Modul Ajar & RPP Kimia Kelas X
Stoikiometri
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Kimia |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Stoikiometri |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami konsep dasar atom, molekul, ikatan kimia, dan persamaan reaksi kimia sederhana. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis data hasil percobaan dan informasi dari berbagai sumber untuk menarik kesimpulan tentang hubungan kuantitatif dalam reaksi kimia. - kolaborasi — elemen: bekerja sama
Peserta didik berinteraksi secara aktif dalam kelompok untuk merancang percobaan, mengumpulkan data, dan memecahkan masalah stoikiometri. - kemandirian — elemen: pemahaman diri dan situasi
Peserta didik merefleksikan proses belajarnya, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam memahami konsep stoikiometri, serta merencanakan perbaikan diri.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Kimia |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan kimia untuk memahami sifat dan interaksi zat, termasuk konsep stoikiometri, serta menjelaskan fenomena kimia dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Stoikiometri menjelaskan kuantitas reaktan dan produk dalam reaksi kimia, seperti berapa gram CO2 yang dihasilkan dari pembakaran 1 kg bensin. |
| Konseptual | Konsep inti stoikiometri meliputi hukum kekekalan massa, konsep mol, massa molar, volume molar gas, dan pereaksi pembatas. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar menghitung massa, mol, volume, dan jumlah partikel zat dalam reaksi kimia menggunakan persamaan reaksi yang setara. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya ketelitian dalam perhitungan kimia dan menghubungkan konsep stoikiometri dengan fenomena kuantitatif di sekitar mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis persamaan reaksi, peserta didik dapat menyetarakan persamaan reaksi kimia dengan tepat.
- Dengan memanfaatkan data massa atom relatif, peserta didik dapat menghitung massa molar senyawa dengan benar.
- Melalui diskusi kelompok dan studi literatur, peserta didik dapat menjelaskan konsep mol, massa molar, dan volume molar gas dengan akurat.
- Dengan melakukan percobaan dan perhitungan, peserta didik dapat menentukan perbandingan mol reaktan dan produk dalam suatu reaksi kimia secara runtut.
- Melalui penyelesaian masalah kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi pereaksi pembatas dan menghitung hasil reaksi berdasarkan pereaksi pembatas tersebut dengan benar.
- Setelah menyelesaikan proyek sederhana, peserta didik dapat mengaplikasikan konsep stoikiometri untuk memecahkan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari dengan kreatif.
Pemahaman bermakna: Stoikiometri adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif antara zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia, memungkinkan kita untuk memprediksi jumlah reaktan yang dibutuhkan atau produk yang dihasilkan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa tukang kue harus menakar bahan-bahan dengan tepat agar kuenya berhasil, dan apa hubungannya dengan reaksi kimia di laboratorium?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Matematika: Penerapan konsep perbandingan, rasio, aljabar, dan perhitungan desimal dalam penyelesaian soal-soal stoikiometri. Fisika: Pemahaman tentang tekanan, volume, dan suhu gas (hukum gas ideal) yang relevan dalam perhitungan volume molar gas. Teknologi Informasi: Penggunaan aplikasi atau perangkat lunak untuk simulasi reaksi kimia dan pengolahan data percobaan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang penerapan stoikiometri dalam kegiatan rumah tangga, seperti saat memasak atau membuat kue, untuk memperkaya pemahaman kontekstual peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan laboratorium sekolah yang aman dan lengkap dengan alat-bahan kimia dasar menjadi tempat utama praktik, didukung oleh ruang kelas yang nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan simulasi interaktif reaksi kimia, video demonstrasi percobaan, dan kalkulator massa molar secara daring untuk mendukung visualisasi dan perhitungan stoikiometri peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis persamaan reaksi, peserta didik dapat menyetarakan persamaan reaksi kimia dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tepuk Kimia: Peserta didik mengikuti instruksi guru untuk melakukan tepuk tangan dengan pola tertentu yang melambangkan atom dan molekul, melatih konsentrasi dan kerjasama.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan memanfaatkan data massa atom relatif, peserta didik dapat menghitung massa molar senyawa dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata Kimia: Guru menyebutkan beberapa huruf acak dan peserta didik menebak kata kimia yang berhubungan dengan stoikiometri, melatih kecepatan berpikir dan mengingat istilah.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 40 menit
Tujuan: Peserta didik dapat menghitung massa molar senyawa dan menentukan perbandingan mol dalam reaksi.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Stoikiometri adalah salah satu pilar penting dalam kimia, memungkinkan kita untuk memahami dan memprediksi kuantitas zat yang terlibat dalam reaksi.
Alat & bahan: Timbangan digital, gelas kimia 100 mL, spatula, batang pengaduk, pipet tetes, larutan timbal(II) nitrat 0.1 M, larutan kalium iodida 0.1 M, air suling, kertas saring, oven/pemanas.
Langkah kerja:
- Amati gambar di bawah. Tuliskan rumus kimia dari senyawa yang terbentuk dari atom Na dan Cl, kemudian hitung massa molar senyawa tersebut.
Gambar 1. Model atom - Siapkan 20 mL larutan timbal(II) nitrat 0.1 M dalam gelas kimia dan timbang massanya (massa A).
- Tambahkan 20 mL larutan kalium iodida 0.1 M ke dalam gelas kimia yang berisi larutan timbal(II) nitrat, aduk perlahan, dan amati perubahan yang terjadi.
- Saring endapan yang terbentuk, cuci dengan air suling, kemudian keringkan endapan di dalam oven atau pemanas hingga massanya konstan (massa endapan).
- Catat semua data pengamatan dan hasil penimbangan pada tabel yang disediakan, lalu hitung mol reaktan dan produk yang terbentuk.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang persamaan reaksi kimia?
- Mengapa jumlah atom di ruas kiri dan kanan persamaan reaksi harus sama?
- Apa perbedaan antara atom dan molekul?
- Bagaimana cara menghitung massa molekul suatu senyawa?
Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama diskusi kelompok dan praktik laboratorium, serta penilaian kelengkapan dan keakuratan LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep stoikiometri dan kemampuan perhitungan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menyetarakan persamaan reaksi kimia dengan tepat. | Penyetaraan Persamaan Reaksi | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menghitung massa molar senyawa dengan benar. | Konsep Mol dan Massa Molar | 3 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menjelaskan konsep mol, massa molar, dan volume molar gas dengan akurat. | Volume Molar Gas dan Hubungan Mol | 3 JP | kolaborasi |
| 4 | Menentukan perbandingan mol reaktan dan produk dalam suatu reaksi kimia secara runtut. | Penentuan Perbandingan Mol (Praktik) | 3 JP | kolaborasi, kemandirian |
| 5 | Mengidentifikasi pereaksi pembatas dan menghitung hasil reaksi berdasarkan pereaksi pembatas tersebut dengan benar. | Pereaksi Pembatas dan Hasil Reaksi | 3 JP | penalaran kritis |
Stoikiometri adalah salah satu pilar penting dalam kimia, memungkinkan kita untuk memahami dan memprediksi kuantitas zat yang terlibat dalam reaksi. Dari proses industri hingga reaksi biologis dalam tubuh kita, stoikiometri menjadi kunci untuk mengukur dan mengendalikan perubahan materi secara kuantitatif. Mari kita selami lebih dalam konsep-konsep dasar yang membentuk fondasi perhitungan kimia.
1. Penyetaraan Persamaan Reaksi Kimia
Persamaan reaksi kimia menggambarkan proses perubahan zat. Agar sesuai dengan hukum kekekalan massa, jumlah atom setiap unsur di ruas kiri (reaktan) harus sama dengan jumlah atom unsur yang sama di ruas kanan (produk). Proses menyamakan jumlah atom ini disebut penyetaraan persamaan reaksi. Metode yang umum digunakan adalah metode koefisien (trial and error) atau metode aljabar. Contoh: Reaksi pembentukan air H2 + O2 → H2O perlu disetarakan menjadi 2H2 + O2 → 2H2O. Penyetaraan ini memastikan bahwa tidak ada atom yang hilang atau bertambah selama reaksi.
2. Konsep Mol dan Massa Molar
Mol adalah satuan dasar SI untuk jumlah zat. Satu mol didefinisikan sebagai jumlah zat yang mengandung partikel sebanyak atom yang terdapat dalam 12 gram isotop karbon-12. Jumlah partikel ini dikenal sebagai bilangan Avogadro, yaitu sekitar 6.02 x 10^23 partikel (atom, molekul, atau ion). Massa molar (Mr atau Ar) adalah massa satu mol zat, dinyatakan dalam gram/mol. Massa molar suatu unsur sama dengan massa atom relatif (Ar) unsur tersebut dalam gram. Untuk senyawa, massa molar dihitung dengan menjumlahkan massa atom relatif semua atom penyusunnya. Contoh: Massa molar H2O = (2 x Ar H) + (1 x Ar O) = (2 x 1) + (1 x 16) = 18 g/mol.
3. Volume Molar Gas
Pada kondisi standar (STP: Standard Temperature and Pressure), yaitu suhu 0°C (273 K) dan tekanan 1 atm, satu mol gas ideal memiliki volume sebesar 22.4 liter. Kondisi lain yang sering digunakan adalah RTP (Room Temperature and Pressure), yaitu suhu 25°C (298 K) dan tekanan 1 atm, di mana satu mol gas ideal memiliki volume 24 liter. Konsep volume molar gas ini sangat berguna untuk menghitung volume gas yang terlibat dalam reaksi kimia, terutama jika data yang diketahui adalah mol atau massa zat lain. Rumus gas ideal PV = nRT juga dapat digunakan untuk kondisi non-STP/RTP.
4. Hubungan Mol dengan Massa, Jumlah Partikel, dan Volume Gas
Ketiga konsep di atas (mol, massa molar, volume molar gas) saling berhubungan. Mol dapat dikonversi menjadi massa dengan mengalikan dengan massa molar (massa = mol x Mr/Ar). Mol juga dapat dikonversi menjadi jumlah partikel dengan mengalikan dengan bilangan Avogadro (jumlah partikel = mol x 6.02 x 10^23). Sebaliknya, massa dapat dikonversi ke mol dengan membagi dengan massa molar, dan jumlah partikel ke mol dengan membagi dengan bilangan Avogadro. Untuk gas pada STP, volume dapat dikonversi ke mol dengan membagi 22.4 L/mol.
5. Perbandingan Mol dalam Reaksi Kimia
Koefisien dalam persamaan reaksi yang setara menunjukkan perbandingan mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi. Perbandingan mol ini adalah kunci untuk melakukan perhitungan stoikiometri. Misalnya, dalam reaksi 2H2 + O2 → 2H2O, perbandingan mol H2 : O2 : H2O adalah 2 : 1 : 2. Ini berarti jika kita memiliki 2 mol H2, kita membutuhkan 1 mol O2 untuk bereaksi sempurna dan akan menghasilkan 2 mol H2O. Perbandingan ini bersifat tetap dan digunakan untuk menghitung jumlah reaktan yang dibutuhkan atau produk yang dihasilkan.
6. Pereaksi Pembatas
Dalam banyak reaksi kimia, reaktan tidak selalu tersedia dalam perbandingan mol yang tepat sesuai persamaan reaksi. Pereaksi pembatas adalah reaktan yang akan habis terlebih dahulu dan membatasi jumlah produk yang dapat terbentuk. Untuk menentukan pereaksi pembatas, kita perlu menghitung rasio mol masing-masing reaktan terhadap koefisien stoikiometrinya. Reaktan dengan rasio terkecil adalah pereaksi pembatas. Jumlah produk yang terbentuk akan dihitung berdasarkan jumlah pereaksi pembatas ini. Pereaksi yang tidak habis disebut pereaksi berlebih.
Rangkuman: Stoikiometri adalah studi kuantitatif reaksi kimia, didasari oleh hukum kekekalan massa. Konsep kunci meliputi penyetaraan reaksi, mol sebagai satuan jumlah zat, massa molar, dan volume molar gas. Perbandingan mol dari koefisien reaksi setara digunakan untuk menghitung jumlah zat. Pereaksi pembatas adalah reaktan yang habis terlebih dahulu, menentukan jumlah maksimal produk yang dapat dihasilkan dalam suatu reaksi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Stoikiometri | Cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif antara zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia. |
| Mol | Satuan jumlah zat yang mengandung 6.02 x 10^23 partikel. |
| Massa molar | Massa satu mol zat, dinyatakan dalam gram/mol. |
| Volume molar gas | Volume satu mol gas pada kondisi tertentu (misalnya 22.4 L pada STP). |
| Pereaksi pembatas | Reaktan yang habis terlebih dahulu dan membatasi jumlah produk yang terbentuk. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Stoikiometri" mata pelajaran Kimia Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Stoikiometri yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Kimia Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Materi setahun3 dari 3 siap unduh
Struktur Atom: Fakta di Balik MateriModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHukum Dasar Kimia di Sekitar KitaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Kimia lain yang sudah tersedia
Hakikat Ilmu Kimia dan Metode IlmiahKimia Kelas X SMAIkatan KimiaKimia Kelas X SMAJenis-Jenis Alat Transportasi dan KegunaannyaKimia Kelas X SMALARUTAN ASAM BASAKimia Kelas X SMALihat semua Modul Ajar Kimia Kelas X →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Stoikiometri masuk ASAS Kimia Kelas X Semester 1. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal Kimia Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Kimia kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Stoikiometri pada Kimia SMA, Fase E, elemen Pemahaman Kimia.
Modul Stoikiometri ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Kimia kelas X SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Kimia materi Stoikiometri ini gratis?
Ya. Modul Stoikiometri untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Stoikiometri ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Kimia kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Kimia kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Stoikiometri ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Stoikiometri dapat Anda sesuaikan dengan murid Kimia kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Kimia kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Stoikiometri ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Stoikiometri tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Stoikiometri untuk Kimia kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Stoikiometri ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Kimia kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Stoikiometri beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Kimia kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Kimia ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Stoikiometri yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Kimia MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.