Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas IX
teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengenal berbagai bentuk puisi dan memiliki kemampuan dasar menulis kalimat. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan pengalaman dengan struktur, kaidah kebahasaan, dan ejaan yang tepat. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Puisi rakyat seperti pantun, gurindam, dan syair adalah warisan budaya lisan dan tulisan Indonesia yang masih relevan hingga kini. |
| Konseptual | Puisi rakyat memiliki karakteristik bentuk, isi, dan fungsi sosial yang khas, membedakannya dari jenis puisi modern. |
| Prosedural | Menulis puisi rakyat memerlukan pemahaman akan kaidah bait, rima, dan makna yang saling terkait untuk menyampaikan pesan. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa memahami dan menciptakan puisi rakyat melatih kepekaan berbahasa, penalaran, dan apresiasi terhadap budaya sendiri. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi karakteristik umum pantun, gurindam, dan syair berdasarkan bentuk dan isinya.
- Menganalisis perbedaan dan persamaan antara pantun, gurindam, dan syair dari segi struktur dan kaidah kebahasaan.
- Menyusun kerangka ide untuk pantun, gurindam, dan syair dengan tema tertentu.
- Menulis teks pantun, gurindam, dan syair sesuai kaidah dan tema yang ditentukan secara mandiri.
- Mempresentasikan hasil karya puisi rakyat di depan kelas dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Memahami karakteristik pantun, gurindam, dan syair membantu kita mengapresiasi kekayaan sastra Indonesia serta mampu menyusunnya untuk menyampaikan pesan moral atau hiburan secara kreatif.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa puisi lama seperti pantun, gurindam, dan syair masih relevan dan menarik untuk dipelajari serta diciptakan di era digital ini?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Mengidentifikasi puisi rakyat sebagai bagian dari warisan budaya tak benda dan inspirasi untuk seni pertunjukan tradisional. Pendidikan Pancasila: Mengaitkan pesan moral dalam gurindam atau syair dengan nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal. Sejarah: Mempelajari konteks sejarah dan asal-usul puisi rakyat serta peranannya dalam masyarakat lampau. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota keluarga dapat diajak untuk berbagi pantun, gurindam, atau syair yang mereka ketahui dari tradisi lisan keluarga atau daerah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruangan kelas ditata agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan beberapa contoh puisi rakyat dipajang di dinding sebagai inspirasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik dapat menggunakan aplikasi pengolah kata atau presentasi untuk menyusun dan mempresentasikan karya puisi rakyat mereka. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi karakteristik umum pantun, gurindam, dan syair berdasarkan bentuk dan isinya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menanyakan pengalaman peserta didik mendengar atau membaca puisi rakyat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi ciri khas pantun, gurindam, dan syair, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan kesadaran belajar. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok, menerima contoh teks pantun, gurindam, dan syair. Mereka diminta mengamati, membaca, dan mendiskusikan ciri-ciri yang mereka temukan pada setiap jenis puisi rakyat, seperti jumlah baris, rima, dan isi. Kegiatan ini dikaitkan dengan bagaimana puisi rakyat sering digunakan dalam upacara adat atau nasihat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 50 menit | Setiap kelompok mengisi tabel identifikasi karakteristik puisi rakyat, mencatat persamaan dan perbedaan yang mereka temukan. Peserta didik inklusi didampingi guru atau teman sebaya untuk memahami teks dan berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan miskonsepsi, serta mengapresiasi usaha setiap kelompok. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan karakteristik utama pantun, gurindam, dan syair. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan semangat belajar, serta menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya tentang menganalisis struktur puisi rakyat, diakhiri dengan doa penutup yang menggembirakan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis perbedaan dan persamaan antara pantun, gurindam, dan syair dari segi struktur dan kaidah kebahasaan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang karakteristik umum puisi rakyat dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan pantun, gurindam, dan syair, serta relevansinya dalam penyampaian pesan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik bekerja dalam kelompok yang sama. Guru menyajikan beberapa contoh pantun, gurindam, dan syair yang mengandung pesan moral atau nasihat. Peserta didik menganalisis struktur (jumlah bait, baris, sampiran/isi) dan kaidah kebahasaan (rima, pilihan kata) dari setiap contoh, mengaitkannya dengan fungsi sosial puisi tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 50 menit | Setiap kelompok diberikan lembar kerja yang berisi kasus atau masalah (misalnya, bagaimana cara menyampaikan nasihat agar mudah diterima) dan diminta untuk memilih jenis puisi rakyat yang paling cocok serta menjelaskan alasannya berdasarkan analisis struktur dan kaidah kebahasaan yang telah dilakukan. Mereka juga diminta membuat kerangka sederhana untuk satu jenis puisi rakyat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan kerangka puisi rakyat mereka, menjelaskan pilihan jenis puisi dan alasannya. Guru memberikan umpan balik konstruktif, menguatkan pemahaman, dan menyoroti kreativitas dalam menyampaikan gagasan. Peserta didik inklusi didorong untuk menyampaikan satu poin penting dari diskusi kelompoknya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru merangkum perbedaan dan persamaan struktur serta kaidah kebahasaan pantun, gurindam, dan syair. Guru memberikan apresiasi atas diskusi yang produktif dan menyampaikan tugas proyek untuk pertemuan berikutnya yaitu menulis puisi rakyat, diakhiri dengan doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 50 menit
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi karakteristik dan menyusun kerangka puisi rakyat (pantun, gurindam, syair).
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Puisi rakyat adalah salah satu bentuk kekayaan sastra lisan dan tulisan Indonesia yang patut kita lestarikan.
Alat & bahan: Kertas, alat tulis, contoh teks puisi rakyat
Langkah kerja:
- Tentukan sampiran, isi, dan pola rima teks pantun berikut, lalu buatlah satu pantun nasihat.
Gambar 1. Teks bacaan - Amati dan baca dengan saksama contoh teks pantun, gurindam, dan syair yang disediakan.
- Diskusikan dalam kelompok ciri-ciri fisik dan isi dari setiap jenis puisi rakyat.
- Isilah tabel perbandingan untuk mencatat persamaan dan perbedaan ketiga jenis puisi rakyat.
- Pilihlah satu jenis puisi rakyat dan buatlah kerangka ide dengan tema 'Persahabatan'.
- Presentasikan hasil diskusi dan kerangka ide kelompokmu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang pantun?
- Pernahkah kamu mendengar istilah gurindam atau syair?
- Menurutmu, apa bedanya puisi lama dengan puisi modern?
- Bisakah kamu menyebutkan satu contoh puisi rakyat?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan bimbingan saat menyusun draf puisi rakyat.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil karya puisi rakyat (pantun/gurindam/syair) dan presentasi lisan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi karakteristik umum pantun, gurindam, dan syair. | Karakteristik pantun, gurindam, syair | 4 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis perbedaan dan persamaan struktur dan kaidah kebahasaan puisi rakyat. | Struktur dan kaidah kebahasaan puisi rakyat | 4 JP | penalaran kritis, komunikasi |
| 3 | Menulis teks pantun, gurindam, dan syair sesuai kaidah dan tema. | Penulisan kreatif puisi rakyat | 4 JP | kreativitas, komunikasi |
Puisi rakyat adalah salah satu bentuk kekayaan sastra lisan dan tulisan Indonesia yang patut kita lestarikan. Bentuknya yang khas, pesan yang mendalam, serta kaidah yang unik membuat puisi rakyat seperti pantun, gurindam, dan syair menjadi warisan budaya yang tak lekang oleh waktu. Mari kita selami lebih dalam keunikan dan keindahan puisi-puisi ini, serta belajar untuk menciptakannya sendiri.
1. Pantun: Ciri dan Struktur
Pantun adalah jenis puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam satu bait. Dua baris pertama disebut sampiran, yang biasanya tidak memiliki hubungan langsung dengan isi, namun berfungsi sebagai pengantar rima. Dua baris terakhir adalah isi, yang menyampaikan maksud atau pesan utama. Pantun memiliki rima a-b-a-b. Contoh: 'Jalan-jalan ke kota hujan, / Jangan lupa membeli payung. / Kalau ingin nilai ujian, / Belajar giat janganlah bingung.' Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata. Pantun sering digunakan untuk nasihat, teka-teki, atau hiburan.
2. Gurindam: Pesan dalam Dua Baris
Gurindam adalah puisi lama yang terdiri dari dua baris dalam satu bait, memiliki rima a-a. Baris pertama berisi syarat atau sebab, sedangkan baris kedua berisi akibat atau jawaban dari baris pertama. Gurindam umumnya berisi nasihat, filosofi hidup, atau kebenaran. Contoh: 'Barang siapa tiada memegang agama, / Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.' Gurindam sangat menekankan hubungan sebab-akibat atau kausalitas dalam menyampaikan pesan moral yang kuat dan lugas. Setiap baris gurindam juga memiliki jumlah suku kata yang relatif sama.
3. Syair: Kisah dalam Setiap Bait
Syair adalah puisi lama yang setiap baitnya terdiri dari empat baris dan memiliki rima a-a-a-a. Berbeda dengan pantun, semua baris dalam syair adalah isi dan saling berhubungan untuk membentuk sebuah cerita, nasihat, atau pujian. Syair sering digunakan untuk menceritakan kisah, legenda, atau menyampaikan ajaran agama. Contoh: 'Dengarkanlah wahai kawan bestari, / Hidup ini penuh misteri. / Jaga hati, jaga diri, / Agar hidupmu tak kan rugi.' Syair memiliki kesatuan makna dari awal hingga akhir.
4. Perbedaan dan Persamaan Puisi Rakyat
Meskipun ketiganya adalah puisi rakyat, pantun, gurindam, dan syair memiliki perbedaan mendasar. Pantun memiliki sampiran dan isi dengan rima a-b-a-b. Gurindam terdiri dari dua baris berima a-a yang berisi sebab-akibat. Syair memiliki empat baris berima a-a-a-a yang semua barisnya adalah isi dan membentuk satu kesatuan cerita. Persamaannya, ketiganya terikat pada aturan bentuk, jumlah baris, dan rima tertentu, serta kerap menyampaikan pesan moral, nasihat, atau nilai-nilai budaya secara turun-temurun.
Rangkuman: Pantun, gurindam, dan syair adalah tiga jenis puisi rakyat yang memperkaya khazanah sastra Indonesia. Masing-masing memiliki ciri khas dalam struktur, rima, dan isi. Pantun dengan sampiran dan isi berima a-b-a-b, gurindam dengan dua baris sebab-akibat berima a-a, dan syair dengan empat baris isi berima a-a-a-a. Memahami ketiganya membantu kita mengapresiasi kekayaan budaya dan mampu berkreasi dengan bahasa.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pantun | Puisi lama yang terdiri dari empat baris, bersajak a-b-a-b, baris pertama dan kedua sampiran, baris ketiga dan keempat isi. |
| Gurindam | Puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas dua baris, bersajak a-a, berisi nasihat atau filosofi. |
| Syair | Puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empat baris, bersajak a-a-a-a, semua baris adalah isi dan membentuk satu kesatuan cerita. |
| Rima | Persamaan bunyi pada akhir baris puisi. |
| Sampiran | Bagian pantun yang tidak berhubungan langsung dengan isi, berfungsi sebagai pengantar rima. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 2 siap unduh
Berbagi Argumentasi dalam Teks DiskusiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBelajar BerpantunModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 2 siap unduh
Menuangkan Gagasan dalam Artikel Ilmiah PopulerBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMeneladani Pesan Moral dalam LegendaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Membandingkan Pantun dengan Syair dan GurindamBahasa Indonesia Kelas IX SMPteks diskusi dan pantunBahasa Indonesia Kelas IX SMPUnsur teks PantunBahasa Indonesia Kelas IX SMPBelajar Menulis PantunBahasa Indonesia Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas IX →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair masuk ujian semester Bahasa Indonesia Kelas IX. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal Bahasa Indonesia Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair pada Bahasa Indonesia SMP, Fase D, elemen Menulis.
Modul teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair untuk Bahasa Indonesia kelas IX.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair ini gratis?
Ya. Modul teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair untuk Bahasa Indonesia kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi teks puisi rakyat pantun, gurindam, syair yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.