Modul Ajar & RPP IPAS Kelas IV
Peta dan Bentang Alam
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPAS |
| Fase / Kelas | B / IV |
| Materi Pokok | Peta dan Bentang Alam |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengenal berbagai jenis lingkungan di sekitar tempat tinggalnya dan mampu menyebutkan beberapa arah mata angin sederhana. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Lingkungan Sekitar |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan mendeskripsikan keragaman bentang alam di lingkungan sekitar, serta dapat membuat dan membaca peta sederhana untuk menunjukkan lokasi dan fitur geografis. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Peta adalah gambaran permukaan bumi yang diperkecil, sedangkan bentang alam adalah bentuk permukaan bumi seperti gunung, sungai, dan pantai. |
| Konseptual | Peta menggunakan simbol dan skala untuk merepresentasikan fitur geografis, sementara bentang alam terbentuk dari proses alamiah dan aktivitas manusia. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara membaca simbol peta, mengidentifikasi bentang alam pada peta, dan membuat denah sederhana lingkungannya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya peta untuk navigasi dan memahami bagaimana bentang alam memengaruhi kehidupan manusia, serta bagaimana mereka dapat terus belajar tentang geografi. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi berbagai bentang alam di Indonesia dengan tepat.
- Menjelaskan fungsi dan kegunaan peta dalam kehidupan sehari-hari.
- Mengidentifikasi komponen-komponen peta (judul, legenda, skala, arah mata angin) dengan benar.
- Membaca peta sederhana untuk menemukan lokasi dan fitur bentang alam.
- Membuat denah sederhana lingkungan sekitar dengan menggunakan simbol yang tepat.
- Menyajikan hasil identifikasi bentang alam dan denah lingkungan dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Memahami peta dan bentang alam membantu kita mengenal lingkungan sekitar, merencanakan perjalanan, dan menjaga kelestarian alam, serta menumbuhkan kesadaran akan kekayaan alam Indonesia.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita mengetahui jalan menuju rumah nenek yang jauh atau lokasi gunung tertinggi di Indonesia tanpa harus pergi ke sana?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan mendeskripsikan bentang alam dan menjelaskan informasi dari peta secara lisan maupun tulisan. Matematika: Memahami konsep skala, mengukur jarak pada peta, dan membuat perbandingan ukuran. Seni Budaya: Menggambar simbol-simbol peta dan membuat denah dengan rapi dan kreatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mengamati bentang alam di sekitar rumah atau saat bepergian, serta membantu mencari contoh peta dari media cetak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar ada ruang untuk kerja kelompok dan presentasi, serta memanfaatkan lingkungan sekolah untuk observasi bentang alam mini dan pembuatan denah. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi peta digital sederhana (misalnya Google Maps untuk melihat bentang alam dari citra satelit) sebagai referensi atau alat eksplorasi tambahan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi berbagai bentang alam di Indonesia dengan tepat dan menjelaskan fungsi serta kegunaan peta dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengajak peserta didik menyanyikan lagu daerah. Guru menunjukkan beberapa gambar bentang alam dan peta sederhana, lalu bertanya 'Apa yang kalian lihat?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal bentang alam dan peta, serta menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik mengamati berbagai gambar bentang alam (gunung, pantai, sungai, danau, dataran rendah, dataran tinggi) yang disajikan guru. Mereka diminta untuk menebak nama bentang alam tersebut dan menyebutkan contohnya di Indonesia. Guru menjelaskan secara singkat definisi bentang alam dan fungsinya bagi kehidupan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan perbedaan antara bentang alam yang mereka amati. Mereka diminta untuk menyebutkan bentang alam yang ada di sekitar rumah atau sekolah mereka. Setiap kelompok kemudian mencatat hasil diskusinya di LKPD. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang keragaman bentang alam di Indonesia. Guru juga memperkenalkan konsep dasar peta sebagai alat untuk menunjukkan lokasi bentang alam. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya mengenal bentang alam. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua peserta didik dan memberikan tugas rumah untuk mencari contoh peta di koran/majalah. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi komponen-komponen peta (judul, legenda, skala, arah mata angin) dengan benar dan membaca peta sederhana untuk menemukan lokasi dan fitur bentang alam. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru mengulas materi bentang alam dan bertanya 'Siapa yang membawa contoh peta dari rumah?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini adalah memahami komponen peta dan cara membacanya, serta menjelaskan langkah-langkah kegiatan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menunjukkan sebuah peta sederhana (misalnya peta provinsi atau peta lingkungan sekolah). Peserta didik diajak mengidentifikasi bagian-bagian peta seperti judul, legenda, arah mata angin, dan skala secara langsung pada peta konkret. Guru menjelaskan fungsi masing-masing komponen dengan bahasa yang mudah dipahami. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berpasangan mengerjakan LKPD 'Membaca Peta Sederhana'. Mereka diminta untuk menemukan lokasi tertentu (misalnya letak gunung, sungai, atau kota) pada peta yang disediakan oleh guru, menggunakan legenda dan arah mata angin. Mereka juga diajak mencoba mengukur jarak sederhana menggunakan skala jika memungkinkan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa pasangan diminta untuk menunjukkan hasil temuan mereka di depan kelas. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya setiap komponen peta agar peta dapat dibaca dengan benar. Diskusi tentang kesulitan yang dihadapi dalam membaca peta. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan tentang komponen peta dan cara membacanya. Guru memberikan pujian atas usaha peserta didik dan memberikan tantangan untuk mencari tahu arti simbol-simbol lain di peta. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 30 menit
Tujuan: Memfasilitasi peserta didik dalam mengidentifikasi bentang alam, membaca komponen peta, dan membuat denah sederhana.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.
Info singkat: Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan keindahan alam. Dari Sabang sampai Merauke, kita bisa menemukan berbagai bentuk permukaan bumi yang menakjubkan.
Alat & bahan: Kertas LKPD, alat tulis, pensil warna, gambar bentang alam, peta sederhana, kertas karton, gunting, lem
Langkah kerja:
- Amati gambar bentang alam yang disajikan guru dan identifikasi namanya.
- Diskusikan dalam kelompok mengenai bentang alam di sekitar tempat tinggalmu.
- Gunakan peta yang disediakan untuk menemukan lokasi tertentu dan identifikasi komponennya.
- Buatlah denah sederhana lingkungan sekitar pada kertas karton dengan simbol yang tepat.
- Presentasikan hasil kerja kelompokmu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa saja bentuk permukaan bumi yang kamu ketahui?
- Pernahkah kamu melihat peta? Untuk apa peta itu?
- Bisakah kamu menunjukkan arah mata angin?
- Apa perbedaan gunung dan bukit?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan membaca peta, dan kelengkapan denah yang dibuat.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai, serta penilaian produk denah lingkungan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi berbagai bentang alam di Indonesia dengan tepat. | Jenis-jenis bentang alam (gunung, pantai, sungai, dll.) | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan fungsi dan kegunaan peta serta mengidentifikasi komponen-komponennya. | Pengertian peta, fungsi peta, komponen peta (judul, legenda, skala, arah mata angin) | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Membaca peta sederhana dan membuat denah lingkungan sekitar. | Membaca simbol peta, menentukan arah, membuat denah, simbol-simbol denah | 3 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan keindahan alam. Dari Sabang sampai Merauke, kita bisa menemukan berbagai bentuk permukaan bumi yang menakjubkan. Untuk mengenal dan memahami kekayaan alam ini, kita membutuhkan alat bantu seperti peta. Mari kita jelajahi lebih dalam tentang peta dan berbagai bentuk bentang alam di sekitar kita!
1. Mengenal Bentang Alam Indonesia
Bentang alam adalah bentuk permukaan bumi yang beragam. Di Indonesia, kita bisa menemukan banyak jenis bentang alam. Ada gunung yang menjulang tinggi seperti Gunung Semeru di Jawa Timur atau Gunung Kerinci di Sumatera. Ada pula dataran tinggi yang sejuk seperti Dataran Tinggi Dieng, dan dataran rendah yang subur seperti di pantai utara Jawa. Selain itu, ada sungai yang mengalir panjang seperti Sungai Kapuas di Kalimantan, danau yang indah seperti Danau Toba di Sumatera Utara, serta pantai berpasir putih yang membentang luas. Setiap bentang alam memiliki ciri khas dan manfaatnya sendiri bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
2. Perbedaan Dataran Tinggi dan Dataran Rendah
Dataran rendah adalah wilayah permukaan bumi yang datar dengan ketinggian kurang dari 200 meter di atas permukaan laut. Suhu di dataran rendah cenderung panas dan cocok untuk pertanian padi, perkebunan tebu, serta permukiman padat penduduk. Contohnya adalah Jakarta dan Surabaya. Sementara itu, dataran tinggi adalah wilayah datar yang terletak pada ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. Suhu di dataran tinggi lebih sejuk dan cocok untuk perkebunan teh, kopi, sayuran, serta menjadi daerah tujuan wisata. Contohnya adalah Puncak Bogor dan Batu Malang.
3. Pentingnya Peta dalam Kehidupan
Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan skala tertentu. Peta sangat penting karena membantu kita mengetahui lokasi suatu tempat, menunjukkan arah, merencanakan perjalanan, dan memahami persebaran sumber daya alam. Dengan peta, kita bisa membayangkan bentuk suatu daerah tanpa harus pergi ke sana. Peta digunakan oleh banyak orang, mulai dari pengendara kendaraan, penjelajah, hingga pemerintah untuk pembangunan.
4. Komponen-Komponen Peta
Sebuah peta yang baik memiliki beberapa komponen penting agar mudah dibaca dan dipahami. Pertama, ada judul peta yang menunjukkan isi atau tema peta. Kedua, legenda atau keterangan yang berisi daftar simbol dan artinya, seperti simbol gunung, sungai, atau jalan. Ketiga, arah mata angin yang menunjukkan arah utara, selatan, timur, dan barat. Keempat, skala peta yang menunjukkan perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Ada juga inset peta (peta kecil tambahan) dan garis tepi peta yang berfungsi sebagai batas area peta.
5. Membaca Peta Sederhana
Untuk membaca peta, pertama kita harus memahami judul peta untuk mengetahui informasi apa yang disajikan. Kemudian, perhatikan arah mata angin untuk menentukan orientasi. Setelah itu, gunakan legenda untuk mengidentifikasi objek atau fitur yang digambarkan dengan simbol. Misalnya, simbol segitiga mungkin berarti gunung, dan garis biru berarti sungai. Jika ingin mengetahui jarak, gunakan skala peta. Dengan memahami komponen-komponen ini, kita bisa 'membaca' cerita yang disampaikan oleh peta.
6. Membuat Denah Lingkungan
Denah adalah gambaran atau peta yang menunjukkan letak suatu tempat atau bangunan pada area yang lebih kecil dan lebih detail. Membuat denah sangat berguna untuk menunjukkan lokasi rumah, sekolah, atau area tertentu kepada orang lain. Langkah-langkah membuat denah meliputi menentukan area yang akan digambar, mengamati objek-objek penting di area tersebut, membuat simbol untuk setiap objek, menggambar denah dengan rapi, dan menambahkan arah mata angin serta legenda. Denah yang baik akan memudahkan orang lain untuk menemukan lokasi yang dimaksud.
Rangkuman: Peta dan bentang alam adalah dua hal penting untuk memahami geografi Indonesia. Bentang alam adalah bentuk permukaan bumi seperti gunung, pantai, dan sungai. Peta adalah gambaran permukaan bumi yang diperkecil, dilengkapi dengan judul, legenda, skala, dan arah mata angin. Membaca peta membantu kita menemukan lokasi dan memahami informasi geografis. Kita juga bisa membuat denah sederhana untuk menunjukkan lokasi spesifik di sekitar kita. Pemahaman ini penting untuk mengenal lingkungan dan perencanaan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bentang Alam | Bentuk-bentuk permukaan bumi (gunung, sungai, pantai, dll.). |
| Peta | Gambaran permukaan bumi yang diperkecil. |
| Skala Peta | Perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya. |
| Legenda | Keterangan simbol-simbol pada peta. |
| Denah | Peta sederhana untuk area yang lebih kecil dan detail. |
| Dataran Rendah | Wilayah datar dengan ketinggian kurang dari 200 meter dpl. |
| Dataran Tinggi | Wilayah datar dengan ketinggian lebih dari 500 meter dpl. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Peta dan Bentang Alam" mata pelajaran IPAS Kelas IV ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Peta dan Bentang Alam yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPAS Kelas IV Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 4 siap unduh
Mengubah Bentuk EnergiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopGaya di Sekitar KitaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDi Sini Tempat Tinggalku!Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopIklim dan PerubahannyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
Ini Khas Daerahku!Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopPeranku di Lingkungan Sekolah dan MasyarakatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKeragaman Budaya dan Kearifan LokalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenjadi Pahlawan LingkunganBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul IPAS lain yang sudah tersedia
Mengklasifikasikan Ragam Bentang Alam dan Keterkaitannya dengan Profesi MasyarakatIPAS Kelas IV SDPeta dan tentang AlamIPAS Kelas IV SDMengenal petaIPAS Kelas IV SDPetaIPAS Kelas IV SDLihat semua Modul Ajar IPAS Kelas IV →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Peta dan Bentang Alam masuk ujian semester IPAS Kelas IV. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal IPAS Kelas IV →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPAS kelas 4 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IV dan kelas 4 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Peta dan Bentang Alam pada IPAS SD, Fase B, elemen Pemahaman Lingkungan Sekitar.
Modul Peta dan Bentang Alam ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Peta dan Bentang Alam untuk IPAS kelas IV.
Apakah modul ajar IPAS materi Peta dan Bentang Alam ini gratis?
Ya. Modul Peta dan Bentang Alam untuk kelas IV SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Peta dan Bentang Alam ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPAS kelas IV ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Peta dan Bentang Alam ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Peta dan Bentang Alam dapat Anda sesuaikan dengan murid IPAS kelas IV di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPAS kelas IV ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Peta dan Bentang Alam ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase B untuk kelas IV SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Peta dan Bentang Alam tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Peta dan Bentang Alam untuk IPAS kelas IV di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Peta dan Bentang Alam ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPAS kelas IV SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Peta dan Bentang Alam beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPAS kelas IV berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPAS ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Peta dan Bentang Alam yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPAS MI ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.