Modul Ajar & RPP Seni Budaya Kelas VIII
Ragam Hias pada Tekstil dan Kayu
Modul ajar (RPP) Seni Budaya SMP kelas VIII materi Ragam Hias pada Tekstil dan Kayu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Ragam Hias pada Tekstil dan Kayu yang Anda cari? Materi Seni Budaya Kelas VIII lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Seni Budaya |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Ragam Hias pada Tekstil dan Kayu |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal berbagai jenis motif ragam hias sederhana pada benda-benda di sekitar mereka.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kreativitas, kolaborasi, kemandirian.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Mengeksplorasi, Mengembangkan, Mencipta, Merefleksi, Berdampak |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan menciptakan karya seni rupa dengan menerapkan prinsip-prinsip desain dan ragam hias pada berbagai media, serta merefleksikan proses dan hasil karyanya secara mandiri maupun kolaboratif. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Ragam hias dapat ditemukan pada kain batik, ukiran kayu Jepara, atau anyaman tradisional di berbagai daerah di Indonesia. |
| Konseptual | Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang berulang dan memiliki pola tertentu untuk mengisi bidang kosong pada suatu karya seni atau kerajinan. |
| Prosedural | Proses membuat ragam hias melibatkan langkah-langkah seperti pemilihan motif, penyesuaian pola pada media, hingga teknik pewarnaan atau pengukiran. |
| Metakognitif | Mempelajari ragam hias membantu peserta didik memahami bahwa seni tidak hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang identitas budaya dan keterampilan teknis yang dapat dikembangkan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jenis dan motif ragam hias pada tekstil dan kayu dengan tepat.
- Menganalisis fungsi dan makna simbolis ragam hias pada tekstil dan kayu dari berbagai daerah.
- Merancang desain ragam hias orisinal pada media tekstil atau kayu dengan mempertimbangkan komposisi dan estetika.
- Menerapkan teknik dasar pembuatan ragam hias pada tekstil atau kayu sesuai dengan desain yang telah dibuat.
- Mempresentasikan karya ragam hias yang telah dibuat dengan menjelaskan proses dan maknanya.
- Merefleksikan proses dan hasil karya ragam hias yang telah dibuat secara mandiri dan kelompok.
Pemahaman bermakna: Memahami ragam hias pada tekstil dan kayu tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang warisan budaya bangsa, tetapi juga mengembangkan keterampilan kreatif dan apresiasi terhadap keindahan yang ada di sekitar kita.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian berpikir, mengapa kain batik atau ukiran kayu di rumah kalian memiliki motif yang berbeda-beda dan apa makna di baliknya?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sejarah: Mempelajari sejarah perkembangan ragam hias dan kaitannya dengan peradaban dan kebudayaan di Indonesia. Bahasa Indonesia: Menganalisis teks deskriptif atau naratif tentang makna filosofis ragam hias daerah. Prakarya: Mengaplikasikan teknik dan alat yang relevan dalam pembuatan kerajinan berbasis tekstil atau kayu. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak untuk berbagi pengalaman tentang ragam hias tradisional yang ada di daerah mereka atau menjadi narasumber tentang teknik kerajinan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar nyaman untuk kerja kelompok dan praktik, dilengkapi dengan area pajang karya, serta akses ke internet untuk riset motif dan makna ragam hias. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi desain sederhana untuk membuat sketsa ragam hias digital, mencari inspirasi motif melalui platform daring, dan mendokumentasikan proses pembuatan karya melalui foto/video. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis dan motif ragam hias pada tekstil dan kayu dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memutarkan video singkat tentang keindahan ragam hias Indonesia sebagai pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati berbagai contoh ragam hias pada tekstil (batik, tenun) dan kayu (ukiran, pahatan) yang dibawa guru atau ditampilkan melalui proyektor, lalu mengidentifikasi ciri-ciri, motif, dan asal daerahnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengisi lembar kerja dengan mengklasifikasikan ragam hias berdasarkan jenis media, motif, dan karakteristik unik, serta mencatat pertanyaan yang muncul dari pengamatan mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, kemudian guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep dasar ragam hias, membuka diskusi tentang perbedaan dan persamaan antar ragam hias. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama tentang keragaman ragam hias, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya yaitu makna ragam hias. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis fungsi dan makna simbolis ragam hias pada tekstil dan kayu dari berbagai daerah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, melakukan presensi, mengulas singkat materi sebelumnya, dan menanyakan kembali pertanyaan pemantik tentang makna ragam hias. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok menganalisis berbagai sumber (buku, internet, wawancara) untuk menemukan fungsi (praktis/estetis) dan makna simbolis dari ragam hias yang telah mereka identifikasi pada pertemuan sebelumnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mulai merancang proyek desain ragam hias orisinal pada media tekstil (misal: tote bag) atau kayu (misal: gantungan kunci) dengan mengintegrasikan makna simbolis yang telah mereka pelajari, membuat sketsa awal dan menentukan bahan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan konsep desain proyek mereka, menjelaskan pilihan motif dan makna di baliknya, serta menerima masukan dari guru dan kelompok lain untuk perbaikan desain. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan penguatan tentang pentingnya makna dalam sebuah karya seni, memotivasi peserta didik untuk terus berkreasi, dan mengingatkan untuk mempersiapkan alat dan bahan untuk praktik di pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menerapkan teknik dasar pembuatan ragam hias pada tekstil atau kayu sesuai dengan desain yang telah dibuat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali tujuan proyek, dan memotivasi peserta didik untuk berkarya. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru mendemonstrasikan teknik dasar pembuatan ragam hias pada tekstil (misal: stensil, lukis sederhana) atau kayu (misal: ukir sederhana, pirografi) dan memberikan tips praktis dalam pengerjaan proyek. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengerjakan proyek ragam hias pada media tekstil atau kayu sesuai dengan desain yang telah mereka rancang, dengan bimbingan dan pendampingan dari guru. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya ragam hias mereka, menjelaskan proses pembuatannya, makna simbolis, serta tantangan yang dihadapi. Peserta didik lain memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua kelompok atas kreativitas dan kerja keras mereka, melakukan refleksi akhir bersama tentang pembelajaran, dan menutup dengan doa serta harapan agar terus mencintai seni dan budaya Indonesia. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi, menganalisis, dan merancang ragam hias pada tekstil dan kayu.
Alat & bahan: Kertas, pensil, penghapus, penggaris, pewarna (spidol/pensil warna), contoh gambar ragam hias, akses internet (opsional)
Langkah kerja:
- Amati contoh ragam hias pada tekstil dan kayu yang disediakan.
- Identifikasi motif, pola, dan karakteristik unik dari masing-masing contoh.
- Diskusikan fungsi dan makna simbolis yang mungkin terkandung dalam ragam hias tersebut.
- Buatlah sketsa desain ragam hias orisinal pada kertas, pilih media (tekstil/kayu), dan jelaskan makna di baliknya.
- Presentasikan hasil identifikasi dan desain Anda di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang ragam hias?
- Sebutkan contoh benda di sekitar kalian yang memiliki ragam hias!
- Menurut kalian, mengapa orang membuat ragam hias pada suatu benda?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, proses perancangan desain, dan praktik pembuatan karya.
Sumatif (akhir): Penilaian portofolio karya ragam hias (desain dan produk jadi) beserta presentasi dan refleksi peserta didik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis dan motif ragam hias pada tekstil dan kayu. | Pengenalan ragam hias, jenis, motif, dan karakteristik. | 2 JP | Kreativitas |
| 2 | Menganalisis fungsi dan makna simbolis ragam hias serta merancang desain. | Fungsi dan makna ragam hias, prinsip desain ragam hias. | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
| 3 | Menerapkan teknik dasar pembuatan ragam hias dan mempresentasikan karya. | Teknik dasar pembuatan ragam hias (tekstil/kayu), presentasi dan refleksi. | 2 JP | Kreativitas, Kemandirian |
Indonesia kaya akan warisan seni budaya, salah satunya adalah ragam hias. Ragam hias tidak hanya memperindah suatu benda, tetapi juga menyimpan cerita, nilai, dan filosofi kehidupan masyarakat pendukungnya. Memahami ragam hias pada tekstil dan kayu akan membuka wawasan kita tentang kekayaan budaya bangsa serta melatih kepekaan estetika dan kreativitas.
1. Pengertian dan Fungsi Ragam Hias
Ragam hias atau ornamen adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya berulang dan memiliki pola tertentu, berfungsi untuk mengisi bidang kosong pada suatu karya seni atau kerajinan. Ragam hias memiliki dua fungsi utama: fungsi estetis, yaitu untuk memperindah tampilan benda, dan fungsi simbolis, yaitu sebagai penanda status, kepercayaan, atau makna tertentu. Contohnya, motif mega mendung pada batik Cirebon melambangkan kesuburan dan ketenangan.
2. Jenis-Jenis Motif Ragam Hias
Motif ragam hias sangat beragam, meliputi motif flora (tumbuhan), fauna (hewan), geometris (garis, lingkaran, segitiga), figuratif (manusia), dan kaligrafi. Motif flora seperti daun, bunga, dan sulur sering ditemukan pada batik dan ukiran. Motif fauna seperti burung, naga, atau gajah melambangkan kekuatan atau kemakmuran. Motif geometris memberikan kesan teratur dan dinamis, sementara motif figuratif seringkali menggambarkan cerita atau tokoh tertentu.
3. Ragam Hias pada Tekstil
Tekstil adalah bahan yang terbuat dari serat yang diolah menjadi benang dan kain. Ragam hias pada tekstil dapat ditemukan pada batik, tenun, songket, atau sulaman. Teknik pembuatannya pun beragam, mulai dari teknik celup rintang (batik), menenun (tenun), hingga menjahit (sulaman). Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas ragam hias tekstilnya sendiri, seperti batik Parang dari Jawa yang melambangkan kesinambungan, atau tenun ikat dari Nusa Tenggara yang kaya warna.
4. Ragam Hias pada Kayu
Kayu adalah salah satu media tertua untuk ragam hias. Ragam hias pada kayu umumnya berupa ukiran, pahatan, atau lukisan. Contoh paling terkenal adalah ukiran Jepara yang detail dan rumit, atau ukiran suku Asmat yang memiliki makna spiritual mendalam. Teknik yang digunakan meliputi memahat, mengukir, menatah, hingga melukis di permukaan kayu. Pemilihan jenis kayu juga mempengaruhi hasil akhir dan ketahanan karya ragam hias tersebut.
5. Prinsip Desain Ragam Hias
Dalam merancang ragam hias, beberapa prinsip desain perlu diperhatikan agar hasilnya harmonis dan estetis. Prinsip-prinsip tersebut antara lain kesatuan (unity), keseimbangan (balance), irama (rhythm), proporsi (proportion), dan penekanan (emphasis). Kesatuan berarti semua elemen terlihat menyatu, keseimbangan mengatur tata letak agar tidak berat sebelah, irama menciptakan kesan gerak, proporsi mengatur perbandingan ukuran, dan penekanan menonjolkan bagian tertentu.
Rangkuman: Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang memperindah dan memiliki makna simbolis, ditemukan pada berbagai media seperti tekstil dan kayu. Motifnya beragam, meliputi flora, fauna, geometris, figuratif, dan kaligrafi. Pembuatan ragam hias melibatkan teknik khusus sesuai media, serta memperhatikan prinsip-prinsip desain untuk mencapai keindahan dan keselarasan. Memahami ragam hias berarti memahami kekayaan budaya dan nilai-nilai luhur bangsa.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Ragam Hias | Bentuk dasar hiasan yang berulang dan memiliki pola tertentu. |
| Motif Flora | Ragam hias dengan inspirasi bentuk tumbuhan. |
| Motif Fauna | Ragam hias dengan inspirasi bentuk hewan. |
| Geometris | Ragam hias yang tersusun dari bentuk-bentuk dasar geometri. |
| Tekstil | Bahan yang terbuat dari serat yang diolah menjadi benang dan kain. |
| Ukiran | Seni memahat atau mengukir pola pada permukaan kayu. |
| Pirografi | Seni menghias kayu atau bahan lain dengan membakar permukaannya menggunakan alat panas. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Ragam Hias pada Tekstil dan Kayu" mata pelajaran Seni Budaya Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Seni Budaya Kelas VIII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 4 siap
Gambar Model dan IlustrasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap0 dari 3 siap
Tari TradisionalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPantomimBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPameran KaryaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Seni Budaya di kelas lain
Seni TariSeni Budaya Kelas VIII SMPRagam Hias NusantaraSeni Budaya Kelas VII SMPAnsambel CampuranSeni Budaya Kelas IX SMPGerak Tari (Ruang, Waktu, Tenaga)Seni Budaya Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Seni Budaya Kelas VIII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Seni Budaya Ragam Hias pada Tekstil dan Kayu ini gratis?
Ya. Modul Ragam Hias pada Tekstil dan Kayu untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Seni Budaya kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Ragam Hias pada Tekstil dan Kayu ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VIII SMP.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Ragam Hias pada Tekstil dan Kayu untuk Seni Budaya kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Ragam Hias pada Tekstil dan Kayu ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Ragam Hias pada Tekstil dan Kayu dapat Anda sesuaikan dengan murid Seni Budaya kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.