SDKelas IIFase A📘 Bab 3Semester 1

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas II
Berhati-hati di Mana Saja

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Berhati-hati di mana saja adalah hal yang sangat penting untuk menjaga keselamatan diri kita. Kita perlu mengenali potensi bahaya di rumah, di jalan raya, dan di tempat umum. Dengan mengetahui cara menjaga keselamatan, kita bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Menggunakan kalimat perintah yang tepat dan memahami penggunaan kata 'di' juga membantu kita menyampaikan pesan keselamatan dengan jelas kepada orang lain. Mari selalu waspada dan jaga diri baik-baik!

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Berhati-hati di Mana Saja
Bahasa Indonesia · Kelas II · Fase A
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Berhati-hati di Mana Saja
Bahasa Indonesia · Fase A · Kelas II · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasA / II
Materi PokokBerhati-hati di Mana Saja
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah mengenal beberapa tempat umum dan dapat berkomunikasi menggunakan kalimat sederhana.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. kewargaan — elemen: Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan
    Peserta didik berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok untuk merumuskan cara menjaga keselamatan di lingkungan sekitar.
  2. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik menganalisis berbagai situasi bahaya di lingkungan sekitar dan mengevaluasi solusi yang tepat untuk mengatasinya.
  3. komunikasi — elemen: Berkomunikasi secara efektif
    Peserta didik menyampaikan hasil diskusi dan ide-ide tentang menjaga keselamatan dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menulis kalimat sederhana dan kata-kata dengan ejaan yang benar, serta mampu menggunakan kata depan dan awalan yang tepat dalam konteks menjaga keselamatan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualFakta tentang berbagai tempat umum seperti jalan raya, taman bermain, dan rumah.
KonseptualKonsep tentang pentingnya berhati-hati dan menjaga keselamatan diri di berbagai tempat.
ProseduralLangkah-langkah untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan cara menghindarinya.
MetakognitifKesadaran tentang pentingnya berpikir kritis dan mengambil keputusan yang aman dalam setiap situasi.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi empat potensi bahaya di lingkungan sekitar dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan tiga cara menjaga keselamatan diri di tempat umum dengan runtut.
  3. Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menuliskan kalimat perintah yang berkaitan dengan keselamatan diri dengan ejaan yang benar.
  4. Setelah membaca cerita, peserta didik dapat menggunakan kata depan 'di' dan awalan 'di-' dengan tepat dalam kalimat sederhana.
  5. Melalui simulasi, peserta didik dapat mempraktikkan cara berhati-hati saat menyeberang jalan sesuai kaidah keselamatan.
Halaman 2 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Berhati-hati di mana saja adalah kunci untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain, serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus selalu berhati-hati saat bermain di luar rumah atau pergi ke suatu tempat?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Mempraktikkan gerakan aman saat beraktivitas fisik dan menyeberang jalan.
Pendidikan Pancasila: Membangun sikap tanggung jawab terhadap keselamatan diri dan orang lain sebagai wujud warga negara yang baik.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang potensi bahaya di lingkungan rumah dan cara mengajarkan anak-anak untuk berhati-hati.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas ditata agar nyaman untuk diskusi kelompok dan simulasi, serta tersedia area bermain yang aman di sekolah.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video pendek atau gambar digital untuk menunjukkan situasi berpotensi bahaya dan cara mengatasinya.
Halaman 3 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi empat potensi bahaya di lingkungan sekitar dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Tebak Kata Aksi: Guru menyebutkan kata kerja (misal: lari, melompat, berhenti) dan peserta didik memperagakan aksinya sambil menyebutkan kata tersebut.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru menampilkan gambar anak-anak bermain di taman dan bertanya, 'Apa yang sedang mereka lakukan? Apakah ada hal yang perlu diwaspadai di sana?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi potensi bahaya dan bertanya, 'Bagaimana kita bisa tahu suatu tempat berbahaya atau tidak?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan beberapa gambar ilustrasi situasi yang mengandung potensi bahaya di berbagai tempat (misalnya, anak bermain di tepi jalan, anak memanjat pagar, anak menyentuh benda panas).
  2. Guru meminta peserta didik mengamati gambar-gambar tersebut secara saksama dan bertanya, 'Apa yang bisa terjadi pada anak-anak di gambar ini?'
  3. Guru memfasilitasi diskusi singkat tentang bahaya yang mungkin terjadi pada setiap gambar.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Guru membagikan LKPD 'Ayo Waspada!' yang berisi gambar-gambar potensi bahaya dan meminta setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi bahaya yang ada pada setiap gambar.
  3. Membimbing penyelidikan: Guru berkeliling mengamati dan membimbing setiap kelompok dalam mengidentifikasi potensi bahaya, memastikan mereka memahami tugasnya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, menyebutkan potensi bahaya yang mereka identifikasi dari gambar.
  2. Guru memberikan umpan balik positif dan mengoreksi jika ada identifikasi yang kurang tepat, serta mendorong kelompok lain untuk bertanya.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru mengajak peserta didik untuk menyimpulkan bersama tentang berbagai potensi bahaya di sekitar kita dan pentingnya kewaspadaan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik merangkum kembali potensi bahaya yang telah diidentifikasi.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas kerja samanya yang baik dan menanyakan, 'Apa pelajaran penting yang kamu dapat hari ini?'
  3. Guru memberikan tugas rumah untuk mengamati potensi bahaya di sekitar rumah dan meminta peserta didik berdoa sebelum pulang.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan tiga cara menjaga keselamatan diri di tempat umum dengan runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Pesan Berbisik Aman: Peserta didik berbaris, guru membisikkan pesan tentang keselamatan kepada anak pertama, lalu diteruskan hingga akhir, kemudian membandingkan pesan awal dan akhir.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru bertanya, 'Siapa yang ingat bahaya apa saja yang kita identifikasi kemarin?' dan mengaitkannya dengan pentingnya menjaga keselamatan.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merumuskan cara menjaga keselamatan diri dan bertanya, 'Bagaimana kita bisa melindungi diri dari bahaya-bahaya itu?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video pendek atau gambar berseri tentang anak yang menghadapi situasi berpotensi bahaya (misalnya, mendekati hewan asing, bermain di tempat sepi, menerima tawaran dari orang tak dikenal).
  2. Guru meminta peserta didik untuk memerhatikan apa yang dilakukan anak dalam video/gambar dan apa akibatnya.
  3. Guru memfasilitasi diskusi tentang tindakan yang seharusnya dilakukan anak tersebut untuk menjaga keselamatannya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik kembali ke kelompok sebelumnya.
  2. Guru membagikan LKPD 'Solusi Aman' yang berisi berbagai situasi berpotensi bahaya dan meminta setiap kelompok merumuskan cara menjaga keselamatan diri untuk setiap situasi.
  3. Membimbing penyelidikan: Guru membimbing kelompok untuk berpikir kreatif dan logis dalam merumuskan solusi, serta memastikan semua anggota berpartisipasi aktif.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan tiga cara menjaga keselamatan yang paling penting menurut mereka, disertai alasannya.
  2. Guru memberikan umpan balik dan penguatan, menekankan pentingnya komunikasi dengan orang dewasa jika menghadapi bahaya.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru mengajak peserta didik membandingkan solusi dari setiap kelompok dan menyimpulkan cara-cara menjaga keselamatan yang paling efektif.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali cara-cara menjaga keselamatan di tempat umum.
  2. Guru memberikan pujian atas ide-ide cemerlang peserta didik dan menanyakan, 'Apakah kamu akan menerapkan cara-cara ini dalam kehidupan sehari-hari?'
  3. Guru memberikan pengantar materi berikutnya tentang kalimat perintah dan kata depan/awalan 'di-', lalu menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu dapat mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan sekitar dan merumuskan cara mengatasinya.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.

Info singkat: Selamat datang, anak-anak hebat! Hari ini kita akan belajar hal yang sangat penting, yaitu bagaimana menjaga diri agar selalu aman di mana saja.

Alat & bahan: Lembar LKPD, pensil warna

Langkah kerja:

  1. Amati gambar potensi bahaya berikut dengan saksama.
  2. Lingkari bagian pada gambar yang menurutmu berbahaya.
  3. Tuliskan apa bahayanya pada kolom 'Potensi Bahaya'.
  4. Tuliskan juga cara menghindarinya pada kolom 'Cara Mengatasi'.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan 2 tempat yang sering kamu kunjungi!
  2. Apa yang kamu lakukan jika melihat benda tajam di lantai?
  3. Siapa yang bisa menyeberang jalan sendiri?
  4. Bagaimana cara meminta tolong jika kamu tersesat?

Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan identifikasi bahaya pada LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil LKPD 'Kalimat Aman' dan simulasi praktik keselamatan menyeberang jalan.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan sekitar.Potensi bahaya di lingkungan.2 JPpenalaran kritis
2Merumuskan cara menjaga keselamatan diri di tempat umum.Cara menjaga keselamatan.2 JPkewargaan
3Menuliskan kalimat perintah dan menggunakan kata depan/awalan 'di'.Kalimat perintah dan 'di'.2 JPkomunikasi
Halaman 8 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Selamat datang, anak-anak hebat! Hari ini kita akan belajar hal yang sangat penting, yaitu bagaimana menjaga diri agar selalu aman di mana saja. Dunia ini penuh dengan hal menarik, tetapi kita juga perlu tahu cara berhati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan. Mari kita jelajahi bersama!

1. Mengenal Potensi Bahaya di Sekitar Kita
Lingkungan sekitar kita, baik di rumah, sekolah, maupun tempat umum, memiliki berbagai potensi bahaya. Potensi bahaya adalah hal-hal yang bisa menyebabkan kita terluka atau celaka jika kita tidak hati-hati. Contohnya, lantai licin bisa membuat kita terpeleset, benda tajam seperti pisau atau pecahan kaca bisa melukai, atau kabel listrik yang terkelupas bisa menyetrum. Kita juga perlu waspada terhadap kendaraan di jalan raya, hewan yang tidak dikenal, atau orang asing yang menawarkan sesuatu. Mengenali potensi bahaya adalah langkah pertama untuk menjaga keselamatan diri.

2. Cara Menjaga Keselamatan di Rumah
Di rumah, kita harus selalu berhati-hati. Jangan bermain dengan kompor atau listrik tanpa pengawasan orang dewasa. Jauhkan benda tajam dan obat-obatan dari jangkauan anak-anak. Pastikan lantai tidak licin dan tangga memiliki pegangan yang kuat. Jika ada tumpahan air, segera bersihkan. Selalu beritahu orang tua jika kamu merasa tidak aman atau melihat sesuatu yang berbahaya. Mengunci pintu dan jendela saat bepergian juga penting untuk keamanan rumah.

3. Berhati-hati di Jalan Raya
Jalan raya adalah tempat yang ramai dengan kendaraan. Saat menyeberang jalan, selalu gunakan penyeberangan zebra cross atau jembatan penyeberangan. Lihat kanan, kiri, kanan lagi sebelum menyeberang. Jangan berlari di jalan raya. Jika berjalan di tepi jalan, berjalanlah di trotoar atau di sisi kiri jalan menghadap arah datangnya kendaraan. Selalu pegang tangan orang dewasa saat menyeberang atau berjalan di dekat jalan raya. Jangan bermain di jalan raya karena sangat berbahaya.

4. Menjaga Keselamatan di Tempat Umum
Saat berada di tempat umum seperti taman, pusat perbelanjaan, atau tempat wisata, kita juga harus berhati-hati. Jangan sendirian di tempat ramai. Selalu dampingi orang dewasa dan jangan mudah percaya pada orang yang tidak dikenal. Jangan menerima makanan atau minuman dari orang asing. Jika tersesat, segera cari petugas keamanan atau orang dewasa yang bisa dipercaya. Ingat selalu nomor telepon orang tua atau orang terdekat yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat.

5. Menggunakan Kalimat Perintah untuk Keselamatan
Kalimat perintah adalah kalimat yang digunakan untuk meminta atau menyuruh seseorang melakukan sesuatu. Dalam konteks keselamatan, kalimat perintah sangat penting untuk mengingatkan orang lain agar berhati-hati. Contohnya, 'Hati-hati saat menyeberang!', 'Jangan berlari di koridor!', atau 'Buanglah sampah pada tempatnya!'. Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru (!) dan menggunakan kata kerja dasar. Menggunakan kalimat perintah yang jelas dan tepat akan membantu orang lain memahami pesan keselamatan.

6. Memahami Penggunaan Kata 'di'
Dalam Bahasa Indonesia, kata 'di' bisa berfungsi sebagai kata depan atau awalan. Sebagai kata depan, 'di' menunjukkan tempat atau lokasi, dan penulisannya dipisah dari kata berikutnya. Contohnya, 'di rumah', 'di sekolah', 'di meja'. Sebagai awalan, 'di-' membentuk kata kerja pasif, dan penulisannya digabung dengan kata kerja dasar. Contohnya, 'dimakan', 'ditulis', 'dilihat'. Penting untuk membedakan keduanya agar tulisan kita benar dan mudah dipahami, terutama saat menyampaikan pesan keselamatan.

Rangkuman: Berhati-hati di mana saja adalah hal yang sangat penting untuk menjaga keselamatan diri kita. Kita perlu mengenali potensi bahaya di rumah, di jalan raya, dan di tempat umum. Dengan mengetahui cara menjaga keselamatan, kita bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Menggunakan kalimat perintah yang tepat dan memahami penggunaan kata 'di' juga membantu kita menyampaikan pesan keselamatan dengan jelas kepada orang lain. Mari selalu waspada dan jaga diri baik-baik!

Halaman 9 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Potensi bahayaHal-hal yang bisa menyebabkan kita terluka atau celaka.
KeselamatanKeadaan terhindar dari bahaya atau kecelakaan.
Kalimat perintahKalimat yang menyuruh seseorang melakukan sesuatu.
Kata depanKata yang menghubungkan kata benda dengan kata lain, menunjukkan tempat atau waktu.
AwalanImbuhan yang diletakkan di awal kata dasar.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Berhati-hati di Mana Saja" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Berhati-hati di Mana Saja — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Berhati-hati di Mana Saja ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIPeta Konsep
Berhati-hati di Mana SajaMengenal Potensi Bahaya di Sekitar KitaCara Menjaga Keselamatan di RumahBerhati-hati di Jalan RayaMenjaga Keselamatan di Tempat UmumMenggunakan Kalimat Perintah untuk Keselamatan
Dari sub-bab Berhati-hati di Mana SajaHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIProfil Lulusan
KewargaanPenalaran kritisKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Berhati-hati di Mana Saja yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 2 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas II dan kelas 2 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Berhati-hati di Mana Saja pada Bahasa Indonesia SD, Fase A, elemen Menulis.

Modul Berhati-hati di Mana Saja ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas II SD di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Berhati-hati di Mana Saja ini gratis?

Ya. Modul Berhati-hati di Mana Saja untuk kelas II SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Berhati-hati di Mana Saja ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas II ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas II langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Berhati-hati di Mana Saja ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Berhati-hati di Mana Saja dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas II di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas II ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Berhati-hati di Mana Saja ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase A untuk kelas II SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Berhati-hati di Mana Saja tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Berhati-hati di Mana Saja untuk Bahasa Indonesia kelas II di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Berhati-hati di Mana Saja ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas II SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Berhati-hati di Mana Saja beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas II berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?

Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Berhati-hati di Mana Saja yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MI ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia SDSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.