Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Kristen Kelas V
Yesus Disalib,Mati,dan Bangkit Bagiku
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Kristen SD kelas V materi Yesus Disalib,Mati,dan Bangkit Bagiku lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Yesus Disalib,Mati,dan Bangkit Bagiku yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas V lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Yesus Disalib,Mati,dan Bangkit Bagiku |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (9 JP: 3 JP × 35 menit = 105 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan praktik visualisasi |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengetahui kisah Yesus sebagai Anak Allah dan beberapa ajaran penting-Nya.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Allah Berkarya |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami karya Allah dalam Yesus Kristus yang mati dan bangkit untuk menyelamatkan manusia, serta menunjukkan sikap iman yang sesuai dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Yesus Kristus benar-benar disalibkan, mati, dan bangkit pada hari ketiga, seperti yang dicatat dalam Alkitab. |
| Konseptual | Kematian dan kebangkitan Yesus adalah inti dari keselamatan bagi umat Kristen, menunjukkan kasih Allah yang besar dan kemenangan atas dosa serta maut. |
| Prosedural | Menganalisis kronologi peristiwa penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus serta mengaitkannya dengan makna pengorbanan dan harapan. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bagaimana pemahaman tentang peristiwa Paskah dapat membentuk nilai-nilai moral dan spiritual dalam diri mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa penyaliban Yesus dengan tepat.
- Menjelaskan kronologi peristiwa penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus berdasarkan Alkitab.
- Menganalisis makna pengorbanan Yesus di kayu salib bagi keselamatan manusia.
- Menyimpulkan bukti-bukti kebangkitan Yesus dari antara orang mati.
- Mengekspresikan rasa syukur atas pengorbanan dan kebangkitan Yesus melalui karya kreatif.
- Menerapkan nilai-nilai kasih dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari sebagai respons atas karya Yesus.
Pemahaman bermakna: Kisah penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus bukan hanya cerita sejarah, tetapi adalah dasar iman Kristen yang membawa harapan dan keselamatan bagi setiap orang yang percaya.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa pengorbanan Yesus di kayu salib dianggap sebagai bukti kasih terbesar Allah bagi kita?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan praktik visualisasi |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Membaca teks Alkitab, menulis refleksi, dan mempresentasikan hasil karya. Seni Budaya: Membuat diorama atau poster digital yang kreatif dan estetik. Pendidikan Pancasila: Memahami nilai pengorbanan dan persatuan dalam konteks kehidupan berbangsa. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak berdiskusi dengan anak di rumah tentang makna Paskah dan berbagi cerita pengalaman iman mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas dihias dengan poster-poster bertema Paskah buatan peserta didik dan tersedia sudut baca Alkitab serta buku cerita rohani anak. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video animasi kisah Paskah dari YouTube yang ramah anak dan aplikasi Alkitab digital untuk eksplorasi ayat. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa penyaliban Yesus dengan tepat dan menjelaskan kronologi peristiwa penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus berdasarkan Alkitab. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik disambut dengan salam dan doa pembuka. Guru melakukan presensi dan mengajak peserta didik untuk mengingat kembali kisah Yesus sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami kronologi dan tokoh-tokoh penting dalam peristiwa Paskah, lalu mengajukan pertanyaan pemantik: 'Siapa saja yang kamu ingat terlibat dalam kisah terakhir Yesus di bumi?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok membaca dan menganalisis teks Alkitab (misalnya Matius 26-28 atau Markus 14-16) untuk mengidentifikasi tokoh-tokoh kunci dan menyusun urutan peristiwa dari penangkapan hingga penyaliban Yesus. Mereka juga akan menonton video singkat animasi tentang kronologi peristiwa Paskah. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Setiap kelompok membuat 'peta kisah' sederhana atau infografis tentang kronologi penyaliban dan kematian Yesus, lengkap dengan nama tokoh-tokoh yang terlibat, menggunakan kertas besar dan spidol warna-warni. Mereka akan memilih salah satu peristiwa paling penting menurut mereka dan menggambarkannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan peta kisah mereka, menjelaskan urutan peristiwa dan tokoh-tokohnya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang akurasi kronologi dan pemahaman tokoh. Peserta didik diajak merefleksikan perasaan mereka saat mendengar kisah ini. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama kronologi peristiwa penyaliban Yesus. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan tugas untuk mencari tahu lebih lanjut tentang kebangkitan Yesus. Pembelajaran diakhiri dengan doa penutup yang menguatkan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis makna pengorbanan Yesus di kayu salib bagi keselamatan manusia dan menyimpulkan bukti-bukti kebangkitan Yesus dari antara orang mati. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik disambut dengan salam dan doa. Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang kronologi penyaliban Yesus dan menanyakan apa yang mereka pahami tentang 'pengorbanan'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mendalami makna pengorbanan dan kebangkitan Yesus, lalu mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa arti pengorbanan Yesus bagimu?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan membaca cerita pendek atau teks Alkitab tentang makna Paskah dan bukti-bukti kebangkitan Yesus. Mereka akan diajak berdiskusi tentang alasan mengapa Yesus harus mati dan bagaimana kebangkitan-Nya memberikan harapan, serta mengidentifikasi bukti-bukti nyata kebangkitan seperti kubur kosong dan penampakan Yesus. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik membuat 'jurnal syukur' singkat atau 'kartu pengampunan' yang berisi refleksi pribadi tentang makna pengorbanan Yesus bagi mereka dan bagaimana mereka dapat mengaplikasikan semangat pengampunan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga bisa membuat sketsa sederhana tentang kubur kosong. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Beberapa peserta didik berbagi isi jurnal syukur atau kartu pengampunan mereka di depan kelas. Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana pengorbanan Yesus mengajarkan kita tentang kasih dan pengampunan. Guru menguatkan pemahaman tentang bukti-bukti kebangkitan Yesus dan signifikansinya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama makna Paskah dan pentingnya kebangkitan Yesus. Guru memberikan apresiasi atas kejujuran refleksi peserta didik dan memberikan motivasi untuk hidup dalam kasih. Pembelajaran diakhiri dengan lagu pujian yang bertema kebangkitan Yesus. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning dengan praktik visualisasi |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mengekspresikan rasa syukur atas pengorbanan dan kebangkitan Yesus melalui karya kreatif dan menerapkan nilai-nilai kasih dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari sebagai respons atas karya Yesus. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik disambut dengan salam dan doa. Guru mengulas kembali makna pengorbanan dan kebangkitan Yesus. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengekspresikan pemahaman mereka melalui proyek kreatif dan menerapkan nilai-nilai Paskah, lalu mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita menunjukkan rasa syukur atas kasih Yesus?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diajak untuk merencanakan proyek kreatif berupa diorama mini atau poster digital yang menggambarkan peristiwa Paskah atau maknanya. Mereka akan berdiskusi dalam kelompok tentang ide-ide visualisasi, bahan-bahan yang dibutuhkan (misalnya dari bahan daur ulang yang banyak ditemukan di daerah pesisir seperti cangkang kerang atau ranting), dan pesan yang ingin disampaikan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Setiap kelompok secara kolaboratif membuat diorama mini atau poster digital dengan bimbingan guru. Mereka akan menggunakan bahan-bahan yang telah disiapkan atau mencari bahan tambahan yang relevan. Proses pembuatan ini menekankan kerja sama, kreativitas, dan pengaplikasian pemahaman mereka tentang materi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya diorama atau poster digital mereka, menjelaskan pesan yang ingin disampaikan dan makna di balik pilihan visualisasi mereka. Peserta didik lain memberikan umpan balik positif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya mengekspresikan iman melalui kreativitas dan tindakan nyata. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru dan peserta didik merayakan hasil karya yang telah dibuat. Guru mengajak peserta didik untuk berkomitmen menerapkan nilai-nilai kasih, pengampunan, dan harapan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan apresiasi tinggi atas seluruh proses dan hasil karya peserta didik. Pembelajaran diakhiri dengan doa berkat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis kronologi peristiwa Paskah dan mengidentifikasi makna pengorbanan Yesus.
Alat & bahan: Alkitab, kertas A4, pensil warna/spidol, lem, gunting, potongan gambar (opsional)
Langkah kerja:
- Bacalah kisah penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus dari Injil Matius 26-28 atau Markus 14-16.
- Buatlah garis waktu (timeline) sederhana tentang urutan peristiwa Paskah, mulai dari penangkapan Yesus hingga kebangkitan-Nya.
- Identifikasi 3-5 tokoh penting yang terlibat dalam peristiwa tersebut dan tuliskan peran singkat mereka.
- Tuliskan 2-3 kalimat mengenai makna pengorbanan Yesus di kayu salib bagimu.
- Gambarlah salah satu peristiwa Paskah yang paling berkesan bagimu di bagian belakang kertas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa nama murid Yesus yang mengkhianati-Nya?
- Apa yang terjadi pada Yesus setelah Ia ditangkap?
- Apakah kamu tahu apa itu Paskah?
- Menurutmu, mengapa Yesus disebut Juruselamat?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan 'peta kisah', dan kualitas 'jurnal syukur' atau 'kartu pengampunan'.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek diorama/poster digital dan jawaban esai pada soal akhir untuk mengukur pemahaman makna Paskah dan penerapannya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa penyaliban Yesus dengan tepat. | Tokoh-tokoh dalam kisah penyaliban Yesus. | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan kronologi peristiwa penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus berdasarkan Alkitab. | Kronologi Paskah. | 3 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menganalisis makna pengorbanan Yesus di kayu salib bagi keselamatan manusia. | Makna Paskah: Pengorbanan dan Keselamatan. | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 4 | Mengekspresikan rasa syukur atas pengorbanan dan kebangkitan Yesus melalui karya kreatif. | Proyek kreatif Paskah. | 3 JP | kreativitas |
Kisah Paskah adalah peristiwa paling penting dalam iman Kristen. Ini adalah cerita tentang kasih yang tak terhingga, pengorbanan yang luar biasa, dan kemenangan yang penuh harapan. Mari kita bersama-sama belajar tentang bagaimana Yesus rela mati di kayu salib dan bangkit kembali untuk menyelamatkan kita.
1. Yesus Ditangkap dan Diadili
Setelah perjamuan terakhir dengan murid-murid-Nya, Yesus pergi ke Taman Getsemani untuk berdoa. Di sana, Ia ditangkap oleh prajurit atas perintah imam-imam kepala dan orang Farisi. Yudas Iskariot, salah satu murid-Nya, mengkhianati-Nya dengan sebuah ciuman. Yesus kemudian dibawa ke hadapan Pilatus, gubernur Romawi, dan dituduh melakukan banyak hal yang tidak benar. Meskipun Pilatus tidak menemukan kesalahan pada Yesus, ia menyerahkan Yesus untuk disalibkan karena desakan orang banyak.
2. Penyaliban Yesus di Golgota
Yesus dipaksa memikul salib-Nya sendiri menuju Bukit Golgota, yang berarti 'tempat tengkorak'. Di sana, Ia disalibkan bersama dua penjahat. Para prajurit mengolok-olok-Nya dan orang banyak mencemooh. Di bawah salib, ada ibu-Nya, Maria, dan beberapa murid yang setia. Yesus mengucapkan beberapa perkataan terakhir, termasuk 'Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.' (Lukas 23:34).
3. Kematian Yesus dan Tanda-tanda Alam
Sekitar pukul tiga sore, setelah enam jam tergantung di salib, Yesus berseru, 'Sudah selesai!' lalu menyerahkan nyawa-Nya. Pada saat itu, terjadi gempa bumi hebat, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, dan kegelapan meliputi seluruh negeri selama tiga jam. Banyak orang menyaksikan tanda-tanda ini dan seorang perwira Romawi berkata, 'Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!' (Matius 27:54). Tubuh Yesus kemudian diturunkan dan dikuburkan oleh Yusuf dari Arimatea di sebuah kubur baru.
4. Kubur Kosong dan Bukti Kebangkitan
Pada hari ketiga, yaitu hari Minggu pagi, beberapa wanita pergi ke kubur Yesus untuk merawat jenazah-Nya dengan rempah-rempah. Namun, mereka menemukan batu penutup kubur sudah terguling dan kubur itu kosong. Dua malaikat menampakkan diri kepada mereka dan memberitakan bahwa Yesus telah bangkit! Para murid awalnya tidak percaya, tetapi kemudian Yesus menampakkan diri kepada mereka berkali-kali, membuktikan bahwa Ia hidup kembali. Ia bahkan makan bersama mereka dan menunjukkan luka-luka-Nya.
5. Makna Kebangkitan Yesus Bagiku
Kebangkitan Yesus adalah kabar baik yang terbesar! Itu berarti Yesus benar-benar Anak Allah yang berkuasa atas dosa dan maut. Kematian-Nya di kayu salib adalah pengorbanan yang sempurna untuk menebus dosa-dosa kita, dan kebangkitan-Nya memberikan kita harapan akan hidup kekal. Karena Yesus bangkit, kita juga memiliki harapan untuk bangkit bersama-Nya suatu hari nanti. Ini menunjukkan kasih Allah yang luar biasa bagi kita semua.
6. Hidup Baru dalam Kristus
Sebagai anak-anak Tuhan yang percaya pada kebangkitan Yesus, kita diajak untuk hidup baru. Artinya, kita berusaha untuk meninggalkan perbuatan dosa dan meneladani kasih Yesus. Kita belajar untuk mengasihi sesama, mengampuni orang yang bersalah, dan selalu berbuat baik. Kebangkitan Yesus mengingatkan kita bahwa selalu ada harapan dan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik, seperti nelayan di pesisir yang selalu berharap pada rezeki laut yang baru setiap hari.
Rangkuman: Kisah Paskah adalah inti iman Kristen, menceritakan pengorbanan Yesus di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan kebangkitan-Nya yang membawa harapan hidup kekal. Peristiwa ini menunjukkan kasih Allah yang tak terbatas dan kemenangan atas maut. Sebagai orang percaya, kita diajak untuk menghidupi nilai-nilai kasih, pengampunan, dan harapan dalam kehidupan sehari-hari sebagai respons atas karya keselamatan Yesus.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Paskah | Perayaan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. |
| Golgota | Bukit tempat Yesus disalibkan, berarti 'tempat tengkorak'. |
| Salib | Alat hukuman mati pada zaman Romawi, menjadi simbol pengorbanan Yesus. |
| Kebangkitan | Kembalinya Yesus dari kematian, hidup kembali. |
| Keselamatan | Penyelamatan dari dosa dan pemberian hidup kekal melalui Yesus. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Yesus Disalib,Mati,dan Bangkit Bagiku" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas V Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap
Karya Keselamatan dalam YesusModul siap unduh · Word + PDF ber-kopRoh Kudus PenolongkuModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBuah-buah RohModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDoa Bapa KamiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap
Hidup sebagai Saksi KristusModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTanggung Jawab terhadap LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPersahabatan yang SehatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri Pendidikan Agama Kristen di kelas lain
Yesus Lahir BagikuPendidikan Agama Kristen Kelas V SDAllah Memelihara HidupkuPendidikan Agama Kristen Kelas V SDBersyukur untuk Sekolah Tempatku BelajarPendidikan Agama Kristen Kelas V SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen Kelas V →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen Yesus Disalib,Mati,dan Bangkit Bagiku ini gratis?
Ya. Modul Yesus Disalib,Mati,dan Bangkit Bagiku untuk kelas V SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Yesus Disalib,Mati,dan Bangkit Bagiku ini mengikuti Keputusan Kepala BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase C untuk kelas V SD.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Yesus Disalib,Mati,dan Bangkit Bagiku untuk Pendidikan Agama Kristen kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Yesus Disalib,Mati,dan Bangkit Bagiku ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Yesus Disalib,Mati,dan Bangkit Bagiku dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Kristen kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.