MAKelas XFase ESemester 1

Modul Ajar & RPP Biologi Kelas X
Keanekaragaman Hayati

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Keanekaragaman hayati mencakup variasi gen, spesies, dan ekosistem, yang esensial untuk keseimbangan alam dan kehidupan manusia. Sistem klasifikasi membantu kita memahami dan mengelola kekayaan ini. Berbagai ancaman seperti kerusakan habitat dan perubahan iklim mengancam keanekaragaman hayati, sehingga upaya pelestarian melalui konservasi in-situ dan ex-situ, serta kesadaran masyarakat, menjadi sangat penting untuk keberlanjutan.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Keanekaragaman Hayati
Biologi · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Biologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Keanekaragaman Hayati
Biologi · Fase E · Kelas X · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBiologi
Fase / KelasE / X
Materi PokokKeanekaragaman Hayati
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + Praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang ciri-ciri makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, cinta lingkungan.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPemahaman Biologi
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis informasi dan data tentang keanekaragaman hayati, klasifikasi makhluk hidup, serta peranannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualHutan hujan tropis di Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan ribuan spesies tumbuhan dan hewan endemik.
KonseptualKeanekaragaman hayati mencakup variasi gen, spesies, dan ekosistem yang saling berinteraksi membentuk jaring-jaring kehidupan.
ProseduralPeserta didik akan belajar mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis data keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati sebagai bagian dari tanggung jawab manusia terhadap alam.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, spesies, ekosistem) dengan tepat.
  2. Dengan studi kasus dan analisis data, peserta didik dapat mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan sistem taksonomi dengan benar.
  3. Setelah melakukan observasi lapangan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar madrasah secara mandiri.
  4. Melalui proyek mini, peserta didik dapat menyusun laporan tentang upaya pelestarian keanekaragaman hayati lokal dengan runtut dan kreatif.
Halaman 2 · Keanekaragaman Hayati — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Biologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Keanekaragaman hayati adalah fondasi kehidupan di bumi yang menopang berbagai ekosistem dan menyediakan sumber daya penting bagi manusia, sehingga perlu dijaga kelestariannya.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa di satu tempat bisa ditemukan berbagai jenis tumbuhan dan hewan, sementara di tempat lain hanya sedikit?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + Praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Agama Islam: Memahami keanekaragaman hayati sebagai ciptaan Allah SWT yang harus disyukuri dan dijaga.
Geografi: Menganalisis sebaran keanekaragaman hayati di berbagai wilayah geografis Indonesia.
Bahasa Indonesia: Menyusun laporan observasi dan presentasi dengan kaidah penulisan yang baik dan benar.
Kemitraan PembelajaranMelibatkan orang tua untuk mendiskusikan contoh keanekaragaman hayati di lingkungan rumah atau daerah asal mereka.
Lingkungan PembelajaranMemanfaatkan area taman madrasah, kebun sekolah, atau lingkungan sekitar madrasah sebagai laboratorium hidup untuk observasi langsung.
Pemanfaatan Teknologi DigitalMenggunakan aplikasi identifikasi spesies sederhana atau platform berbagi foto keanekaragaman hayati untuk mendukung observasi dan dokumentasi.
Halaman 3 · Keanekaragaman Hayati — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Biologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, spesies, ekosistem) dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru menayangkan video singkat tentang keindahan alam Indonesia yang kaya flora dan fauna, lalu bertanya: 'Apa yang kalian rasakan saat melihat video ini? Mengapa Indonesia begitu istimewa?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi tingkat keanekaragaman hayati serta menjelaskan bahwa kegiatan akan melibatkan pengamatan dan diskusi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan berbagai gambar makhluk hidup dan ekosistem (misalnya, variasi warna bunga mawar, berbagai jenis kucing, hutan, sawah) dan meminta peserta didik mengamati dengan cermat.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik secara individu menuliskan pertanyaan atau hal-hal yang menarik perhatian mereka dari gambar-gambar tersebut, misalnya 'Mengapa ada banyak jenis mawar?' atau 'Apa beda hutan dan sawah?'.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan bahan bacaan singkat serta kartu bergambar tentang keanekaragaman gen, spesies, dan ekosistem. Mereka diminta mencari contoh dan karakteristik masing-masing tingkat.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan gambar dan informasi dari bahan bacaan, lalu mengelompokkan contoh-contoh keanekaragaman hayati ke dalam kategori gen, spesies, atau ekosistem.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok menyajikan hasil pengelompokan mereka di papan tulis atau kertas plano, kemudian membandingkan dengan kelompok lain untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menarik kesimpulan: Perwakilan kelompok mempresentasikan kesimpulan mereka tentang pengertian dan contoh keanekaragaman gen, spesies, dan ekosistem dengan dukungan visual.
  2. Umpan balik: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan hasil diskusi kelompok, serta mendorong pertanyaan dari peserta didik lain.
  3. Penguatan: Guru menguatkan pemahaman peserta didik tentang konsep keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga setiap tingkatannya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan kembali poin-poin penting tentang keanekaragaman hayati.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas partisipasi aktif dan semangat belajar mereka.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Keanekaragaman Hayati — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Biologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan studi kasus dan analisis data, peserta didik dapat mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan sistem taksonomi dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi sebelumnya tentang keanekaragaman hayati dan bertanya: 'Bagaimana cara kita memahami begitu banyak jenis makhluk hidup di bumi ini?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengklasifikasikan makhluk hidup dan menjelaskan bahwa kegiatan akan melibatkan pemecahan masalah melalui studi kasus.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menyajikan sebuah studi kasus tentang penemuan spesies baru di hutan Indonesia yang belum teridentifikasi. Guru bertanya: 'Bagaimana ilmuwan bisa mengetahui jenis makhluk hidup ini dan menempatkannya dalam kelompok yang tepat?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok menerima LKPD yang berisi data ciri-ciri morfologi dan habitat beberapa makhluk hidup (fiktif atau nyata yang kurang dikenal) serta panduan klasifikasi sederhana.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok menganalisis data ciri-ciri makhluk hidup pada LKPD dan berdiskusi untuk menentukan dasar pengelompokan. Mereka diarahkan untuk menggunakan kunci determinasi sederhana atau hierarki taksonomi.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok membuat diagram klasifikasi atau pohon filogeni sederhana untuk makhluk hidup yang diberikan, kemudian menyiapkan presentasi tentang proses klasifikasi yang mereka lakukan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, serta membandingkan hasil klasifikasi mereka.
  2. Umpan balik: Guru memberikan umpan balik terhadap hasil klasifikasi dan presentasi kelompok, mengoreksi jika ada kesalahan konsep, dan menekankan pentingnya sistem klasifikasi ilmiah.
  3. Penguatan: Guru menjelaskan lebih lanjut tentang sistem taksonomi dan manfaatnya dalam studi keanekaragaman hayati serta upaya konservasi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru merangkum konsep klasifikasi makhluk hidup dan tingkatan taksonomi.
  2. Guru memberikan pujian atas kerja sama dan penalaran kritis peserta didik dalam memecahkan masalah.
  3. Guru memberikan tugas membaca untuk materi observasi lingkungan dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Keanekaragaman Hayati — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Biologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 3Setelah melakukan observasi lapangan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar madrasah secara mandiri.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengingatkan kembali tentang pentingnya keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar dan bertanya: 'Seberapa banyak jenis makhluk hidup yang bisa kita temukan di sekitar madrasah kita?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi keanekaragaman hayati lokal melalui proyek observasi dan menjelaskan tahapan proyek yang akan dilakukan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru mengajak peserta didik merumuskan pertanyaan: 'Bagaimana kita dapat mendata dan memahami keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan madrasah kita?'
  2. Mendesain perencanaan proyek: Peserta didik dalam kelompok merancang rencana observasi lapangan sederhana, termasuk area yang akan diamati, alat yang dibutuhkan (kamera ponsel, alat tulis), dan cara pencatatan data (misalnya, tabel pengamatan).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Menyusun jadwal: Setiap kelompok menyepakati jadwal pelaksanaan observasi di lingkungan madrasah (misalnya, di taman, sekitar kantin, atau area terbuka lain) dan pembagian tugas antaranggota.
  2. Memonitor kemajuan proyek: Peserta didik melakukan observasi lapangan sesuai rencana, mencatat jenis-jenis tumbuhan dan hewan yang ditemukan, serta mendokumentasikannya dengan foto. Guru memantau dan memberikan bimbingan selama proses observasi.
  3. Menguji hasil: Setelah observasi, setiap kelompok mengolah data yang terkumpul, mengidentifikasi tingkat keanekaragaman hayati yang ditemukan, dan menyusun laporan sederhana atau poster.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi pengalaman: Setiap kelompok mempresentasikan hasil observasi dan laporan mereka di depan kelas. Mereka menjelaskan jenis-jenis keanekaragaman yang ditemukan dan tantangan selama proyek.
  2. Umpan balik: Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik terhadap presentasi, mengapresiasi upaya yang telah dilakukan, serta memberikan saran untuk perbaikan.
  3. Penguatan: Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya observasi langsung dan peran peserta didik dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar madrasah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil observasi dan diskusi tentang keanekaragaman hayati lokal.
  2. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas, kerja keras, dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.
  3. Guru memberikan penugasan individu untuk merenungkan peran diri dalam pelestarian keanekaragaman hayati dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Keanekaragaman Hayati — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Biologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKDetektif Hayati di MadrasahkuNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan makhluk hidup di lingkungan madrasah.

Alat & bahan: Kamera ponsel, alat tulis, lembar observasi, penggaris

Langkah kerja:

  1. Amati gambar 1 tentang berbagai jenis tumbuhan yang ada di lingkungan madrasah.
    Jenis Tumbuhan di MadrasahBunga SepatuPohon ManggaRumput Teki
    Gambar 1. Kartu gambar
  2. Kunjungi area observasi yang telah ditentukan (misal: taman madrasah).
  3. Identifikasi minimal 5 jenis tumbuhan dan 3 jenis hewan yang berbeda. Catat ciri-ciri fisik dan habitatnya.
  4. Dokumentasikan temuanmu dengan foto atau sketsa.
  5. Klasifikasikan temuanmu berdasarkan tingkat keanekaragaman hayati (gen, spesies, ekosistem).
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Keanekaragaman Hayati — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Biologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan 3 jenis hewan atau tumbuhan yang sering kamu lihat di sekitar rumah!
  2. Menurutmu, mengapa ada berbagai jenis bunga mawar dengan warna yang berbeda-beda?
  3. Apa yang kamu ketahui tentang hutan hujan tropis di Indonesia?
  4. Bagaimana cara kita membedakan satu jenis hewan dengan jenis hewan lainnya?

Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama diskusi kelompok, observasi lapangan, dan presentasi hasil proyek.

Sumatif (akhir): Penilaian laporan proyek observasi keanekaragaman hayati lokal dan tes tertulis.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Keanekaragaman Hayati — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Biologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi berbagai tingkat keanekaragaman hayatiKonsep keanekaragaman gen, spesies, ekosistem2 JPPenalaran Kritis
2Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan sistem taksonomiSistem klasifikasi makhluk hidup (taksonomi)2 JPPenalaran Kritis
3Mengidentifikasi ciri-ciri keanekaragaman hayati di lingkungan sekitarKeanekaragaman hayati lokal dan metode observasi2 JPCinta Lingkungan

Integrasi Panca Cinta (KBC):

Nilai CintaWujud dalam Pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMengenali dan mensyukuri keanekaragaman hayati sebagai bukti kebesaran dan kasih sayang Allah SWT terhadap alam semesta.
2. Cinta IlmuMencari tahu informasi tentang spesies-spesies endemik Indonesia dan mempelajari sistem klasifikasi untuk memahami kompleksitas kehidupan.
3. Cinta LingkunganBerpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan sekitar madrasah, seperti menjaga kebersihan dan menanam pohon.
4. Cinta Diri dan SesamaMembangun kerja sama yang baik dengan teman-teman dalam proyek observasi, saling menghargai pendapat, dan berbagi tugas secara adil.
5. Cinta Tanah AirMenyadari bahwa kekayaan keanekaragaman hayati adalah aset bangsa yang harus dilindungi dan dijaga untuk generasi mendatang.
Halaman 9 · Keanekaragaman Hayati — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Biologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas, artinya memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Keanekaragaman ini tidak hanya terlihat dari banyaknya jenis makhluk hidup, tetapi juga variasi genetik dalam satu spesies dan berbagai tipe ekosistem yang ada. Memahami keanekaragaman hayati adalah langkah awal untuk menyadari pentingnya menjaga kelestarian alam.

1. Tingkat Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati dapat diamati pada tiga tingkatan. Pertama, keanekaragaman gen, yaitu variasi genetik dalam satu spesies, contohnya perbedaan warna bulu pada kucing atau rasa buah mangga. Kedua, keanekaragaman spesies, yaitu perbedaan antarspesies dalam satu genus atau famili, contohnya berbagai jenis tumbuhan paku atau burung di hutan. Ketiga, keanekaragaman ekosistem, yaitu variasi habitat atau lingkungan hidup yang membentuk komunitas makhluk hidup, seperti ekosistem hutan hujan, padang rumput, atau terumbu karang. Ketiga tingkat ini saling berkaitan dan membentuk jaring-jaring kehidupan yang kompleks.

2. Pentingnya Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati memiliki peran krusial bagi kehidupan. Secara ekologis, ia menjaga keseimbangan alam, seperti siklus nutrisi dan air, serta mencegah kepunahan spesies. Secara ekonomis, keanekaragaman hayati menyediakan sumber daya pangan, obat-obatan, sandang, dan bahan baku industri. Secara etis dan budaya, ia memperkaya nilai-nilai spiritual dan estetika manusia. Kerusakan keanekaragaman hayati dapat memicu krisis lingkungan dan mengancam keberlanjutan hidup di bumi. Oleh karena itu, upaya konservasi sangatlah penting.

3. Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
Untuk mempelajari dan mengelola keanekaragaman hayati yang begitu besar, para ilmuwan menggunakan sistem klasifikasi atau taksonomi. Sistem ini mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri morfologi, anatomi, fisiologi, dan genetik. Urutan taksonomi dari yang terbesar hingga terkecil adalah Kingdom (Kerajaan), Filum/Divisi, Kelas, Ordo, Famili, Genus, dan Spesies. Dengan klasifikasi, kita dapat memahami hubungan kekerabatan antar makhluk hidup, mempermudah identifikasi, dan membantu dalam upaya pelestarian. Carolus Linnaeus adalah tokoh penting dalam pengembangan sistem klasifikasi modern.

4. Ancaman dan Upaya Pelestarian
Keanekaragaman hayati menghadapi berbagai ancaman serius, antara lain kerusakan habitat akibat deforestasi dan pembangunan, perburuan liar, pencemaran lingkungan, introduksi spesies asing invasif, dan perubahan iklim. Untuk melestarikan keanekaragaman hayati, diperlukan upaya konservasi in-situ (di habitat aslinya, seperti taman nasional) dan ex-situ (di luar habitat aslinya, seperti kebun raya atau kebun binatang). Selain itu, pendidikan lingkungan, penegakan hukum, dan partisipasi aktif masyarakat juga sangat penting untuk menjaga kekayaan alam ini.

Rangkuman: Keanekaragaman hayati mencakup variasi gen, spesies, dan ekosistem, yang esensial untuk keseimbangan alam dan kehidupan manusia. Sistem klasifikasi membantu kita memahami dan mengelola kekayaan ini. Berbagai ancaman seperti kerusakan habitat dan perubahan iklim mengancam keanekaragaman hayati, sehingga upaya pelestarian melalui konservasi in-situ dan ex-situ, serta kesadaran masyarakat, menjadi sangat penting untuk keberlanjutan.

Halaman 10 · Keanekaragaman Hayati — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Biologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
BiodiversitasIstilah lain untuk keanekaragaman hayati.
EkosistemKesatuan komunitas makhluk hidup dan lingkungan fisiknya.
EndemikSpesies yang hanya ditemukan di wilayah geografis tertentu.
TaksonomiIlmu pengelompokan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya.
KonservasiUpaya pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Keanekaragaman Hayati — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Biologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Keanekaragaman Hayati" mata pelajaran Biologi Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 12 · Keanekaragaman Hayati — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Keanekaragaman Hayati ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBiologi · Kelas XPeta Konsep
Keanekaragaman HayatiTingkat Keanekaragaman HayatiPentingnya Keanekaragaman HayatiSistem Klasifikasi Makhluk HidupAncaman dan Upaya Pelestarian
Dari sub-bab Keanekaragaman HayatiHalaman 13
Nama sekolah AndaBiologi · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaBiologi · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaBiologi · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaBiologi · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaBiologi · Kelas XProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisCinta lingkungan
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Keanekaragaman Hayati yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Peta Materi Biologi Kelas X Setahun

Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.

Materi Biologi di kelas lain

SelBiologi Kelas XI MALihat semua Modul Ajar Biologi Kelas X →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Biologi kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Keanekaragaman Hayati pada Biologi MA, Fase E, elemen Pemahaman Biologi.

Modul Keanekaragaman Hayati ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Biologi kelas X MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Biologi materi Keanekaragaman Hayati ini gratis?

Ya. Modul Keanekaragaman Hayati untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Keanekaragaman Hayati ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Biologi kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Biologi kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Keanekaragaman Hayati ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Keanekaragaman Hayati dapat Anda sesuaikan dengan murid Biologi kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Biologi kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Keanekaragaman Hayati ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Keanekaragaman Hayati tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Keanekaragaman Hayati untuk Biologi kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Keanekaragaman Hayati ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Biologi kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Keanekaragaman Hayati beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Biologi kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Biologi ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?

Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Keanekaragaman Hayati yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Biologi SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Biologi MASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.