SMKKelas XFase E

Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas X
Menghindari Sikap Berpoya-poya

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Sikap berpoya-poya atau israf adalah pemborosan yang melampaui batas, bertentangan dengan ajaran Islam tentang kesederhanaan (qana'ah). Dampak negatifnya meliputi kesulitan finansial, sifat tamak, dan kesenjangan sosial. Untuk menghindarinya, kita perlu mengelola keuangan dengan bijak, bersyukur, menabung, bersedekah, dan selalu ingat bahwa harta adalah titipan Allah SWT. Dengan demikian, kita dapat mencapai hidup yang lebih berkah dan bertanggung jawab.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Menghindari Sikap Berpoya-poya
Pendidikan Agama Islam · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Menghindari Sikap Berpoya-poya
Pendidikan Agama Islam · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan Agama Islam
Fase / KelasE / X
Materi PokokMenghindari Sikap Berpoya-poya
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranDiscovery Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memahami konsep dasar tentang pentingnya hidup sederhana dan bersyukur dalam ajaran Islam.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
  2. Kemandirian — bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri
  3. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BKPDM No. 020 Tahun 2026
Elemen / DomainAkhlak
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis dan menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menghindari sikap berpoya-poya, serta memahami dampak positif dan negatifnya bagi diri sendiri dan masyarakat.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualSikap berpoya-poya dapat terlihat dari kebiasaan membeli barang yang tidak dibutuhkan atau menghabiskan uang secara berlebihan untuk hiburan.
KonseptualMenghindari sikap berpoya-poya adalah upaya menjaga diri dari perilaku konsumtif dan boros yang bertentangan dengan ajaran Islam tentang kesederhanaan dan tanggung jawab.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah praktis untuk mengelola keuangan dan menahan diri dari godaan gaya hidup mewah.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bahwa pemahaman tentang larangan berpoya-poya membantu mereka membuat keputusan finansial yang bijak dan bertanggung jawab.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMewujudkan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dengan menjauhi perilaku boros dan berlebihan dalam hidup, sesuai ajaran Islam.
2. Cinta IlmuMenumbuhkan semangat mencari ilmu tentang pengelolaan keuangan yang baik dan bijak agar terhindar dari perilaku konsumtif yang merugikan.
3. Cinta LingkunganMengembangkan kesadaran untuk tidak membuang-buang sumber daya alam melalui konsumsi yang berlebihan, sehingga turut menjaga kelestarian lingkungan.
4. Cinta Diri dan SesamaMembangun empati terhadap diri sendiri dan sesama dengan tidak menghamburkan harta, melainkan menyisihkan untuk kebutuhan dan membantu orang lain yang membutuhkan.
5. Cinta Tanah AirMendorong kemandirian ekonomi dan tanggung jawab finansial sebagai wujud kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui tayangan video, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri sikap berpoya-poya dengan tepat.
  2. Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak negatif sikap berpoya-poya terhadap diri sendiri dan masyarakat secara runtut.
  3. Dengan membaca dalil naqli, peserta didik dapat menjelaskan konsep kesederhanaan dalam Islam sebagai lawan dari sikap berpoya-poya dengan benar.
  4. Melalui studi kasus, peserta didik dapat merumuskan solusi praktis untuk menghindari sikap berpoya-poya dalam kehidupan sehari-hari secara relevan.
  5. Setelah simulasi, peserta didik dapat mempraktikkan pengelolaan keuangan pribadi yang sederhana dan bertanggung jawab sesuai prinsip Islam.
Halaman 2 · Menghindari Sikap Berpoya-poya — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Menghindari sikap berpoya-poya adalah manifestasi keimanan dan bentuk tanggung jawab sosial, sehingga peserta didik dapat menjalani hidup yang lebih berkah dan bermanfaat bagi sesama.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa banyak orang merasa tidak puas meskipun memiliki banyak harta, sementara sebagian lainnya hidup sederhana namun terlihat bahagia?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisDiscovery Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuEkonomi: Peserta didik memahami konsep pengelolaan keuangan, inflasi, dan dampak konsumsi berlebihan terhadap ekonomi pribadi dan nasional.
Sosiologi: Peserta didik menganalisis pengaruh gaya hidup konsumtif terhadap struktur sosial, status, dan interaksi antarindividu dalam masyarakat.
Bahasa Indonesia: Peserta didik melatih keterampilan menyajikan informasi secara persuasif dan jelas melalui poster atau infografis.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau wali dapat diajak berperan dalam memantau dan membimbing peserta didik dalam mengelola uang saku serta memberikan contoh gaya hidup sederhana di rumah.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas yang kondusif dengan poster-poster motivasi tentang kesederhanaan serta akses ke internet untuk riset dan pembuatan karya digital akan mendukung pembelajaran.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi desain grafis (misalnya Canva) untuk membuat infografis atau poster digital, serta platform video sharing untuk menayangkan studi kasus, akan meningkatkan kreativitas peserta didik.
Halaman 3 · Menghindari Sikap Berpoya-poya — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui tayangan video, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri sikap berpoya-poya dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru memulai pembelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan meminta peserta didik menceritakan pengalaman mereka melihat atau mendengar tentang gaya hidup mewah atau boros.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik yang akan dibahas, yaitu 'Mengapa banyak orang merasa tidak puas meskipun memiliki banyak harta, sementara sebagian lainnya hidup sederhana namun terlihat bahagia?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan video singkat tentang fenomena gaya hidup mewah dan konsumtif di kalangan remaja.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul dari tayangan video, seperti pemborosan, hutang, atau ketidakpuasan.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik secara individu mencatat ciri-ciri sikap berpoya-poya yang mereka amati dari video dan pengalaman pribadi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan dan mengelompokkan ciri-ciri sikap berpoya-poya yang telah dicatat.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok menyajikan hasil identifikasi ciri-ciri sikap berpoya-poya dan membandingkannya dengan kelompok lain.
  3. Guru membimbing diskusi untuk menyatukan pemahaman tentang ciri-ciri sikap berpoya-poya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok merumuskan kesimpulan awal tentang definisi dan ciri-ciri sikap berpoya-poya.
  2. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka di depan kelas.
  3. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan materi tentang bahaya sikap berpoya-poya berdasarkan dalil naqli seperti Q.S. Al-Isra' ayat 26-27.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan ciri-ciri sikap berpoya-poya dan pentingnya menghindarinya.
  2. Peserta didik melakukan refleksi singkat mengenai pembelajaran hari ini dan guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
  3. Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Menghindari Sikap Berpoya-poya — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranPBL + praktik
Tujuan Pertemuan 2Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak negatif sikap berpoya-poya terhadap diri sendiri dan masyarakat secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru memulai pelajaran dengan salam, doa, dan presensi.
  2. Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang ciri-ciri sikap berpoya-poya.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengaitkannya dengan pentingnya memahami dampak dari sikap berpoya-poya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menyajikan studi kasus singkat berupa cerita tentang seorang remaja SMK yang terjerat masalah keuangan karena gaya hidup boros.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menganalisis studi kasus tersebut.
  3. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis studi kasus untuk mengidentifikasi dampak negatif sikap berpoya-poya, baik bagi individu maupun lingkungan sosialnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok membuat poster digital atau infografis sederhana yang berisi analisis dampak negatif sikap berpoya-poya dan solusi praktis untuk menghindarinya, menggunakan aplikasi desain grafis sederhana.
  2. Peserta didik mempresentasikan poster atau infografis mereka di depan kelas.
  3. Guru memfasilitasi sesi tanya jawab dan diskusi antar kelompok.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru membimbing peserta didik untuk mengevaluasi solusi yang ditawarkan dan mengaitkannya dengan nilai-nilai kesederhanaan dalam Islam.
  2. Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi kelompok dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya hidup sederhana.
  3. Peserta didik melakukan simulasi singkat tentang pengambilan keputusan finansial yang bijak dalam situasi sehari-hari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan dampak negatif sikap berpoya-poya dan strategi menghindarinya.
  2. Peserta didik menuliskan satu kalimat refleksi tentang komitmen mereka untuk menghindari sikap berpoya-poya, dan guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan ide-ide inovatif.
  3. Guru memberikan tugas proyek sederhana untuk minggu depan (misal: membuat jurnal pengeluaran pribadi selama seminggu) dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Menghindari Sikap Berpoya-poya — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKDeteksi Dini Gaya Hidup Boros!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan dampak sikap berpoya-poya serta merumuskan strategi menghindarinya.

Alat & bahan: laptop/komputer, proyektor, kertas, alat tulis, smartphone (opsional)

Langkah kerja:

  1. Amati 1 yang menampilkan berbagai aktivitas konsumtif, lalu diskusikan dengan kelompok apa saja ciri-ciri sikap berpoya-poya yang terlihat.
  2. Baca studi kasus yang dibagikan guru tentang seseorang yang terjerat masalah karena gaya hidup boros.
  3. Identifikasi dampak-dampak negatif yang timbul dari sikap berpoya-poya dalam studi kasus tersebut, baik bagi individu maupun lingkungannya.
  4. Diskusikan strategi-strategi praktis yang dapat diterapkan untuk menghindari sikap berpoya-poya, dengan mengacu pada ajaran Islam tentang kesederhanaan.
  5. Buatlah mind map (peta pikiran) atau infografis sederhana yang berisi ciri-ciri, dampak, dan solusi menghindari sikap berpoya-poya.
    MenghindariSika…Ciri-ciriDampak NegatifSolusi (AjaranIslam)
    Gambar 1. Peta pikiran
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Menghindari Sikap Berpoya-poya — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu pahami tentang hidup sederhana?
  2. Pernahkah kamu melihat orang yang menghamburkan uangnya?
  3. Menurutmu, apa bedanya kebutuhan dan keinginan?
  4. Mengapa kita perlu bersyukur atas apa yang kita miliki?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kualitas presentasi infografis atau poster.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek jurnal pengeluaran pribadi dan tes tulis (pilihan ganda dan esai).

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Menghindari Sikap Berpoya-poya — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri-ciri sikap berpoya-poyaCiri-ciri berpoya-poya2 JPPenalaran Kritis
2Menganalisis dampak negatif sikap berpoya-poyaDampak berpoya-poya2 JPKemandirian
3Menjelaskan konsep kesederhanaan dalam IslamKonsep kesederhanaan2 JPKeimanan dan Ketakwaan
4Mempraktikkan pengelolaan keuangan pribadiPraktik hidup sederhana2 JPKemandirian
Halaman 8 · Menghindari Sikap Berpoya-poya — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Sikap berpoya-poya adalah perilaku menghambur-hamburkan harta untuk hal yang tidak perlu, berlebihan, dan cenderung memamerkan kemewahan. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam segala hal. Materi ini akan membimbing kita memahami bahaya sikap berpoya-poya serta bagaimana menghindarinya agar hidup lebih berkah dan bermanfaat.

1. Definisi dan Ciri-Ciri Berpoya-poya
Sikap berpoya-poya atau israf (إسراف) adalah tindakan melampaui batas dalam penggunaan harta, baik dalam kuantitas maupun kualitas, yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau kemampuan. Ciri-cirinya meliputi membeli barang hanya karena gengsi, menghabiskan uang untuk hiburan yang tidak bermanfaat, tidak peduli dengan kebutuhan orang lain, serta selalu merasa kurang dan ingin memiliki barang-barang terbaru tanpa pertimbangan matang. Perilaku ini seringkali dipicu oleh keinginan untuk diakui atau mengikuti tren semata.

2. Dampak Negatif Sikap Berpoya-poya
Sikap berpoya-poya membawa banyak dampak negatif. Bagi individu, dapat menyebabkan kesulitan finansial, terjerat hutang, timbulnya sifat tamak, dan jauh dari rasa syukur. Secara sosial, dapat menimbulkan kesenjangan ekonomi, kecemburuan sosial, dan merusak tatanan masyarakat yang harmonis. Dalam pandangan Islam, berpoya-poya adalah perbuatan yang tidak disukai Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Al-Isra' ayat 27: إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ (Innal mubadzdzirīna kānū ikhwānasy-syayāṭīn), 'Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.'

3. Konsep Kesederhanaan dalam Islam
Islam mengajarkan prinsip kesederhanaan (qana'ah) sebagai lawan dari berpoya-poya. Kesederhanaan bukan berarti miskin atau tidak menikmati hidup, melainkan menggunakan harta sesuai kebutuhan, tidak berlebihan, dan senantiasa bersyukur. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam kesederhanaan. Konsep ini mendorong umat Muslim untuk menyeimbangkan antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi, serta mengutamakan keberkahan daripada kemewahan semata. Dengan hidup sederhana, hati menjadi lebih tenang dan terhindar dari sifat serakah.

4. Strategi Menghindari Sikap Berpoya-poya
Ada beberapa strategi untuk menghindari sikap berpoya-poya. Pertama, membuat anggaran dan mengelola keuangan dengan bijak, membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kedua, menumbuhkan rasa syukur atas apa yang dimiliki dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. Ketiga, membiasakan diri untuk menabung dan berinvestasi untuk masa depan. Keempat, memperbanyak sedekah dan membantu sesama, karena harta yang dikeluarkan di jalan Allah akan mendatangkan keberkahan. Terakhir, selalu mengingat bahwa harta hanyalah titipan Allah SWT.

Rangkuman: Sikap berpoya-poya atau israf adalah pemborosan yang melampaui batas, bertentangan dengan ajaran Islam tentang kesederhanaan (qana'ah). Dampak negatifnya meliputi kesulitan finansial, sifat tamak, dan kesenjangan sosial. Untuk menghindarinya, kita perlu mengelola keuangan dengan bijak, bersyukur, menabung, bersedekah, dan selalu ingat bahwa harta adalah titipan Allah SWT. Dengan demikian, kita dapat mencapai hidup yang lebih berkah dan bertanggung jawab.

Halaman 9 · Menghindari Sikap Berpoya-poya — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
IsrafSikap berlebihan atau melampaui batas dalam segala hal, termasuk dalam penggunaan harta.
TabdzirPerbuatan memboroskan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau sia-sia.
Qana'ahSikap merasa cukup dan puas dengan rezeki yang diberikan Allah SWT, tanpa berlebihan.
KonsumtifSikap atau perilaku yang cenderung menggunakan atau menghabiskan barang secara berlebihan.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Menghindari Sikap Berpoya-poya — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Menghindari Sikap Berpoya-poya" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Menghindari Sikap Berpoya-poya — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Menghindari Sikap Berpoya-poya ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPendidikan Agama Islam · Kelas XPeta Konsep
Menghindari Sikap Berpoya-poyaDefinisi dan Ciri-Ciri Berpoya-poyaDampak Negatif Sikap Berpoya-poyaKonsep Kesederhanaan dalam IslamStrategi Menghindari Sikap Berpoya-poya
Dari sub-bab Menghindari Sikap Berpoya-poyaHalaman 12
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Islam · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Islam · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Islam · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Islam · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Islam · Kelas XProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKemandirianPenalaran kritis
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Menghindari Sikap Berpoya-poya yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menghindari Sikap Berpoya-poya pada Pendidikan Agama Islam SMK, Fase E, elemen Akhlak.

Modul Menghindari Sikap Berpoya-poya ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Menghindari Sikap Berpoya-poya untuk Pendidikan Agama Islam kelas X.

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam materi Menghindari Sikap Berpoya-poya ini gratis?

Ya. Modul Menghindari Sikap Berpoya-poya untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Menghindari Sikap Berpoya-poya ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Islam kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Menghindari Sikap Berpoya-poya ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menghindari Sikap Berpoya-poya dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Menghindari Sikap Berpoya-poya ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menghindari Sikap Berpoya-poya tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menghindari Sikap Berpoya-poya untuk Pendidikan Agama Islam kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Menghindari Sikap Berpoya-poya ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menghindari Sikap Berpoya-poya beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Islam kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Pendidikan Agama Islam ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Menghindari Sikap Berpoya-poya disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.