SMKKelas XFase E📘 Bab 3Semester 1

Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas X
Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Riya’ dan sum‘ah adalah amalan yang dilakukan agar dilihat atau didengar orang lain, merusak keikhlasan. Takabur adalah sombong dan merendahkan orang lain. Hasad adalah iri hati terhadap nikmat orang lain. Keempat sifat ini merupakan akhlak tercela yang sangat berbahaya, merusak amal, dan menimbulkan permusuhan. Dengan meluruskan niat, bersyukur, rendah hati, dan berlapang dada, kita dapat menghindarinya dan menjalani hidup yang lebih bermanfaat serta berkah.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad
Pendidikan Agama Islam · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad
Pendidikan Agama Islam · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan Agama Islam
Fase / KelasE / X
Materi PokokMenjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang pentingnya akhlak mulia dalam Islam.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
  2. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026
Elemen / DomainAkhlak
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis dan menghindari akhlak tercela riya’, sum‘ah, takabur, dan hasad untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualRiya’ dapat terlihat ketika seseorang beribadah hanya agar dipuji orang lain, misalnya bersedekah di depan kamera.
KonseptualMateri ini membahas definisi, ciri-ciri, bahaya, dan cara menghindari akhlak tercela seperti riya’, sum‘ah, takabur, dan hasad.
ProseduralPeserta didik akan belajar langkah-langkah praktis untuk mengidentifikasi dan mencegah perilaku riya’, sum‘ah, takabur, dan hasad dalam kehidupan sehari-hari.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya introspeksi diri dan niat tulus dalam setiap perbuatan untuk mencapai keberkahan.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenyadari bahwa setiap amal kebaikan harus dilandasi niat tulus hanya untuk meraih ridha Allah SWT, bukan pujian manusia.
2. Cinta IlmuMengembangkan keinginan kuat untuk terus belajar tentang ajaran Islam dan dampaknya terhadap pembentukan akhlak mulia.
3. Cinta LingkunganBerusaha menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dengan menjauhi sifat-sifat yang merusak hubungan antarmanusia seperti iri hati dan kesombongan.
4. Cinta Diri dan SesamaMembentuk pribadi yang rendah hati, pemaaf, dan peduli terhadap sesama, serta senantiasa mendoakan kebaikan bagi orang lain.
5. Cinta Tanah AirBerkontribusi aktif dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia dengan menjadi teladan dalam menjauhi sifat-sifat tercela.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi pengertian dan ciri-ciri riya’ serta sum‘ah dengan tepat.
  2. Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan bahaya riya’ dan sum‘ah terhadap diri sendiri serta masyarakat secara runtut.
  3. Melalui kegiatan curah pendapat, peserta didik dapat menganalisis pengertian dan ciri-ciri takabur serta hasad dengan benar.
  4. Dengan mengerjakan LKPD, peserta didik dapat merumuskan cara-cara menghindari takabur dan hasad dalam kehidupan sehari-hari secara sistematis.
  5. Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat menyajikan contoh nyata dampak negatif riya’, sum‘ah, takabur, dan hasad terhadap kehidupan sosial dengan percaya diri.
Halaman 2 · Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Menghindari riya’, sum‘ah, takabur, dan hasad bukan hanya tentang menjauhi perbuatan buruk, tetapi juga membentuk hati yang tulus, rendah hati, dan peduli agar hidup lebih bermakna dan bermanfaat bagi diri serta lingkungan.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa terkadang perbuatan baik yang kita lakukan justru terasa hambar atau tidak membawa ketenangan hati?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Menganalisis teks narasi atau artikel berita yang mengandung unsur riya’, sum‘ah, takabur, atau hasad.
Pendidikan Pancasila: Menghubungkan nilai-nilai akhlak mulia dengan sila-sila Pancasila, khususnya keadilan sosial dan kemanusiaan.
Sejarah: Mempelajari kisah-kisah tokoh sejarah Islam yang menunjukkan keteladanan dalam menghindari sifat-sifat tercela.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau wali diajak untuk mengamati dan membimbing perilaku peserta didik di rumah agar terhindar dari riya’, sum‘ah, takabur, dan hasad, serta melaporkan perkembangannya.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dengan akses ke perpustakaan sekolah untuk mencari referensi tambahan tentang akhlak mulia dan tercela.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik menggunakan perangkat gawai untuk mencari video inspiratif tentang dampak positif rendah hati dan ikhlas, serta membuat infografis sederhana tentang cara menghindari akhlak tercela.
Halaman 3 · Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi pengertian dan ciri-ciri riya’ serta sum‘ah dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan meminta peserta didik menceritakan pengalaman melihat orang yang berbuat baik namun dengan niat tersembunyi, kemudian mengaitkannya dengan pentingnya ketulusan dalam beramal.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu mengidentifikasi riya’ dan sum‘ah serta pertanyaan pemantik tentang motivasi di balik perbuatan baik, agar peserta didik sadar akan fokus belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan sebuah video singkat atau skenario kasus tentang seseorang yang beribadah atau beramal baik namun mengharapkan pujian, lalu bertanya: 'Apa yang salah dari perbuatan orang tersebut?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil dan membagikan bahan ajar serta LKPD yang berisi studi kasus terkait riya’ dan sum‘ah.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi pengertian riya’ dan sum‘ah, serta ciri-ciri keduanya berdasarkan studi kasus dan bahan ajar yang diberikan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mencatat hasil diskusinya mengenai pengertian dan ciri-ciri riya’ serta sum‘ah pada kertas flipchart.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Peserta didik menyajikan hasil diskusi mereka di depan kelas melalui presentasi singkat, dengan setiap anggota kelompok berkontribusi dalam menjelaskan.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan terhadap presentasi, sementara guru memfasilitasi diskusi untuk memperdalam pemahaman.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan hasil diskusi setiap kelompok, menyoroti poin-poin penting mengenai riya’ dan sum‘ah.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Peserta didik secara individu mengisi lembar refleksi singkat tentang pemahaman mereka terhadap materi dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru memberikan penguatan materi tentang pentingnya niat ikhlas dalam beramal dan bahaya riya’ serta sum‘ah bagi keimanan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting tentang riya’ dan sum‘ah yang telah dipelajari.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dengan memberikan 'Tepuk Semangat' dan mengingatkan untuk selalu menjaga niat ikhlas dalam setiap perbuatan, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari contoh kasus nyata takabur dan hasad di lingkungan sekitar sebagai persiapan pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan mengerjakan LKPD, peserta didik dapat merumuskan cara-cara menghindari takabur dan hasad dalam kehidupan sehari-hari secara sistematis.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan meminta beberapa peserta didik berbagi contoh kasus takabur dan hasad yang mereka temukan dari tugas sebelumnya, kemudian mengaitkannya dengan pentingnya rendah hati dan syukur.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu menganalisis takabur dan hasad serta merumuskan cara menghindarinya, agar peserta didik sadar akan fokus dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan gambar atau skenario tentang orang yang sombong atau iri hati, lalu bertanya: 'Apa dampak buruk dari sifat-sifat ini bagi individu dan masyarakat?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok yang berbeda dari pertemuan sebelumnya dan membagikan bahan ajar serta LKPD 'Cegah Penyakit Hati!' yang berisi kasus-kasus takabur dan hasad.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok menganalisis pengertian, ciri-ciri, serta bahaya takabur dan hasad berdasarkan kasus yang diberikan dan bahan ajar.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mengisi tabel di LKPD untuk merumuskan cara-cara konkret menghindari takabur dan hasad, lengkap dengan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Peserta didik mempresentasikan hasil rumusan cara menghindari takabur dan hasad, serta contoh penerapannya, di depan kelas.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan tanggapan, masukan, dan pertanyaan untuk memperkaya pemahaman tentang strategi menghindari akhlak tercela.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi kelompok dan merangkum berbagai strategi efektif untuk menghindari takabur dan hasad.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Peserta didik melakukan penilaian diri (penilaian diri) tentang sejauh mana mereka telah memahami materi dan berkomitmen untuk menerapkan akhlak mulia.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya senantiasa bersyukur, berlapang dada, dan mawas diri agar terhindar dari sifat takabur dan hasad.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan seluruh materi tentang riya’, sum‘ah, takabur, dan hasad, serta cara menghindarinya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas seluruh kerja keras dan partisipasi peserta didik dengan memberikan 'Tepuk Fokus' dan pesan agar senantiasa menjadi pribadi yang bermanfaat, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan kuis singkat sebagai asesmen akhir, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan merumuskan cara menghindari takabur serta hasad dengan tepat.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Akhlak adalah cerminan dari hati dan jiwa seseorang. Dalam Islam, menjaga akhlak mulia sangat ditekankan, sementara akhlak tercela harus dihindari.

Alat & bahan: Alat tulis, kertas flipchart, spidol

Langkah kerja:

  1. Perhatikanlah gambar di bawah ini yang menunjukkan dua orang sedang berinteraksi.
  2. Diskusikan dalam kelompokmu, apa yang mungkin dirasakan oleh masing-masing orang dalam gambar tersebut jika salah satunya memiliki sifat takabur atau hasad. Catatlah ciri-ciri takabur dan hasad yang kamu temukan.
  3. Identifikasikanlah bahaya yang timbul dari sifat takabur dan hasad bagi diri sendiri dan orang lain.
  4. Rumuskanlah minimal tiga cara konkret untuk menghindari takabur dan hasad dalam kehidupan sehari-hari. Tuliskan juga contoh penerapannya.
  5. Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang akhlak mulia dalam Islam?
  2. Mengapa penting bagi kita untuk berbuat baik kepada sesama?
  3. Pernahkah kamu mendengar tentang sifat sombong atau iri hati? Jelaskan!

Formatif (proses): Penilaian observasi terhadap keaktifan diskusi kelompok dan kemampuan presentasi peserta didik.

Sumatif (akhir): Penilaian melalui kuis tertulis (pilihan ganda dan esai) untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan merumuskan cara menghindari akhlak tercela.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi pengertian dan ciri-ciri riya’ serta sum‘ah dengan tepat.Pengertian dan ciri-ciri riya’ dan sum‘ah.2 JPpenalaran kritis
2Menjelaskan bahaya riya’ dan sum‘ah terhadap diri sendiri serta masyarakat secara runtut.Bahaya riya’ dan sum‘ah.2 JPkeimanan dan ketakwaan
3Menganalisis pengertian dan ciri-ciri takabur serta hasad dengan benar.Pengertian dan ciri-ciri takabur dan hasad.2 JPkolaborasi
4Merumuskan cara-cara menghindari takabur dan hasad dalam kehidupan sehari-hari secara sistematis.Cara menghindari takabur dan hasad.2 JPkeimanan dan ketakwaan
Halaman 8 · Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Akhlak adalah cerminan dari hati dan jiwa seseorang. Dalam Islam, menjaga akhlak mulia sangat ditekankan, sementara akhlak tercela harus dihindari. Materi ini akan membahas empat akhlak tercela yang sangat berbahaya bagi individu dan masyarakat, yaitu riya’, sum‘ah, takabur, dan hasad, serta bagaimana cara menghindarinya demi hidup yang lebih bermanfaat.

1. Riya’ dan Sum‘ah: Bahaya Niat Tidak Ikhlas
Riya’ adalah melakukan suatu amal kebaikan dengan tujuan agar dilihat dan dipuji oleh orang lain, bukan karena Allah SWT. Contohnya, bersedekah di depan banyak orang agar dianggap dermawan. Sum‘ah mirip dengan riya’, namun lebih fokus pada keinginan agar amalnya didengar orang lain dan menjadi bahan pembicaraan. Keduanya merusak pahala amal dan dapat menimbulkan kesombongan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ma'un ayat 4-6, 'Maka celakalah orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat riya’.' Menghindari keduanya adalah dengan meluruskan niat hanya karena Allah.

2. Takabur: Sifat Sombong dan Merendahkan
Takabur adalah sifat sombong, merasa diri lebih tinggi atau lebih baik dari orang lain, dan meremehkan kebenaran. Orang yang takabur cenderung menolak nasihat dan merendahkan orang lain. Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi.' (HR. Muslim). Bahaya takabur sangat besar, karena dapat menghalangi seseorang dari kebenaran, menjauhkan dari rahmat Allah, dan menimbulkan kebencian dari sesama. Cara menghindarinya adalah dengan senantiasa bersyukur, menyadari kelemahan diri, dan rendah hati.

3. Hasad: Api Iri Hati yang Membakar
Hasad atau iri hati adalah perasaan tidak senang melihat nikmat yang diperoleh orang lain dan berharap nikmat tersebut hilang darinya. Hasad merupakan salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya, karena dapat memicu perbuatan zalim dan permusuhan. Rasulullah SAW bersabda, 'Hindarilah hasad, karena hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.' (HR. Abu Dawud). Bahaya hasad antara lain merusak amal kebaikan, menimbulkan kegelisahan hati, dan memutuskan tali silaturahmi. Untuk menghindarinya, kita harus selalu bersyukur, berlapang dada, dan mendoakan kebaikan bagi orang lain.

4. Membangun Hidup Penuh Manfaat
Menghindari riya’, sum‘ah, takabur, dan hasad adalah langkah awal untuk membangun hidup yang penuh manfaat. Dengan niat yang tulus, rendah hati, dan hati yang bersih dari iri dengki, kita dapat fokus pada pengembangan diri dan kontribusi positif bagi masyarakat. Sifat-sifat ini menghalangi kita dari keberkahan dan kebahagiaan sejati. Dengan selalu mengingat Allah dan tujuan akhirat, kita akan termotivasi untuk beramal secara ikhlas dan menjauhi sifat-sifat tercela yang merusak kebaikan.

Rangkuman: Riya’ dan sum‘ah adalah amalan yang dilakukan agar dilihat atau didengar orang lain, merusak keikhlasan. Takabur adalah sombong dan merendahkan orang lain. Hasad adalah iri hati terhadap nikmat orang lain. Keempat sifat ini merupakan akhlak tercela yang sangat berbahaya, merusak amal, dan menimbulkan permusuhan. Dengan meluruskan niat, bersyukur, rendah hati, dan berlapang dada, kita dapat menghindarinya dan menjalani hidup yang lebih bermanfaat serta berkah.

Halaman 9 · Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Riya’Melakukan amal kebaikan agar dilihat dan dipuji orang lain.
Sum‘ahMelakukan amal kebaikan agar didengar dan dibicarakan orang lain.
TakaburSifat sombong, merasa diri lebih tinggi atau lebih baik dari orang lain.
HasadIri hati, tidak senang melihat nikmat yang diperoleh orang lain dan berharap nikmat itu hilang darinya.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPendidikan Agama Islam · Kelas XPeta Konsep
Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan HasadRiya’ dan Sum‘ah: Bahaya Niat Tidak IkhlasTakabur: Sifat Sombong dan MerendahkanHasad: Api Iri Hati yang MembakarMembangun Hidup Penuh Manfaat
Dari sub-bab Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan HasadHalaman 12
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Islam · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Islam · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Islam · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Islam · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Islam · Kelas XProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Peta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas X Setahun

Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.

Modul Pendidikan Agama Islam lain yang sudah tersedia

Menghindari Pergaulan BebasPendidikan Agama Islam Kelas X SMKMenghindari Sikap Berpoya-poyaPendidikan Agama Islam Kelas X SMKKompetisi dalam KebaikanPendidikan Agama Islam Kelas X SMKSyu'abul Iman (Cabang-cabang Iman)Pendidikan Agama Islam Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas X →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad pada Pendidikan Agama Islam SMK, Fase E, elemen Akhlak.

Modul Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Agama Islam kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam materi Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad ini gratis?

Ya. Modul Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Islam kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad untuk Pendidikan Agama Islam kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Islam kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Pendidikan Agama Islam ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan Hasad disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.