SMPKelas IXFase D

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas IX
Memublikasikan Pantun

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Memublikasikan pantun adalah langkah penting untuk membagikan karya dan melestarikan budaya. Proses ini melibatkan pemilihan platform yang tepat, strategi penyajian yang menarik, penyuntingan yang cermat, dan penggunaan desain visual yang estetis. Dengan memperhatikan etika dan kreativitas, pantun kita dapat menjangkau banyak pembaca dan memberikan dampak positif. Publikasi juga menjadi sarana evaluasi dan pengembangan diri dalam menulis pantun.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Memublikasikan Pantun
Bahasa Indonesia · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Memublikasikan Pantun
Bahasa Indonesia · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasD / IX
Materi PokokMemublikasikan Pantun
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah mampu mengidentifikasi ciri-ciri pantun dan menulis pantun sederhana dengan tema tertentu.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
    Peserta didik mengembangkan ide-ide baru untuk memublikasikan pantun dengan cara yang inovatif dan menarik.
  2. kolaborasi — elemen: bekerja sama dengan orang lain
    Peserta didik berinteraksi dan bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan melaksanakan proyek publikasi pantun.
  3. komunikasi — elemen: berkomunikasi efektif
    Peserta didik menyampaikan gagasan, informasi, dan karya pantun mereka secara jelas dan persuasif kepada audiens.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menulis berbagai jenis teks untuk menyampaikan gagasan, pikiran, dan perasaan dalam berbagai konteks, serta mampu memublikasikan karyanya dengan memperhatikan kaidah kebahasaan dan etika.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualContoh nyata publikasi pantun dapat ditemukan di media sosial, buku antologi, atau majalah dinding sekolah.
KonseptualPublikasi pantun melibatkan proses penyuntingan, pemilihan media, dan strategi penyebaran agar pesan pantun sampai kepada khalayak luas.
ProseduralLangkah-langkah memublikasikan pantun meliputi perencanaan, produksi, penyebaran, dan evaluasi hasil publikasi.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya memilih media dan strategi publikasi yang tepat agar pantunnya dapat diterima dan diapresiasi oleh pembaca.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai platform dan strategi publikasi pantun dengan tepat.
  2. Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat merancang konsep publikasi pantun secara kreatif dan sesuai target audiens.
  3. Setelah melakukan penyuntingan mandiri, peserta didik dapat menulis pantun dengan kaidah kebahasaan yang benar dan menarik.
  4. Melalui kerja sama tim, peserta didik dapat membuat media publikasi pantun (misalnya poster digital, video pendek) dengan tampilan yang estetis dan informatif.
  5. Dengan presentasi kelompok, peserta didik dapat memublikasikan pantun hasil karyanya secara percaya diri dan persuasif kepada teman sekelas.
  6. Setelah melakukan refleksi, peserta didik dapat mengevaluasi efektivitas publikasi pantun yang telah dibuatnya secara objektif.
Halaman 2 · Memublikasikan Pantun — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memublikasikan pantun tidak hanya sekadar menyebarkan, tetapi juga melibatkan kreativitas dalam penyajian dan pemahaman akan audiens agar pesan pantun dapat tersampaikan secara efektif dan diapresiasi.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita membuat pantun yang sudah kita tulis dapat dinikmati dan menginspirasi banyak orang?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Penggunaan elemen desain grafis dan estetika dalam pembuatan media publikasi pantun.
TIK: Pemanfaatan perangkat lunak dan platform digital untuk mendesain dan memublikasikan pantun secara daring.
PPKn: Pemahaman etika dan hak cipta dalam memublikasikan karya orang lain atau karya sendiri di ranah publik.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk memberikan masukan terhadap pantun atau membantu dalam proses publikasi digital di media sosial.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas dan perpustakaan sekolah yang nyaman untuk berdiskusi, serta akses ke taman atau area terbuka untuk inspirasi penulisan pantun.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi desain grafis (misalnya Canva) atau editor video sederhana (misalnya CapCut) untuk membuat media publikasi pantun digital.
Halaman 3 · Memublikasikan Pantun — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai platform dan strategi publikasi pantun dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Pantun: Guru membacakan dua baris sampiran pantun, peserta didik menebak isi pantun atau melengkapi dengan dua baris isi yang sesuai.
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru menampilkan beberapa contoh publikasi pantun (misalnya di Instagram, majalah dinding, atau buku antologi) dan bertanya pengalaman peserta didik saat melihat atau membuat pantun.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi platform publikasi pantun dan merancang proyek publikasi, serta menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilakukan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru mengajukan pertanyaan 'Bagaimana cara kita memublikasikan pantun agar menarik dan dibaca banyak orang?' dan memandu peserta didik merumuskan pertanyaan-pertanyaan terkait proyek.
  2. Peserta didik secara individu menuliskan ide-ide awal tentang cara memublikasikan pantun yang mereka ketahui atau inginkan.
  3. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil (4-5 orang) dan meminta setiap kelompok berdiskusi mengenai ide-ide publikasi pantun yang relevan dengan lingkungan mereka.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Setiap kelompok meninjau berbagai platform publikasi (misalnya media sosial, blog, majalah dinding, buletin sekolah, pameran mini) dan strategi yang cocok untuk pantun.
  2. Kelompok memilih satu platform publikasi yang paling sesuai dengan pantun yang akan dibuat dan merancang konsep awal publikasi (tema, target audiens, bentuk media, alat yang dibutuhkan).
  3. Setiap kelompok membuat rencana kerja proyek publikasi pantun yang mencakup langkah-langkah, pembagian tugas, dan jadwal sementara.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan konsep awal dan rencana kerja proyek publikasi pantun mereka di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap konsep dan rencana yang dipresentasikan.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap ide-ide kreatif dan strategi yang relevan, serta memberikan arahan untuk penyempurnaan rencana proyek.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya perencanaan yang matang dalam publikasi pantun.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan meminta mereka menuliskan satu hal baru yang dipelajari hari ini.
  3. Guru memberikan tugas untuk menyempurnakan rencana proyek dan mempersiapkan materi pantun, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Memublikasikan Pantun — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat merancang konsep publikasi pantun secara kreatif dan sesuai target audiens.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Pantun: Setiap peserta didik secara bergiliran melanjutkan pantun yang dimulai oleh guru atau teman, dengan tetap memperhatikan kaidah pantun.
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru mengulas kembali rencana proyek publikasi pantun yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya dan menanyakan kendala yang mungkin dihadapi.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyusun jadwal dan memonitor kemajuan proyek, serta mengingatkan pentingnya kerja sama tim.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menyusun jadwal: Guru membantu setiap kelompok untuk menyusun jadwal pelaksanaan proyek yang lebih detail, termasuk tenggat waktu untuk setiap tahapan (penulisan pantun, desain media, penyuntingan).
  2. Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi pantun-pantun yang telah mereka tulis atau akan ditulis, kemudian memilih yang paling sesuai dengan tema publikasi mereka.
  3. Guru memfasilitasi diskusi kelompok untuk menentukan gaya bahasa dan pesan yang ingin disampaikan melalui pantun, agar sesuai dengan target audiens yang telah ditentukan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Memonitor kemajuan proyek: Setiap kelompok mulai menulis atau menyunting pantun yang akan dipublikasikan, dengan memperhatikan kaidah pantun (rima, jumlah suku kata, isi, sampiran).
  2. Peserta didik mulai mendesain media publikasi mereka (misalnya, membuat draf poster digital menggunakan aplikasi desain sederhana, storyboard video pendek, atau tata letak majalah dinding).
  3. Guru berkeliling untuk memantau kemajuan setiap kelompok, memberikan bimbingan, dan memastikan setiap anggota kelompok berkontribusi aktif dalam proyek.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok melaporkan kemajuan proyek mereka, menunjukkan draf pantun dan desain media publikasi.
  2. Guru dan teman sekelas memberikan masukan mengenai kejelasan pesan, kreativitas desain, dan kesesuaian dengan kaidah pantun.
  3. Guru memberikan penguatan pada aspek-aspek yang sudah baik dan memberikan saran perbaikan untuk tahapan selanjutnya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya ketelitian dalam penulisan dan desain pantun untuk publikasi.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik dan mendorong mereka untuk terus berkreasi.
  3. Guru memberikan tugas untuk menyelesaikan desain media publikasi dan memastikan pantun sudah final, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Memublikasikan Pantun — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 3Dengan presentasi kelompok, peserta didik dapat memublikasikan pantun hasil karyanya secara percaya diri dan persuasif kepada teman sekelas.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Pantun Berantai Estafet: Setiap kelompok membuat satu bait pantun secara bergiliran, kelompok tercepat yang pantunnya paling runtut akan menjadi pemenang.
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru menanyakan kesiapan setiap kelompok untuk mempresentasikan proyek publikasi pantun mereka.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memublikasikan dan mengevaluasi proyek, serta menjelaskan kriteria penilaian presentasi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok melakukan simulasi presentasi internal untuk memastikan semua anggota memahami peran dan materi yang akan disampaikan.
  2. Peserta didik melakukan pemeriksaan terakhir terhadap media publikasi pantun mereka, memastikan tidak ada kesalahan penulisan atau desain.
  3. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok untuk bertanya atau meminta bantuan terakhir sebelum presentasi dimulai.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan proyek publikasi pantun mereka di depan kelas.
  2. Kelompok menjelaskan konsep publikasi, alasan pemilihan pantun dan media, serta mengajak teman-teman untuk mengapresiasi karya mereka.
  3. Peserta didik dari kelompok lain aktif menyimak, memberikan pertanyaan, dan umpan balik konstruktif setelah setiap presentasi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setelah semua kelompok presentasi, peserta didik secara individu mengisi lembar refleksi mengenai proses pengerjaan proyek dan hasil publikasi.
  2. Guru memimpin diskusi kelas untuk mengevaluasi keseluruhan proyek, membahas keberhasilan, tantangan, dan pelajaran yang didapat.
  3. Guru memberikan penguatan umum dan apresiasi kepada semua kelompok atas usaha dan kreativitas mereka.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pelajaran tentang pentingnya kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi dalam memublikasikan karya.
  2. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas partisipasi dan karya-karya luar biasa mereka, menciptakan suasana gembira dan bangga.
  3. Guru mendorong peserta didik untuk terus berkarya dan memublikasikan hasil karyanya di luar kelas, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Memublikasikan Pantun — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKRancang Publikasi Pantun Kreatifku!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat merencanakan dan mendesain konsep publikasi pantun secara kreatif.

Alat & bahan: Kertas, pensil, spidol warna, gawai (opsional), akses internet (opsional)

Langkah kerja:

  1. Tentukan sampiran, isi, dan pola rima teks pantun berikut, lalu buatlah satu pantun nasihat.
    PantunDari mana hendak ke mana,Tinggi rumput dari padi.Tahun mana bulan mana,Dapat kita berjumpa lagi.
    Gambar 1. Teks bacaan
  2. Amati contoh publikasi pantun yang disajikan dan diskusikan kelebihan serta kekurangannya dalam kelompok.
  3. Peta pikiran: Tuliskan ide-ide awal tentang platform publikasi pantun yang paling menarik untuk kelompokmu.
  4. Pilihlah satu platform publikasi (misalnya: poster digital, majalah dinding, video pendek) dan tentukan tema publikasi pantun kelompokmu.
  5. Desainlah sketsa kasar media publikasi pantun kelompokmu, termasuk tata letak, warna, dan jenis huruf yang akan digunakan.
  6. Tuliskan minimal 3 pantun orisinal yang sesuai dengan tema dan platform publikasi yang telah kalian pilih.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Memublikasikan Pantun — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Pernahkah kamu membaca pantun yang dipublikasikan di media sosial atau majalah dinding? Di mana?
  2. Apa saja hal yang perlu diperhatikan saat ingin memublikasikan sebuah karya tulis?
  3. Menurutmu, apa bedanya pantun yang dibaca sendiri dengan pantun yang dibaca banyak orang?

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat berdiskusi, merancang, dan membuat media publikasi pantun.

Sumatif (akhir): Penilaian terhadap presentasi proyek publikasi pantun dan hasil karya media publikasi.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Memublikasikan Pantun — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi berbagai platform dan strategi publikasi pantunKonsep publikasi dan platform2 JPkreativitas, komunikasi
2Merancang konsep publikasi pantun secara kreatif dan sesuai target audiensPerencanaan proyek dan penulisan pantun2 JPkreativitas, kolaborasi
3Membuat media publikasi pantun dan mempresentasikannyaProduksi media dan presentasi2 JPkolaborasi, komunikasi
Halaman 9 · Memublikasikan Pantun — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Pantun adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai dan keindahan bahasa. Agar pantun tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga dapat menginspirasi dan menghibur banyak orang, kita perlu memublikasikannya. Proses publikasi pantun membutuhkan kreativitas dan pemahaman tentang media yang tepat agar pesan pantun dapat tersampaikan secara efektif.

1. Mengenal Pantun dan Fungsinya
Pantun adalah puisi lama yang terikat aturan, memiliki empat baris, rima a-b-a-b, baris pertama dan kedua adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi. Fungsi pantun sangat beragam, mulai dari menyampaikan nasihat, hiburan, teka-teki, hingga sindiran. Memahami fungsi ini penting agar pantun yang dipublikasikan relevan dengan tujuan dan audiens.

2. Pentingnya Publikasi Pantun
Publikasi pantun memungkinkan karya kita dibaca, diapresiasi, dan memberikan dampak kepada orang lain. Ini juga merupakan cara untuk melestarikan budaya dan mengembangkan kreativitas. Dengan memublikasikan, kita mendapatkan umpan balik yang dapat meningkatkan kemampuan menulis pantun di masa depan.

3. Memilih Platform Publikasi
Ada berbagai platform untuk memublikasikan pantun, baik daring maupun luring. Platform daring meliputi media sosial (Instagram, TikTok, Facebook), blog pribadi, atau situs web komunitas sastra. Platform luring bisa berupa majalah dinding sekolah, buletin, pameran mini, atau bahkan pembacaan pantun di acara-acara. Pemilihan platform harus disesuaikan dengan target audiens dan jenis pantun.

4. Strategi Publikasi yang Efektif
Strategi publikasi meliputi cara penyajian dan promosi. Untuk media sosial, gunakan desain visual yang menarik, hashtag yang relevan, dan caption yang menggugah. Untuk majalah dinding, perhatikan tata letak, kebersihan, dan ilustrasi. Libatkan audiens dengan pertanyaan atau ajakan berinteraksi. Promosikan pantun Anda secara sopan dan menarik.

5. Menulis Pantun yang Siap Publikasi
Sebelum dipublikasikan, pantun harus melalui proses penyuntingan. Pastikan pantun sudah sesuai kaidah (rima, suku kata, isi, sampiran), tidak ada kesalahan ejaan atau tata bahasa, dan pesannya jelas. Pilih kata-kata yang menarik dan mudah dipahami, serta hindari penggunaan bahasa yang menyinggung atau kurang pantas.

6. Desain Visual untuk Publikasi
Tampilan visual sangat memengaruhi daya tarik pantun yang dipublikasikan. Gunakan kombinasi warna yang harmonis, jenis huruf yang mudah dibaca, dan ilustrasi atau gambar yang relevan dengan isi pantun. Aplikasi desain grafis sederhana seperti Canva atau PicsArt dapat membantu dalam proses ini, bahkan tanpa keahlian khusus.

7. Etika dalam Publikasi Pantun
Penting untuk selalu menjaga etika dalam memublikasikan karya. Pastikan pantun yang dibuat tidak mengandung unsur SARA atau ujaran kebencian. Jika menggunakan kutipan atau inspirasi dari karya lain, sebutkan sumbernya. Hargai hak cipta orang lain dan jadilah penulis yang bertanggung jawab.

Rangkuman: Memublikasikan pantun adalah langkah penting untuk membagikan karya dan melestarikan budaya. Proses ini melibatkan pemilihan platform yang tepat, strategi penyajian yang menarik, penyuntingan yang cermat, dan penggunaan desain visual yang estetis. Dengan memperhatikan etika dan kreativitas, pantun kita dapat menjangkau banyak pembaca dan memberikan dampak positif. Publikasi juga menjadi sarana evaluasi dan pengembangan diri dalam menulis pantun.

Halaman 10 · Memublikasikan Pantun — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
PantunPuisi lama yang terikat aturan, terdiri dari empat baris, dengan rima a-b-a-b.
SampiranDua baris pertama pantun, berfungsi sebagai pembayang isi.
IsiDua baris terakhir pantun, memuat maksud atau pesan utama.
RimaPersamaan bunyi pada akhir larik puisi.
PublikasiProses menyebarluaskan suatu karya agar dapat diakses oleh khalayak luas.
PlatformMedia atau sarana untuk menyampaikan atau menyebarkan informasi/karya.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Memublikasikan Pantun — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Memublikasikan Pantun" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Memublikasikan Pantun — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Memublikasikan Pantun ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXPeta Konsep
Memublikasikan PantunMengenal Pantun dan FungsinyaPentingnya Publikasi PantunMemilih Platform PublikasiStrategi Publikasi yang EfektifMenulis Pantun yang Siap Publikasi
Dari sub-bab Memublikasikan PantunHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IXProfil Lulusan
KreativitasKolaborasiKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Memublikasikan Pantun yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 9 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Memublikasikan Pantun pada Bahasa Indonesia SMP, Fase D, elemen Menulis.

Modul Memublikasikan Pantun ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Memublikasikan Pantun untuk Bahasa Indonesia kelas IX.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Memublikasikan Pantun ini gratis?

Ya. Modul Memublikasikan Pantun untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Memublikasikan Pantun ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Memublikasikan Pantun ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Memublikasikan Pantun dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Memublikasikan Pantun ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Memublikasikan Pantun tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Memublikasikan Pantun untuk Bahasa Indonesia kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Memublikasikan Pantun ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Memublikasikan Pantun beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?

Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Memublikasikan Pantun yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.