MAKelas XFase E📘 Bab 1.4Semester 1

Modul Ajar & RPP Fisika Kelas X
Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

📽️ Modul ini sekalian jadi PPT-nyaSlide dari isi modul ini · satu .pptx per pertemuan

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Setiap pengukuran berulang pasti memiliki ketidakpastian yang perlu dihitung dan dilaporkan. Langkah-langkahnya meliputi menghitung nilai rata-rata sebagai nilai terbaik, kemudian menentukan simpangan baku untuk mengukur sebaran data. Terakhir, ketidakpastian mutlak dihitung dari simpangan baku dibagi akar jumlah pengukuran, dan hasil akhir disajikan dalam format nilai rata-rata plus minus ketidakpastian. Ini penting untuk menyajikan data ilmiah yang jujur dan akurat.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang
Fisika · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
MODUL AJAR
Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang
Fisika · Fase E · Kelas X · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranFisika
Fase / KelasE / X
Materi PokokNilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memahami konsep besaran, satuan, dan pengukuran tunggal menggunakan alat ukur.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  3. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPengukuran
Rumusan CP FasePada akhir Fase E, peserta didik mampu menerapkan prinsip-prinsip pengukuran besaran fisika, termasuk menentukan nilai ketidakpastian pada pengukuran berulang, serta mengomunikasikan hasil pengukuran secara akurat.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualDalam setiap pengukuran berulang, hasil yang diperoleh akan sedikit berbeda karena adanya faktor ketidakpastian.
KonseptualKetidakpastian pada pengukuran berulang dihitung berdasarkan simpangan baku nilai rata-rata, yang mencerminkan sebaran data hasil pengukuran.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari cara mengolah data hasil pengukuran berulang untuk menentukan nilai rata-rata dan ketidakpastian mutlak.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya mengidentifikasi dan mengelola ketidakpastian dalam eksperimen ilmiah untuk mendapatkan data yang lebih valid.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenyadari bahwa setiap hasil pengukuran adalah karunia dari Allah SWT yang harus disyukuri dan diteliti dengan jujur, serta senantiasa berdoa untuk kemudahan dalam memahami ilmu-Nya.
2. Cinta IlmuBersemangat dalam mengamati dan menganalisis data pengukuran, gigih mencari tahu penyebab perbedaan, serta teliti dalam setiap perhitungan untuk mencapai pemahaman fisika yang mendalam.
3. Cinta LingkunganMemanfaatkan alat ukur dengan bijak dan merawatnya agar tetap berfungsi baik, serta menjaga kebersihan lingkungan praktik agar mendukung proses belajar yang optimal.
4. Cinta Diri dan SesamaBerkolaborasi aktif dengan teman sebaya dalam praktik pengukuran, saling membantu dalam memahami konsep, serta menghargai setiap hasil kerja kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
5. Cinta Tanah AirMengaplikasikan ilmu tentang ketidakpastian pengukuran dalam berbagai konteks, termasuk untuk pengembangan teknologi dan riset yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan data, peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan hasil pada pengukuran berulang dengan cermat.
  2. Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep ketidakpastian pada pengukuran berulang secara tepat.
  3. Melalui praktik pengukuran berulang, peserta didik dapat mengumpulkan data pengukuran panjang benda dengan teliti.
  4. Dengan menggunakan rumus, peserta didik dapat menghitung nilai rata-rata dan simpangan baku hasil pengukuran berulang secara mandiri.
  5. Setelah melakukan perhitungan, peserta didik dapat menentukan nilai ketidakpastian mutlak pada pengukuran berulang dengan benar.
  6. Melalui presentasi hasil, peserta didik dapat menyajikan data pengukuran berulang beserta nilai ketidakpastiannya secara jelas dan sistematis.
Halaman 2 · Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami nilai ketidakpastian pada pengukuran berulang membantu kita menyajikan data ilmiah yang lebih jujur dan akurat, mengakui keterbatasan alat dan metode pengukuran, serta meningkatkan kepercayaan terhadap hasil eksperimen.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa hasil pengukuran panjang meja yang sama, oleh orang yang berbeda, seringkali menunjukkan angka yang sedikit berbeda?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuMatematika: Konsep statistika dasar seperti rata-rata, simpangan baku, dan interpretasi data numerik digunakan dalam perhitungan ketidakpastian.
Kimia: Praktikum di kimia seringkali melibatkan pengukuran berulang, sehingga pemahaman ketidakpastian ini relevan untuk melaporkan hasil eksperimen zat.
Teknologi Informasi: Penggunaan lembar kerja untuk mengolah data dan menyajikan hasil pengukuran berulang secara sistematis.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi mengenai pentingnya ketelitian dalam pengukuran di kehidupan sehari-hari, seperti saat memasak atau membangun sesuatu.
Lingkungan PembelajaranPembelajaran dilakukan di laboratorium fisika atau ruang kelas yang dilengkapi meja praktik, dengan memastikan ketersediaan alat ukur dan benda yang akan diukur.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi kalkulator ilmiah atau lembar kerja daring (lembar kerja) untuk mempercepat perhitungan rata-rata dan simpangan baku data pengukuran.
Halaman 3 · Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan data, peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan hasil pada pengukuran berulang dengan cermat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi pengukuran tunggal dan menanyakan pengalaman mereka saat mengukur benda yang sama beberapa kali.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi perbedaan hasil pada pengukuran berulang dan memahami konsep ketidakpastian, serta mengajukan pertanyaan pemantik: 'Mengapa hasil pengukuran panjang meja yang sama, oleh orang yang berbeda, seringkali menunjukkan angka yang sedikit berbeda?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan sebuah tabel data hasil pengukuran panjang pensil oleh lima orang yang berbeda dan meminta peserta didik mengamati perbedaan angka yang muncul.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) dan membagikan LKPD yang berisi data pengukuran berulang serta pertanyaan awal untuk diskusi.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi pola perbedaan data, mencari tahu penyebabnya, dan merumuskan pertanyaan mengenai ketidakpastian pengukuran.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyiapkan rangkuman hasil diskusi awal mereka tentang perbedaan data dan kemungkinan penyebabnya.
  2. Guru meminta perwakilan kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membandingkan temuan antarkelompok dan mengarahkan pada pemahaman bahwa perbedaan hasil adalah hal wajar dalam pengukuran berulang.
  2. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep awal tentang ketidakpastian sebagai bagian inheren dari proses pengukuran.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa pengukuran berulang akan selalu memiliki sedikit perbedaan hasil yang disebut ketidakpastian.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengingatkan pentingnya sikap teliti dalam setiap pengukuran.
  3. Guru memberikan tugas membaca materi tentang cara menghitung ketidakpastian dan menginformasikan kegiatan praktik di pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Setelah melakukan perhitungan, peserta didik dapat menentukan nilai ketidakpastian mutlak pada pengukuran berulang dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengaitkan materi hari ini dengan tugas membaca di rumah tentang perhitungan ketidakpastian dan menanyakan kesulitan yang ditemukan peserta didik.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu melakukan praktik pengukuran berulang, menghitung nilai rata-rata dan ketidakpastian, serta menyajikan hasilnya, agar peserta didik siap mengikuti proses belajar dengan penuh kesadaran.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru mengingatkan kembali masalah perbedaan hasil pengukuran dari pertemuan sebelumnya dan menekankan bahwa hari ini akan mencari tahu cara menguantifikasi perbedaan tersebut.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru mengarahkan peserta didik untuk kembali ke kelompok masing-masing dan membagikan alat ukur (mistar, jangka sorong) serta benda yang akan diukur (pensil, balok kayu).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok melakukan pengukuran panjang benda sebanyak lima kali secara berulang menggunakan alat ukur yang berbeda, mencatat hasilnya di LKPD.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Peserta didik secara berkelompok menghitung nilai rata-rata, simpangan baku, dan ketidakpastian mutlak dari data pengukuran yang telah mereka kumpulkan, kemudian menuliskannya dalam format laporan sederhana di LKPD.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengukuran dan perhitungannya, menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan, dan membandingkan hasil dengan kelompok lain.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan hasil perhitungan setiap kelompok, mengoreksi kesalahan konsep atau prosedur yang mungkin terjadi.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya pelaporan hasil pengukuran beserta ketidakpastiannya dalam konteks ilmiah dan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah menentukan nilai ketidakpastian pada pengukuran berulang dan pentingnya menuliskannya dalam laporan.
  2. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan semangat kolaborasi mereka dalam praktik pengukuran.
  3. Guru memberikan tindak lanjut berupa latihan soal tambahan dan menutup pembelajaran dengan doa serta harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKEksperimen Ketidakpastian Pengukuran
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu dapat melakukan pengukuran berulang, menghitung nilai ketidakpastian, dan menyajikan hasilnya.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Pengukuran merupakan dasar dari ilmu fisika. Namun, setiap pengukuran, bahkan yang dilakukan dengan sangat teliti, pasti memiliki ketidakpastian.

Alat & bahan: Mistar, jangka sorong, balok kayu, pensil, kalkulator

Langkah kerja:

  1. Panjang pita pada gambar adalah 8,5 cm. Ukurlah dua benda di sekitarmu dengan penggaris, lalu bandingkan panjangnya dengan pita itu.
    012345678910cm
    Gambar 1. Penggaris
  2. Siapkan alat ukur dan benda yang akan diukur (balok kayu dan pensil).
  3. Ukur panjang balok kayu sebanyak 5 kali menggunakan mistar, catat hasil pengukuran pada Tabel 1 di kolom 'Hasil Pengukuran (mm)'.
  4. Ukur panjang pensil sebanyak 5 kali menggunakan jangka sorong, catat hasil pengukuran pada Tabel 2 di kolom 'Hasil Pengukuran (mm)'.
  5. Hitung nilai rata-rata (x̄), simpangan baku (Sx), dan ketidakpastian mutlak (Δx) untuk setiap benda, lalu tuliskan hasil akhirnya dalam format x̄ ± Δx.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang dimaksud dengan pengukuran tunggal?
  2. Mengapa penting untuk mencatat satuan setiap hasil pengukuran?
  3. Menurutmu, apakah hasil pengukuran akan selalu sama jika dilakukan berulang kali?
  4. Sebutkan contoh alat ukur panjang yang kamu ketahui!

Formatif (proses): Observasi terhadap partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik pengukuran, serta penilaian LKPD.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai mengenai konsep dan perhitungan ketidakpastian pada pengukuran berulang.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi perbedaan hasil pada pengukuran berulang dengan cermat.Konsep perbedaan hasil pengukuran2 JPPenalaran kritis
2Menjelaskan konsep ketidakpastian pada pengukuran berulang secara tepat.Konsep ketidakpastian pengukuran berulang2 JPPenalaran kritis
3Menentukan nilai ketidakpastian mutlak pada pengukuran berulang dengan benar.Perhitungan ketidakpastian mutlak2 JPKreativitas
4Menyajikan data pengukuran berulang beserta nilai ketidakpastiannya secara jelas dan sistematis.Penyajian data dan ketidakpastian2 JPKreativitas
Halaman 8 · Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
BAHAN AJAR

Pengukuran merupakan dasar dari ilmu fisika. Namun, setiap pengukuran, bahkan yang dilakukan dengan sangat teliti, pasti memiliki ketidakpastian. Memahami dan menghitung ketidakpastian ini sangat penting untuk menyajikan data ilmiah yang valid dan dapat dipercaya. Modul ini akan membimbingmu untuk menguasai konsep dan perhitungan ketidakpastian pada pengukuran berulang.

1. Pengukuran Berulang dan Pentingnya
Pengukuran berulang adalah proses mengukur suatu besaran fisik yang sama berkali-kali. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi kesalahan acak dan mendapatkan hasil yang lebih representatif. Meskipun dilakukan dengan alat yang sama dan oleh orang yang sama, hasil pengukuran berulang seringkali sedikit berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan alat ukur, kondisi lingkungan yang tidak stabil, atau bahkan kelelahan pengamat. Dengan melakukan pengukuran berulang, kita dapat mengidentifikasi sebaran data dan memperkirakan rentang nilai yang sebenarnya.

2. Konsep Ketidakpastian
Ketidakpastian adalah rentang nilai di sekitar hasil pengukuran yang menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap hasil tersebut. Dalam pengukuran berulang, ketidakpastian ini sering disebut sebagai ketidakpastian mutlak atau kesalahan standar. Nilai ketidakpastian bukanlah kesalahan yang harus dihindari, melainkan bagian intrinsik dari setiap proses pengukuran. Melaporkan hasil pengukuran tanpa menyertakan ketidakpastiannya dapat menyesatkan, karena memberikan kesan bahwa hasil tersebut adalah nilai yang pasti, padahal selalu ada sedikit variasi yang mungkin terjadi.

3. Menghitung Rata-rata dan Simpangan Baku
Langkah pertama dalam menentukan ketidakpastian pada pengukuran berulang adalah menghitung nilai rata-rata (x̄) dari semua hasil pengukuran. Nilai rata-rata ini dianggap sebagai nilai terbaik dari besaran yang diukur. Selanjutnya, kita perlu menghitung simpangan baku (Sx) yang menggambarkan seberapa jauh data tersebar dari nilai rata-rata. Simpangan baku yang kecil menunjukkan data yang konsisten, sementara simpangan baku yang besar menunjukkan variasi data yang lebih lebar. Rumus simpangan baku melibatkan selisih setiap data dengan rata-ratanya, kemudian dikuadratkan, dijumlahkan, dan dibagi dengan jumlah data dikurangi satu, lalu diakar.

4. Menentukan Ketidakpastian Mutlak
Ketidakpastian mutlak (Δx) pada pengukuran berulang dihitung berdasarkan simpangan baku nilai rata-rata. Rumusnya adalah simpangan baku (Sx) dibagi dengan akar kuadrat dari jumlah pengukuran (N). Semakin banyak pengukuran yang dilakukan, semakin kecil nilai ketidakpastian mutlak yang diperoleh, menunjukkan hasil yang lebih presisi. Hasil akhir pengukuran berulang selalu ditulis dalam format x̄ ± Δx, di mana x̄ adalah nilai rata-rata dan Δx adalah ketidakpastian mutlaknya. Format ini memberikan informasi lengkap tentang nilai terbaik dan rentang ketidakpastiannya.

Rangkuman: Setiap pengukuran berulang pasti memiliki ketidakpastian yang perlu dihitung dan dilaporkan. Langkah-langkahnya meliputi menghitung nilai rata-rata sebagai nilai terbaik, kemudian menentukan simpangan baku untuk mengukur sebaran data. Terakhir, ketidakpastian mutlak dihitung dari simpangan baku dibagi akar jumlah pengukuran, dan hasil akhir disajikan dalam format nilai rata-rata plus minus ketidakpastian. Ini penting untuk menyajikan data ilmiah yang jujur dan akurat.

Halaman 9 · Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
GLOSARIUM
IstilahArti
Pengukuran BerulangProses mengukur besaran yang sama berkali-kali.
Ketidakpastian MutlakRentang nilai di sekitar hasil pengukuran yang menunjukkan tingkat kepercayaan.
Nilai Rata-rataHasil penjumlahan semua data dibagi jumlah data.
Simpangan BakuUkuran sebaran data dari nilai rata-ratanya.
Daftar pustaka6 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
PENGESAHAN

Modul ajar "Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang" mata pelajaran Fisika Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaFisika · Kelas XPeta Konsep
Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran BerulangPengukuran Berulang dan PentingnyaKonsep KetidakpastianMenghitung Rata-rata dan Simpangan BakuMenentukan Ketidakpastian Mutlak
Dari sub-bab Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran BerulangHalaman 12
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKreativitasKeimanan dan ketakwaan
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bagian dari Bab 1 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah

Modul ini membahas satu subbab. Subbab lain di bab ini, atau seluruh bab dalam satu modul:

Bab 1Sistem Pengukuran dalam Kerja IlmiahModul siap unduh · Word + PDF ber-kop1.1Macam-Macam Alat Ukur1.2Besaran, Satuan, dan DimensiModul siap unduh · Word + PDF ber-kop1.3Aturan Angka PentingModul siap unduh · Word + PDF ber-kop1.4Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran BerulangSedang Anda buka

Bukan Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Fisika kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang pada Fisika MA, Fase E, elemen Pengukuran.

Modul Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Fisika kelas X MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Fisika materi Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang ini gratis?

Ya. Modul Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Fisika kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Fisika kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang dapat Anda sesuaikan dengan murid Fisika kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Fisika kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang untuk Fisika kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Fisika kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Fisika kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Fisika ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?

Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Nilai Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Fisika SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Fisika MASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.