MTsKelas VIIIFase D

Modul Ajar & RPP Bahasa Jawa Kelas VIII
Crita Legenda

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Crita legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar dan menjelaskan asal-usul, memiliki struktur (orientasi, komplikasi, resolusi, koda) dan unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat). Legenda juga kaya akan ciri kebahasaan dan nilai-nilai luhur serta kearifan lokal. Mempelajari dan menyajikan kembali crita legenda secara kreatif adalah cara melestarikan budaya dan mengambil pelajaran berharga untuk kehidupan kita.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Crita Legenda
Bahasa Jawa · Kelas VIII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Crita Legenda
Bahasa Jawa · Fase D · Kelas VIII · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Jawa
Fase / KelasD / VIII
Materi PokokCrita Legenda
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik sudah mengenal beberapa cerita rakyat atau dongeng dari daerah mereka atau daerah lain di Indonesia.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
    Peserta didik menginternalisasi nilai-nilai luhur dan kearifan lokal dalam crita legenda sebagai bentuk akhlak bernegara yang baik.
  2. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik menganalisis struktur, unsur intrinsik, dan pesan moral dalam crita legenda dengan cermat.
  3. kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
    Peserta didik menciptakan kembali crita legenda dalam bentuk drama pendek atau narasi kreatif dengan gaya mereka sendiri.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi) dengan struktur yang runtut, pilihan kata yang tepat, dan kaidah kebahasaan yang benar sesuai konteks dan tujuan penulisan, serta mampu menyajikan gagasan secara kreatif.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualCrita legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan berkaitan dengan asal-usul suatu tempat, benda, atau kejadian.
KonseptualKonsep inti crita legenda meliputi unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) dan ciri kebahasaan yang khas.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah menganalisis crita legenda, menulis kembali, dan menyajikannya secara kreatif.
MetakognitifPeserta didik menyadari bahwa mempelajari crita legenda tidak hanya tentang cerita itu sendiri, tetapi juga tentang cara menghargai warisan budaya dan melestarikan kearifan lokal.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMempelajari crita legenda menumbuhkan kesadaran akan kebesaran ciptaan Allah SWT yang diwujudkan dalam asal-usul alam.
2. Cinta IlmuMenggali crita legenda melatih peserta didik untuk terus belajar dan memahami kekayaan budaya serta sejarah lokal yang membentuk identitas bangsa.
3. Cinta LingkunganMenganalisis legenda tentang asal-usul alam mengajarkan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai amanah dari Tuhan Yang Maha Esa.
4. Cinta Diri dan SesamaMemahami nilai-nilai moral dalam legenda mendorong peserta didik untuk berbuat baik, saling menghormati, dan menjalin persaudaraan dengan sesama manusia.
5. Cinta Tanah AirMelestarikan crita legenda adalah wujud nyata kecintaan pada tanah air dan budaya bangsa, serta upaya menjaga warisan leluhur agar tidak punah.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui kegiatan membaca dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur teks crita legenda dengan tepat.
  2. Dengan menganalisis berbagai crita legenda, peserta didik dapat menemukan unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) dalam crita legenda secara runtut.
  3. Setelah mengamati contoh, peserta didik dapat menganalisis ciri kebahasaan crita legenda (gaya bahasa, pilihan kata) dengan benar.
  4. Melalui proyek penulisan, peserta didik dapat menulis kembali crita legenda dengan bahasanya sendiri secara kreatif dan sesuai struktur.
  5. Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menyajikan kembali crita legenda dalam bentuk drama pendek atau narasi kreatif di depan kelas dengan percaya diri.
  6. Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan pesan moral dan kearifan lokal yang terkandung dalam crita legenda dengan jelas.
Halaman 2 · Crita Legenda — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami crita legenda membantu kita mengenal identitas budaya bangsa, melestarikan nilai-nilai luhur, dan mengembangkan kemampuan berbahasa Jawa secara kreatif.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa crita legenda masih relevan dan penting untuk kita pelajari di era modern ini?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuIlmu Pengetahuan Sosial (IPS): Mempelajari kaitan crita legenda dengan sejarah lokal, geografis suatu daerah, dan perkembangan kebudayaan masyarakat.
Pendidikan Agama Islam (PAI): Menganalisis pesan moral dan nilai-nilai keagamaan yang terkandung dalam crita legenda, serta relevansinya dengan ajaran Islam.
Seni Budaya: Mengeksplorasi crita legenda sebagai inspirasi untuk seni pertunjukan (drama, tari) atau seni rupa (lukisan, patung).
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk berbagi crita legenda dari daerah asal mereka atau mendampingi peserta didik mencari informasi crita legenda di lingkungan sekitar.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas ditata agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses ke perpustakaan sekolah atau sudut baca yang menyediakan buku-buku crita rakyat.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan gawai untuk mencari referensi crita legenda dari berbagai daerah, menonton video adaptasi crita legenda, atau menggunakan aplikasi untuk membuat presentasi visual yang menarik.
Halaman 3 · Crita Legenda — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui kegiatan membaca dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur teks crita legenda dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tepuk Crita Legenda: Guru memimpin tepuk dengan irama 'prok prok prok, crita legenda, prok prok prok, Jawa punya!' untuk membangun semangat dan fokus pada materi.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa crita legenda yang pernah kamu dengar dari daerahmu atau daerah lain di Jawa?' untuk mengaitkan pengalaman peserta didik dengan materi.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik, 'Mengapa crita legenda masih relevan dan penting untuk kita pelajari di era modern ini?', agar peserta didik memahami arah dan makna belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru menayangkan gambar crita legenda 'Rawa Pening' dan bertanya, 'Bagaimana struktur sebuah crita legenda dan apa saja unsur penting di dalamnya?'
  2. Guru membagikan teks crita legenda 'Rawa Pening' dan 'Asal-Usul Surabaya' kepada setiap kelompok kecil.
  3. Peserta didik membaca teks crita legenda tersebut dalam kelompok, mengidentifikasi bagian-bagian cerita seperti pembukaan, inti cerita, dan penutup.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk membuat daftar pertanyaan terkait struktur dan unsur intrinsik crita legenda yang telah dibaca.
  2. Peserta didik bersama-sama merencanakan proyek 'Kompilasi Crita Legenda' yang akan mereka buat, termasuk menentukan crita legenda yang akan dianalisis lebih lanjut dan bentuk penyajiannya (drama pendek atau narasi kreatif).
  3. Setiap kelompok membuat rencana kerja awal proyek, termasuk pembagian tugas dan batas waktu untuk setiap tahapan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi struktur crita legenda 'Rawa Pening' dan 'Asal-Usul Surabaya' di depan kelas.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok dan mengklarifikasi konsep struktur crita legenda yang belum tepat.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya memahami struktur crita legenda sebagai dasar untuk proyek yang akan mereka kembangkan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting tentang struktur crita legenda.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini.
  3. Guru memberikan penugasan untuk mencari satu crita legenda lain dari daerah masing-masing sebagai bahan proyek dan mengingatkan untuk mempersiapkan bahan tersebut untuk pertemuan berikutnya.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Crita Legenda — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan menganalisis berbagai crita legenda, peserta didik dapat menemukan unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) dalam crita legenda secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Sambung Kata Legenda: Guru menyebut satu kata dari crita legenda, lalu peserta didik secara bergiliran menyebut kata berikutnya yang masih berhubungan, secepat mungkin.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru menanyakan kembali crita legenda yang sudah mereka temukan dan meminta beberapa peserta didik berbagi secara singkat inti ceritanya.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis unsur intrinsik crita legenda, sebagai langkah penting dalam proyek 'Kompilasi Crita Legenda'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menyusun jadwal: Guru meninjau kembali rencana proyek yang telah dibuat kelompok dan membantu menyusun jadwal yang lebih detail untuk analisis unsur intrinsik.
  2. Guru menjelaskan secara rinci tentang unsur intrinsik crita legenda: tokoh, latar (waktu, tempat, suasana), alur (maju, mundur, campuran), tema, dan amanat.
  3. Guru menayangkan contoh analisis unsur intrinsik pada sebuah crita legenda pendek dan memandu peserta didik untuk memahami setiap bagian.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Peserta didik dalam kelompok menganalisis crita legenda yang telah mereka bawa dari rumah, dengan fokus pada identifikasi unsur intrinsik.
  2. Setiap kelompok mengisi LKPD yang berisi tabel untuk mencatat tokoh, latar, alur, tema, dan amanat dari crita legenda yang dianalisis.
  3. Peserta didik berdiskusi untuk membandingkan unsur intrinsik dari crita legenda yang berbeda dan menemukan pola atau ciri khas.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis unsur intrinsik crita legenda mereka di depan kelas, menjelaskan setiap unsur dengan bukti dari teks.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, serta guru memberikan umpan balik untuk memperkaya pemahaman.
  3. Guru menguatkan pemahaman peserta didik tentang pentingnya unsur intrinsik dalam membangun sebuah cerita dan bagaimana unsur-unsur tersebut membentuk pesan moral.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru merangkum konsep unsur intrinsik crita legenda.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik dan mendorong mereka untuk terus menggali nilai-nilai luhur dari cerita-cerita tersebut.
  3. Guru mengingatkan bahwa analisis unsur intrinsik ini akan menjadi dasar untuk penulisan ulang crita legenda di pertemuan berikutnya dan meminta mereka mulai memikirkan cara penyajian kreatif.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Crita Legenda — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMenjelajah Dunia Legenda!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan menganalisis crita legenda untuk menemukan struktur dan unsur intrinsiknya.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Crita legenda adalah bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia, khususnya Jawa. Cerita-cerita ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Alat & bahan: Teks crita legenda, alat tulis, kertas HVS

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    1234567Mendatar3. Cerita rakyat yang dianggapbenar-benar terjadi.5. Bagian cerita yang menjelaskanpenyelesaian masalah.6. Bagian akhir cerita yangberisi pesan moral (amanat).7. Unsur-unsur yang membanguncerita dari dalam.Menurun1. Bagian cerita yang berisimunculnya masalah ataukonflik.2. Bagian awal cerita yangmemperkenalkan tokoh danlatar.4. Pesan moral atau pelajaranyang terkandung dalam cerita.
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Amati crita legenda 'Rawa Pening' dan diskusikan apa yang kamu ketahui tentang cerita ini.
  3. Bacalah teks crita legenda 'Rawa Pening' dan 'Asal-Usul Surabaya' yang diberikan gurumu dengan saksama.
  4. Identifikasi struktur teks masing-masing crita legenda (orientasi, komplikasi, resolusi, koda) dan catat pada tabel yang tersedia.
  5. Temukan unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) dari kedua crita legenda tersebut dan catat pada tabel yang sama.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Crita Legenda — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa crita legenda yang paling kamu ingat?
  2. Menurutmu, apa bedanya legenda dengan dongeng biasa?
  3. Apakah kamu tahu daerah asal dari crita legenda 'Malin Kundang'?
  4. Pernahkah kamu mencoba menceritakan kembali sebuah cerita kepada temanmu?

Formatif (proses): Penilaian observasi selama diskusi kelompok dan presentasi untuk mengukur partisipasi, kerja sama, dan kemampuan analisis.

Sumatif (akhir): Penilaian proyek 'Kompilasi Crita Legenda' berdasarkan rubrik penulisan dan penyajian karya.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Crita Legenda — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Melalui kegiatan membaca dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur teks crita legenda dengan tepat.Struktur teks crita legenda2 JPpenalaran kritis
2Dengan menganalisis berbagai crita legenda, peserta didik dapat menemukan unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) dalam crita legenda secara runtut.Unsur intrinsik crita legenda2 JPpenalaran kritis
3Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menyajikan kembali crita legenda dalam bentuk drama pendek atau narasi kreatif di depan kelas dengan percaya diri.Penyajian kembali crita legenda2 JPkreativitas, komunikasi
4Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan pesan moral dan kearifan lokal yang terkandung dalam crita legenda dengan jelas.Pesan moral dan kearifan lokal2 JPkeimanan dan ketakwaan
Halaman 8 · Crita Legenda — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Crita legenda adalah bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia, khususnya Jawa. Cerita-cerita ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui crita legenda, kita dapat belajar banyak tentang sejarah, adat istiadat, dan pandangan hidup masyarakat Jawa.

1. Pengertian Crita Legenda
Crita legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi oleh masyarakat pemiliknya, meskipun kebenarannya tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Legenda sering kali berkaitan dengan asal-usul suatu tempat, benda, nama, atau kejadian alam. Contohnya, legenda 'Rawa Pening' yang mengisahkan terbentuknya danau di Jawa Tengah, atau 'Asal-Usul Surabaya' yang menjelaskan asal mula nama kota Surabaya. Cerita ini biasanya diceritakan secara lisan dari generasi ke generasi, sehingga seringkali terdapat beberapa versi yang berbeda.

2. Struktur Teks Crita Legenda
Secara umum, crita legenda memiliki struktur teks yang mirip dengan cerita naratif lainnya, yaitu: 1. Orientasi (Pembukaan): Bagian awal yang memperkenalkan tokoh, latar waktu, dan latar tempat. 2. Komplikasi (Masalah): Bagian yang berisi munculnya konflik atau masalah yang dihadapi tokoh. 3. Resolusi (Penyelesaian): Bagian yang menjelaskan bagaimana konflik atau masalah diselesaikan. 4. Koda (Penutup/Amanat): Bagian akhir yang berisi pesan moral atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita. Meskipun demikian, tidak semua legenda memiliki koda yang eksplisit.

3. Unsur Intrinsik Crita Legenda
Untuk memahami sebuah crita legenda, kita perlu menganalisis unsur-unsur intrinsiknya: 1. Tokoh: Pelaku dalam cerita, bisa manusia, hewan, atau makhluk mitologi. 2. Latar: Meliputi latar tempat (di mana kejadian berlangsung), latar waktu (kapan kejadian berlangsung), dan latar suasana (bagaimana perasaan yang timbul). 3. Alur: Rangkaian peristiwa yang membangun cerita, bisa maju, mundur, atau campuran. 4. Tema: Gagasan utama yang mendasari cerita. 5. Amanat: Pesan moral atau nilai-nilai yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.

4. Ciri Kebahasaan Crita Legenda
Crita legenda, terutama dalam bahasa Jawa, memiliki ciri kebahasaan yang khas. Seringkali menggunakan gaya bahasa lama atau klasik, pilihan kata yang indah dan puitis, serta ungkapan-ungkapan tradisional. Penggunaan majas (seperti personifikasi atau metafora) juga sering ditemukan untuk memberikan efek dramatis. Kalimat-kalimatnya cenderung lugas namun penuh makna, mencerminkan kearifan lokal. Ini membedakannya dari jenis cerita lain dan memberikan nuansa khas Jawa.

5. Nilai-nilai dan Kearifan Lokal dalam Legenda
Crita legenda sarat dengan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, kesetiaan, kerukunan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam. Selain itu, legenda juga merefleksikan kearifan lokal masyarakat Jawa, seperti pentingnya menjaga harmoni dengan alam, kepercayaan terhadap kekuatan gaib, atau ajaran tentang karma. Mempelajari legenda berarti menggali akar budaya dan memahami pandangan hidup nenek moyang kita, yang masih relevan hingga saat ini sebagai pedoman moral.

6. Cara Menulis Kembali Crita Legenda
Menulis kembali crita legenda berarti mengadaptasi cerita asli dengan gaya bahasa dan interpretasi pribadi, tanpa menghilangkan esensi dan pesan moralnya. Langkah-langkahnya meliputi: 1. Pahami cerita asli secara mendalam (struktur dan unsur intrinsik). 2. Tentukan sudut pandang penceritaan yang baru. 3. Gunakan bahasa yang lebih modern namun tetap menjaga nuansa lokal. 4. Kembangkan dialog atau deskripsi untuk memperkaya cerita. 5. Pastikan pesan moral tetap tersampaikan dengan jelas. Ini adalah cara melestarikan cerita lama agar tetap menarik bagi generasi sekarang.

7. Penyajian Crita Legenda secara Kreatif
Crita legenda dapat disajikan dalam berbagai bentuk kreatif. Selain diceritakan kembali secara lisan, kamu bisa mengubahnya menjadi drama pendek, monolog, puisi, komik, atau bahkan film pendek. Kunci penyajian kreatif adalah memahami esensi cerita, lalu mengekspresikannya melalui media yang berbeda. Misalnya, dalam drama, kamu bisa menambahkan musik tradisional atau properti sederhana. Dengan penyajian kreatif, crita legenda menjadi lebih hidup dan menarik, serta dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Rangkuman: Crita legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar dan menjelaskan asal-usul, memiliki struktur (orientasi, komplikasi, resolusi, koda) dan unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat). Legenda juga kaya akan ciri kebahasaan dan nilai-nilai luhur serta kearifan lokal. Mempelajari dan menyajikan kembali crita legenda secara kreatif adalah cara melestarikan budaya dan mengambil pelajaran berharga untuk kehidupan kita.

Halaman 9 · Crita Legenda — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
LegendaCerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi.
OrientasiBagian awal cerita yang memperkenalkan tokoh dan latar.
KomplikasiBagian cerita yang berisi munculnya masalah atau konflik.
ResolusiBagian cerita yang menjelaskan penyelesaian masalah.
KodaBagian akhir cerita yang berisi pesan moral (amanat).
IntrinsikUnsur-unsur yang membangun cerita dari dalam.
AmanatPesan moral atau pelajaran yang terkandung dalam cerita.
Kearifan lokalNilai-nilai atau norma-norma yang diyakini dan dipatuhi masyarakat setempat.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Crita Legenda — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Crita Legenda" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Crita Legenda — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Crita Legenda ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIPeta Konsep
Crita LegendaPengertian Crita LegendaStruktur Teks Crita LegendaUnsur Intrinsik Crita LegendaCiri Kebahasaan Crita LegendaNilai-nilai dan Kearifan Lokal dalam Legenda
Dari sub-bab Crita LegendaHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKreativitas
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Jawa kelas 8 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Crita Legenda pada Bahasa Jawa MTs, Fase D, elemen Menulis.

Modul Crita Legenda ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Crita Legenda untuk Bahasa Jawa kelas VIII.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa materi Crita Legenda ini gratis?

Ya. Modul Crita Legenda untuk kelas VIII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Crita Legenda ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jawa kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Crita Legenda ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Crita Legenda dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jawa kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Crita Legenda ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VIII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Crita Legenda tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Crita Legenda untuk Bahasa Jawa kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Crita Legenda ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jawa kelas VIII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Crita Legenda beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jawa kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Jawa ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Crita Legenda yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Bahasa Jawa MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.