Modul Ajar & RPP Biologi Kelas X
Keanekaragaman Hayati
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Biologi |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Keanekaragaman Hayati |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang ciri-ciri makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, cinta lingkungan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Biologi |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis informasi dan data tentang keanekaragaman hayati, klasifikasi makhluk hidup, serta peranannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Hutan hujan tropis di Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan ribuan spesies tumbuhan dan hewan endemik. |
| Konseptual | Keanekaragaman hayati mencakup variasi gen, spesies, dan ekosistem yang saling berinteraksi membentuk jaring-jaring kehidupan. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis data keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati sebagai bagian dari tanggung jawab manusia terhadap alam. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, spesies, ekosistem) dengan tepat.
- Dengan studi kasus dan analisis data, peserta didik dapat mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan sistem taksonomi dengan benar.
- Setelah melakukan observasi lapangan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar madrasah secara mandiri.
- Melalui proyek mini, peserta didik dapat menyusun laporan tentang upaya pelestarian keanekaragaman hayati lokal dengan runtut dan kreatif.
Pemahaman bermakna: Keanekaragaman hayati adalah fondasi kehidupan di bumi yang menopang berbagai ekosistem dan menyediakan sumber daya penting bagi manusia, sehingga perlu dijaga kelestariannya.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa di satu tempat bisa ditemukan berbagai jenis tumbuhan dan hewan, sementara di tempat lain hanya sedikit?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Memahami keanekaragaman hayati sebagai ciptaan Allah SWT yang harus disyukuri dan dijaga. Geografi: Menganalisis sebaran keanekaragaman hayati di berbagai wilayah geografis Indonesia. Bahasa Indonesia: Menyusun laporan observasi dan presentasi dengan kaidah penulisan yang baik dan benar. |
| Kemitraan Pembelajaran | Melibatkan orang tua untuk mendiskusikan contoh keanekaragaman hayati di lingkungan rumah atau daerah asal mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Memanfaatkan area taman madrasah, kebun sekolah, atau lingkungan sekitar madrasah sebagai laboratorium hidup untuk observasi langsung. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Menggunakan aplikasi identifikasi spesies sederhana atau platform berbagi foto keanekaragaman hayati untuk mendukung observasi dan dokumentasi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, spesies, ekosistem) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan studi kasus dan analisis data, peserta didik dapat mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan sistem taksonomi dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Setelah melakukan observasi lapangan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar madrasah secara mandiri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan makhluk hidup di lingkungan madrasah.
Alat & bahan: Kamera ponsel, alat tulis, lembar observasi, penggaris
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 tentang berbagai jenis tumbuhan yang ada di lingkungan madrasah.
Gambar 1. Kartu gambar - Kunjungi area observasi yang telah ditentukan (misal: taman madrasah).
- Identifikasi minimal 5 jenis tumbuhan dan 3 jenis hewan yang berbeda. Catat ciri-ciri fisik dan habitatnya.
- Dokumentasikan temuanmu dengan foto atau sketsa.
- Klasifikasikan temuanmu berdasarkan tingkat keanekaragaman hayati (gen, spesies, ekosistem).
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 jenis hewan atau tumbuhan yang sering kamu lihat di sekitar rumah!
- Menurutmu, mengapa ada berbagai jenis bunga mawar dengan warna yang berbeda-beda?
- Apa yang kamu ketahui tentang hutan hujan tropis di Indonesia?
- Bagaimana cara kita membedakan satu jenis hewan dengan jenis hewan lainnya?
Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama diskusi kelompok, observasi lapangan, dan presentasi hasil proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian laporan proyek observasi keanekaragaman hayati lokal dan tes tertulis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati | Konsep keanekaragaman gen, spesies, ekosistem | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan sistem taksonomi | Sistem klasifikasi makhluk hidup (taksonomi) | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Mengidentifikasi ciri-ciri keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar | Keanekaragaman hayati lokal dan metode observasi | 2 JP | Cinta Lingkungan |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengenali dan mensyukuri keanekaragaman hayati sebagai bukti kebesaran dan kasih sayang Allah SWT terhadap alam semesta. |
| 2. Cinta Ilmu | Mencari tahu informasi tentang spesies-spesies endemik Indonesia dan mempelajari sistem klasifikasi untuk memahami kompleksitas kehidupan. |
| 3. Cinta Lingkungan | Berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan sekitar madrasah, seperti menjaga kebersihan dan menanam pohon. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun kerja sama yang baik dengan teman-teman dalam proyek observasi, saling menghargai pendapat, dan berbagi tugas secara adil. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menyadari bahwa kekayaan keanekaragaman hayati adalah aset bangsa yang harus dilindungi dan dijaga untuk generasi mendatang. |
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas, artinya memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Keanekaragaman ini tidak hanya terlihat dari banyaknya jenis makhluk hidup, tetapi juga variasi genetik dalam satu spesies dan berbagai tipe ekosistem yang ada. Memahami keanekaragaman hayati adalah langkah awal untuk menyadari pentingnya menjaga kelestarian alam.
1. Tingkat Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati dapat diamati pada tiga tingkatan. Pertama, keanekaragaman gen, yaitu variasi genetik dalam satu spesies, contohnya perbedaan warna bulu pada kucing atau rasa buah mangga. Kedua, keanekaragaman spesies, yaitu perbedaan antarspesies dalam satu genus atau famili, contohnya berbagai jenis tumbuhan paku atau burung di hutan. Ketiga, keanekaragaman ekosistem, yaitu variasi habitat atau lingkungan hidup yang membentuk komunitas makhluk hidup, seperti ekosistem hutan hujan, padang rumput, atau terumbu karang. Ketiga tingkat ini saling berkaitan dan membentuk jaring-jaring kehidupan yang kompleks.
2. Pentingnya Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati memiliki peran krusial bagi kehidupan. Secara ekologis, ia menjaga keseimbangan alam, seperti siklus nutrisi dan air, serta mencegah kepunahan spesies. Secara ekonomis, keanekaragaman hayati menyediakan sumber daya pangan, obat-obatan, sandang, dan bahan baku industri. Secara etis dan budaya, ia memperkaya nilai-nilai spiritual dan estetika manusia. Kerusakan keanekaragaman hayati dapat memicu krisis lingkungan dan mengancam keberlanjutan hidup di bumi. Oleh karena itu, upaya konservasi sangatlah penting.
3. Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
Untuk mempelajari dan mengelola keanekaragaman hayati yang begitu besar, para ilmuwan menggunakan sistem klasifikasi atau taksonomi. Sistem ini mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri morfologi, anatomi, fisiologi, dan genetik. Urutan taksonomi dari yang terbesar hingga terkecil adalah Kingdom (Kerajaan), Filum/Divisi, Kelas, Ordo, Famili, Genus, dan Spesies. Dengan klasifikasi, kita dapat memahami hubungan kekerabatan antar makhluk hidup, mempermudah identifikasi, dan membantu dalam upaya pelestarian. Carolus Linnaeus adalah tokoh penting dalam pengembangan sistem klasifikasi modern.
4. Ancaman dan Upaya Pelestarian
Keanekaragaman hayati menghadapi berbagai ancaman serius, antara lain kerusakan habitat akibat deforestasi dan pembangunan, perburuan liar, pencemaran lingkungan, introduksi spesies asing invasif, dan perubahan iklim. Untuk melestarikan keanekaragaman hayati, diperlukan upaya konservasi in-situ (di habitat aslinya, seperti taman nasional) dan ex-situ (di luar habitat aslinya, seperti kebun raya atau kebun binatang). Selain itu, pendidikan lingkungan, penegakan hukum, dan partisipasi aktif masyarakat juga sangat penting untuk menjaga kekayaan alam ini.
Rangkuman: Keanekaragaman hayati mencakup variasi gen, spesies, dan ekosistem, yang esensial untuk keseimbangan alam dan kehidupan manusia. Sistem klasifikasi membantu kita memahami dan mengelola kekayaan ini. Berbagai ancaman seperti kerusakan habitat dan perubahan iklim mengancam keanekaragaman hayati, sehingga upaya pelestarian melalui konservasi in-situ dan ex-situ, serta kesadaran masyarakat, menjadi sangat penting untuk keberlanjutan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Biodiversitas | Istilah lain untuk keanekaragaman hayati. |
| Ekosistem | Kesatuan komunitas makhluk hidup dan lingkungan fisiknya. |
| Endemik | Spesies yang hanya ditemukan di wilayah geografis tertentu. |
| Taksonomi | Ilmu pengelompokan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya. |
| Konservasi | Upaya pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Keanekaragaman Hayati" mata pelajaran Biologi Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Keanekaragaman Hayati yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Biologi Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Ruang Lingkup BiologiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
ProtistaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisJamurBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEkosistemBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerubahan LingkunganBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Biologi di kelas lain
SelBiologi Kelas XI MALihat semua Modul Ajar Biologi Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Biologi kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Keanekaragaman Hayati pada Biologi MA, Fase E, elemen Pemahaman Biologi.
Modul Keanekaragaman Hayati ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Biologi kelas X MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Biologi materi Keanekaragaman Hayati ini gratis?
Ya. Modul Keanekaragaman Hayati untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Keanekaragaman Hayati ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Biologi kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Biologi kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Keanekaragaman Hayati ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Keanekaragaman Hayati dapat Anda sesuaikan dengan murid Biologi kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Biologi kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Keanekaragaman Hayati ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Keanekaragaman Hayati tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Keanekaragaman Hayati untuk Biologi kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Keanekaragaman Hayati ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Biologi kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Keanekaragaman Hayati beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Biologi kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Biologi ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Keanekaragaman Hayati yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Biologi SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.