomis.
4. Prinsip-prinsip K3LH
Prinsip dasar K3LH meliputi pencegahan kecelakaan, pengendalian bahaya, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), prosedur tanggap darurat, dan pembinaan kesadaran K3LH. Pencegahan berarti mengambil langkah proaktif sebelum insiden terjadi. Pengendalian bahaya fokus pada eliminasi atau substitusi bahaya, rekayasa teknis, pengendalian administratif, dan terakhir penggunaan APD. Prosedur darurat memastikan setiap orang tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran atau gempa. Pembinaan kesadaran K3LH adalah upaya berkelanjutan untuk menanamkan budaya aman pada setiap pekerja.
5. Alat Pelindung Diri (APD) di DKV
Meskipun tidak sekompleks industri berat, pekerja DKV juga memerlukan APD. Contoh APD yang relevan meliputi sarung tangan saat menggunakan bahan kimia (lem, tinta khusus), masker untuk menghindari hirupan uap berbahaya, kacamata pelindung saat memotong bahan dengan alat tajam, dan sepatu yang nyaman serta antislip. Penggunaan APD harus sesuai standar dan dilakukan secara konsisten untuk memberikan perlindungan maksimal. Penting untuk memilih APD yang tepat sesuai jenis pekerjaan dan memastikan APD tersebut dalam kondisi baik.
6. Budaya Kerja Profesional di Industri DKV
Budaya kerja adalah nilai-nilai, norma, dan kebiasaan yang membentuk perilaku karyawan di sebuah organisasi. Di industri DKV, budaya kerja profesional mencakup disiplin, tanggung jawab, inisiatif, kerja sama tim, etika kerja, dan komitmen terhadap kualitas. Budaya ini memengaruhi cara desainer berinteraksi, menyelesaikan proyek, dan menghadapi tantangan. Lingkungan kerja dengan budaya positif akan meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kesejahteraan karyawan, sementara budaya negatif dapat menghambat kemajuan dan memicu konflik.
7. Penerapan Budaya Kerja Positif
Membangun budaya kerja positif di DKV melibatkan beberapa aspek. Ini dimulai dari komunikasi yang transparan dan terbuka, saling menghargai antar rekan kerja, memiliki etos kerja yang tinggi, serta fokus pada inovasi dan pembelajaran berkelanjutan. Mematuhi tenggat waktu, memberikan umpan balik konstruktif, dan menjaga profesionalisme dalam setiap interaksi adalah contoh nyata penerapan budaya kerja positif. Lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pengakuan akan memotivasi desainer untuk memberikan yang terbaik dan merasa memiliki terhadap pekerjaannya.
8. Etika dan Tanggung Jawab Profesi DKV
Sebagai desainer komunikasi visual, etika dan tanggung jawab profesi sangat penting. Ini mencakup menghormati hak cipta, menjaga kerahasiaan klien, tidak melakukan plagiarisme, serta menciptakan karya yang bertanggung jawab secara sosial. Desainer harus menyadari dampak visual yang mereka ciptakan terhadap masyarakat. Tanggung jawab juga berarti menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas terbaik, tepat waktu, dan sesuai kesepakatan. Menjunjung tinggi etika profesi akan membangun reputasi baik dan kepercayaan dari klien serta kolega.
Rangkuman: Kecakapan kerja dasar, K3LH, dan budaya kerja adalah elemen krusial bagi profesional DKV. Mengidentifikasi bahaya, menerapkan prinsip K3LH termasuk penggunaan APD, serta membangun etos kerja positif akan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan produktif. Ini bukan hanya tentang memenuhi standar, tetapi juga investasi untuk kesejahteraan dan keberlanjutan karier di industri kreatif. Profesionalisme di DKV lahir dari kombinasi kreativitas, keterampilan teknis, dan kesadaran akan tanggung jawab ini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| K3LH | Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup. |
| APD | Alat Pelindung Diri. |
| Ergonomi | Ilmu tentang penyesuaian lingkungan kerja agar sesuai dengan fisik dan psikologis pekerja. |
| DKV | Desain Komunikasi Visual. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja" mata pelajaran Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Proses Bisnis Berbagai Industri di Bidang Desain Komunikasi VisualBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerkembangan Teknologi dan Isu-Isu Global Bidang Desain Komunikasi VisualBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisProfil Technopreneur, Peluang Usaha, dan Profesi Bidang Desain Komunikasi VisualModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeknik Dasar Proses Produksi Desain: Unsur dan Prinsip Desain (Nirmana)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
Sketsa dan IlustrasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKomposisi TipografiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisFotografi DasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKomputer GrafisModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual lain yang sudah tersedia
Wawasan Dunia Kerja Bidang DKV dan GrafikaDasar-dasar Desain Komunikasi Visual Kelas X SMKFotografiDasar-dasar Desain Komunikasi Visual Kelas X SMKTipografi, Sketsa dan IlustrasiDasar-dasar Desain Komunikasi Visual Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja pada Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual SMK, Fase E, elemen Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual.
Modul Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja untuk Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual kelas X.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual materi Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja ini gratis?
Ya. Modul Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja untuk Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Kecakapan Kerja Dasar, K3LH dan Budaya Kerja disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.