Modul Ajar & RPP Biologi Kelas X
Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Biologi |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang ciri-ciri makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak kepada alam
Peserta didik menunjukkan sikap bersyukur atas keanekaragaman hayati sebagai ciptaan Allah SWT dan menjaga kelestarian lingkungan. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi informasi tentang keanekaragaman hayati serta klasifikasinya. - kolaborasi — elemen: komunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan makhluk hidup di lingkungan sekitar.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Biologi |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman hayati, prinsip klasifikasi makhluk hidup, serta peran bakteri dan fungi dalam kehidupan, dengan menunjukkan sikap ilmiah dan rasa syukur. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini melibatkan pengamatan langsung terhadap berbagai jenis tumbuhan, hewan, bakteri, dan fungi di lingkungan sekitar. |
| Konseptual | Peserta didik akan memahami konsep keanekaragaman hayati, dasar-dasar klasifikasi, serta struktur dan peran bakteri dan fungi. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar melakukan identifikasi, pengelompokan, dan pengamatan mikroskopis untuk membedakan berbagai jenis makhluk hidup. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya sistem klasifikasi untuk memahami kompleksitas kehidupan dan peran makhluk hidup kecil dalam ekosistem. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meningkatkan rasa syukur atas keanekaragaman hayati sebagai bukti kebesaran Allah SWT dan menjaga kelestariannya. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong semangat eksplorasi dan penyelidikan ilmiah untuk memahami kompleksitas makhluk hidup dan sistem klasifikasinya. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati untuk keberlanjutan hidup di bumi. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun kerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan makhluk hidup, serta menghargai perbedaan pendapat. |
| 5. Cinta Tanah Air | Memupuk rasa bangga terhadap kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia dan berpartisipasi aktif dalam upaya pelestariannya. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep keanekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem dengan tepat.
- Dengan studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia secara kritis.
- Melalui identifikasi ciri-ciri, peserta didik dapat menyusun kunci determinasi sederhana untuk mengklasifikasikan makhluk hidup dengan runtut.
- Dengan pengamatan mikroskop dan literatur, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri umum bakteri dan fungi serta membedakan perannya dalam kehidupan sehari-hari secara akurat.
- Melalui presentasi hasil pengamatan, peserta didik dapat menyajikan data klasifikasi makhluk hidup dari lingkungan sekitar dengan sistematis.
Pemahaman bermakna: Keanekaragaman hayati adalah kekayaan alam yang harus disyukuri dan dilestarikan, serta klasifikasi membantu kita memahami hubungan antar makhluk hidup dan peran unik setiap organisme, termasuk bakteri dan fungi, dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa ada begitu banyak jenis makhluk hidup di bumi ini, dan bagaimana kita bisa mengenali serta mengelompokkan mereka?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Peserta didik menyusun laporan dan presentasi hasil pengamatan dengan tata bahasa yang baik dan benar. Seni Budaya: Peserta didik membuat poster digital atau infografis tentang pelestarian keanekaragaman hayati dengan desain yang menarik dan komunikatif. Pendidikan Agama Islam: Peserta didik merenungkan keagungan Allah SWT atas ciptaan-Nya yang beranekaragam dan menumbuhkan rasa syukur serta tanggung jawab terhadap lingkungan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mengamati keanekaragaman hayati di lingkungan rumah atau kebun, serta berdiskusi tentang manfaat dan upaya pelestariannya. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilakukan di dalam kelas dengan akses internet dan di luar kelas (halaman sekolah/kebun) untuk pengamatan langsung, menciptakan suasana belajar yang nyaman dan inspiratif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video, infografis digital, dan sumber belajar daring dari internet untuk memperkaya pemahaman materi dan membantu dalam penyusunan poster/infografis. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep keanekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Biologi: Guru menyebutkan ciri-ciri makhluk hidup, peserta didik menebak nama makhluk hidup tersebut. Permainan ini melatih fokus dan pengetahuan awal tentang makhluk hidup.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia secara kritis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata: Guru memulai dengan satu kata (misalnya 'hutan'), peserta didik berikutnya menyebutkan kata yang berhubungan dengan kata sebelumnya (misalnya 'pohon'), dan seterusnya. Melatih asosiasi dan kosakata.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu akan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai jenis daun serta memahami konsep keanekaragaman hayati.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Bumi kita adalah rumah bagi jutaan jenis makhluk hidup, mulai dari organisme mikroskopis hingga raksasa samudra. Keberagaman ini tidak hanya memukau, tetapi juga esensial bagi kelangsungan hidup kita.
Alat & bahan: Daun dari 5 jenis tumbuhan berbeda, kaca pembesar (jika ada), alat tulis, buku identifikasi tumbuhan (jika ada)
Langkah kerja:
- Lengkapi bentuk sel setiap jenis bakteri pada tabel berikut, lalu gambarlah bentuknya.
Gambar 1. Tabel - Amati dengan cermat 5 jenis daun berbeda yang kamu bawa. Perhatikan bentuk, ukuran, warna, tekstur permukaan, dan pola tulang daun dari setiap daun.
- Catat ciri-ciri morfologi yang kamu temukan pada tabel pengamatan di bawah ini.
- Berdasarkan ciri-ciri yang telah kamu catat, diskusikan dalam kelompok untuk menyusun kunci determinasi sederhana (dikotom) untuk mengklasifikasikan daun-daun tersebut.
- Gunakan kunci determinasi yang telah kamu buat untuk mengidentifikasi kembali setiap daun dan pastikan klasifikasinya runtut.
- Identifikasi pada gambar beberapa contoh buah lokal Indonesia. Sebutkan perbedaan yang kamu amati dari buah-buah tersebut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 jenis makhluk hidup yang kamu ketahui!
- Menurutmu, mengapa ada banyak sekali jenis tumbuhan dan hewan di dunia?
- Apa yang kamu ketahui tentang bakteri atau jamur?
- Pernahkah kamu mengelompokkan sesuatu berdasarkan ciri-cirinya? Berikan contohnya!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian hasil kerja LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep keanekaragaman hayati, klasifikasi, bakteri, dan fungi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan konsep keanekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem. | Keanekaragaman Hayati | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. | Pelestarian Keanekaragaman Hayati | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Menyusun kunci determinasi sederhana untuk mengklasifikasikan makhluk hidup. | Klasifikasi Makhluk Hidup | 2 JP | kolaborasi |
| 4 | Mengidentifikasi ciri-ciri umum bakteri dan fungi serta perannya dalam kehidupan. | Bakteri dan Fungi | 2 JP | penalaran kritis |
Bumi kita adalah rumah bagi jutaan jenis makhluk hidup, mulai dari organisme mikroskopis hingga raksasa samudra. Keberagaman ini tidak hanya memukau, tetapi juga esensial bagi kelangsungan hidup kita. Modul ini akan membimbing kamu menjelajahi kekayaan hayati ini, memahami bagaimana para ilmuwan mengelompokkannya, serta mengenal lebih dekat bakteri dan fungi yang sering tak terlihat namun memiliki peran krusial.
1. Keanekaragaman Hayati: Tingkat Gen, Jenis, dan Ekosistem
Keanekaragaman hayati, atau biodiversitas, adalah variasi kehidupan di Bumi, dari tingkat genetik hingga ekosistem. Keanekaragaman genetik merujuk pada variasi gen dalam satu spesies, seperti perbedaan rasa dan warna pada berbagai jenis mangga. Keanekaragaman jenis (spesies) adalah variasi antarspesies dalam suatu komunitas, misalnya perbedaan antara pohon mangga, pohon kelapa, dan pohon jati di hutan. Sementara itu, keanekaragaman ekosistem adalah variasi habitat, komunitas biologis, dan proses ekologis di Bumi, seperti ekosistem hutan hujan tropis, padang rumput, atau terumbu karang. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas karena kekayaan hayatinya yang luar biasa.
2. Pentingnya Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Pelestarian keanekaragaman hayati sangat penting karena memiliki banyak manfaat. Secara ekologis, keanekaragaman hayati menjaga keseimbangan ekosistem, seperti penyerbukan tanaman oleh serangga dan dekomposisi oleh mikroorganisme. Secara ekonomi, banyak produk seperti obat-obatan, bahan pangan, dan bahan bangunan berasal dari keanekaragaman hayati. Secara estetika dan budaya, keanekaragaman hayati memberikan keindahan alam dan menjadi bagian dari warisan budaya. Sayangnya, berbagai aktivitas manusia seperti deforestasi, polusi, dan perubahan iklim mengancam kelestarian ini. Oleh karena itu, upaya konservasi in-situ (di habitat aslinya) dan ex-situ (di luar habitat aslinya) sangat diperlukan untuk melindungi kekayaan ini.
3. Klasifikasi Makhluk Hidup: Tujuan dan Dasar
Klasifikasi makhluk hidup adalah proses pengelompokan organisme berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri. Tujuannya adalah untuk mempermudah pengenalan, mempelajari hubungan kekerabatan, dan mengetahui evolusi makhluk hidup. Dasar klasifikasi modern dikembangkan oleh Carolus Linnaeus, yang memperkenalkan sistem binomial nomenklatur (nama ganda) untuk spesies. Tingkatan taksonomi dari yang terbesar hingga terkecil adalah Kingdom (Kerajaan), Phylum/Divisi (Filum/Divisi), Class (Kelas), Ordo (Bangsa), Family (Suku), Genus (Marga), dan Species (Jenis). Semakin rendah tingkat takson, semakin dekat hubungan kekerabatannya dan semakin banyak ciri-ciri yang sama.
4. Kunci Determinasi: Alat Identifikasi Sederhana
Kunci determinasi adalah alat bantu untuk mengidentifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. Kunci ini biasanya berbentuk dikotom, yaitu terdiri dari serangkaian pernyataan berpasangan yang saling berlawanan. Setiap pasangan pernyataan akan mengarahkan pengguna ke pasangan pernyataan berikutnya atau langsung ke nama kelompok/spesies organisme. Dengan mengikuti urutan pernyataan, seseorang dapat mengidentifikasi nama takson suatu organisme. Kunci determinasi sangat berguna dalam penelitian lapangan, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya hayati, memungkinkan identifikasi yang sistematis dan terstruktur.
5. Bakteri: Mikroorganisme dengan Peran Ganda
Bakteri adalah organisme prokariotik uniseluler yang sangat kecil, tidak memiliki membran inti sel. Mereka ditemukan di hampir setiap habitat di Bumi. Berdasarkan bentuknya, bakteri dapat berupa kokus (bulat), basil (batang), atau spirilum (spiral). Bakteri memiliki peran yang sangat beragam. Banyak bakteri bermanfaat, seperti bakteri pengurai dalam siklus nutrien, bakteri nitrogen pada akar tumbuhan polong-polongan, dan bakteri di usus manusia yang membantu pencernaan. Namun, ada pula bakteri patogen yang menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan, seperti Salmonella penyebab tifus.
6. Fungi (Jamur): Makhluk Hidup Heterotrof
Fungi atau jamur adalah organisme eukariotik yang sebagian besar multiseluler (kecuali ragi) dan bersifat heterotrof, artinya mereka memperoleh nutrisi dengan menyerap senyawa organik dari lingkungannya. Dinding sel jamur terbuat dari kitin. Jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis. Mereka dapat hidup sebagai saprofit (pengurai organisme mati), parasit (merugikan inang), atau bersimbiosis mutualisme (saling menguntungkan). Contoh jamur saprofit adalah jamur tiram, jamur parasit seperti jamur panu, dan jamur yang bersimbiosis dengan alga membentuk lumut kerak. Jamur juga berperan penting dalam industri makanan dan obat-obatan, seperti ragi dalam pembuatan roti.
Rangkuman: Keanekaragaman hayati mencakup variasi gen, jenis, dan ekosistem, yang penting untuk keseimbangan alam dan kehidupan manusia sehingga perlu dilestarikan. Klasifikasi membantu mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri, dengan kunci determinasi sebagai alat identifikasi. Bakteri, organisme prokariotik, dan fungi, organisme eukariotik heterotrof, adalah mikroorganisme dengan peran krusial, baik sebagai pengurai, penyedia nutrisi, maupun penyebab penyakit, yang semuanya membentuk jaring-jaring kehidupan yang kompleks di Bumi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Biodiversitas | Variasi kehidupan di Bumi. |
| Prokariotik | Sel tanpa membran inti. |
| Eukariotik | Sel dengan membran inti. |
| Heterotrof | Organisme yang memperoleh makanan dari organisme lain. |
| Saprofit | Organisme yang hidup dari sisa organisme mati. |
| Patogen | Organisme penyebab penyakit. |
| Taksonomi | Ilmu tentang klasifikasi makhluk hidup. |
| Kunci Determinasi | Alat untuk mengidentifikasi makhluk hidup. |
| In-situ | Pelestarian di habitat asli. |
| Ex-situ | Pelestarian di luar habitat asli. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi" mata pelajaran Biologi Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Biologi Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Materi setahun3 dari 3 siap unduh
Virus dan PeranannyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKeanekaragaman Makhluk Hidup, Interaksi, dan Peranannya di AlamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerubahan IklimModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Biologi lain yang sudah tersedia
Keanekaragaman HayatiBIOLOGI Kelas X MATingkatan Keanekaragaman Hayati dan Manfaat Keanekaragaman HayatiBiologi Kelas X MAPerubahan dan Pelestarian Lingkungan HidupBiologi Kelas X MAInovasi Teknologi BiologiBiologi Kelas X MALihat semua Modul Ajar Biologi Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Biologi kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi pada Biologi MA, Fase E, elemen Pemahaman Biologi.
Modul Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi untuk Biologi kelas X.
Apakah modul ajar Biologi materi Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi ini gratis?
Ya. Modul Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Biologi kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Biologi kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi dapat Anda sesuaikan dengan murid Biologi kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Biologi kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi untuk Biologi kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Biologi kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Biologi kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Biologi ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Bakteri, Fungi yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Biologi SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.