Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas IX
Memublikasikan Pantun
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Memublikasikan Pantun |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mampu mengidentifikasi ciri-ciri pantun dan menulis pantun sederhana dengan tema tertentu.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mengembangkan ide-ide baru untuk memublikasikan pantun dengan cara yang inovatif dan menarik. - kolaborasi — elemen: bekerja sama dengan orang lain
Peserta didik berinteraksi dan bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan melaksanakan proyek publikasi pantun. - komunikasi — elemen: berkomunikasi efektif
Peserta didik menyampaikan gagasan, informasi, dan karya pantun mereka secara jelas dan persuasif kepada audiens.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks untuk menyampaikan gagasan, pikiran, dan perasaan dalam berbagai konteks, serta mampu memublikasikan karyanya dengan memperhatikan kaidah kebahasaan dan etika. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Contoh nyata publikasi pantun dapat ditemukan di media sosial, buku antologi, atau majalah dinding sekolah. |
| Konseptual | Publikasi pantun melibatkan proses penyuntingan, pemilihan media, dan strategi penyebaran agar pesan pantun sampai kepada khalayak luas. |
| Prosedural | Langkah-langkah memublikasikan pantun meliputi perencanaan, produksi, penyebaran, dan evaluasi hasil publikasi. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya memilih media dan strategi publikasi yang tepat agar pantunnya dapat diterima dan diapresiasi oleh pembaca. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai platform dan strategi publikasi pantun dengan tepat.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat merancang konsep publikasi pantun secara kreatif dan sesuai target audiens.
- Setelah melakukan penyuntingan mandiri, peserta didik dapat menulis pantun dengan kaidah kebahasaan yang benar dan menarik.
- Melalui kerja sama tim, peserta didik dapat membuat media publikasi pantun (misalnya poster digital, video pendek) dengan tampilan yang estetis dan informatif.
- Dengan presentasi kelompok, peserta didik dapat memublikasikan pantun hasil karyanya secara percaya diri dan persuasif kepada teman sekelas.
- Setelah melakukan refleksi, peserta didik dapat mengevaluasi efektivitas publikasi pantun yang telah dibuatnya secara objektif.
Pemahaman bermakna: Memublikasikan pantun tidak hanya sekadar menyebarkan, tetapi juga melibatkan kreativitas dalam penyajian dan pemahaman akan audiens agar pesan pantun dapat tersampaikan secara efektif dan diapresiasi.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita membuat pantun yang sudah kita tulis dapat dinikmati dan menginspirasi banyak orang?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Penggunaan elemen desain grafis dan estetika dalam pembuatan media publikasi pantun. TIK: Pemanfaatan perangkat lunak dan platform digital untuk mendesain dan memublikasikan pantun secara daring. PPKn: Pemahaman etika dan hak cipta dalam memublikasikan karya orang lain atau karya sendiri di ranah publik. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk memberikan masukan terhadap pantun atau membantu dalam proses publikasi digital di media sosial. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas dan perpustakaan sekolah yang nyaman untuk berdiskusi, serta akses ke taman atau area terbuka untuk inspirasi penulisan pantun. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi desain grafis (misalnya Canva) atau editor video sederhana (misalnya CapCut) untuk membuat media publikasi pantun digital. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai platform dan strategi publikasi pantun dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Pantun: Guru membacakan dua baris sampiran pantun, peserta didik menebak isi pantun atau melengkapi dengan dua baris isi yang sesuai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat merancang konsep publikasi pantun secara kreatif dan sesuai target audiens. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Pantun: Setiap peserta didik secara bergiliran melanjutkan pantun yang dimulai oleh guru atau teman, dengan tetap memperhatikan kaidah pantun.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Dengan presentasi kelompok, peserta didik dapat memublikasikan pantun hasil karyanya secara percaya diri dan persuasif kepada teman sekelas. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Pantun Berantai Estafet: Setiap kelompok membuat satu bait pantun secara bergiliran, kelompok tercepat yang pantunnya paling runtut akan menjadi pemenang.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat merencanakan dan mendesain konsep publikasi pantun secara kreatif.
Alat & bahan: Kertas, pensil, spidol warna, gawai (opsional), akses internet (opsional)
Langkah kerja:
- Tentukan sampiran, isi, dan pola rima teks pantun berikut, lalu buatlah satu pantun nasihat.
Gambar 1. Teks bacaan - Amati contoh publikasi pantun yang disajikan dan diskusikan kelebihan serta kekurangannya dalam kelompok.
- Peta pikiran: Tuliskan ide-ide awal tentang platform publikasi pantun yang paling menarik untuk kelompokmu.
- Pilihlah satu platform publikasi (misalnya: poster digital, majalah dinding, video pendek) dan tentukan tema publikasi pantun kelompokmu.
- Desainlah sketsa kasar media publikasi pantun kelompokmu, termasuk tata letak, warna, dan jenis huruf yang akan digunakan.
- Tuliskan minimal 3 pantun orisinal yang sesuai dengan tema dan platform publikasi yang telah kalian pilih.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Pernahkah kamu membaca pantun yang dipublikasikan di media sosial atau majalah dinding? Di mana?
- Apa saja hal yang perlu diperhatikan saat ingin memublikasikan sebuah karya tulis?
- Menurutmu, apa bedanya pantun yang dibaca sendiri dengan pantun yang dibaca banyak orang?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat berdiskusi, merancang, dan membuat media publikasi pantun.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap presentasi proyek publikasi pantun dan hasil karya media publikasi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi berbagai platform dan strategi publikasi pantun | Konsep publikasi dan platform | 2 JP | kreativitas, komunikasi |
| 2 | Merancang konsep publikasi pantun secara kreatif dan sesuai target audiens | Perencanaan proyek dan penulisan pantun | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
| 3 | Membuat media publikasi pantun dan mempresentasikannya | Produksi media dan presentasi | 2 JP | kolaborasi, komunikasi |
Pantun adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai dan keindahan bahasa. Agar pantun tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga dapat menginspirasi dan menghibur banyak orang, kita perlu memublikasikannya. Proses publikasi pantun membutuhkan kreativitas dan pemahaman tentang media yang tepat agar pesan pantun dapat tersampaikan secara efektif.
1. Mengenal Pantun dan Fungsinya
Pantun adalah puisi lama yang terikat aturan, memiliki empat baris, rima a-b-a-b, baris pertama dan kedua adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi. Fungsi pantun sangat beragam, mulai dari menyampaikan nasihat, hiburan, teka-teki, hingga sindiran. Memahami fungsi ini penting agar pantun yang dipublikasikan relevan dengan tujuan dan audiens.
2. Pentingnya Publikasi Pantun
Publikasi pantun memungkinkan karya kita dibaca, diapresiasi, dan memberikan dampak kepada orang lain. Ini juga merupakan cara untuk melestarikan budaya dan mengembangkan kreativitas. Dengan memublikasikan, kita mendapatkan umpan balik yang dapat meningkatkan kemampuan menulis pantun di masa depan.
3. Memilih Platform Publikasi
Ada berbagai platform untuk memublikasikan pantun, baik daring maupun luring. Platform daring meliputi media sosial (Instagram, TikTok, Facebook), blog pribadi, atau situs web komunitas sastra. Platform luring bisa berupa majalah dinding sekolah, buletin, pameran mini, atau bahkan pembacaan pantun di acara-acara. Pemilihan platform harus disesuaikan dengan target audiens dan jenis pantun.
4. Strategi Publikasi yang Efektif
Strategi publikasi meliputi cara penyajian dan promosi. Untuk media sosial, gunakan desain visual yang menarik, hashtag yang relevan, dan caption yang menggugah. Untuk majalah dinding, perhatikan tata letak, kebersihan, dan ilustrasi. Libatkan audiens dengan pertanyaan atau ajakan berinteraksi. Promosikan pantun Anda secara sopan dan menarik.
5. Menulis Pantun yang Siap Publikasi
Sebelum dipublikasikan, pantun harus melalui proses penyuntingan. Pastikan pantun sudah sesuai kaidah (rima, suku kata, isi, sampiran), tidak ada kesalahan ejaan atau tata bahasa, dan pesannya jelas. Pilih kata-kata yang menarik dan mudah dipahami, serta hindari penggunaan bahasa yang menyinggung atau kurang pantas.
6. Desain Visual untuk Publikasi
Tampilan visual sangat memengaruhi daya tarik pantun yang dipublikasikan. Gunakan kombinasi warna yang harmonis, jenis huruf yang mudah dibaca, dan ilustrasi atau gambar yang relevan dengan isi pantun. Aplikasi desain grafis sederhana seperti Canva atau PicsArt dapat membantu dalam proses ini, bahkan tanpa keahlian khusus.
7. Etika dalam Publikasi Pantun
Penting untuk selalu menjaga etika dalam memublikasikan karya. Pastikan pantun yang dibuat tidak mengandung unsur SARA atau ujaran kebencian. Jika menggunakan kutipan atau inspirasi dari karya lain, sebutkan sumbernya. Hargai hak cipta orang lain dan jadilah penulis yang bertanggung jawab.
Rangkuman: Memublikasikan pantun adalah langkah penting untuk membagikan karya dan melestarikan budaya. Proses ini melibatkan pemilihan platform yang tepat, strategi penyajian yang menarik, penyuntingan yang cermat, dan penggunaan desain visual yang estetis. Dengan memperhatikan etika dan kreativitas, pantun kita dapat menjangkau banyak pembaca dan memberikan dampak positif. Publikasi juga menjadi sarana evaluasi dan pengembangan diri dalam menulis pantun.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pantun | Puisi lama yang terikat aturan, terdiri dari empat baris, dengan rima a-b-a-b. |
| Sampiran | Dua baris pertama pantun, berfungsi sebagai pembayang isi. |
| Isi | Dua baris terakhir pantun, memuat maksud atau pesan utama. |
| Rima | Persamaan bunyi pada akhir larik puisi. |
| Publikasi | Proses menyebarluaskan suatu karya agar dapat diakses oleh khalayak luas. |
| Platform | Media atau sarana untuk menyampaikan atau menyebarkan informasi/karya. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Memublikasikan Pantun" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Memublikasikan Pantun yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Teks Laporan PercobaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks Pidato PersuasifModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCerpenModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks TanggapanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 4 siap unduh
Teks DiskusiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCerita InspiratifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTeks Cerita InspiratifModul siap unduh · Word + PDF ber-kopLiterasi Buku Fiksi dan NonfiksiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Belajar Menulis PantunBahasa Indonesia Kelas IX SMPMembandingkan Pantun dengan Syair dan GurindamBahasa Indonesia Kelas IX SMPMenemukan Ciri-ciri PantunBahasa Indonesia Kelas IX SMPPantunBahasa Indonesia Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Memublikasikan Pantun pada Bahasa Indonesia SMP, Fase D, elemen Menulis.
Modul Memublikasikan Pantun ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Memublikasikan Pantun untuk Bahasa Indonesia kelas IX.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Memublikasikan Pantun ini gratis?
Ya. Modul Memublikasikan Pantun untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Memublikasikan Pantun ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Memublikasikan Pantun ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Memublikasikan Pantun dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Memublikasikan Pantun ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Memublikasikan Pantun tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Memublikasikan Pantun untuk Bahasa Indonesia kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Memublikasikan Pantun ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Memublikasikan Pantun beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Memublikasikan Pantun yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.