MTsKelas VIIIFase D

Modul Ajar & RPP Bahasa Jawa Kelas VIII
Trampil Nulis Aksara Jawa

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Aksara Jawa adalah warisan budaya yang kaya, terdiri dari aksara dasar (Carakan), sandhangan (swara, panyigeg wanda, wyanjana), pasangan, aksara rekan, dan aksara murda, serta angka dan tanda baca. Menguasai kaidah penulisan ini melatih ketelitian dan melestarikan identitas Jawa. Praktik dan pemahaman mendalam akan membantu kita menulis aksara Jawa dengan benar dan indah.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Trampil Nulis Aksara Jawa
Bahasa Jawa · Kelas VIII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Trampil Nulis Aksara Jawa
Bahasa Jawa · Fase D · Kelas VIII · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Jawa
Fase / KelasD / VIII
Materi PokokTrampil Nulis Aksara Jawa
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah mengenal beberapa huruf dasar aksara Jawa (Ha, Na, Ca, Ra, Ka) dan memahami konsep dasar penulisan dari kiri ke kanan.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
    Peserta didik menunjukkan sikap menghargai warisan budaya leluhur sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa melalui pelestarian aksara Jawa.
  2. kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan dan karya orisinal
    Peserta didik menciptakan karya tulis sederhana menggunakan aksara Jawa, seperti kaligrafi atau pesan singkat, dengan ide-ide baru dan unik.
  3. komunikasi — elemen: menyampaikan pikiran dan perasaan
    Peserta didik mampu mengkomunikasikan ide atau informasi secara lisan dan tertulis menggunakan aksara Jawa dengan jelas dan efektif.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menulis berbagai jenis teks sederhana menggunakan aksara Jawa dengan kaidah penulisan yang benar dan jelas, serta mampu mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan penulisan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualAksara Jawa digunakan dalam naskah-naskah kuno, prasasti, dan beberapa papan nama tempat di Jawa.
KonseptualAksara Jawa memiliki kaidah penulisan yang meliputi aksara pokok, sandhangan, pasangan, dan aksara rekan.
ProseduralProses menulis aksara Jawa melibatkan langkah-langkah penulisan huruf dasar, penambahan sandhangan, penggunaan pasangan, dan penyesuaian aksara rekan.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya ketelitian dan kesabaran dalam mempelajari dan melestarikan aksara Jawa sebagai bagian dari identitas budaya.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMempelajari dan melestarikan aksara Jawa merupakan bentuk syukur kepada Allah atas warisan budaya luhur yang diberikan kepada bangsa Indonesia.
2. Cinta IlmuMendorong peserta didik untuk selalu ingin tahu dan mendalami kaidah penulisan aksara Jawa sebagai bentuk cinta terhadap ilmu pengetahuan.
3. Cinta LingkunganMengajak peserta didik menghargai dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan alam dan lingkungan sosial yang patut dijaga.
4. Cinta Diri dan SesamaMenumbuhkan rasa percaya diri peserta didik dalam mengapresiasi dan mempraktikkan aksara Jawa sebagai identitas diri dan kebanggaan bersama.
5. Cinta Tanah AirMembiasakan peserta didik untuk bangga terhadap bahasa dan aksara daerah sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia yang beragam.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan contoh, peserta didik dapat mengidentifikasi huruf swara, sandhangan swara, sandhangan panyigeg wanda, dan sandhangan wyanjana aksara Jawa dengan tepat.
  2. Dengan bimbingan guru dan latihan, peserta didik dapat menuliskan aksara Jawa dasar (Ha, Na, Ca, Ra, Ka hingga Nga) dengan bentuk yang benar dan proporsional.
  3. Setelah mempelajari kaidah penulisan, peserta didik dapat menerapkan penggunaan sandhangan swara, sandhangan panyigeg wanda, dan sandhangan wyanjana pada aksara Jawa dengan tepat.
  4. Melalui demonstrasi dan praktik, peserta didik dapat menuliskan pasangan aksara Jawa dengan benar pada kata-kata yang membutuhkan.
  5. Dengan mengerjakan LKPD, peserta didik dapat menuliskan kalimat sederhana menggunakan aksara Jawa sesuai kaidah penulisan yang telah dipelajari dengan benar.
Halaman 2 · Trampil Nulis Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai aksara Jawa bukan hanya tentang menulis, tetapi juga melestarikan warisan budaya leluhur yang kaya makna, sekaligus melatih ketelitian dan apresiasi terhadap identitas Jawa.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa aksara Jawa, meskipun sudah jarang digunakan sehari-hari, masih penting untuk kita pelajari dan lestarikan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Peserta didik dapat membuat kaligrafi aksara Jawa sebagai bentuk ekspresi seni dan apresiasi budaya.
Sejarah: Mempelajari aksara Jawa membantu memahami naskah-naskah kuno dan prasasti yang menjadi sumber sejarah lokal.
Bahasa Indonesia: Membandingkan struktur penulisan dan pelafalan antara aksara Jawa dan huruf Latin dapat memperkaya pemahaman tata bahasa.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau anggota komunitas dapat berperan sebagai narasumber lokal untuk berbagi pengetahuan tentang aksara Jawa dan penggunaannya dalam tradisi keluarga.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas yang kondusif dengan poster kaidah aksara Jawa, serta penggunaan ruang perpustakaan atau sudut baca untuk eksplorasi bahan ajar digital atau cetak.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi atau situs web daring untuk latihan menulis aksara Jawa, melihat contoh tulisan, atau membuat kaligrafi digital sederhana.
Halaman 3 · Trampil Nulis Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan contoh, peserta didik dapat mengidentifikasi huruf swara, sandhangan swara, sandhangan panyigeg wanda, dan sandhangan wyanjana aksara Jawa dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Aksara: Guru menunjukkan beberapa aksara Jawa dasar, peserta didik menebak aksara tersebut dan menyebutkan bunyinya secara serentak.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menayangkan gambar atau video singkat tentang penggunaan aksara Jawa di kehidupan sehari-hari (misalnya, papan nama jalan, kaos, kaligrafi) dan bertanya 'Apa yang kamu lihat? Pernahkah kamu melihat aksara seperti ini sebelumnya?'.
  3. Penyampaian Tujuan & Pertanyaan Pemantik: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi aksara Jawa dan sandhangan, serta menanyakan pertanyaan pemantik 'Mengapa aksara Jawa, meskipun sudah jarang digunakan sehari-hari, masih penting untuk kita pelajari dan lestarikan?' untuk memicu rasa ingin tahu peserta didik.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan berbagai contoh tulisan aksara Jawa yang mengandung huruf swara, sandhangan swara, sandhangan panyigeg wanda, dan sandhangan wyanjana melalui proyektor.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik mengamati contoh-contoh tersebut dan secara berkelompok mencoba mengidentifikasi perbedaan bentuk dan bunyi dari setiap aksara dan tanda baca yang ada, lalu merumuskan pertanyaan tentang apa saja komponen aksara Jawa.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik mencari informasi dari bahan ajar dan buku teks tentang jenis-jenis aksara Jawa, sandhangan swara, sandhangan panyigeg wanda, dan sandhangan wyanjana.
  4. Pengolahan data: Setiap kelompok mengisi tabel identifikasi yang disediakan, mencatat nama dan fungsi masing-masing komponen aksara Jawa yang ditemukan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pembuktian: Peserta didik secara individu mencoba mengidentifikasi komponen aksara Jawa pada beberapa contoh kata yang diberikan oleh guru di LKPD.
  2. Guru berkeliling membimbing peserta didik dalam mengidentifikasi dan memastikan pemahaman mereka tentang setiap komponen aksara.
  3. Peserta didik saling memeriksa hasil identifikasi dengan teman sebaya dan berdiskusi untuk menemukan kesepakatan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka di depan kelas.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan hasil identifikasi peserta didik.
  3. Guru memberikan penguatan materi tentang pentingnya setiap komponen aksara Jawa dan fungsinya dalam membentuk bunyi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan kembali tentang jenis-jenis aksara Jawa dan sandhangan.
  2. Refleksi & Apresiasi: Guru mengajak peserta didik merefleksikan pembelajaran hari ini dengan menanyakan 'Apa yang paling menarik dari aksara Jawa?' dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik.
  3. Tindak Lanjut & Doa: Guru memberikan tugas untuk mencari contoh tulisan aksara Jawa di lingkungan sekitar dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Trampil Nulis Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan bimbingan guru dan latihan, peserta didik dapat menuliskan aksara Jawa dasar (Ha, Na, Ca, Ra, Ka hingga Nga) dengan bentuk yang benar dan proporsional.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Sambung Kata Aksara: Guru menyebutkan satu huruf aksara Jawa, lalu peserta didik lain melanjutkan dengan aksara berikutnya secara berurutan sambil menyebutkan bunyinya.
  1. Guru mengucapkan salam dan memimpin doa, lalu memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menanyakan hasil tugas mencari contoh aksara Jawa di lingkungan sekitar dan meminta beberapa peserta didik menunjukkan hasil temuannya.
  3. Penyampaian Tujuan & Pertanyaan Mendasar: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menulis aksara Jawa dasar, dan memperkenalkan proyek 'Kaligrafi Aksara Jawa Namaku'. Guru mengajukan pertanyaan mendasar: 'Bagaimana cara kita menulis nama sendiri menggunakan aksara Jawa dengan indah dan benar?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru dan peserta didik berdiskusi tentang pertanyaan mendasar 'Bagaimana cara kita menulis nama sendiri menggunakan aksara Jawa dengan indah dan benar?' dan memecahnya menjadi sub-pertanyaan seperti 'Apa saja aksara dasar yang perlu kita kuasai?' dan 'Bagaimana bentuk yang benar untuk setiap aksara?'.
  2. Mendesain perencanaan proyek: Guru membimbing peserta didik untuk merencanakan proyek 'Kaligrafi Aksara Jawa Namaku'. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang langkah-langkah yang akan diambil, bahan yang dibutuhkan, serta kriteria keberhasilan kaligrafi nama mereka.
  3. Guru membagikan lembar kerja perencanaan proyek yang berisi panduan untuk merancang proyek, termasuk target waktu dan pembagian tugas.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Guru mendemonstrasikan cara menulis aksara Jawa dasar (Ha, Na, Ca, Ra, Ka hingga Nga) satu per satu dengan kaidah yang benar di papan tulis.
  2. Peserta didik berlatih menulis aksara Jawa dasar di LKPD yang telah disediakan, mengikuti bentuk dan proporsi yang dicontohkan guru.
  3. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual dan umpan balik langsung kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menulis aksara.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Peserta didik saling menukarkan hasil latihan menulis aksara Jawa dasar dengan teman sebaya untuk mendapatkan umpan balik.
  2. Guru meminta beberapa peserta didik menunjukkan hasil latihannya dan memberikan apresiasi serta saran perbaikan.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya latihan berulang untuk menguasai bentuk aksara Jawa yang benar.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran tentang cara menulis aksara Jawa dasar.
  2. Refleksi & Apresiasi: Guru menanyakan 'Apa tantangan terbesar dalam menulis aksara Jawa dasar dan bagaimana kamu mengatasinya?' dan memberikan semangat kepada seluruh peserta didik.
  3. Tindak Lanjut & Doa: Peserta didik melanjutkan latihan menulis aksara Jawa dasar di rumah sebagai persiapan proyek, dan pelajaran ditutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Trampil Nulis Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKAsyiknya Menulis Aksara Jawa!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan berlatih menulis aksara Jawa dasar, sandhangan, pasangan, dan aksara rekan, serta menerapkannya dalam kalimat sederhana.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Aksara Jawa adalah sistem penulisan tradisional masyarakat Jawa yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Mempelajari aksara ini bukan hanya tentang mengenali bentuk huruf, tetapi juga memahami warisan leluhur yang kaya akan kearifan lokal.

Alat & bahan: Kertas latihan, pensil, penghapus, penggaris

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    12334567Mendatar3. Sandhangan swara berbunyi 'u'.4. Bentuk aksara yangmenghilangkan bunyi vokalaksara sebelumnya.6. 20 huruf aksara Jawa dasar.7. Sandhangan swara berbunyi 'e'.Menurun1. Sandhangan panyigeg wandaberbunyi 'ng'.2. Sandhangan swara berbunyi 'e'(seperti pada 'emas').3. Tanda baca atau diakritikuntuk mengubah bunyi aksara.5. Sandhangan swara berbunyi 'i'.
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Amati yang berisi contoh aksara Jawa dasar, sandhangan, dan pasangan.
  3. Tuliskan aksara Jawa dasar (Ha, Na, Ca, Ra, Ka, Da, Ta, Sa, Wa, La, Pa, Dha, Ja, Ya, Nya, Ma, Ga, Ba, Tha, Nga) di kolom 'Aksara Dasar' pada tabel.
  4. Tuliskan contoh penggunaan sandhangan swara (wulu, suku, taling, taling tarung, pepet) pada aksara 'Ka' di kolom 'Sandhangan Swara' dan tuliskan pasangan aksara 'Na' di kolom 'Pasangan Aksara'.
  5. Terjemahkan kata-kata berikut ke dalam aksara Jawa di kolom 'Terjemahan Aksara Jawa': 'buku', 'susu', 'sekolah', 'gajah', 'pasar'.
  6. Tuliskan kalimat sederhana 'Aku sinau basa Jawa' ke dalam aksara Jawa di kolom 'Kalimat Aksara Jawa' dengan rapi dan benar.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Trampil Nulis Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Bisakah kamu menyebutkan tiga huruf aksara Jawa yang kamu ketahui?
  2. Pernahkah kamu melihat tulisan aksara Jawa? Di mana?
  3. Menurutmu, apakah aksara Jawa masih penting untuk dipelajari? Mengapa?

Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi aktif dan ketepatan peserta didik dalam latihan menulis aksara Jawa di LKPD selama pembelajaran.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek 'Kaligrafi Aksara Jawa Namaku' dan kemampuan peserta didik menulis kalimat sederhana menggunakan aksara Jawa.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Trampil Nulis Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi huruf swara, sandhangan swara, sandhangan panyigeg wanda, dan sandhangan wyanjana aksara JawaPengenalan aksara Jawa dan komponennya2 JPpenalaran kritis
2Menuliskan aksara Jawa dasar (Ha, Na, Ca, Ra, Ka hingga Nga) dengan bentuk yang benar dan proporsionalPenulisan aksara Jawa dasar2 JPkreativitas
3Menerapkan penggunaan sandhangan swara, sandhangan panyigeg wanda, dan sandhangan wyanjana pada aksara Jawa dengan tepatPenggunaan sandhangan2 JPkemandirian
4Menuliskan kalimat sederhana menggunakan aksara Jawa sesuai kaidah penulisan yang telah dipelajari dengan benarPenulisan pasangan dan aksara rekan, kalimat aksara Jawa2 JPkomunikasi
Halaman 8 · Trampil Nulis Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Aksara Jawa adalah sistem penulisan tradisional masyarakat Jawa yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Mempelajari aksara ini bukan hanya tentang mengenali bentuk huruf, tetapi juga memahami warisan leluhur yang kaya akan kearifan lokal. Mari kita selami keindahan dan keunikan aksara Jawa untuk melestarikannya bersama.

1. Mengenal Aksara Jawa Dasar (Carakan)
Aksara Jawa dasar, atau yang sering disebut Carakan, terdiri dari 20 huruf pokok. Huruf-huruf ini membentuk bunyi dasar yang digunakan dalam bahasa Jawa. Setiap aksara memiliki bentuk unik dan cara penulisan yang khas, ditulis dari kiri ke kanan. Urutan aksara ini adalah Ha, Na, Ca, Ra, Ka, Da, Ta, Sa, Wa, La, Pa, Dha, Ja, Ya, Nya, Ma, Ga, Ba, Tha, Nga. Penguasaan aksara dasar ini menjadi fondasi utama sebelum mempelajari komponen aksara Jawa lainnya.

2. Sandhangan Swara
Sandhangan swara adalah tanda baca atau diakritik yang digunakan untuk mengubah bunyi vokal dari aksara dasar. Ada lima jenis sandhangan swara: wulu (i), suku (u), taling (e), taling tarung (o), dan pepet (e seperti pada 'emas'). Sandhangan ini diletakkan di atas, di bawah, atau di samping aksara dasar, dan sangat penting untuk membentuk kata-kata dengan pelafalan yang benar. Misalnya, aksara 'Ka' jika diberi wulu menjadi 'Ki', jika diberi suku menjadi 'Ku'.

3. Sandhangan Panyigeg Wanda
Sandhangan panyigeg wanda berfungsi untuk mematikan atau mengakhiri suku kata dengan konsonan. Ada empat jenis sandhangan panyigeg wanda: cecak (ng), layar (r), wignyan (h), dan pangkon (untuk mematikan konsonan di akhir kata). Sandhangan ini juga memiliki posisi penulisan yang spesifik, biasanya di atas atau di samping aksara. Contohnya, 'Ka' diberi cecak menjadi 'Kang', 'Ka' diberi layar menjadi 'Kar'.

4. Sandhangan Wyanjana
Sandhangan wyanjana adalah tanda baca yang digunakan untuk menyisipkan konsonan 'r', 'y', atau 'l' setelah vokal dalam satu suku kata. Ada tiga jenis sandhangan wyanjana: cakra (menyisipkan 'r'), keret (menyisipkan 're'), dan pengkal (menyisipkan 'y'). Penggunaan sandhangan ini memungkinkan penulisan kata-kata yang lebih kompleks dan efisien. Misalnya, 'Ga' diberi cakra menjadi 'Gra', 'Sa' diberi pengkal menjadi 'Sya'.

5. Pasangan Aksara Jawa
Pasangan aksara Jawa digunakan untuk menghilangkan bunyi vokal dari aksara dasar yang mengikutinya. Setiap aksara dasar memiliki pasangannya sendiri yang bentuknya berbeda dari aksara aslinya dan diletakkan di bawah aksara sebelumnya. Penggunaan pasangan ini sangat penting dalam penulisan kata atau kalimat yang tidak memiliki jeda vokal di antara dua konsonan. Contohnya, untuk menulis 'mangan sega', aksara 'ga' pada 'mangan' akan dipasangi 'sa' dari 'sega'.

6. Aksara Rekan dan Aksara Murda
Selain aksara dasar, terdapat aksara rekan dan aksara murda. Aksara rekan digunakan untuk menulis bunyi-bunyi serapan dari bahasa asing, seperti 'fa', 'za', 'gha', 'dza', dan 'kha'. Sedangkan aksara murda adalah aksara kapital yang digunakan untuk menulis nama orang, gelar, atau nama tempat sebagai bentuk penghormatan. Keduanya memiliki kaidah penulisan dan penggunaan yang spesifik untuk memperkaya kosakata dalam aksara Jawa.

7. Penulisan Angka dan Tanda Baca
Aksara Jawa juga memiliki sistem penulisan angka sendiri, dari 0 hingga 9. Angka-angka ini ditulis dengan bentuk khusus dan seringkali diapit oleh tanda 'pada lingsa' atau 'pada pangkat' untuk membedakannya dari aksara. Selain itu, terdapat berbagai tanda baca lain seperti 'pada lingsa' (koma), 'pada lungsi' (titik), 'pada adeg-adeg' (pembuka kalimat), dan 'pada lingsa' (penutup kalimat), yang berfungsi mengatur intonasi dan struktur kalimat.

Rangkuman: Aksara Jawa adalah warisan budaya yang kaya, terdiri dari aksara dasar (Carakan), sandhangan (swara, panyigeg wanda, wyanjana), pasangan, aksara rekan, dan aksara murda, serta angka dan tanda baca. Menguasai kaidah penulisan ini melatih ketelitian dan melestarikan identitas Jawa. Praktik dan pemahaman mendalam akan membantu kita menulis aksara Jawa dengan benar dan indah.

Halaman 9 · Trampil Nulis Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Aksara JawaSistem penulisan tradisional masyarakat Jawa.
Carakan20 huruf aksara Jawa dasar.
SandhanganTanda baca atau diakritik untuk mengubah bunyi aksara.
PasanganBentuk aksara yang menghilangkan bunyi vokal aksara sebelumnya.
Aksara RekanAksara untuk bunyi serapan dari bahasa asing.
Aksara MurdaAksara kapital untuk nama orang/tempat.
WuluSandhangan swara berbunyi 'i'.
SukuSandhangan swara berbunyi 'u'.
TalingSandhangan swara berbunyi 'e'.
Taling TarungSandhangan swara berbunyi 'o'.
PepetSandhangan swara berbunyi 'e' (seperti pada 'emas').
CecakSandhangan panyigeg wanda berbunyi 'ng'.
LayarSandhangan panyigeg wanda berbunyi 'r'.
WignyanSandhangan panyigeg wanda berbunyi 'h'.
PangkonSandhangan panyigeg wanda untuk mematikan konsonan akhir.
CakraSandhangan wyanjana menyisipkan bunyi 'r'.
KeretSandhangan wyanjana menyisipkan bunyi 're'.
PengkalSandhangan wyanjana menyisipkan bunyi 'y'.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Trampil Nulis Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Trampil Nulis Aksara Jawa" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Trampil Nulis Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Trampil Nulis Aksara Jawa ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIPeta Konsep
Trampil Nulis Aksara JawaMengenal Aksara Jawa Dasar (Carakan)Sandhangan SwaraSandhangan Panyigeg WandaSandhangan WyanjanaPasangan Aksara Jawa
Dari sub-bab Trampil Nulis Aksara JawaHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKreativitasKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Jawa kelas 8 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Trampil Nulis Aksara Jawa pada Bahasa Jawa MTs, Fase D, elemen Menulis.

Modul Trampil Nulis Aksara Jawa ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Trampil Nulis Aksara Jawa untuk Bahasa Jawa kelas VIII.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa materi Trampil Nulis Aksara Jawa ini gratis?

Ya. Modul Trampil Nulis Aksara Jawa untuk kelas VIII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Trampil Nulis Aksara Jawa ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jawa kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Trampil Nulis Aksara Jawa ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Trampil Nulis Aksara Jawa dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jawa kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Trampil Nulis Aksara Jawa ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VIII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Trampil Nulis Aksara Jawa tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Trampil Nulis Aksara Jawa untuk Bahasa Jawa kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Trampil Nulis Aksara Jawa ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jawa kelas VIII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Trampil Nulis Aksara Jawa beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jawa kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Jawa ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Trampil Nulis Aksara Jawa yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Bahasa Jawa MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.