SMKKelas XFase E

Modul Ajar & RPP Projek IPAS Kelas X
Menjadi Generasi Tanggal Bencana

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Menjadi generasi tanggap bencana berarti memiliki pengetahuan tentang jenis, dampak, serta cara mitigasi dan evakuasi bencana. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko dan kerugian. Mitigasi melibatkan pembangunan fisik dan edukasi, sementara evakuasi memerlukan pemahaman prosedur yang tepat. Keterampilan pertolongan pertama dasar juga esensial. Generasi muda memiliki peran penting dalam menyebarkan kesadaran dan berkontribusi aktif dalam upaya kesiapsiagaan di komunitas.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Menjadi Generasi Tanggal Bencana
Projek IPAS · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Projek IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Menjadi Generasi Tanggal Bencana
Projek IPAS · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranProjek IPAS
Fase / KelasE / X
Materi PokokMenjadi Generasi Tanggal Bencana
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis bencana alam dan dampaknya melalui media berita atau pengalaman pribadi.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
  3. Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka
Elemen / DomainProjek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis isu-isu lokal terkait kebencanaan, serta merumuskan solusi inovatif yang berkelanjutan untuk mitigasi dan adaptasi bencana di lingkungan sekitar.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualIndonesia sering mengalami berbagai bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor yang berdampak pada masyarakat.
KonseptualMitigasi dan adaptasi bencana adalah upaya terstruktur untuk mengurangi risiko dan dampak bencana serta menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam menganalisis risiko bencana, merencanakan tindakan mitigasi, dan melakukan simulasi evakuasi.
MetakognitifKesadaran akan pentingnya peran aktif dalam kesiapsiagaan bencana akan mendorong peserta didik untuk terus belajar dan bertindak proaktif.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui analisis kasus bencana, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bencana dan potensi dampaknya di lingkungan sekitar dengan tepat.
  2. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis faktor penyebab dan risiko bencana yang ada di daerah mereka secara kritis.
  3. Setelah menyaksikan video simulasi, peserta didik dapat menjelaskan prosedur evakuasi bencana yang aman dan efektif sesuai standar.
  4. Melalui praktik langsung, peserta didik dapat menyusun rencana mitigasi bencana sederhana untuk lingkungan sekolah dengan kolaboratif.
  5. Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat mempraktikkan langkah-langkah pertolongan pertama dasar pada korban bencana sesuai prosedur.
  6. Setelah menyelesaikan proyek mini, peserta didik dapat membuat poster atau infografis edukasi tentang kesiapsiagaan bencana yang informatif dan menarik.
Halaman 2 · Menjadi Generasi Tanggal Bencana — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Projek IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap individu dan komunitas. Dengan memahami risiko dan memiliki keterampilan mitigasi, kita dapat mengurangi kerugian dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita, sebagai generasi muda, dapat berkontribusi nyata dalam menjadikan lingkungan sekolah dan rumah kita lebih aman dari ancaman bencana?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Pancasila: Membangun semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadapi bencana.
Bahasa Indonesia: Keterampilan menyusun laporan, mempresentasikan hasil diskusi, dan membuat poster edukasi yang efektif.
Kewirausahaan: Mengembangkan ide-ide produk atau layanan yang mendukung kesiapsiagaan bencana.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat dilibatkan dalam diskusi mengenai potensi bencana di lingkungan rumah dan partisipasi dalam simulasi bencana tingkat keluarga.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur untuk memfasilitasi diskusi kelompok dan praktik simulasi evakuasi, dengan area terbuka di sekolah sebagai titik kumpul aman.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video edukasi dari BNPB atau lembaga terkait untuk studi kasus, serta penggunaan aplikasi desain grafis untuk membuat poster/infografis edukasi.
Halaman 3 · Menjadi Generasi Tanggal Bencana — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Projek IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui analisis kasus bencana, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bencana dan potensi dampaknya di lingkungan sekitar dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menayangkan beberapa gambar atau video singkat tentang kejadian bencana alam di Indonesia dan bertanya, 'Apa yang kalian rasakan saat melihat peristiwa ini? Apa saja bencana yang pernah terjadi di sekitar kalian?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi jenis dan dampak bencana, serta pertanyaan pemantik 'Bagaimana kita dapat melindungi diri dan komunitas dari bencana?' untuk membangun kesadaran peserta didik.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menyajikan sebuah studi kasus singkat tentang bencana banjir bandang di suatu daerah, kemudian meminta peserta didik membaca dan memahami informasi yang disajikan.
  2. Guru memfasilitasi peserta didik untuk mengidentifikasi masalah utama dari studi kasus tersebut, seperti 'Apa jenis bencana yang terjadi?', 'Siapa yang terdampak?', dan 'Apa saja kerugian yang timbul?'
  3. Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) untuk diskusi awal.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Setiap kelompok mendapatkan LKPD yang berisi pertanyaan panduan untuk menganalisis studi kasus, termasuk mengidentifikasi jenis bencana, penyebab, dampak, dan potensi risiko di lingkungan mereka.
  2. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mencari informasi tambahan dari berbagai sumber (buku, internet) untuk memperdalam pemahaman mereka tentang jenis-jenis bencana dan karakteristiknya.
  3. Peserta didik berdiskusi untuk menganalisis data dan informasi yang terkumpul, membandingkan dengan kondisi di lingkungan sekolah atau rumah mereka, serta merumuskan potensi bencana yang relevan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan analisis mereka di depan kelas, menjelaskan jenis bencana, dampaknya, serta potensi risiko di lingkungan sekitar.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan konstruktif terkait presentasi yang disampaikan.
  3. Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil diskusi kelompok, mengoreksi miskonsepsi, dan memastikan pemahaman yang komprehensif tentang jenis dan dampak bencana.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama poin-poin penting tentang jenis-jenis bencana dan dampaknya.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas partisipasi aktif dan hasil kerja yang baik, menciptakan suasana belajar yang menggembirakan.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya yaitu mitigasi dan evakuasi bencana, serta memberikan tugas mandiri untuk mengamati potensi risiko bencana di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Menjadi Generasi Tanggal Bencana — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Projek IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Tujuan Pertemuan 2Melalui praktik langsung, peserta didik dapat menyusun rencana mitigasi bencana sederhana untuk lingkungan sekolah dengan kolaboratif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menanyakan kembali tugas pengamatan risiko bencana di lingkungan tempat tinggal dan meminta beberapa peserta didik berbagi temuannya, 'Apa potensi bencana yang paling kalian khawatirkan di lingkungan kalian? Mengapa?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyusun rencana mitigasi dan mempraktikkan pertolongan pertama dasar, menegaskan bahwa kesadaran akan sangat penting untuk keselamatan bersama.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang pentingnya mitigasi dan simulasi evakuasi bencana di sekolah, kemudian bertanya, 'Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko bencana di sekolah?'
  2. Guru memfasilitasi diskusi tentang elemen-elemen penting dalam rencana mitigasi bencana, seperti jalur evakuasi, titik kumpul, dan perlengkapan darurat.
  3. Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi area-area di sekolah yang rentan terhadap bencana berdasarkan hasil observasi sebelumnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menerima peta denah sekolah dan LKPD untuk menyusun rencana mitigasi bencana, termasuk penentuan jalur evakuasi, titik kumpul, dan lokasi penyimpanan perlengkapan darurat.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Peserta didik berkolaborasi dalam kelompok untuk merancang poster atau infografis edukasi tentang kesiapsiagaan bencana yang akan ditempel di area strategis sekolah.
  3. Praktik: Guru mendemonstrasikan teknik pertolongan pertama dasar (misalnya, penanganan luka ringan, evakuasi korban pingsan) dan membimbing peserta didik untuk mempraktikkannya secara berpasangan dengan alat peraga sederhana.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan rencana mitigasi dan poster edukasi yang telah dibuat, menjelaskan alasan di balik setiap keputusan.
  2. Peserta didik saling memberikan umpan balik tentang efektivitas rencana mitigasi dan kejelasan informasi pada poster, serta mengevaluasi praktik pertolongan pertama yang dilakukan.
  3. Guru memberikan penguatan dan koreksi terhadap praktik pertolongan pertama dan memberikan masukan untuk penyempurnaan rencana mitigasi dan poster edukasi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya memiliki rencana mitigasi dan keterampilan pertolongan pertama dalam menghadapi bencana.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan semangat kolaborasi peserta didik, serta mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan dalam kesiapsiagaan bencana di lingkungan masing-masing.
  3. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan mengingatkan untuk selalu waspada serta peduli terhadap lingkungan.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Menjadi Generasi Tanggal Bencana — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Projek IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKAnalisis Potensi Bencana SekolahkuNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi potensi risiko bencana di lingkungan sekolah dan merumuskan langkah mitigasi sederhana.

Alat & bahan: peta denah sekolah, pensil warna, alat tulis

Langkah kerja:

  1. Amati denah sekolahmu dan identifikasi area-area yang menurutmu rentan terhadap bencana (misalnya, dekat sungai, bangunan tua, area padat).
    SungaiBangunan TuaArea PadatRuang KelasU
    Gambar 1. Denah
  2. Diskusikan dengan kelompokmu jenis bencana apa saja yang mungkin terjadi di area tersebut dan dampaknya.
  3. Gambarlah jalur evakuasi yang paling aman dari ruang kelasmu menuju titik kumpul di denah sekolah.
  4. Tandai lokasi yang ideal untuk menyimpan perlengkapan darurat (P3K, senter) di denah sekolah.
  5. Buatlah daftar 3 langkah mitigasi sederhana yang bisa dilakukan warga sekolah untuk mengurangi risiko bencana yang telah kalian identifikasi.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Menjadi Generasi Tanggal Bencana — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Projek IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang bencana alam?
  2. Sebutkan 3 jenis bencana yang sering terjadi di Indonesia!
  3. Menurutmu, apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi?
  4. Apakah di lingkungan sekolah kita ada potensi bencana tertentu?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan praktik simulasi evakuasi serta pertolongan pertama.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek poster/infografis edukasi dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep mitigasi bencana.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Menjadi Generasi Tanggal Bencana — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Projek IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis-jenis bencana dan potensi dampaknya di lingkungan sekitar.Jenis-jenis bencana, dampak bencana, potensi risiko lingkungan.2 JPPenalaran Kritis
2Menganalisis faktor penyebab dan risiko bencana di daerah.Penyebab bencana, analisis risiko, pemetaan kerentanan.2 JPPenalaran Kritis
3Menyusun rencana mitigasi bencana sederhana untuk lingkungan sekolah.Konsep mitigasi, jalur evakuasi, titik kumpul, perlengkapan darurat.2 JPKolaborasi
4Mempraktikkan langkah-langkah pertolongan pertama dasar pada korban bencana.Prinsip P3K, penanganan luka ringan, evakuasi sederhana.2 JPKewargaan
Halaman 8 · Menjadi Generasi Tanggal Bencana — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Projek IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Indonesia, dengan letak geografisnya yang unik, merupakan negara yang rawan bencana. Oleh karena itu, penting bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Modul ini akan membimbing Anda menjadi generasi yang tanggap bencana, siap menghadapi tantangan, dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.

1. Mengenali Jenis dan Karakteristik Bencana
Bencana alam adalah peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam maupun faktor non-alam. Jenis bencana alam meliputi gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan angin puting beliung. Setiap jenis bencana memiliki karakteristik, penyebab, dan dampak yang berbeda. Memahami karakteristik ini adalah langkah awal untuk kesiapsiagaan. Misalnya, gempa bumi ditandai dengan guncangan tanah, sementara banjir dengan peningkatan volume air yang merendam daratan. Identifikasi risiko bencana di lingkungan sekitar kita sangat penting.

2. Dampak Bencana dan Pentingnya Kesiapsiagaan
Dampak bencana bisa sangat luas, meliputi korban jiwa, kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, hingga trauma psikologis. Selain itu, bencana juga dapat mengganggu keberlanjutan pendidikan dan mata pencaharian. Kesiapsiagaan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Dengan kesiapsiagaan yang baik, kita dapat meminimalkan dampak negatif bencana dan mempercepat proses pemulihan. Ini mencakup perencanaan, pelatihan, dan penyediaan sumber daya.

3. Mitigasi Bencana: Mengurangi Risiko
Mitigasi bencana adalah upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Contoh mitigasi struktural adalah pembangunan tanggul penahan banjir, pembuatan jalur evakuasi, dan konstruksi bangunan tahan gempa. Mitigasi non-struktural meliputi edukasi masyarakat, penyusunan peraturan daerah tentang tata ruang, dan pelatihan kesiapsiagaan. Di sekolah, mitigasi dapat dilakukan dengan menata ulang perabot, menentukan titik kumpul aman, dan mengadakan simulasi evakuasi secara berkala. Ini adalah langkah proaktif untuk melindungi diri dan komunitas.

4. Evakuasi dan Pertolongan Pertama Dasar
Evakuasi bencana adalah proses pemindahan orang dari daerah berbahaya ke tempat yang lebih aman. Prosedur evakuasi harus dipahami oleh setiap individu, termasuk jalur evakuasi yang jelas, titik kumpul yang aman, dan cara berkomunikasi saat darurat. Selain itu, keterampilan pertolongan pertama dasar sangat vital untuk menyelamatkan nyawa atau mengurangi keparahan cedera sebelum bantuan medis profesional tiba. Ini mencakup penanganan luka ringan, pingsan, patah tulang sederhana, dan henti napas. Pelatihan rutin akan meningkatkan kemampuan ini secara signifikan.

5. Peran Generasi Muda dalam Kesiapsiagaan
Generasi muda memiliki peran krusial dalam menciptakan komunitas yang tangguh bencana. Melalui pendidikan, penyebaran informasi yang akurat, dan partisipasi aktif dalam kegiatan mitigasi, kita dapat menjadi agen perubahan. Misalnya, dengan membuat kampanye edukasi di media sosial, menjadi relawan saat bencana, atau menginisiasi proyek-proyek mitigasi di lingkungan sekolah. Semangat kolaborasi dan kepedulian adalah kunci untuk membangun budaya kesiapsiagaan yang kuat. Setiap tindakan kecil dapat memberikan dampak besar dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.

Rangkuman: Menjadi generasi tanggap bencana berarti memiliki pengetahuan tentang jenis, dampak, serta cara mitigasi dan evakuasi bencana. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko dan kerugian. Mitigasi melibatkan pembangunan fisik dan edukasi, sementara evakuasi memerlukan pemahaman prosedur yang tepat. Keterampilan pertolongan pertama dasar juga esensial. Generasi muda memiliki peran penting dalam menyebarkan kesadaran dan berkontribusi aktif dalam upaya kesiapsiagaan di komunitas.

Halaman 9 · Menjadi Generasi Tanggal Bencana — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Projek IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Bencana AlamPeristiwa yang disebabkan alam, mengancam kehidupan.
MitigasiUpaya mengurangi risiko dan dampak bencana.
EvakuasiProses pemindahan diri ke tempat aman saat bencana.
KesiapsiagaanPersiapan menghadapi bencana melalui perencanaan dan pelatihan.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Menjadi Generasi Tanggal Bencana — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Projek IPAS · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Menjadi Generasi Tanggal Bencana" mata pelajaran Projek IPAS Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Menjadi Generasi Tanggal Bencana — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Menjadi Generasi Tanggal Bencana ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaProjek IPAS · Kelas XPeta Konsep
Menjadi Generasi Tanggal BencanaMengenali Jenis dan Karakteristik BencanaDampak Bencana dan Pentingnya KesiapsiagaanMitigasi Bencana: Mengurangi RisikoEvakuasi dan Pertolongan Pertama DasarPeran Generasi Muda dalam Kesiapsiagaan
Dari sub-bab Menjadi Generasi Tanggal BencanaHalaman 12
Nama sekolah AndaProjek IPAS · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaProjek IPAS · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaProjek IPAS · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaProjek IPAS · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaProjek IPAS · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran KritisKolaborasiKewargaan
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Menjadi Generasi Tanggal Bencana yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

📝 Butuh soal ujiannya juga?

Materi Menjadi Generasi Tanggal Bencana masuk ujian semester Projek IPAS Kelas X. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.

Mesin Soal Projek IPAS Kelas X →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Projek IPAS kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menjadi Generasi Tanggal Bencana pada Projek IPAS SMK, Fase E, elemen Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial.

Modul Menjadi Generasi Tanggal Bencana ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Menjadi Generasi Tanggal Bencana untuk Projek IPAS kelas X.

Apakah modul ajar Projek IPAS materi Menjadi Generasi Tanggal Bencana ini gratis?

Ya. Modul Menjadi Generasi Tanggal Bencana untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Menjadi Generasi Tanggal Bencana ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Projek IPAS kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Projek IPAS kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Menjadi Generasi Tanggal Bencana ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menjadi Generasi Tanggal Bencana dapat Anda sesuaikan dengan murid Projek IPAS kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Projek IPAS kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Menjadi Generasi Tanggal Bencana ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menjadi Generasi Tanggal Bencana tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menjadi Generasi Tanggal Bencana untuk Projek IPAS kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Menjadi Generasi Tanggal Bencana ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Projek IPAS kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menjadi Generasi Tanggal Bencana beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Projek IPAS kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Projek IPAS ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Menjadi Generasi Tanggal Bencana disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Projek IPAS SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.