Modul Ajar & RPP Bahasa Jawa Kelas VIII
Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Jawa |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang sastra Jawa dan beberapa kosakata bahasa Jawa Krama/Kawi sederhana. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
Peserta didik mengembangkan akhlak mulia dengan menginternalisasi nilai-nilai luhur dari ajaran Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi dalam kehidupan sehari-hari. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis makna filosofis dan relevansi ajaran Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi dengan konteks kekinian secara logis dan mendalam. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
Peserta didik menciptakan karya interpretasi atau presentasi kreatif dari Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi, menunjukkan pemahaman mendalam dan ekspresi pribadi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan menginternalisasi nilai-nilai luhur dari teks sastra klasik Jawa, serta mengaplikasikannya dalam bentuk karya kreatif dan refleksi diri. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi adalah bagian dari karya sastra Jawa klasik ciptaan Sri Susuhunan Pakubuwana IV yang berisi ajaran moral dan etika. |
| Konseptual | Konsep utama dalam Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi adalah pendidikan karakter dan budi pekerti luhur yang disampaikan melalui metafora dan perumpamaan. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar menerjemahkan, menginterpretasi makna, dan menganalisis relevansi ajaran Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi dalam kehidupan sehari-hari. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan sastra klasik sebagai sumber kearifan lokal dan relevansinya untuk membentuk karakter diri. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mempelajari ajaran moral dalam Serat Wulangreh Kinanthi untuk mendekatkan diri pada nilai-nilai kebaikan yang diajarkan agama. |
| 2. Cinta Ilmu | Menggali dan memahami kearifan lokal melalui Serat Wulangreh Kinanthi sebagai bentuk cinta terhadap pengetahuan dan budaya bangsa. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mengaplikasikan nilai-nilai luhur dari serat ini untuk menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan penuh toleransi. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menghargai sesama dengan menerapkan nilai tenggang rasa dan rendah hati yang diajarkan dalam Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi. |
| 5. Cinta Tanah Air | Melestarikan dan mengembangkan sastra Jawa sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang harus dijaga dan dibanggakan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati teks Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur metrum pupuh Kinanthi dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menerjemahkan bait-bait Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi ke dalam bahasa Indonesia dengan runtut.
- Dengan analisis teks, peserta didik dapat menganalisis makna filosofis dan pesan moral dalam Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi minimal tiga contoh.
- Melalui presentasi hasil proyek, peserta didik dapat menyajikan interpretasi kreatif nilai-nilai Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi dalam bentuk karya seni atau tulisan dengan percaya diri.
- Setelah mempelajari Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi, peserta didik dapat mengaplikasikan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari sesuai ajaran pupuh tersebut.
Pemahaman bermakna: Memahami Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi bukan hanya tentang menerjemahkan kata, tetapi juga menyerap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana ajaran moral dari masa lalu bisa tetap relevan dan membimbing kita di era modern ini?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Keterkaitan nilai moral Serat Wulangreh dengan nilai-nilai Pancasila dan pembentukan karakter warga negara yang baik. Seni Budaya: Interpretasi nilai-nilai Serat Wulangreh dalam bentuk karya seni visual, musik, atau pertunjukan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/wali dapat diajak berdiskusi tentang nilai-nilai kearifan lokal yang relevan dengan Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi dan penerapannya di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan ruang yang memadai untuk bergerak dan berkolaborasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan gawai untuk mencari referensi makna kata Jawa, melihat contoh interpretasi seni, dan membuat presentasi digital yang menarik. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati teks Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur metrum pupuh Kinanthi dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Jawa: Guru menyebutkan satu kata dalam bahasa Jawa (misalnya 'tembung'), peserta didik menebak artinya dalam bahasa Indonesia. Dilakukan secara cepat dan bergantian.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menerjemahkan bait-bait Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi ke dalam bahasa Indonesia dengan runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Jawa: Guru memulai dengan satu kata Jawa, peserta didik berikutnya menyambung dengan kata Jawa lain yang berhubungan atau memiliki awalan/akhiran yang sama. Dilakukan cepat melingkar.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu dapat menerjemahkan dan menganalisis makna bait Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi serta merencanakan karya interpretasi.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi merupakan salah satu warisan sastra Jawa yang sarat makna. Ditulis oleh Sri Susuhunan Pakubuwana IV, serat ini menjadi pedoman moral dan etika bagi masyarakat Jawa.
Alat & bahan: Teks Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi, kamus Jawa-Indonesia, alat tulis, kertas gambar/laptop.
Langkah kerja:
- Amati gambar Pupuh Kinanthi di bawah ini, lalu diskusikan dalam kelompok untuk mengidentifikasi ciri-ciri metrumnya (guru gatra, guru wilangan, guru lagu) dan catat pada tabel 1.
Gambar 1. Tabel - Pilih satu bait Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi yang paling menarik perhatian kamu dan tuliskan kembali bait tersebut.
- Dengan bantuan kamus atau sumber lain, terjemahkan bait pilihanmu ke dalam bahasa Indonesia secara runtut dan catat hasilnya.
- Diskusikan makna filosofis dan pesan moral yang terkandung dalam bait tersebut, kemudian tuliskan minimal tiga poin penting.
- Rencanakan bentuk karya interpretasi kreatif (misalnya puisi modern, sketsa, lagu, monolog) yang akan kamu buat untuk menyampaikan nilai-nilai dari bait tersebut, lalu catat dalam tabel 2.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang puisi atau tembang Jawa?
- Pernahkah kamu mendengar istilah 'Serat Wulangreh'?
- Menurutmu, mengapa kita perlu mempelajari sastra klasik Jawa?
- Bisakah kamu menyebutkan satu nilai moral yang penting dalam kehidupan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi diskusi kelompok, kualitas terjemahan, dan progres pengerjaan proyek interpretasi.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek interpretasi (karya dan presentasi) serta esai refleksi pribadi tentang internalisasi nilai Serat Wulangreh.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi struktur metrum pupuh Kinanthi | Struktur dan ciri-ciri pupuh Kinanthi | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menerjemahkan bait-bait Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi | Teknik terjemahan dan makna kata Jawa | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menganalisis makna filosofis dan pesan moral | Interpretasi makna dan relevansi nilai | 2 JP | penalaran kritis, keimanan dan ketakwaan |
| 4 | Menyajikan interpretasi kreatif nilai-nilai | Pengembangan karya seni/tulisan dan presentasi | 2 JP | kreativitas, komunikasi |
Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi merupakan salah satu warisan sastra Jawa yang sarat makna. Ditulis oleh Sri Susuhunan Pakubuwana IV, serat ini menjadi pedoman moral dan etika bagi masyarakat Jawa. Pembelajaran ini akan membimbing kamu untuk menyelami keindahan bahasa dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, serta menemukan relevansinya dalam membentuk karakter pribadi yang luhur.
1. Mengenal Serat Wulangreh
Serat Wulangreh adalah karya sastra Jawa berbentuk tembang macapat yang ditulis oleh Sri Susuhunan Pakubuwana IV, raja Surakarta Hadiningrat pada abad ke-18. Secara harfiah, 'Wulangreh' berarti 'ajaran untuk mencapai kebajikan'. Serat ini berisi petuah-petuah luhur tentang budi pekerti, etika, tata krama, dan spiritualitas yang ditujukan kepada generasi muda agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Karya ini menjadi salah satu pilar penting dalam khazanah sastra dan budaya Jawa yang hingga kini masih relevan sebagai sumber pendidikan karakter.
2. Struktur Pupuh Kinanthi
Pupuh Kinanthi adalah salah satu dari sebelas jenis tembang macapat yang digunakan dalam Serat Wulangreh. Setiap pupuh memiliki aturan atau metrum tersendiri yang disebut 'paugeran'. Untuk Pupuh Kinanthi, paugeran yang berlaku adalah: setiap bait (pada) terdiri dari 6 baris (gatra), setiap baris memiliki jumlah suku kata (guru wilangan) tertentu yaitu 8, dan diakhiri dengan vokal (guru lagu) yang spesifik yaitu u, i, a, i, a, i. Memahami struktur ini penting untuk dapat membaca dan mengapresiasi keindahan tembang Kinanthi.
3. Makna Filosofis Pupuh Kinanthi
Pupuh Kinanthi dalam Serat Wulangreh seringkali menyajikan ajaran tentang pentingnya pengendalian diri, kesabaran, kerendahan hati, dan kebijaksanaan. Bait-baitnya mengajak pembaca untuk merenungkan hakikat kehidupan, hubungan antarmanusia, dan hubungan dengan Tuhan. Makna filosofisnya tidak selalu disampaikan secara lugas, melainkan melalui perumpamaan, metafora, dan simbol-simbol yang kaya tafsir. Misalnya, ajaran tentang 'ngelmu iku kalakone kanthi laku' (ilmu itu dapat dikuasai dengan perbuatan) menegaskan bahwa pengetahuan harus diiringi dengan praktik nyata.
4. Pesan Moral dalam Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi
Pesan moral yang kuat dalam Pupuh Kinanthi meliputi anjuran untuk selalu berbuat baik, menjauhi sifat sombong, iri hati, dan dengki. Serat ini menekankan pentingnya 'tepa selira' (tenggang rasa), 'andhap asor' (rendah hati), dan 'eling lan waspada' (ingat dan waspada). Ajaran ini relevan untuk membentuk karakter peserta didik agar memiliki budi pekerti luhur, mampu berinteraksi positif dengan lingkungan, dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab serta berintegritas. Nilai-nilai ini menjadi landasan moral yang kokoh dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
5. Relevansi dengan Kehidupan Modern
Meskipun ditulis berabad-abad yang lalu, ajaran dalam Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi tetap relevan di era modern. Di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi, nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, dan kearifan menjadi semakin penting. Serat ini mengajarkan kita untuk tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif, tetap berpegang pada prinsip kebaikan, dan selalu berintrospeksi diri. Dengan memahami dan mengaplikasikan ajaran ini, kita dapat menjadi individu yang berkarakter kuat dan mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan dengan bijaksana.
Rangkuman: Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi adalah karya sastra Jawa klasik yang berisi ajaran moral dan etika. Dengan metrum 6 gatra, 8 wilangan, dan guru lagu u, i, a, i, a, i, pupuh ini mengajak kita untuk merenungkan nilai-nilai luhur seperti pengendalian diri, kerendahan hati, dan kebijaksanaan. Mempelajari serat ini membantu kita memahami kearifan lokal dan mengaplikasikan pesan moralnya dalam kehidupan sehari-hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Serat | Karya sastra berbentuk tulisan. |
| Wulangreh | Ajaran untuk mencapai kebajikan. |
| Pupuh | Bagian dari tembang macapat yang memiliki aturan metrum tertentu. |
| Kinanthi | Salah satu jenis tembang macapat. |
| Gatra | Baris dalam satu bait tembang. |
| Guru Wilangan | Jumlah suku kata dalam setiap baris tembang. |
| Guru Lagu | Vokal terakhir pada setiap baris tembang. |
| Tembang Macapat | Puisi tradisional Jawa yang terikat aturan. |
| Paugeran | Aturan atau kaidah dalam tembang macapat. |
| Ngelmu | Ilmu atau pengetahuan. |
| Laku | Perbuatan atau tindakan. |
| Tepa Selira | Tenggang rasa atau simpati. |
| Andhap Asor | Rendah hati. |
| Eling lan Waspada | Ingat dan selalu berhati-hati. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi yang Anda cari? Materi Bahasa Jawa Kelas VIII lainnya:
Materi Bahasa Jawa Terkait
Nulis Aksara Jawa Serat Wulangreh Pupuh KinanthiBahasa Jawa Kelas VIII MTsCrita LegendaBahasa Jawa Kelas VIII MTsCrita Ramayana Lakon Resi JathayuBahasa Jawa Kelas VIII MTsPawartaBahasa Jawa Kelas VIII MTsTrampil Nulis Aksara JawaBahasa Jawa Kelas VIII MTsUnen-Unen JawaBahasa Jawa Kelas VIII MTsPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Jawa kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi pada Bahasa Jawa MTs, Fase D, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.
Modul Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi untuk Bahasa Jawa kelas VIII.
Apakah modul ajar Bahasa Jawa materi Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi ini gratis?
Ya. Modul Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi untuk kelas VIII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jawa kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jawa kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Jawa kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VIII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi untuk Bahasa Jawa kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jawa kelas VIII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jawa kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Jawa ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Serat Wulangreh Pupuh Kinanthi yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.