Modul Ajar & RPP Informatika Kelas X
Data, Informasi, dan Validasinya
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Informatika |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Data, Informasi, dan Validasinya |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang data dan informasi dari pengalaman sehari-hari, serta mampu menggunakan internet untuk mencari informasi sederhana. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik mengembangkan sikap jujur dan bertanggung jawab dalam mencari serta menyebarkan informasi digital, sesuai ajaran agama. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi data dari berbagai sumber untuk membedakan fakta dari opini atau hoaks. - kolaborasi — elemen: bekerja sama dan berkomunikasi dalam kelompok
Peserta didik bekerja sama dalam tim untuk mengumpulkan, mengolah, dan memvalidasi data secara efektif.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Berpikir Komputasional |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menerapkan konsep data, informasi, dan validasinya dalam berbagai konteks, serta mengidentifikasi dan memecahkan masalah terkait informasi yang tidak valid atau hoaks. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Berita yang tersebar di media sosial seringkali mengandung informasi yang tidak akurat atau hoaks. |
| Konseptual | Data adalah fakta mentah, informasi adalah data yang sudah diolah dan bermakna, sedangkan validasi adalah proses memastikan kebenaran informasi. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah pencarian data yang efektif, pengumpulan data dari berbagai sumber, serta teknik validasi informasi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya sikap kritis dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi di era digital. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah akal dan kemampuan berpikir kritis untuk membedakan kebenaran dari kebatilan. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong semangat mencari ilmu dan kebenaran informasi, serta tidak mudah puas dengan pengetahuan yang dangkal atau tidak terverifikasi. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mengembangkan kesadaran untuk menjaga lingkungan informasi digital dari pencemaran hoaks dan ujaran kebencian, demi ekosistem daring yang sehat. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menumbuhkan sikap empati dan tanggung jawab sosial dengan tidak menyebarkan informasi yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain, serta menjaga privasi data. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menguatkan rasa cinta tanah air dengan mendukung upaya periksa fakta di Indonesia dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu yang dapat memecah belah bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati contoh kasus hoaks, peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara data, informasi, dan hoaks dengan tepat.
- Melalui praktik pencarian di internet, peserta didik dapat mengidentifikasi sumber data yang kredibel dan tidak kredibel dengan minimal tiga kriteria.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat merancang strategi pengumpulan data menggunakan metode survei sederhana secara runtut.
- Melalui analisis kasus, peserta didik dapat menerapkan teknik validasi informasi untuk mengevaluasi kebenaran suatu berita dengan langkah-langkah yang logis.
- Setelah menyusun laporan, peserta didik dapat menyajikan hasil validasi informasi secara sistematis dan komunikatif.
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat menganalisis dampak informasi yang tidak valid terhadap masyarakat dengan minimal dua contoh nyata.
Pemahaman bermakna: Memahami proses dari data menjadi informasi yang valid sangat penting untuk mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab di tengah banjir informasi digital.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa yakin bahwa informasi yang kita terima di internet itu benar dan bukan hoaks?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengidentifikasi fakta dan opini dalam teks berita, serta menyusun laporan hasil validasi informasi secara runtut dan efektif. Pendidikan Agama Islam: Memahami etika dalam menyebarkan informasi, menghindari fitnah dan ghibah, serta pentingnya tabayyun (verifikasi) dalam ajaran Islam. Sosiologi: Menganalisis dampak penyebaran hoaks terhadap struktur sosial dan dinamika masyarakat, serta peran literasi digital dalam mencegah polarisasi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat berperan dengan berbagi pengalaman mereka dalam memilah informasi atau mendiskusikan berita terkini dengan peserta didik di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran akan memanfaatkan ruang kelas dengan akses internet, serta perpustakaan sekolah sebagai sumber referensi cetak dan digital yang nyaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan mesin pencari, situs web periksa fakta, dan platform survei daring (misalnya Google Forms) akan menjadi alat utama dalam mengumpulkan dan memvalidasi data. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati contoh kasus hoaks, peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara data, informasi, dan hoaks dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Digital: Guru menampilkan serangkaian emoji, peserta didik menebak kata atau frasa yang berhubungan dengan data dan informasi dalam 10 detik.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui praktik pencarian di internet, peserta didik dapat mengidentifikasi sumber data yang kredibel dan tidak kredibel dengan minimal tiga kriteria. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Benar atau Salah!: Guru membacakan pernyataan terkait sumber informasi, peserta didik mengangkat jempol ke atas jika benar dan ke bawah jika salah, secara cepat.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi, mengumpulkan, dan memvalidasi informasi dari berbagai sumber.
Alat & bahan: Komputer/laptop dengan akses internet, pulpen, buku catatan
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
1 2 3 4 5 6 Mendatar 4. Proses memastikan kebenaran informasi. 6. Metode pengumpulan data dari responden menggunakan kuesioner. Menurun 1. Dapat dipercaya atau diyakini kebenarannya. 2. Informasi palsu yang sengaja disebarkan. 3. Fakta mentah yang belum diolah. 5. Data yang sudah diolah dan bermakna. Gambar 1. Teka-teki silang - Amati berita, kemudian diskusikan dengan kelompok apakah ini termasuk data, informasi, atau hoaks. Tuliskan alasanmu.
- Lakukan pencarian di internet untuk memverifikasi kebenaran berita tersebut menggunakan kata kunci yang relevan. Catat minimal dua sumber yang kamu gunakan.
- Evaluasi kredibilitas setiap sumber yang kamu temukan berdasarkan kriteria: reputasi situs, penulis, tanggal publikasi, dan referensi. Beri tanda centang pada kolom yang sesuai.
- Bandingkan informasi dari berbagai sumber tersebut. Apakah ada perbedaan signifikan? Jika ya, jelaskan perbedaannya.
- Berdasarkan hasil validasi, buatlah kesimpulan apakah berita tersebut valid atau tidak valid, sertakan bukti pendukung.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu pahami tentang 'data'?
- Bagaimana kamu biasanya mencari informasi di internet?
- Pernahkah kamu menemukan berita yang ternyata tidak benar (hoaks)? Bagaimana perasaanmu saat itu?
- Menurutmu, apa bedanya fakta dan opini?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan serta ketepatan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian laporan hasil validasi informasi dan presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan perbedaan antara data, informasi, dan hoaks dengan tepat. | Konsep data, informasi, dan hoaks | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi sumber data yang kredibel dan tidak kredibel dengan minimal tiga kriteria. | Kriteria sumber data kredibel | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Merancang strategi pengumpulan data menggunakan metode survei sederhana secara runtut. | Metode pengumpulan data (survei) | 2 JP | kolaborasi |
| 4 | Menerapkan teknik validasi informasi untuk mengevaluasi kebenaran suatu berita dengan langkah-langkah yang logis. | Teknik validasi informasi | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
Di era digital ini, kita dibanjiri oleh informasi setiap hari. Namun, tidak semua informasi yang kita terima itu benar. Modul ini akan membimbing Anda untuk memahami apa itu data dan informasi, bagaimana membedakannya dari hoaks, serta cara memvalidasi kebenaran informasi agar Anda menjadi pengguna internet yang cerdas dan bertanggung jawab.
1. Data, Informasi, dan Hoaks
Data adalah fakta mentah, catatan, atau angka yang belum diolah dan belum memiliki makna. Contohnya, '25', 'Jakarta', 'apel'. Informasi adalah data yang telah diolah, diorganisasi, dan diberi konteks sehingga memiliki makna dan nilai bagi penerimanya. Contohnya, 'Suhu di Jakarta hari ini 25 derajat Celsius'. Hoaks adalah informasi palsu yang sengaja dibuat dan disebarkan untuk menipu atau menyesatkan. Hoaks seringkali dirancang agar terlihat seperti berita asli, menggunakan judul provokatif, dan menyebar cepat melalui media sosial.
2. Pencarian Data dengan Banyak Variabel
Pencarian data yang efektif memerlukan strategi, terutama saat melibatkan banyak variabel. Penggunaan kata kunci yang spesifik, operator Boolean (AND, OR, NOT) dalam mesin pencari, serta filter lanjutan (misalnya, berdasarkan tanggal, jenis file, atau situs web) dapat membantu menyaring hasil pencarian. Memahami struktur sebuah query pencarian akan menghemat waktu dan meningkatkan relevansi informasi yang ditemukan. Penting juga untuk memahami tujuan pencarian agar dapat memilih variabel yang tepat.
3. Koleksi Data yang Efisien
Koleksi data adalah proses pengumpulan informasi dari berbagai sumber. Metode koleksi data meliputi observasi (mengamati langsung), wawancara (bertanya langsung kepada narasumber), dan survei (menggunakan kuesioner kepada banyak responden). Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada jenis data yang dibutuhkan. Dalam konteks digital, alat seperti Google Forms atau platform survei online lainnya dapat mempermudah proses koleksi data dari banyak responden secara efisien dan terstruktur.
4. Ekosistem Periksa Fakta
Ekosistem periksa fakta melibatkan berbagai pihak dan alat untuk melawan penyebaran hoaks. Ini termasuk organisasi periksa fakta independen (misalnya, Mafindo, Cek Fakta), media massa yang melakukan verifikasi, platform media sosial yang menyediakan fitur pelaporan hoaks, serta individu yang aktif melaporkan dan memverifikasi informasi. Kesadaran masyarakat akan pentingnya periksa fakta adalah kunci utama dalam membangun ekosistem yang kuat ini. Literasi digital menjadi fondasi utama bagi setiap individu.
5. Evaluasi Data dan Sumbernya
Evaluasi data dan sumbernya adalah langkah kritis untuk memastikan kebenaran informasi. Kriteria evaluasi meliputi: (1) Kredibilitas sumber: apakah sumber memiliki reputasi baik, siapa penulisnya, apakah ada bias? (2) Akurasi: apakah informasi konsisten dengan sumber lain? (3) Relevansi: apakah informasi sesuai dengan kebutuhan? (4) Aktualitas: apakah informasi terbaru? (5) Tujuan: apakah sumber bertujuan menginformasikan, membujuk, atau menjual? Dengan mengevaluasi secara cermat, kita dapat membedakan sumber yang dapat dipercaya dari yang tidak.
6. Teknik Validasi Informasi
Teknik validasi informasi melibatkan beberapa langkah sistematis. Pertama, periksa judul dan isi berita, apakah ada kejanggalan atau klaim yang terlalu sensasional. Kedua, identifikasi sumber berita dan cari tahu kredibilitasnya. Ketiga, cek tanggal publikasi untuk memastikan aktualitas. Keempat, lakukan cross-check dengan mencari informasi yang sama dari sumber berita lain yang terpercaya. Kelima, gunakan alat bantu seperti reverse image search untuk memverifikasi keaslian foto atau video. Keenam, cari tahu apakah berita tersebut sudah pernah dibantah oleh organisasi periksa fakta.
7. Dampak Informasi Tidak Valid
Penyebaran informasi yang tidak valid atau hoaks dapat menimbulkan dampak negatif yang luas. Pada tingkat individu, bisa menyebabkan kepanikan, ketakutan, atau pengambilan keputusan yang salah. Pada tingkat sosial, hoaks dapat memecah belah masyarakat, memicu konflik, mengurangi kepercayaan terhadap institusi, dan bahkan membahayakan kesehatan publik (misalnya, hoaks tentang vaksin). Oleh karena itu, kemampuan memvalidasi informasi adalah keterampilan esensial dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.
Rangkuman: Data adalah fakta mentah, informasi adalah data bermakna, dan hoaks adalah informasi palsu. Modul ini mengajarkan cara mencari data secara efektif, mengumpulkannya melalui survei, dan yang terpenting, memvalidasi informasi menggunakan berbagai teknik. Menjadi warga digital yang kritis dan bertanggung jawab sangat penting untuk melawan penyebaran hoaks dan menjaga ekosistem informasi yang sehat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Data | Fakta mentah yang belum diolah. |
| Informasi | Data yang sudah diolah dan bermakna. |
| Hoaks | Informasi palsu yang sengaja disebarkan. |
| Validasi | Proses memastikan kebenaran informasi. |
| Kredibel | Dapat dipercaya atau diyakini kebenarannya. |
| Survei | Metode pengumpulan data dari responden menggunakan kuesioner. |
| Cross-check | Memeriksa kebenaran informasi dengan membandingkan dari beberapa sumber. |
| Literasi Digital | Kemampuan menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat informasi digital. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Data, Informasi, dan Validasinya" mata pelajaran Informatika Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Data, Informasi, dan Validasinya yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Informatika Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 2 siap unduh
Semester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Teknologi dan Budaya DigitalModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKeamanan dan Manajemen InformasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Informatika lain yang sudah tersedia
Informatika dan Kemampuan UmumInformatika Kelas X MAJaringan dan Keamanan SiberInformatika Kelas XI MATentang InformatikaInformatika Kelas XI MALihat semua Modul Ajar Informatika Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Informatika kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Data, Informasi, dan Validasinya pada Informatika MA, Fase E, elemen Berpikir Komputasional.
Modul Data, Informasi, dan Validasinya ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Informatika kelas X MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Informatika materi Data, Informasi, dan Validasinya ini gratis?
Ya. Modul Data, Informasi, dan Validasinya untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Data, Informasi, dan Validasinya ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Informatika kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Informatika kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Data, Informasi, dan Validasinya ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Data, Informasi, dan Validasinya dapat Anda sesuaikan dengan murid Informatika kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Informatika kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Data, Informasi, dan Validasinya ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Data, Informasi, dan Validasinya tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Data, Informasi, dan Validasinya untuk Informatika kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Data, Informasi, dan Validasinya ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Informatika kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Data, Informasi, dan Validasinya beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Informatika kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Informatika ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Data, Informasi, dan Validasinya yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Informatika SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.